Perjalanan perawatan
Cerita Adik Aca.
Adik Arumi, yang biasa dipanggil Aca adalah anak yang cerdas dan ceria dari Kalimantan Barat, dengan rasa ingin tahu yang besar dan senyum yang menghangatkan orang di sekitarnya. Ia tumbuh seperti anak-anak pada umumnya, meski sering merasa cepat lelah dan kadang sulit bernapas. Dalam video ini, Aca dan ibundanya berbagi cerita tentang perjalanan mereka hingga Aca menjalani tindakan penutupan PDA di Heartology.
Awal Ditemukan
Semua berawal dari pemeriksaan gigi rutin saat Aca masih kecil. Ketika itu, dokter mendengar bunyi bising yang tidak biasa di jantungnya. Keluhan cepat lelah yang semula terlihat sepele ternyata menjadi awal dari sebuah temuan penting. Kecurigaan itu kembali muncul saat Aca kontrol ulang setelah dirawat karena demam tinggi. Dokter jantung di daerahnya kemudian melakukan ekokardiografi, yaitu pemeriksaan USG jantung, dan hasilnya menunjukkan bahwa Aca memiliki Patent Ductus Arteriosus (PDA) berukuran sekitar 3 sampai 3,5 mm.
PDA adalah saluran antara aorta dan pembuluh darah paru yang seharusnya menutup sendiri setelah bayi lahir, tetapi tetap terbuka. Mendengar diagnosis itu, perasaan ibunda Aca campur aduk: sedih, terharu, dan deg-degan. “Kok bisa kena ke Aca, anak secerdas ini,” kenangnya. Ia juga sempat bingung dan khawatir semuanya akan sulit karena harus berobat ke luar daerah.
Memilih Heartology
Aca kemudian dirujuk ke Jakarta. Dengan harapan besar untuk kesehatan putri mereka, orang tua Aca membawanya dari Kalimantan ke Heartology. Keluarga memilih Heartology karena tempatnya nyaman dan bersih, serta tindakan dan obat yang dibutuhkan Aca tersedia. Di sini, Aca ditangani oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP (K), dokter jantung yang menangani penyakit jantung bawaan.
Bagi ibundanya, tujuan tindakan ini sederhana dan jelas. “Fungsinya supaya Kakak enggak sesak lagi, aktivitasnya lancar, sekolahnya juga aman,” tuturnya. Ia merasa setiap langkah dalam perjalanan ini dimudahkan, meski awalnya ia sempat ragu.
Menjalani Penutupan PDA
Aca menjalani tindakan PDA closure, yaitu penutupan saluran yang tetap terbuka tersebut. Aca sempat kaget melihat peralatan medis di ruang tindakan, tetapi ia merasa lebih tenang karena para perawat yang mendampinginya ramah. Selama tindakan berlangsung, keluarga menunggu dengan perasaan deg-degan, sampai sekitar satu jam kemudian kabar bahagia datang. Rasa cemas yang sejak awal menyelimuti keluarga pun berganti menjadi tenang.
Saat video direkam, Aca merasa napasnya lebih lega, ringan, dan plong. Ibundanya pun berpesan kepada para orang tua untuk tidak takut dan tidak ragu melangkah demi kesehatan anak, serta tetap yakin akan ada jalan dari Tuhan. “Anak kita pengin hidup sehat, pengin napas yang lega seperti kita. Jadi harus tetap maju,” katanya.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Testimonial Tindakan PDA Closure Pada Pasien Anak dengan PDA 3,5mm
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 11 menit 49 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.



