Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Jantung Koroner & Iskemik

Seorang Dokter Menjadi Pasien: Pak Budi Menjalani Operasi Bypass Jantung

Cerita Bapak Budi.

Pak Budi, warga Jakarta, adalah seorang dokter. Selama ini ia terbiasa berada di sisi tenaga medis, sampai suatu hari ia sendiri harus menjalani operasi bypass jantung di usia lanjut. Kisah ini ia bagikan sekitar dua setengah tahun setelah operasi, ditemani anaknya.

Awal Keluhan

Pak Budi tidak merasakan keluhan khas jantung. Tidak ada nyeri dada, tidak ada sesak. Suatu ketika badannya terasa tidak enak, seperti terkena flu, sehingga ia memeriksakan diri ke teman sekelasnya yang dokter spesialis. Ia menjalani elektrokardiogram (EKG), yaitu perekaman aktivitas listrik jantung, lalu dirawat di rumah sakit sebelumnya. Di sana ia mengetahui ada banyak sumbatan di pembuluh darah jantungnya dan disarankan menjalani operasi bypass.

Kabar itu membuatnya kaget. Sebagai dokter, ia tahu operasi bypass bukan hal ringan, apalagi di usia lanjut. Namun sikapnya kemudian terangkum dalam kalimat yang menjadi judul videonya: zaman sudah berubah, ilmu sudah maju, dan ia tidak takut menjalani bypass.

Mencari Jawaban di Heartology

Anak Pak Budi kemudian mencari informasi lewat internet dan menemukan dokter di Heartology. Sejak awal, Pak Budi merasakan pelayanan yang suportif, seperti keluarga sendiri. Ia terkesan dengan para dokter yang menanganinya. “Saya sangat salut pada dokter-dokter ini. Pintar-pintar sekali, tapi sangat rendah hati, sangat baik, sabar sekali,” tuturnya.

Operasi yang ia jalani adalah pencangkokan bypass arteri koroner atau coronary artery bypass grafting (CABG). Dalam operasi ini, dokter bedah membuat jalan pintas bagi aliran darah ke otot jantung agar melewati bagian arteri koroner yang tersumbat. Operasinya ditangani tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology, didukung dokter lain, termasuk dokter penyakit dalam.

Pemulihan Bertahap

Pemulihan Pak Budi berjalan bertahap. Setelah operasi, ia sempat merasa sangat lemah dan dirawat cukup lama. Ia memakai kursi roda selama kurang dari sebulan, lalu beralih ke tongkat, sambil menjalani fisioterapi. Tim medis mendampinginya di setiap tahap, dan dukungan keluarga, termasuk anaknya yang ikut mencarikan dokter, turut menguatkannya. Sejak itu ia rutin kontrol setiap tiga bulan, termasuk cek darah dan rontgen.

Saat video direkam, kondisi Pak Budi stabil. Ia berpesan agar Anda mengikuti petunjuk dokter, menjalani tindakan yang disarankan, dan tidak berkecil hati. “Dunia kedokteran sangat advance, sudah jauh dari zaman kami dulu,” ujarnya. Menurutnya, berobat di dalam negeri juga memudahkan kontrol lanjutan, karena yang merepotkan bukan hanya operasinya, melainkan juga pemantauan sesudahnya.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Zaman Sudah Berubah, Ilmu Sudah Maju, Saya Tidak Takut Menjalani Bypass

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 13 menit 4 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Tim dokter dapat membantu Anda memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Buat Janji TemuKenali Kondisi TerkaitPilihan perawatan dibahas bersama dokter.