Heartology Memasang S-ICD pada Pasien Sindrom Brugada
Tim aritmia Heartology Cardiovascular Hospital memasang S-ICD, defibrilator yang ditanam di bawah kulit, pada pasien sindrom Brugada pada 9 Maret 2024 untuk melindunginya dari risiko henti jantung mendadak.

Jakarta, 26 Maret 2024. Tim aritmia Heartology Cardiovascular Hospital memasang subcutaneous implantable cardioverter defibrillator (S-ICD) pada seorang pasien sindrom Brugada pada 9 Maret 2024. Alat ini dipasang untuk melindungi pasien dari risiko henti jantung mendadak akibat gangguan irama jantung yang berbahaya.
Sindrom Brugada dan Kematian Jantung Mendadak
Sindrom Brugada adalah kelainan listrik jantung yang dapat memicu detak sangat cepat dan tidak teratur dari bilik jantung (fibrilasi ventrikel). Kondisi ini sering tidak bergejala sampai terjadi henti jantung. Menurut dr. Sunu Budhi Raharjo, Sp.JP (K), Ph.D., dokter spesialis jantung konsultan aritmia di Heartology, sindrom Brugada berperan pada lebih dari 20 persen kematian jantung mendadak pada orang yang tampak sehat, terutama di Asia Tenggara.
Pasien yang menjalani tindakan ini adalah seorang pria dari Papua yang relatif tanpa keluhan. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) menunjukkan pola sindrom Brugada, dan ada anggota keluarganya yang meninggal mendadak. Setelah evaluasi, tim dokter menilai pasien berisiko mengalami fibrilasi ventrikel dan memerlukan perlindungan dengan alat defibrilator.
Apa Itu S-ICD
ICD (implantable cardioverter defibrillator) adalah alat kecil yang memantau irama jantung. Saat jantung berdetak sangat cepat dan berbahaya, alat ini otomatis memberikan kejutan listrik untuk menghentikannya. Pada ICD konvensional, kabel alat dimasukkan melalui pembuluh darah hingga ke dalam jantung. Pada S-ICD, alat dan kabelnya ditanam di bawah kulit sehingga tidak masuk ke jantung maupun pembuluh darah.
dr. Sunu menjelaskan bahwa pemasangan di bawah kulit dapat memperkecil komplikasi tertentu dan membuat aktivitas pasien tidak banyak terganggu. Pilihan antara ICD konvensional dan S-ICD ditentukan dokter sesuai kondisi setiap pasien, karena S-ICD tidak menyediakan fungsi pacu jantung jangka panjang seperti ICD konvensional.
Deteksi Dini lewat Pemeriksaan Jantung
Karena sindrom Brugada sering tanpa gejala, pemeriksaan EKG dapat membantu menemukannya lebih awal, terutama pada orang dengan riwayat keluarga meninggal mendadak di usia muda atau pernah pingsan tanpa sebab yang jelas. Bila Anda memiliki riwayat tersebut, diskusikan dengan dokter jantung untuk menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
Layanan dalam Berita Ini
Arrhythmia and Device Center
Arrhythmia and Device Center di Heartology Cardiovascular Hospital menangani gangguan irama jantung, dari fibrilasi atrium dan takikardia hingga bradikardia dan gangguan konduksi.
Kenali Arrhythmia and Device CenterDokter yang disebut dalam berita
- dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D.Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah · Aritmia & ElektrofisiologiLihat Profil Dokter
Bacaan untuk Memahami Layanan
Artikel edukasi Heart Wellness untuk memahami topik di balik berita ini.



