Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Lucky.
Pak Lucky, warga Bekasi, nyaris tidak pernah merasakan keluhan jantung. Sebuah catatan di hasil medical check up (MCU) membawanya pada diagnosis kelainan jantung bawaan, lalu pada keputusan menjalani penutupan lubang di sekat jantungnya di Heartology.
Berawal dari Catatan MCU
Pada 2024, hasil MCU Pak Lucky mencatat adanya bising jantung atau murmur, yaitu suara tambahan di antara bunyi detak jantung yang terdengar lewat stetoskop. Perusahaan tempatnya bekerja menindaklanjuti temuan itu dan menyarankan skrining jantung. Pak Lucky pun menjalani skrining jantung menyeluruh di Heartology.
Hasilnya, ia didiagnosis Atrial Septal Defect (ASD), yaitu lubang pada sekat serambi jantung yang dibawa sejak lahir. Lewat lubang ini, sebagian darah mengalir dari serambi kiri ke serambi kanan, sehingga sisi kanan jantung dan paru bekerja lebih berat. Selama ini ia hampir tidak merasakan gejala apa pun, sehingga temuan itu sama sekali tidak ia duga. Kabar ini cukup mengagetkan baginya, apalagi di usia yang masih produktif. Ia mencoba menerimanya dengan lapang dada. “Kita kembalikan lagi bahwa kita ada takdir baik dan takdir buruk,” tuturnya.
Yakin setelah Mendapat Penjelasan
Pak Lucky memilih Heartology atas rekomendasi perusahaannya, juga karena seluruh rangkaian skrining bisa dilakukan di satu tempat. Rasa cemas sempat datang, tetapi dukungan istrinya dan penjelasan dokter membuatnya yakin. Di balik rasa khawatirnya, ia memilih untuk melangkah, karena menurutnya tindakan ini adalah langkah yang tepat untuk ia jalani saat itu. Ia ditangani tim dokter jantung Heartology, di antaranya dr. Sri Diniharini, Sp.JP (K) dan dr. Radityo Prakoso, Sp.JP (K). Menurut Pak Lucky, dokter menjelaskan dengan rinci seperti apa kondisinya dan apa yang perlu dilakukan, sehingga ia mantap menjalani tindakan.
Tindakan yang ia jalani adalah ASD device closure, yaitu penutupan lubang ASD dengan alat penutup khusus. Tujuannya menghentikan aliran darah yang tidak semestinya di antara kedua serambi jantung. Pak Lucky menjalaninya setelah mempertimbangkan penjelasan dokter dan dukungan keluarga.
Setelah Tindakan
Setelah tindakan, Pak Lucky merasakan perubahan. “Setelah operasi ASD device closure itu, napas saya makin panjang,” ujarnya. Saat video direkam, kondisinya membaik. Ia merasa staminanya meningkat dan tidak lagi pusing saat naik tangga.
Pengalaman ini membuatnya ingin mengajak orang lain untuk tidak terlalu khawatir dan tidak ragu berkonsultasi. “Mengetahui apa yang harus kita lakukan itu lebih baik dibandingkan kita hanya diam menunggu kondisi terburuk yang menimpa kita,” pesannya. Bila hasil MCU Anda memuat catatan tentang jantung, diskusikan langkah selanjutnya dengan dokter.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
ASD Bukan Akhir Cerita: Ini Langkah Medis yang Dilakukan Pak Lucky
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 6 menit 11 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.




