Langsung ke konten

Teknologi intervensi

FARAPULSE Pulsed Field Ablation (PFA)

Ablasi PFA, Pulsed Field Ablation, Ablasi Medan Listrik Berdenyut

Sistem ablasi kateter buatan Boston Scientific yang memakai medan listrik berdenyut (pulsed field), bukan panas atau dingin, untuk isolasi vena pulmonalis pada fibrilasi atrium.

Penggunaan teknologi ditentukan setelah evaluasi dokter.

Tentang Teknologi Ini.

Terakhir diperbarui19 Oktober 2026
Ringkasan

FARAPULSE Pulsed Field Ablation (PFA) adalah sistem ablasi kateter untuk fibrilasi atrium. Alat ini memberi denyut listrik yang sangat singkat untuk menonaktifkan jaringan otot jantung di sekitar muara vena pulmonalis, sumber sinyal yang sering memicu fibrilasi atrium. Berbeda dengan ablasi panas atau dingin, energi ini bekerja dengan membuka pori pada sel otot jantung.

Apa Itu FARAPULSE Pulsed Field Ablation?

Fibrilasi atrium (AF) adalah gangguan irama ketika serambi jantung bergetar tidak teratur. Pemicunya sering berasal dari otot jantung di sekitar muara vena pulmonalis, yaitu pembuluh yang membawa darah dari paru ke serambi kiri. Ablasi untuk AF bertujuan memutus hubungan listrik muara vena ini dengan serambi, sehingga sinyal pemicu tidak lagi menyebar. Tindakan ini disebut isolasi vena pulmonalis.

FARAPULSE adalah sistem ablasi buatan Boston Scientific yang melakukan isolasi tersebut dengan medan listrik berdenyut (pulsed field ablation atau PFA).

Cara Kerja Medan Listrik Berdenyut

Ablasi yang lebih dulu dikenal memakai panas (radiofrekuensi) atau dingin (krio) untuk membentuk jaringan parut. PFA memakai denyut listrik bertegangan tinggi yang berlangsung sangat singkat. Denyut ini membuka pori-pori kecil pada dinding sel otot jantung, sehingga sel di area sasaran berhenti menghantarkan listrik. Proses ini disebut elektroporasi.

Sel otot jantung lebih peka terhadap medan listrik ini dibanding beberapa jaringan di sekitarnya, seperti kerongkongan dan saraf yang menggerakkan diafragma (sekat antara rongga dada dan perut). Sifat inilah yang mendasari pengembangan PFA, walaupun risiko tetap ada.

Siapa yang Dapat Menjalaninya

Menurut pedoman ESC 2024, ablasi kateter dipertimbangkan bagi pasien AF yang keluhannya menetap meski sudah minum obat irama jantung, dan pada keadaan tertentu dapat menjadi pilihan awal. Pilihan energi, PFA atau ablasi panas dan dingin, ditentukan dokter elektrofisiologi berdasarkan jenis AF, anatomi jantung, dan kondisi Anda.

Persiapan, Tindakan, dan Pemulihan

Tindakan dilakukan di Electrophysiology (EP) Laboratory, umumnya dengan bius umum atau sedasi dalam, karena denyut listrik dapat membuat otot tubuh berkedut. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di lipat paha, lalu melewati sekat tipis antara serambi kanan dan kiri untuk mencapai muara vena pulmonalis. Setelah tindakan, Anda berbaring beberapa jam dan dipantau; banyak pasien pulang keesokan harinya. Obat pengencer darah umumnya tetap diminum selama beberapa waktu, dan kelanjutannya ditentukan dokter menurut risiko stroke Anda.

Risiko dan Batasan

Seperti ablasi lain, PFA memiliki risiko, antara lain memar atau perdarahan di lokasi tusukan, dan, meski jarang, penumpukan cairan di kantong jantung (tamponade), stroke, atau penyempitan sementara pembuluh darah koroner. AF juga dapat kambuh, dan sebagian pasien memerlukan tindakan ulang. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Kegunaan dan Manfaatnya.

Kesesuaian teknologi ini untuk kondisi Anda ditentukan dokter setelah evaluasi.

  • Isolasi vena pulmonalis pada fibrilasi atrium paroksismal (hilang timbul)
  • Ablasi fibrilasi atrium persisten, sesuai pertimbangan dokter
  • Pengendalian irama bila keluhan fibrilasi atrium menetap meski sudah minum obat
  • Bagian dari rencana pengendalian irama bersama obat dan perubahan gaya hidup

Manfaat bagi Penilaian Dokter

01

Energi Tanpa Panas atau Dingin

Jaringan sasaran dinonaktifkan dengan denyut listrik yang sangat singkat, bukan dengan memanaskan atau membekukan jaringan.

02

Menyasar Sel Otot Jantung

Sel otot jantung lebih peka terhadap medan listrik ini dibanding beberapa jaringan di sekitarnya, seperti kerongkongan dan saraf diafragma.

03

Diteliti dalam Uji Klinis Acak

Uji ADVENT yang terbit tahun 2023 membandingkan PFA dengan ablasi panas dan dingin pada AF paroksismal; dalam satu tahun, PFA tidak kalah dalam efektivitas maupun keamanan.

