Perjalanan perawatan
Cerita Adik Kaluna.
Kaluna lahir dengan kelainan jantung bawaan yang tanda-tandanya sudah terlihat sejak hari pertamanya. Dalam video ini, ibundanya yang tinggal di Bekasi menuturkan bagaimana keluarga mereka melewati masa diagnosis, operasi, dan hari-hari menunggu di ICU saat Kaluna masih bayi.
Tanda Pertama saat Lahir
“Saat pertama kali tangis Kaluna terdengar, tangan dan kakinya berwarna biru,” kenang ibundanya. Warna kebiruan itu membuat dokter menduga adanya penyakit jantung bawaan (PJB). Kebiruan seperti ini bisa menjadi tanda bahwa darah yang beredar ke tubuh kurang mengandung oksigen. Setelah Kaluna menjalani pemeriksaan skrining, diagnosisnya pun tegak: CAVSD.
Complete Atrioventricular Septal Defect (CAVSD) adalah kelainan jantung bawaan berupa lubang pada sekat di bagian tengah jantung, di antara serambi dan bilik, yang disertai gangguan pada katup yang memisahkan keduanya. Kabar itu membuat sang ibu sedih, kecewa, dan takut. Kaluna masih bayi, sementara keluarga merasa masih awam soal penyakit jantung.
Menemukan Tim yang Komunikatif
Ibunda Kaluna mencari informasi lewat Instagram dan YouTube hingga menemukan Heartology. Kesan pertamanya datang dari para perawat yang menyambut mereka. Menurutnya, para suster yang ia temui pada kunjungan awal itu sangat baik dalam melayani Kaluna dan keluarganya.
Ia juga merasa tenang karena dokter yang menangani Kaluna sangat komunikatif dalam menjelaskan kondisi dan rencana penanganan. Di Heartology, Kaluna menjalani kateterisasi jantung, yaitu pemeriksaan dengan selang tipis yang dimasukkan lewat pembuluh darah untuk menilai kondisi jantung dari dalam. Tim dokter lalu merencanakan operasi perbaikan atau repair CAVSD saat Kaluna masih bayi. Repair CAVSD adalah operasi untuk menutup lubang pada sekat jantung dan memperbaiki katupnya, sehingga darah dapat mengalir di jalur yang semestinya.
Menunggu di Depan ICU
Setelah operasi, Kaluna dirawat di ICU. Bagi sang ibu, masa menunggu di depan ICU tetap diwarnai rasa cemas, walaupun operasinya sudah selesai. “Secara teknis operasi berhasil, lega, tapi masih ada khawatir,” ujarnya jujur.
Di tengah kecemasan itu, ia merasakan perhatian yang tidak hanya tertuju pada Kaluna, tetapi juga pada keluarga yang menunggu. “Tidak hanya pelayanan prima terhadap pasien, tapi juga kepada keluarganya,” tuturnya.
Kini ibunda Kaluna ingin berbagi kisah ini dengan orang tua lain yang sedang menghadapi perjuangan serupa. Setiap anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki perjalanan yang berbeda. Bila bayi Anda menunjukkan tanda seperti kulit, bibir, tangan, atau kaki yang kebiruan, segera konsultasikan dengan dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Simak kisah perjuangan Kaluna & ibunya menghadapi CAVSD (Complete atrio-ventricular septal defects)
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 4 menit 56 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.


