Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Jantung Bawaan & Struktural

Menunda Lama karena Takut: Bu Debby Akhirnya Menjalani Penutupan ASD

Cerita Ibu Debby.

Bu Debby, asal Surabaya, sudah tahu sejak kecil bahwa ada lubang di sekat jantungnya. Rasa takut membuatnya lama menunda tindakan. Ketika keluhan makin sering muncul, ia mencari jalan lain dan akhirnya menjalani penutupan lubang tersebut di Heartology.

Awal Keluhan

“Dari kecil sih udah ada ASD, udah ada jantung bocor,” tutur Bu Debby. Atrial Septal Defect (ASD) adalah lubang pada sekat serambi jantung yang dibawa sejak lahir, yang oleh banyak orang disebut jantung bocor. Selama bertahun-tahun ia tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Belakangan, ia sering lemas dan batuknya tidak kunjung reda, terutama saat musim dingin. Foto rontgen dada kemudian menunjukkan jantung dan parunya tampak membengkak.

Ia lalu memeriksakan diri ke rumah sakit di luar negeri. Dokter di sana menilai lubangnya sudah terlalu besar dan sudah ada hipertensi pulmonal, yaitu tekanan darah tinggi di pembuluh darah paru, sehingga penutupan tidak dilakukan. Ia diminta kontrol kembali enam bulan kemudian. Bu Debby sendiri masih menyimpan rasa takut. Ia belum memahami prosedurnya dan khawatir jantung yang sudah terbiasa besar akan kaget bila lubangnya tiba-tiba ditutup.

Mencari Jawaban di Heartology

Enggan kembali ke luar negeri, Bu Debby mencari alternatif di Jakarta. Ia mendapat banyak rekomendasi dari teman dan dokter lain, melihat profil dr. Radityo Prakoso, Sp.JP (K) di Instagram, bahkan memakai aplikasi kecerdasan buatan untuk mencari pilihan. Pertemuan pertama dengan dr. Radityo membuatnya yakin. “Aku percaya sama Dokter Radit, pada saat aku datang dia bilang, oh, ini bisa kok, bisa langsung ditutup,” kenangnya.

Selama di Heartology, ia merasa nyaman dengan pelayanannya. Menurutnya, perawat bersikap baik dan cepat tanggap setiap kali ia membutuhkan obat atau bantuan lain. Hubungannya dengan dokter pun terasa dekat. “Kalau Dokter Radit itu udah kayak teman,” ujarnya.

Menjalani Penutupan ASD

Tindakan penutupan ASD Bu Debby berlangsung sekitar satu setengah jam. Ia mengaku tidak merasakan sakit sama sekali selama tindakan. Sehari kemudian, ia sudah bisa kembali beraktivitas. Pada hari video direkam, ia bahkan sudah berlatih yoga. Naik tangga terasa lancar, dan jantungnya tidak lagi terasa berisik seperti dulu.

Dari pengalamannya, Bu Debby berpesan agar ASD tidak dibiarkan terlalu lama. Menurutnya, banyak orang dengan ASD tidak merasakan keluhan dan masih bisa beraktivitas normal, sehingga mudah menunda. Ia berpendapat lebih baik ASD ditutup sejak kecil agar terhindar dari risiko komplikasi, seperti stroke, saat usia bertambah. Bila Anda atau anggota keluarga memiliki ASD, diskusikan waktu penanganan yang tepat dengan dokter jantung.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Kisah Bu Debby Menjalani Penutupan ASD di Heartology

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 6 menit 21 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Mulai dengan konsultasi bersama dokter yang terkait dalam cerita ini. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Janji Temu dengan DokterKenali Kondisi TerkaitBersama dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).