Informasi Teknis Singkat
Jenis tindakan
Ablasi kateter untuk fibrilasi atrium (isolasi vena pulmonalis)
Sumber energi
Medan listrik berdenyut (pulsed field), bukan panas atau dingin
Produsen
Boston Scientific
Pembiusan yang umum dipakai
Bius umum atau sedasi dalam
Panduan tindakan
Sinar-X (fluoroskopi) untuk memandu posisi kateter
Lokasi layanan
Electrophysiology (EP) Laboratory, Arrhythmia and Device Center

Tim dokter

Diskusikan Kebutuhan Anda.

Semua Dokter

Dokter yang terkait dengan layanan teknologi ini, urut menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dicky A. Hanafy, Sp.JP(K)

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center +1 center

Fokus klinisElektrofisiologi dan Ablasi Aritmia · Pemasangan Pacemaker dan ICD

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.

Aritmia & Elektrofisiologi

Arrhythmia and Device Center

Fokus klinisElektrofisiologi Klinis dan Intervensi · Ablasi Aritmia Jantung

Lihat Profil

Pertanyaan yang Sering Diajukan.

Jawaban singkat tentang ablasi fibrilasi atrium dengan FARAPULSE; untuk keadaan Anda secara khusus, silakan tanyakan kepada dokter elektrofisiologi.

Apa bedanya PFA dengan ablasi radiofrekuensi atau krio?

Ablasi radiofrekuensi memakai panas dan ablasi krio memakai suhu sangat dingin untuk membentuk jaringan parut. PFA memakai denyut listrik yang sangat singkat, sehingga sel otot jantung di area sasaran berhenti menghantarkan listrik. Tujuannya sama, yaitu mengisolasi muara vena pulmonalis. Ketiganya dipakai dalam praktik, dan dokter memilih energi yang sesuai dengan jenis AF serta anatomi jantung Anda.

Siapa yang dapat menjalani ablasi dengan FARAPULSE?

Ablasi umumnya dipertimbangkan bagi pasien fibrilasi atrium yang masih berdebar, lelah, atau sesak meski sudah minum obat irama jantung, dan pada keadaan tertentu sebagai pilihan awal. Dokter elektrofisiologi menilai jenis AF, ukuran serambi jantung, penyakit penyerta, dan hasil pemeriksaan seperti EKG, Holter, echo, atau CT Scan jantung. Bila berdebar disertai nyeri dada hebat, sesak berat, atau pingsan, segera ke IGD.

Apakah saya akan dibius total?

Ablasi dengan PFA umumnya dilakukan dengan bius umum atau sedasi dalam, karena denyut listriknya dapat membuat otot dada dan tubuh berkedut. Dengan pembiusan ini, Anda tidak merasakan denyut tersebut selama tindakan. Dokter anestesi menilai kondisi Anda sebelumnya dan memantau napas, tekanan darah, serta irama jantung sepanjang tindakan. Jenis pembiusan untuk Anda akan dijelaskan saat persiapan.

Berapa lama tindakan dan rawat inapnya?

Ablasi AF dengan PFA umumnya berlangsung sekitar satu sampai tiga jam, termasuk persiapan dan pemeriksaan hasil isolasi. Lamanya dapat bertambah bila dokter juga menangani aritmia lain. Setelah tindakan, Anda berbaring beberapa jam agar lokasi tusukan di lipat paha tidak berdarah, dan banyak pasien pulang keesokan harinya. Perkiraan untuk keadaan Anda akan dijelaskan dokter atau petugas.

Apa yang perlu saya lakukan setelah ablasi?

Dada dapat terasa tidak nyaman, dan irama tidak teratur kadang muncul pada minggu-minggu awal saat jaringan masih pulih. Minum obat pengencer darah dan obat lain sesuai resep, dan jangan menghentikannya sendiri. Hindari aktivitas berat selama beberapa hari, datang kontrol sesuai jadwal, dan kendalikan faktor risiko seperti tekanan darah, berat badan, dan gangguan napas saat tidur. Segera ke IGD bila muncul nyeri dada hebat, sesak berat, atau gejala stroke.

Sumber Informasi 4 referensi
  1. Reddy VY, Gerstenfeld EP, Natale A, dkk. Pulsed Field or Conventional Thermal Ablation for Paroxysmal Atrial Fibrillation. N Engl J Med. 2023;389(18):1660-1671.
  2. Van Gelder IC, Rienstra M, Bunting KV, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation developed in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur Heart J. 2024;45(36):3314-3414.
  3. Joglar JA, Chung MK, Armbruster AL, dkk. 2023 ACC/AHA/ACCP/HRS Guideline for the Diagnosis and Management of Atrial Fibrillation: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2024;149(1):e1-e156.
  4. Ekanem E, Neuzil P, Reichlin T, dkk. Safety of pulsed field ablation in more than 17,000 patients with atrial fibrillation in the MANIFEST-17K study. Nat Med. 2024;30(7):2020-2029.

Langkah berikutnya

Mulai dari Kebutuhan Anda.

Diskusikan keluhan dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dokter membantu menentukan pemeriksaan atau tindakan yang relevan.

Kembali ke Katalog Teknologi