Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah · Tindakan bedah

Penutupan Ventricular Septal Defect

Ventricular Septal Defect (VSD) Closure

Tindakan menutup lubang pada sekat antara dua bilik jantung (VSD) dengan tambalan lewat operasi, atau pada lubang tertentu dengan alat penutup lewat kateter.

Ditinjau secara medis olehdr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi penutupan VSD dengan kateter dan perangkat occluder dua cakram pada sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri, disertai inset pembesaran perangkat occluder.
Ilustrasi Penutupan Ventricular Septal Defect
Kelompok prosedur
Bedah Kardiovaskular, Struktural Jantung
Durasi tindakan
3 jam
Anestesi
Umum
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Penutupan Ventricular Septal Defect?

Penutupan ventricular septal defect (VSD) adalah tindakan menutup lubang pada sekat antara bilik kanan dan kiri jantung. Lubang yang besar membuat jantung dan paru bekerja terlalu keras. Lubang ditutup dengan tambalan lewat operasi sekitar 3 sampai 4 jam, atau pada jenis tertentu dengan alat lewat kateter sekitar 2 sampai 3 jam.

Sumber informasi

Mengenal Penutupan Ventricular Septal Defect

Apa Itu Penutupan Ventricular Septal Defect

Ventricular septal defect (VSD), atau defek septum ventrikel, adalah lubang pada sekat yang memisahkan bilik kanan dan bilik kiri jantung. VSD termasuk kelainan jantung bawaan yang sering ditemukan pada bayi dan anak. Karena tekanan di bilik kiri jauh lebih tinggi, darah mengalir deras lewat lubang ke bilik kanan lalu ke paru. Penutupan VSD bertujuan menghentikan aliran berlebih ini. Gambaran umum penutupan lubang jantung lainnya dibahas di halaman Penutupan Defek Jantung.

Tidak Semua VSD Perlu Ditutup

Banyak VSD kecil, terutama yang terletak di bagian otot sekat, mengecil atau menutup sendiri dalam tahun-tahun pertama. VSD kecil yang tidak membebani jantung umumnya cukup dipantau dengan ekokardiografi. Sebaliknya, VSD besar dapat membuat bayi sesak, berkeringat dan cepat lelah saat menyusu, serta sulit bertambah berat. Bila dibiarkan, tekanan di pembuluh darah paru dapat meningkat dan lama-kelamaan menetap.

Penutupan dengan Operasi

Operasi adalah cara yang umum untuk menutup VSD besar pada bayi, biasanya dalam tahun pertama kehidupan. Dokter bedah membuka tulang dada, menghentikan jantung sementara dengan bantuan mesin jantung-paru, lalu menjahitkan tambalan pada lubang, umumnya lewat serambi kanan tanpa membuka bilik. Hasil jangka panjangnya baik pada sebagian besar anak. Operasi jantung bawaan secara umum dibahas di halaman Bedah Jantung Bawaan.

Penutupan lewat Kateter

Pada anak yang lebih besar dan dewasa, VSD di bagian otot sekat dan sebagian VSD perimembran, yaitu lubang di dekat katup, dapat ditutup dengan alat lewat kateter. Syaratnya, lubang cukup jauh dari katup aorta dan katup trikuspid. Cara ini tidak memerlukan sayatan di dada, tetapi irama jantung perlu dipantau karena alat berada dekat jalur listrik jantung.

Penutupan pada Dewasa

Pada dewasa, penutupan dianjurkan bila bilik kiri membesar akibat kebocoran dan tekanan paru belum terlalu tinggi. Penutupan juga dipertimbangkan bila pernah terjadi infeksi lapisan dalam jantung, atau bila daun katup aorta mulai tertarik ke lubang sehingga katup bocor. Bila tekanan paru diduga tinggi, dokter mengukurnya dengan kateterisasi jantung kanan, yang dibahas di halaman Kateterisasi Jantung Kanan.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • VSD Besar dengan Gagal Jantung pada BayiBayi sesak, berkeringat saat menyusu, dan berat badan sulit naik walau sudah diberi obat.
  • Bilik Kiri MembesarKebocoran membuat serambi dan bilik kiri membesar, walau keluhan belum ada.
  • Tekanan Paru Mulai MeningkatPenutupan lebih awal mencegah tekanan di pembuluh darah paru menetap tinggi.
  • Riwayat EndokarditisInfeksi lapisan dalam jantung yang pernah terjadi di sekitar lubang.
  • Katup Aorta Tertarik ke LubangDaun katup aorta melorot ke arah lubang sehingga katup mulai bocor.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Tekanan Paru Sangat TinggiBila darah sudah berbalik dari kanan ke kiri (sindrom Eisenmenger), penutupan dapat membahayakan.
  • VSD Kecil tanpa BebanCukup dipantau berkala karena tidak membebani jantung dan sering menutup sendiri.
  • Lubang Terlalu Dekat Katup untuk KateterAlat dapat mengganggu kerja katup, sehingga lubang lebih sesuai ditutup dengan operasi.
  • Infeksi AktifTindakan terencana ditunda sampai infeksi, termasuk infeksi paru, teratasi.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan bergantung pada usia dan cara penutupan. Tim akan memberikan petunjuk tertulis, dan orang tua dilibatkan dalam setiap langkah.

Pemeriksaan sebelum tindakan. Ekokardiografi, EKG, rontgen dada, dan tes darah. Bila tekanan paru diduga tinggi, dokter dapat meminta kateterisasi jantung.

Gizi dan obat. Bayi dengan VSD besar sering memerlukan obat pengurang cairan dan susu berkalori tinggi agar cukup kuat menjelang operasi.

Puasa. Ikuti jadwal puasa dari tim anestesi. Batas waktu ASI, susu formula, dan air putih dijelaskan terpisah.

Kesehatan umum. Beri tahu tim bila anak demam, batuk, atau pilek. Pada anak yang lebih besar, selesaikan perawatan gigi yang diperlukan.

Menyiapkan anak dan keluarga. Jelaskan kepada anak dengan bahasa sederhana. Siapkan pendamping selama rawat inap, karena setelah operasi anak dirawat beberapa hari di ruang intensif.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Operasi VSD dilakukan di kamar operasi dengan bius umum dan berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam. Penutupan lewat kateter dilakukan di ruang kateterisasi, juga dengan bius umum, selama sekitar 2 sampai 3 jam.

Operasi dengan Mesin Jantung-Paru

Dokter bedah membuka tulang dada, menyambungkan jantung ke mesin jantung-paru, lalu menghentikan jantung sementara.

Menjahit Tambalan

Lubang ditutup dengan tambalan, umumnya lewat serambi kanan dan celah katup trikuspid. Hasilnya diperiksa dengan ekokardiografi lewat kerongkongan sebelum dada ditutup.

Penutupan lewat Kateter

Kateter dimasukkan lewat pembuluh darah di lipat paha. Setelah lubang diukur dengan ekokardiografi dan sinar X, alat penutup dibuka sehingga menjepit kedua sisi lubang.

Memastikan Hasil

Tim memeriksa sisa kebocoran, fungsi katup, dan irama jantung sebelum tindakan diakhiri.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Beban Jantung dan Paru BerkurangAliran berlebih berhenti sehingga bilik kiri yang membesar dapat mengecil kembali.
  • Bayi Tumbuh Lebih BaikSetelah lubang besar ditutup, bayi umumnya lebih mudah menyusu dan berat badannya naik.
  • Mencegah Kerusakan Pembuluh ParuPenutupan tepat waktu mencegah tekanan di pembuluh darah paru meningkat menetap.
  • Risiko Infeksi Jantung BerkurangAliran deras yang memicu endokarditis tidak ada lagi setelah lubang tertutup.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Gangguan Irama dan Blok JantungJalur listrik dekat lubang dapat terganggu; sebagian kecil pasien memerlukan alat pacu jantung.
  • Sisa KebocoranKebocoran kecil di tepi tambalan atau alat dapat tersisa dan sering mengecil sendiri.
  • Kebocoran KatupKatup aorta atau trikuspid dapat bocor bila terganggu oleh alat atau tambalan.
  • Risiko Operasi Jantung TerbukaPerdarahan, infeksi luka, dan cairan di sekitar jantung, yang dipantau di ruang intensif.
  • Alat Bergeser atau Merusak Sel DarahJarang terjadi pada penutupan lewat kateter dan dapat memerlukan tindakan lanjutan.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Setelah operasi, anak dirawat di ruang intensif sekitar 1 sampai 3 hari, lalu di ruang rawat, dengan total rawat inap sekitar 5 sampai 10 hari. Setelah penutupan lewat kateter, kebanyakan pasien pulang dalam 1 sampai 3 hari.

Ruang intensif. Anak mungkin masih memakai alat bantu napas sebentar, selang di dada, dan kabel pacu sementara. Semuanya dilepas bertahap sesuai pemulihan.

Pemantauan irama. Irama jantung direkam berkala, karena gangguan hantaran listrik dapat muncul, termasuk setelah pulang.

Luka operasi. Jaga luka tetap bersih dan kering. Hindari mengangkat anak dari ketiak dan permainan berat selama sekitar 6 minggu agar tulang dada menyatu.

Kontrol. Ekokardiografi dan EKG dilakukan berkala. Selama 6 bulan pertama setelah penutupan, tindakan gigi mungkin memerlukan antibiotik pencegahan.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila anak Anda mengalami:

  • Napas cepat, sesak, atau bibir kebiruan
  • Demam tinggi, atau luka merah, bengkak, dan bernanah
  • Pingsan, sangat lemas, atau denyut jantung sangat lambat
  • Muntah terus atau tidak mau minum dan menyusu
  • Bengkak yang membesar atau perdarahan di bekas tusukan

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K)

Pediatri dan Penyakit Jantung Bawaan

Congenital and Structural Heart Center

Fokus klinisKonsultasi Jantung Anak · Penanganan Penyakit Jantung Bawaan

Lihat Profil

dr. Salomo Purba, Sp.BTKV, Subsp.JPK(K)

Bedah Jantung Pediatrik dan Kongenital

Congenital and Structural Heart Center +2 center

Fokus klinisOperasi Jantung Anak · Operasi Kelainan Jantung Bawaan

Lihat Profil

dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)

Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular

Cardiovascular Diagnostic Center +1 center

Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan orang tua dan pasien tentang penutupan ventricular septal defect (VSD).

Apakah VSD anak saya bisa menutup sendiri?

Bisa, terutama bila lubangnya kecil. Banyak VSD kecil di bagian otot sekat menutup sendiri dalam beberapa tahun pertama, dan sebagian VSD perimembran juga mengecil. VSD besar jarang menutup sendiri. Dokter akan memantau pertumbuhan anak dan ukuran lubang dengan ekokardiografi berkala, lalu menyarankan penutupan bila lubang membebani jantung.

Pada usia berapa VSD besar perlu dioperasi?

VSD besar yang menyebabkan gagal jantung atau gangguan pertumbuhan umumnya dioperasi dalam tahun pertama kehidupan, sering sekitar usia 3 sampai 6 bulan, dan lebih cepat bila obat tidak lagi menolong. Penutupan tepat waktu mencegah tekanan di pembuluh darah paru menetap tinggi. Dokter akan menentukan waktunya berdasarkan keluhan, berat badan, dan hasil ekokardiografi.

Apa bedanya operasi dengan penutupan lewat kateter?

Operasi memakai tambalan yang dijahit dengan bantuan mesin jantung-paru dan dapat dipakai untuk hampir semua jenis VSD, termasuk pada bayi. Penutupan lewat kateter tidak memerlukan sayatan di dada dan pemulihannya lebih singkat, tetapi hanya cocok untuk VSD tertentu yang cukup jauh dari katup, umumnya pada anak yang lebih besar dan dewasa.

Apakah anak saya akan memerlukan alat pacu jantung?

Sebagian kecil pasien memerlukannya. Jalur listrik jantung berada dekat VSD perimembran, sehingga dapat terganggu oleh jahitan maupun alat. Gangguan ini sering bersifat sementara. Bila hantaran listrik tidak pulih, dokter akan memasang alat pacu jantung. Karena gangguan irama dapat muncul belakangan, EKG tetap diperiksa saat kontrol.

Kapan anak boleh kembali sekolah dan bermain?

Setelah penutupan lewat kateter, anak umumnya dapat kembali sekolah dalam sekitar satu minggu. Setelah operasi, anak dapat sekolah sekitar 3 sampai 6 minggu kemudian, dan permainan berat ditunda sampai tulang dada menyatu, sekitar 6 minggu. Setelah pulih, sebagian besar anak dapat bermain dan berolahraga seperti teman sebayanya.

Apakah VSD yang sudah ditutup masih perlu kontrol?

Ya. Kontrol berkala dengan ekokardiografi dan EKG memeriksa sisa kebocoran, fungsi katup, irama jantung, dan tekanan paru. Pada anak yang hasilnya baik, jarak kontrol makin panjang seiring waktu. Pasien yang dioperasi saat kecil tetap dianjurkan kontrol sesekali saat dewasa, terutama sebelum kehamilan atau bila muncul keluhan baru.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).

  1. Baumgartner H, De Backer J, Babu-Narayan SV, dkk. 2020 ESC Guidelines for the management of adult congenital heart disease. Eur Heart J. 2021;42(6):563-645.
  2. Stout KK, Daniels CJ, Aboulhosn JA, dkk. 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2019;139(14):e698-e800.
  3. Feltes TF, Bacha E, Beekman RH, dkk. Indications for Cardiac Catheterization and Intervention in Pediatric Cardiac Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2011;123(22):2607-2652.
  4. Yang J, Yang L, Yu S, dkk. Transcatheter versus surgical closure of perimembranous ventricular septal defects in children: a randomized controlled trial. J Am Coll Cardiol. 2014;63(12):1159-1168.
  5. Penny DJ, Vick GW. Ventricular septal defect. Lancet. 2011;377(9771):1103-1112.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Penutupan Ventricular Septal Defect

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur