Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah

Penutupan Kebocoran Paravalvular

Paravalvular Leak Closure

Tindakan menutup celah bocor di sekitar katup jantung buatan dengan alat penyumbat kecil yang dipasang lewat kateter, dipandu ekokardiografi transesofageal.

Ditinjau secara medis olehdr. Sri Diniharini, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi penutupan kebocoran di tepi katup buatan dengan alat penyumbat kecil
Ilustrasi Penutupan Kebocoran Paravalvular
Kelompok prosedur
Struktural Jantung
Durasi tindakan
2 jam
Anestesi
Umum
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Penutupan Kebocoran Paravalvular?

Penutupan kebocoran paravalvular adalah tindakan menutup celah di antara katup jantung buatan dan jaringan jantung di sekitarnya, yang membuat darah bocor di samping katup. Dokter memasang alat penyumbat kecil lewat kateter dengan panduan ekokardiografi transesofageal. Tindakan umumnya berlangsung 1 sampai 3 jam, kadang lebih lama.

Sumber informasi

Mengenal Penutupan Kebocoran Paravalvular

Apa Itu Penutupan Kebocoran Paravalvular

Katup jantung buatan dijahit atau dikembangkan pada cincin katup asli. Kadang terbentuk celah di antara tepi katup buatan dan jaringan jantung di sekelilingnya, misalnya karena jahitan longgar, jaringan rapuh, pengapuran, atau infeksi. Darah kemudian bocor melalui celah itu, di luar daun katup. Keadaan ini disebut kebocoran paravalvular, atau kebocoran di sekitar katup.

Penutupan kebocoran paravalvular adalah tindakan menyumbat celah tersebut dengan alat kecil yang dimasukkan lewat kateter, sebagai pilihan selain operasi ulang.

Kapan Kebocoran Perlu Ditutup

Kebocoran kecil sering tidak menimbulkan keluhan dan cukup dipantau dengan ekokardiografi. Kebocoran yang lebih besar dapat menyebabkan gagal jantung, dengan sesak napas, mudah lelah, dan bengkak. Darah yang menyemprot melalui celah sempit juga dapat merusak sel darah merah (hemolisis), sehingga timbul anemia, urine berwarna gelap seperti teh, dan kebutuhan transfusi berulang.

Cara Kerja Singkat

Kateter diarahkan ke celah dengan panduan ekokardiografi transesofageal (TEE) dan sinar-X. Setelah kawat pemandu melewati celah, alat penyumbat berupa sumbat atau cakram dari anyaman logam (occluder), atau kadang gulungan kawat kecil (koil), dikembangkan untuk menutupnya. Satu celah dapat memerlukan lebih dari satu alat, dan beberapa celah dapat ditutup dalam satu tindakan.

Jalur Kateter ke Katup

Untuk katup aorta, kateter umumnya dimasukkan lewat arteri di lipat paha. Untuk katup mitral, kateter dimasukkan lewat vena di lipat paha lalu menembus sekat antara serambi kanan dan kiri. Pada sebagian kecil kasus, dokter memakai jalur lain, misalnya tusukan kecil di dinding dada menuju puncak jantung.

Lewat Kateter atau Operasi Ulang

Operasi ulang untuk menjahit celah atau mengganti katup, yang dibahas di halaman Bedah Katup Jantung, tetap menjadi pilihan, terutama bila celah sangat luas, katup buatan goyah, atau ada infeksi. Penutupan lewat kateter dipertimbangkan bila risiko operasi ulang tinggi dan bentuk celah sesuai. Keputusan diambil tim jantung bersama Anda.

Kebocoran di sekitar katup juga dapat terjadi setelah tindakan yang dibahas di halaman Implan Katup Aorta Transkateter. Pada sebagian pasien tersebut, celah dapat ditutup dengan cara yang serupa.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Gejala Gagal Jantung karena KebocoranSesak napas, mudah lelah, atau bengkak yang berkaitan dengan kebocoran sedang sampai berat di sekitar katup.
  • Anemia karena Kerusakan Sel Darah MerahHemolisis yang menyebabkan anemia berat atau kebutuhan transfusi berulang.
  • Risiko Operasi Ulang TinggiRiwayat beberapa operasi jantung, usia lanjut, atau penyakit lain yang membuat operasi berisiko.
  • Bentuk Celah yang SesuaiCelah tidak terlalu luas dan katup buatan tetap kokoh pada tempatnya.
  • Kebocoran di Sekitar Katup TAVIPada sebagian pasien, kebocoran bermakna setelah TAVI dapat ditutup dengan alat serupa.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Infeksi Katup yang Masih AktifEndokarditis perlu ditangani dengan antibiotik dan sering kali operasi, bukan dengan alat penyumbat.
  • Katup Buatan GoyahBila katup buatan bergerak tidak wajar karena celah sangat luas, operasi ulang lebih sesuai.
  • Bekuan di Jantung atau pada KatupBekuan perlu ditangani lebih dulu karena dapat terlepas saat kateter melewatinya.
  • Celah yang Berisiko Mengganggu KatupBila alat dapat menghalangi gerak daun katup buatan atau tidak dapat menutup celah dengan baik.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Penutupan kebocoran paravalvular umumnya tindakan terencana setelah evaluasi oleh tim jantung.

Ekokardiografi transesofageal. Probe kecil dimasukkan lewat mulut ke kerongkongan untuk melihat letak, ukuran, dan jumlah celah. Gambar tiga dimensi membantu tim memahami bentuk celah.

CT scan jantung. Pada sebagian pasien, CT membantu mengukur celah dan merencanakan jalur kateter.

Tes darah. Darah lengkap, penanda kerusakan sel darah merah, fungsi ginjal, dan INR bagi pemakai warfarin.

Pengencer darah. Pemakai katup mekanik umumnya minum warfarin. Dosisnya diatur sebelum tindakan sesuai instruksi tim. Jangan menghentikan atau mengubah dosis sendiri.

Puasa dan persetujuan tindakan. Ikuti instruksi puasa sebelum bius umum. Dokter menjelaskan manfaat, risiko, kemungkinan celah tidak dapat ditutup seluruhnya, dan pilihan operasi ulang sebelum Anda menandatangani persetujuan tindakan.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Tindakan dilakukan di ruang kateterisasi jantung oleh dokter jantung intervensi bersama dokter ahli ekokardiografi, umumnya dengan bius umum supaya probe TEE dapat dipakai sepanjang tindakan. Lama tindakan sekitar 1 sampai 3 jam, dan dapat lebih lama bila celahnya rumit.

Menentukan Letak Celah

TEE dan sinar-X memperlihatkan letak celah terhadap katup buatan, sehingga dokter dapat memilih arah dan jalur kateter.

Melewati Celah

Dokter mengarahkan kateter dan kawat pemandu yang sangat tipis melewati celah, lewat arteri atau vena di lipat paha, kemudian kateter pengantar ditempatkan di dalam celah.

Memasang Alat Penyumbat

Alat penyumbat dikirim melalui kateter dan dikembangkan di dalam celah. Sebelum alat dilepas, tim memastikan alat tidak mengganggu gerak daun katup buatan.

Menilai Hasil dan Menutup Tusukan

Sisa kebocoran dinilai dengan TEE. Bila perlu, alat kedua dipasang. Kateter kemudian dilepas dan tusukan di lipat paha ditutup.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tanpa Operasi Jantung UlangCelah ditutup lewat pembuluh darah sehingga dada tidak perlu dibuka kembali.
  • Keluhan Gagal Jantung Dapat BerkurangPada banyak pasien, sesak napas dan mudah lelah membaik setelah kebocoran mengecil.
  • Anemia Dapat MembaikKebutuhan transfusi dapat berkurang bila kerusakan sel darah merah mereda.
  • Pemulihan Lebih SingkatUmumnya dirawat beberapa hari, lebih singkat daripada setelah operasi ulang.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Kebocoran TersisaCelah tidak selalu dapat ditutup seluruhnya; sebagian pasien memerlukan alat tambahan atau operasi.
  • Alat Mengganggu Katup BuatanAlat dapat menghalangi gerak daun katup; karena itu posisinya dinilai dengan TEE sebelum dilepas.
  • Alat BergeserJarang, alat dapat lepas dari celah dan perlu diambil lewat kateter atau operasi.
  • Hemolisis BertambahSisa kebocoran kecil di sekitar alat dapat sementara memperberat kerusakan sel darah merah.
  • StrokeBekuan atau udara dapat terbawa ke otak selama tindakan; tim melakukan langkah pencegahan.
  • Perdarahan dan Masalah Tempat TusukanLebih mungkin pada pemakai pengencer darah, misalnya memar, perdarahan, atau robekan pembuluh.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Pasien umumnya dirawat 1 sampai 3 hari, bergantung pada keadaan sebelum tindakan.

Pemantauan. Irama jantung, tempat tusukan, dan tanda kerusakan sel darah merah dipantau. Pada sebagian pasien, hemolisis dapat bertambah sementara bila masih ada sisa kebocoran kecil di sekitar alat.

Obat. Pengencer darah untuk katup mekanik dilanjutkan sesuai anjuran. Obat gagal jantung dan suplemen zat besi diberikan bila perlu.

Kontrol. Ekokardiografi dan tes darah dilakukan sekitar satu bulan setelah tindakan, lalu berkala, untuk menilai sisa kebocoran dan perbaikan anemia.

Aktivitas. Aktivitas ringan dapat dimulai dalam beberapa hari. Hindari mengangkat beban berat sekitar satu minggu atau sesuai anjuran dokter.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Sesak napas atau bengkak kaki yang bertambah
  • Urine berwarna gelap seperti teh, mata kekuningan, atau badan sangat lemas dan pucat
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Wajah mencong, lemah separuh badan, atau bicara pelo
  • Perdarahan atau bengkak yang membesar di lipat paha
  • Bunyi klik katup mekanik yang berubah atau tidak terdengar seperti biasanya

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)

Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular

Cardiovascular Diagnostic Center +1 center

Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal

Lihat Profil
Teknologi

4D Echocardiography

Pemeriksaan ultrasonografi jantung yang merekam gambar tiga dimensi secara real-time untuk menilai fungsi pompa, katup, dan…

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan pemakai katup jantung buatan tentang penutupan kebocoran paravalvular.

Bagaimana saya tahu ada kebocoran di sekitar katup buatan?

Kebocoran kecil sering tidak terasa dan baru terlihat saat ekokardiografi kontrol. Kebocoran yang lebih besar dapat menimbulkan sesak napas, mudah lelah, bengkak kaki, atau anemia dengan urine berwarna gelap. Dokter juga dapat mendengar bunyi bising jantung baru. Ekokardiografi transesofageal memastikan letak dan ukuran celah. Karena itu, kontrol rutin setelah operasi katup penting.

Apakah semua kebocoran paravalvular harus ditutup?

Tidak. Kebocoran kecil tanpa keluhan dan tanpa anemia umumnya cukup dipantau berkala dengan ekokardiografi dan tes darah. Penutupan dipertimbangkan bila kebocoran menimbulkan gejala gagal jantung atau merusak sel darah merah sampai terjadi anemia. Tim jantung menimbang besar celah, keluhan, dan risiko tindakan sebelum menyarankan penutupan atau operasi ulang.

Apakah tindakan ini terasa sakit?

Tindakan umumnya dilakukan dengan bius umum, sehingga Anda tertidur dan tidak merasakan apa pun. Setelah bangun, lipat paha dapat terasa pegal dan sedikit memar, dan tenggorokan dapat terasa agak tidak nyaman karena probe TEE selama satu sampai dua hari. Keluhan ini biasanya cukup diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.

Seberapa sering penutupan berhasil?

Penelitian menunjukkan kebocoran dapat dikurangi pada sebagian besar pasien, dan banyak di antaranya mengalami perbaikan keluhan gagal jantung atau anemia. Hasilnya bergantung pada letak, bentuk, dan jumlah celah, serta jenis katup buatan. Sebagian pasien masih memiliki sisa kebocoran atau memerlukan tindakan lanjutan. Dokter akan menjelaskan perkiraan untuk keadaan Anda.

Apa bedanya dengan operasi ulang?

Operasi ulang membuka dada kembali untuk menjahit celah atau mengganti katup, sehingga pemulihannya lebih lama dan risikonya meningkat pada pasien yang pernah beberapa kali dioperasi. Penutupan lewat kateter tidak membuka dada, tetapi tidak sesuai untuk semua celah, misalnya bila katup goyah atau ada infeksi. Operasinya dibahas di halaman Bedah Katup Jantung.

Apakah saya tetap minum warfarin setelah tindakan?

Ya, bila Anda memakai katup mekanik, warfarin tetap diminum seumur hidup karena dibutuhkan untuk mencegah bekuan pada katup. Dosisnya mungkin diatur sementara di sekitar tindakan, lalu dikembalikan sesuai target INR Anda. Pemakai katup biologis mengikuti anjuran obat dari dokter. Jangan menghentikan atau mengubah dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).

  1. Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, dkk. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
  2. Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, dkk. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
  3. Ruiz CE, Hahn RT, Berrebi A, dkk. Clinical trial principles and endpoint definitions for paravalvular leaks in surgical prosthesis: an expert statement. J Am Coll Cardiol. 2017;69(16):2067-2087.
  4. Zoghbi WA, Jone PN, Chamsi-Pasha MA, dkk. Guidelines for the Evaluation of Prosthetic Valve Function With Cardiovascular Imaging: A Report From the American Society of Echocardiography. J Am Soc Echocardiogr. 2024;37(1):2-63.
  5. Sorajja P, Cabalka AK, Hagler DJ, Rihal CS. Percutaneous repair of paravalvular prosthetic regurgitation: acute and 30-day outcomes in 115 patients. Circ Cardiovasc Interv. 2011;4(4):314-321.
  6. Sorajja P, Cabalka AK, Hagler DJ, Rihal CS. Long-term follow-up of percutaneous repair of paravalvular prosthetic regurgitation. J Am Coll Cardiol. 2011;58(21):2218-2224.
  7. Millán X, Skaf S, Joseph L, dkk. Transcatheter reduction of paravalvular leaks: a systematic review and meta-analysis. Can J Cardiol. 2015;31(3):260-269.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Penutupan Kebocoran Paravalvular

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur