Langsung ke konten

Gagal Jantung

Gagal Jantung Kronis

Chronic Heart Failure

Ditinjau secara medis olehdr. Siska S. Danny, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis seorang lansia duduk tenang dengan dada semi-transparan yang memperlihatkan jantung sedikit membesar dan pembengkakan ringan pada pergelangan kaki, disertai inset timbangan badan, kotak obat mingguan, dan latihan treadmill terawasi untuk perawatan gagal jantung.
Ilustrasi Gagal Jantung Kronis

Jawaban singkat

Apa Itu Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung kronis adalah gagal jantung yang berlangsung lama, dengan gejala yang relatif stabil berkat pengobatan. Kondisi ini dikendalikan lewat obat yang teratur, perawatan diri di rumah, rehabilitasi, dan kontrol berkala untuk mencegah kambuh.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Dahak berbusa putih atau merah muda
  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Bingung atau sangat mengantuk secara tiba-tiba
  • Bengkak cepat bertambah disertai sesak berat dan buang air kecil sangat sedikit

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Gagal jantung kronis tergolong serius karena dapat kambuh dan perlahan memburuk bila obat terputus atau pemicu tidak dihindari. Dengan perawatan diri yang baik dan kontrol teratur, banyak orang dapat menjaga gejala tetap stabil selama bertahun-tahun.

Mengenal Gagal Jantung Kronis

Gagal jantung kronis adalah keadaan jangka panjang ketika jantung tidak lagi mampu memompa atau mengisi darah sesuai kebutuhan tubuh, tetapi gejalanya relatif stabil dengan pengobatan. Sebagian besar penyandang gagal jantung hidup dengan bentuk kronis ini dan tetap menjalani aktivitas sehari-hari, dengan sesekali episode perburukan yang dibahas di halaman Gagal Jantung Akut.

Gagal jantung kronis tetap digolongkan menurut fraksi ejeksi, yaitu persentase darah yang dipompa keluar dari bilik kiri setiap denyut: menurun, menengah atau sedikit menurun, dan terjaga. Jenisnya menentukan pilihan obat, sedangkan cara hidup sehari-hari yang dianjurkan pada dasarnya serupa. Penyebabnya pun tetap dicari dan ditangani, karena penyakit jantung koroner, hipertensi, penyakit katup, atau gangguan irama yang terkendali dapat membuat gagal jantung lebih stabil. Pada sebagian orang, fungsi pompa bahkan membaik setelah penyebabnya diatasi.

Mengukur Beratnya Gejala

Dokter memakai kelas NYHA untuk menggambarkan beratnya keluhan. Kelas I berarti tidak ada keluhan saat aktivitas biasa. Kelas II berarti sesak atau lelah saat aktivitas biasa, seperti naik tangga. Kelas III berarti keluhan muncul saat aktivitas ringan, dan kelas IV berarti keluhan ada bahkan saat istirahat. Kelas dapat naik atau turun sesuai pengobatan, sehingga membantu menilai kemajuan.

Peran Anda dalam Perawatan

Perawatan diri adalah bagian utama penanganan. Pedoman ESC menganjurkan pasien memahami obatnya, menimbang berat badan setiap hari, membatasi garam, tetap aktif, dan mengenali tanda perburukan sejak dini. Pedoman juga menganjurkan program perawatan oleh tim dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain, karena terbukti mengurangi rawat inap. Keluarga yang ikut memahami rencana perawatan sangat membantu, terutama pada lansia. Catatan harian berisi berat badan, tekanan darah, dan keluhan juga memudahkan dokter menyesuaikan obat saat kontrol.

Bila Gejala Makin Berat

Pada sebagian orang, gagal jantung terus berlanjut walau pengobatan sudah lengkap. Keadaan ini disebut gagal jantung lanjut. Tim akan membahas pilihan seperti pompa jantung mekanis, transplantasi jantung, atau perawatan paliatif yang berfokus pada kenyamanan dan kualitas hidup. Perawatan paliatif dapat berjalan bersamaan dengan pengobatan lain dan tidak hanya diberikan di akhir hayat.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari
  • Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas berkurang
  • Bengkak di pergelangan kaki yang bertambah menjelang sore
  • Perlu bantal lebih tinggi agar nyaman bernapas saat tidur
  • Batuk kering yang memburuk saat berbaring
  • Sering buang air kecil pada malam hari
  • Nafsu makan turun dan perut terasa penuh

Gejala pada Lansia

Pada lansia, perburukan kadang tampak sebagai perubahan perilaku atau kemandirian.

  • Mudah bingung atau pelupa yang bertambah
  • Lebih banyak tidur atau berbaring
  • Berat badan turun karena otot menyusut
  • Mudah jatuh atau tidak kuat berjalan jauh
  • Tidak mau makan
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Penyakit jantung koroner dan bekas serangan jantung
  • Hipertensi yang lama tidak terkendali
  • Kardiomiopati, termasuk yang diturunkan dalam keluarga
  • Penyakit katup jantung
  • Gangguan irama jantung, terutama fibrilasi atrium
  • Diabetes dan obesitas yang membebani jantung dalam jangka panjang
  • Alkohol berlebihan, terapi kanker tertentu, atau peradangan otot jantung di masa lalu

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, penyakit ginjal kronis, fibrilasi atrium, anemia, dan kekurangan zat besi memperberat gagal jantung kronis.

Gaya Hidup

Asupan garam tinggi, alkohol, merokok, kurang bergerak, dan tidak teratur minum obat adalah penyebab kambuh yang dapat dicegah.

Usia

Gagal jantung jauh lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Menurut pedoman ESC 2021, sekitar 10% atau lebih orang berusia di atas 70 tahun mengalaminya.

Genetik

Kardiomiopati yang diturunkan dapat menjadi dasar gagal jantung kronis di usia muda; keluarga dekat dianjurkan menjalani skrining.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Pasien Pasca Rawat Inap Gagal Jantung: Bulan-bulan awal setelah pulang adalah masa rawan kambuh; kontrol dini dan penyesuaian obat membantu mencegahnya.
  • Lansia yang Tinggal Sendiri: Lebih sulit mengenali tanda perburukan dan mengatur obat; dukungan keluarga atau perawat sangat membantu.
  • Penyandang Penyakit Ginjal Kronis: Ginjal dan jantung saling memengaruhi, sehingga keseimbangan cairan dan kalium perlu dipantau lebih rapat.
  • Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat kerusakan jantung dan pembuluh darah, sehingga dokter memilih obat yang melindungi keduanya.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Diagnosis gagal jantung kronis mengikuti langkah yang sama dengan gagal jantung pada umumnya: penilaian keluhan, pemeriksaan fisik, EKG, tes NT-proBNP atau BNP, dan ekokardiografi untuk menentukan jenis menurut fraksi ejeksi. Dokter juga mencari penyebabnya, misalnya dengan angiografi koroner atau MRI jantung.

Setelah diagnosis, pemeriksaan berkala dipakai untuk memantau. Tes darah fungsi ginjal dan kalium diperiksa setelah obat dimulai atau dosisnya dinaikkan. Kadar zat besi diperiksa berkala karena kekurangannya sering terjadi dan dapat diobati. Ekokardiografi diulang bila gejala berubah atau untuk menilai keputusan pemasangan alat. Pada pemakai alat implan, data alat dapat dipantau dari jarak jauh. Uji jalan enam menit atau uji latih jantung paru membantu menilai kemampuan fisik.

  1. Ekokardiografi

    Menentukan jenis menurut fraksi ejeksi, lalu diulang bila gejala berubah atau untuk menilai keputusan pemasangan alat.

  2. Tes NT-proBNP / BNP

    Memantau perjalanan penyakit; kenaikan dari nilai biasa Anda dapat menjadi tanda perburukan.

  3. Pemeriksaan Laboratorium

    Fungsi ginjal, kalium, natrium, darah lengkap, dan status zat besi untuk memantau keamanan obat dan penyakit penyerta.

  4. Elektrokardiogram / EKG

    Memantau irama jantung, denyut, dan lebar kompleks QRS untuk menilai kebutuhan alat.

  5. Pemantauan Jantung Jarak Jauh

    Bagi pemakai ICD atau CRT, data irama dan kerja alat dapat dipantau dari rumah di antara jadwal kontrol.

  6. Uji jalan enam menit: mengukur jarak yang dapat ditempuh dalam enam menit untuk menilai kemampuan fisik dan kemajuan rehabilitasi.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Obat Sesuai Jenis Gagal Jantung

Empat golongan obat utama untuk fraksi ejeksi menurun, penghambat SGLT2 untuk semua jenis, dan diuretik untuk kelebihan cairan. Dokter menyesuaikan kombinasi dan dosis secara bertahap.

Program Perawatan Gagal Jantung

Tim dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain memberi edukasi, memantau, dan menyesuaikan obat. Pedoman menganjurkannya untuk mengurangi rawat inap dan kematian.

Rehabilitasi Jantung

Latihan fisik terpantau memperbaiki kemampuan beraktivitas dan kualitas hidup serta mengurangi rawat inap.

Terapi Zat Besi

Bila kekurangan zat besi, pemberian zat besi lewat infus memperbaiki gejala dan dapat mengurangi rawat inap pada fraksi ejeksi menurun dan sedikit menurun.

Alat Implan

ICD atau terapi resinkronisasi (CRT) bagi pasien dengan fraksi ejeksi rendah yang memenuhi kriteria.

Vaksinasi

Vaksin influenza dan pneumokokus dianjurkan untuk mengurangi risiko infeksi yang dapat memicu perburukan.

Perawatan Gagal Jantung Lanjut

Pompa jantung mekanis (LVAD), transplantasi jantung, atau perawatan paliatif bagi yang tetap bergejala berat meski terapi lengkap.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Perburukan Akut

Gejala dapat memburuk cepat sehingga perlu dirawat, yang dibahas di halaman Gagal Jantung Akut.

Gangguan Irama Jantung

Fibrilasi atrium dan irama bilik yang berbahaya lebih sering terjadi; sebagian pasien dengan fraksi ejeksi rendah memerlukan ICD.

Gangguan Fungsi Ginjal dan Elektrolit

Penyakit dan obatnya dapat memengaruhi ginjal, kalium, dan natrium, sehingga tes darah rutin diperlukan.

Kekurangan Zat Besi dan Anemia

Sering terjadi, memperberat lelah dan sesak, dan dapat diperbaiki dengan zat besi lewat infus sesuai penilaian dokter.

Penyusutan Otot dan Berat Badan

Pada gagal jantung lanjut, otot menyusut sehingga tubuh makin lemah; asupan gizi yang cukup dan latihan membantu.

Depresi dan Kecemasan

Hidup dengan penyakit jangka panjang dapat memengaruhi suasana hati. Sampaikan kepada dokter, karena keadaan ini dapat ditangani.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Timbang berat badan setiap pagi setelah buang air kecil dan sebelum makan.
  • Hubungi dokter bila berat badan naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari.
  • Minum obat sesuai jadwal; pakai kotak obat mingguan bila perlu.
  • Batasi garam dan ikuti batas cairan bila dianjurkan dokter.
  • Tetap aktif bergerak dan ikuti program rehabilitasi jantung.
  • Hindari rokok dan batasi alkohol sesuai anjuran dokter.
  • Tanyakan kepada dokter sebelum memakai obat antinyeri golongan OAINS, jamu, atau suplemen.
  • Dapatkan vaksin influenza dan pneumokokus sesuai anjuran dokter.

Kapan Harus ke Dokter?

Datanglah kontrol sesuai jadwal walaupun Anda merasa baik, karena dosis obat sering perlu disesuaikan bertahap. Hubungi dokter atau tim perawatan gagal jantung lebih awal bila muncul hal berikut.

  • Berat badan naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari.
  • Sesak atau bengkak bertambah, atau Anda perlu bantal lebih tinggi.
  • Pusing, lemas, atau buang air kecil jauh berkurang setelah perubahan obat.
  • Anda terserang demam, diare, atau muntah, karena dosis diuretik mungkin perlu diatur.
  • Segera ke IGD bila sesak berat saat istirahat, nyeri dada, atau pingsan.

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang hidup dengan gagal jantung kronis.

Apakah saya harus minum obat seumur hidup?

Pada sebagian besar orang, ya. Obat gagal jantung tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga melindungi jantung dari perburukan. Walaupun fraksi ejeksi membaik, penelitian TRED-HF menunjukkan fungsi pompa dapat turun lagi bila obat dihentikan. Jumlah dan dosis obat dapat berubah dari waktu ke waktu, tetapi setiap perubahan sebaiknya diputuskan bersama dokter.

Mengapa saya perlu menimbang berat badan setiap hari?

Kenaikan berat badan dalam beberapa hari biasanya berasal dari cairan, bukan lemak, dan sering muncul sebelum sesak terasa. Dengan menimbang setiap pagi pada waktu dan kondisi yang sama, Anda dapat mengenali penumpukan cairan lebih awal. Bila berat naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari, hubungi dokter, karena penyesuaian obat lebih awal dapat mencegah rawat inap.

Makanan dan minuman apa yang perlu dibatasi?

Batasi garam sampai tidak lebih dari 5 gram per hari, kira-kira satu sendok teh, termasuk garam di kecap, saus, makanan olahan, makanan instan, dan camilan asin. Batasi alkohol, dan hentikan sama sekali bila dokter menilai alkohol ikut menjadi penyebab. Tidak semua orang perlu membatasi cairan; ikuti anjuran dokter. Bila nafsu makan turun atau berat badan terus menyusut, konsultasikan dengan dokter gizi.

Bolehkah saya bepergian atau naik pesawat?

Umumnya boleh bila kondisi stabil. Bawa obat yang cukup di tas kabin beserta daftar obat, tetap minum sesuai jadwal termasuk saat berbeda zona waktu, dan jaga asupan garam serta cairan di tempat tujuan. Saat penerbangan panjang, sering gerakkan kaki dan berjalan sebentar. Bila gejala baru saja memburuk atau Anda baru pulang dari rumah sakit, tanyakan kepada dokter lebih dulu.

Apa itu perawatan paliatif, dan apakah artinya menyerah?

Tidak. Perawatan paliatif berfokus pada kenyamanan: meringankan sesak, nyeri, dan cemas, serta membantu Anda dan keluarga membuat keputusan sesuai nilai dan harapan Anda. Pedoman menganjurkannya bagi gagal jantung lanjut, dan perawatan ini dapat berjalan bersamaan dengan pengobatan jantung. Banyak pasien merasakan kualitas hidup yang lebih baik dengan pendampingan ini.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K).

  1. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-3639.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
  4. Jaarsma T, Hill L, Bayes-Genis A, La Rocca HPB, Castiello T, Čelutkienė J, et al. Self-care of heart failure patients: practical management recommendations from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2021;23(1):157-174.
  5. Taylor RS, Long L, Mordi IR, Madsen MT, Davies EJ, Dalal H, et al. Exercise-based rehabilitation for heart failure: Cochrane systematic review, meta-analysis, and trial sequential analysis. JACC Heart Fail. 2019;7(8):691-705.
  6. Halliday BP, Wassall R, Lota AS, Khalique Z, Gregson J, Newsome S, et al. Withdrawal of pharmacological treatment for heart failure in patients with recovered dilated cardiomyopathy (TRED-HF): an open-label, pilot, randomised trial. Lancet. 2019;393(10166):61-73.
  7. Crespo-Leiro MG, Metra M, Lund LH, Milicic D, Costanzo MR, Filippatos G, et al. Advanced heart failure: a position statement of the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2018;20(11):1505-1535.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Gagal Jantung Kronis

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi