Langsung ke konten

Gagal Jantung

Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Menengah

Heart Failure with Mildly Reduced Ejection Fraction / HFmrEF

Ditinjau secara medis olehdr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi anatomi jantung dalam potongan yang memperlihatkan ventrikel kiri sedikit membesar dengan kontraksi menurun, atrium kiri sedikit membesar, inset sisa darah di ventrikel kiri setelah kontraksi, dan penyempitan parsial pada arteri koroner.
Ilustrasi Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Menengah

Jawaban singkat

Apa Itu Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Menengah?

Gagal jantung fraksi ejeksi menengah adalah gagal jantung dengan fraksi ejeksi 41 sampai 49%: pompa bilik kiri sedikit menurun, di antara jenis menurun dan terjaga. Sejak pedoman ESC 2021, jenis ini disebut gagal jantung fraksi ejeksi sedikit menurun.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
  • Dahak berbusa putih atau merah muda
  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Denyut sangat cepat disertai pusing atau lemas berat
  • Kulit dingin, pucat, atau bibir kebiruan

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Kondisi ini serius karena risiko rawat inap akibat perburukan tidak jauh berbeda dari jenis gagal jantung lain, dan fraksi ejeksi dapat turun lebih jauh. Dengan obat yang tepat dan pemantauan teratur, gejala dapat dikendalikan, dan pada sebagian orang fungsi pompa membaik.

Mengenal Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Menengah

Gagal jantung fraksi ejeksi menengah adalah jenis gagal jantung dengan fraksi ejeksi bilik kiri 41 sampai 49%. Fraksi ejeksi adalah persentase darah di bilik kiri yang dipompa keluar setiap kali jantung berdenyut; pada jantung sehat nilainya umumnya 50% atau lebih. Nilai 41 sampai 49% berada di antara gagal jantung fraksi ejeksi menurun (40% atau kurang) dan fraksi ejeksi terjaga (50% atau lebih). Kekuatan pompa sudah berkurang, tetapi belum serendah jenis menurun.

Dulu jenis ini disebut mid-range, yang berarti kisaran tengah. Sejak pedoman ESC 2021 dan definisi universal gagal jantung, namanya menjadi mildly reduced, yaitu sedikit menurun. Perubahan nama ini mencerminkan temuan bahwa jenis ini lebih mirip fraksi ejeksi menurun, termasuk dalam respons terhadap sebagian obat.

Ciri dan Penyebab

Seperti jenis menurun, penyakit jantung koroner adalah penyebab yang umum, dan jenis ini lebih sering dijumpai pada laki-laki. Penyebab lain adalah hipertensi lama, penyakit katup, fibrilasi atrium, dan kardiomiopati. Keluhannya sama dengan gagal jantung lain: sesak napas, mudah lelah, dan bengkak di tungkai. Diagnosis menjadi lebih kuat bila ada bukti kelainan struktur jantung, seperti serambi kiri yang membesar atau dinding bilik yang menebal.

Fraksi Ejeksi yang Dapat Berubah

Fraksi ejeksi pada jenis ini sering berubah dari waktu ke waktu. Sebagian orang sebelumnya memiliki fraksi ejeksi 40% atau kurang lalu membaik dengan pengobatan, keadaan yang disebut fraksi ejeksi membaik. Sebagian lain justru turun ke kelompok menurun, misalnya setelah serangan jantung baru. Karena itu dokter mengulang ekokardiografi secara berkala, dan riwayat nilai fraksi ejeksi Anda ikut menentukan pilihan obat.

Arah Pengobatan

Pembaruan pedoman ESC 2023 menganjurkan penghambat SGLT2 untuk jenis ini, berdasarkan penelitian DELIVER dan EMPEROR-Preserved, karena mengurangi gabungan rawat inap akibat gagal jantung dan kematian kardiovaskular. Diuretik dipakai untuk meredakan bendungan cairan. Obat yang dipakai pada fraksi ejeksi menurun, seperti penyekat beta, penghambat ACE, ARB, ARNI, dan MRA, dapat dipertimbangkan dokter sesuai keadaan Anda. Penyebab dan penyakit penyerta juga ditangani, karena keduanya ikut menentukan perjalanan penyakit.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Sesak napas saat aktivitas yang dulu terasa ringan
  • Mudah lelah dan stamina menurun
  • Bengkak di pergelangan kaki atau tungkai
  • Sesak saat berbaring atau terbangun malam karena sesak
  • Berat badan naik cepat karena penumpukan cairan
  • Jantung berdebar atau denyut tidak teratur
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Penyakit jantung koroner, termasuk bekas serangan jantung
  • Hipertensi lama yang membuat otot jantung menebal dan bekerja lebih berat
  • Penyakit katup jantung
  • Fibrilasi atrium atau gangguan irama lain
  • Kardiomiopati, termasuk yang diturunkan dalam keluarga
  • Perubahan dari jenis lain: fraksi ejeksi yang membaik setelah pengobatan, atau yang menurun perlahan

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, fibrilasi atrium, dan penyakit ginjal kronis sering menyertai jenis ini.

Gaya Hidup

Merokok, berat badan berlebih, kurang bergerak, alkohol berlebihan, dan makanan tinggi garam menambah beban jantung.

Usia

Risiko gagal jantung, termasuk jenis ini, meningkat seiring usia, terutama setelah 65 tahun.

Lainnya

Laki-laki lebih sering mengalami jenis ini dibanding perempuan, mirip dengan gagal jantung fraksi ejeksi menurun.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyintas Serangan Jantung: Bekas serangan jantung dapat menurunkan fraksi ejeksi sebagian, sehingga ekokardiografi ulang diperlukan setelah pemulihan.
  • Penyandang Hipertensi dan Diabetes: Tekanan darah dan gula darah yang lama tidak terkendali merusak otot jantung secara perlahan.
  • Penyandang Gagal Jantung yang Fraksi Ejeksinya Membaik: Mereka yang fraksi ejeksinya naik dari 40% atau kurang tetap memerlukan obat dan pemantauan karena nilainya dapat turun kembali.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Langkah awalnya sama dengan gagal jantung lain: wawancara keluhan, pemeriksaan fisik, EKG, dan tes NT-proBNP atau BNP. Ekokardiografi menentukan fraksi ejeksi. Bila nilainya 41 sampai 49%, dokter juga mencari tanda kelainan struktur jantung, misalnya serambi kiri yang membesar atau dinding yang menebal, dan meninjau hasil ekokardiografi lama untuk melihat arah perubahan fraksi ejeksi: sedang membaik atau sedang menurun.

Karena penyakit jantung koroner sering menjadi penyebab, dokter dapat menganjurkan CT angiografi koroner, uji beban, atau angiografi koroner. MRI jantung membantu menilai jaringan parut dan penyebab lain. Ekokardiografi diulang setelah pengobatan berjalan beberapa bulan atau bila gejala berubah.

  1. Ekokardiografi

    Mengukur fraksi ejeksi, ukuran serambi kiri, ketebalan dinding, dan fungsi katup. Diulang berkala karena nilai fraksi ejeksi dapat berubah.

  2. Tes NT-proBNP / BNP

    Kadar yang tinggi mendukung diagnosis gagal jantung dan membantu memantau perjalanan penyakit.

  3. Elektrokardiogram / EKG

    Mencari bekas serangan jantung, fibrilasi atrium, dan tanda penebalan otot jantung.

  4. Angiografi Koroner CT

    Melihat penyempitan arteri koroner tanpa kateter bila penyakit jantung koroner diduga sebagai penyebab.

  5. Angiografi Koroner

    Dilakukan bila kemungkinan penyakit koroner tinggi atau bila diperlukan tindakan membuka arteri.

  6. MRI Jantung

    Menilai jaringan parut, peradangan, atau penyakit otot jantung lain bila penyebab belum jelas.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penghambat SGLT2

Dianjurkan pembaruan pedoman ESC 2023 untuk mengurangi rawat inap akibat gagal jantung dan kematian kardiovaskular. Dokter menilai fungsi ginjal dan kecocokannya dengan Anda.

Diuretik

Obat peluruh cairan untuk meredakan sesak dan bengkak bila ada bendungan cairan.

Obat Lain Sesuai Keadaan

Penyekat beta, penghambat ACE, ARB, ARNI, atau MRA dapat dipertimbangkan, terutama bila fraksi ejeksi mendekati 40% atau sebelumnya pernah lebih rendah.

Penanganan Penyebab

Revaskularisasi bila ada penyakit koroner yang sesuai, pengendalian tekanan darah, penanganan fibrilasi atrium, dan perbaikan katup bila diperlukan.

Rehabilitasi dan Perawatan Diri

Latihan fisik terpantau, pembatasan garam, timbang berat badan harian, dan kontrol teratur.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Penurunan Fraksi Ejeksi

Sebagian penyandang berpindah ke jenis fraksi ejeksi menurun, terutama bila terjadi serangan jantung baru atau penyebab tidak tertangani.

Perburukan Akut dan Rawat Inap

Gejala dapat memburuk cepat sehingga perlu dirawat, yang dibahas di halaman Gagal Jantung Akut.

Fibrilasi Atrium dan Stroke

Serambi kiri yang membesar memudahkan fibrilasi atrium, yang memperberat gejala dan meningkatkan risiko stroke.

Gangguan Fungsi Ginjal

Jantung dan ginjal saling memengaruhi, sehingga fungsi ginjal dan kalium dipantau, terutama saat obat dimulai atau diubah.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Minum obat sesuai resep dan jangan menghentikannya walau merasa lebih baik.
  • Periksakan ekokardiografi ulang sesuai jadwal dari dokter.
  • Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
  • Batasi garam dan alkohol, serta berhenti merokok.
  • Timbang berat badan setiap pagi dan catat perubahannya.
  • Tetap aktif bergerak sesuai anjuran tim rehabilitasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter jantung bila Anda mulai cepat lelah, sesak saat aktivitas yang dulu ringan, atau bengkak di kaki, terutama bila Anda memiliki penyakit jantung koroner atau hipertensi. Bila sudah terdiagnosis, hubungi dokter lebih awal bila muncul hal berikut.

  • Berat badan naik 2 kg atau lebih dalam 3 hari.
  • Sesak atau bengkak bertambah, atau perlu bantal lebih tinggi untuk tidur.
  • Jantung berdebar atau denyut terasa tidak teratur.
  • Pusing atau lemas setelah perubahan obat.
  • Segera ke IGD bila sesak berat saat istirahat, nyeri dada, atau pingsan.

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang gagal jantung fraksi ejeksi menengah.

Mengapa nama jenis ini berubah dari menengah menjadi sedikit menurun?

Istilah mid-range atau menengah dipakai sejak 2016. Penelitian berikutnya menunjukkan bahwa jenis ini lebih mirip fraksi ejeksi menurun, termasuk dalam respons terhadap sebagian obat. Karena itu, definisi universal gagal jantung dan pedoman ESC 2021 mengganti namanya menjadi mildly reduced, yaitu sedikit menurun. Batas angkanya juga disesuaikan menjadi 41 sampai 49%. Kondisinya sama, hanya namanya yang diperbarui.

Apakah fraksi ejeksi 45% berarti saya pasti mengalami gagal jantung?

Belum tentu. Fraksi ejeksi 45% berarti pompa bilik kiri sedikit di bawah normal, tetapi angka ini saja belum cukup untuk diagnosis. Gagal jantung ditegakkan bila ada gejala atau tanda gagal jantung dan bukti pendukung, misalnya NT-proBNP yang tinggi atau serambi kiri yang membesar. Dokter juga melihat apakah nilai itu sedang membaik dari angka lebih rendah atau menurun dari angka lebih tinggi.

Obat apa yang biasanya dipakai?

Pembaruan pedoman ESC 2023 menganjurkan penghambat SGLT2 untuk mengurangi rawat inap dan kematian akibat gagal jantung. Diuretik dipakai bila ada kelebihan cairan. Obat lain yang dipakai pada fraksi ejeksi menurun dapat dipertimbangkan sesuai keadaan, terutama bila fraksi ejeksi pernah lebih rendah. Dokter yang menentukan kombinasi dan dosisnya setelah menilai tekanan darah, fungsi ginjal, dan kalium.

Seberapa sering saya perlu menjalani ekokardiografi?

Tidak ada jadwal yang sama untuk semua orang. Umumnya ekokardiografi diulang setelah pengobatan berjalan beberapa bulan, lalu berkala sesuai keadaan, dan segera bila gejala berubah atau ada kejadian baru seperti serangan jantung. Hasil berulang membantu dokter melihat apakah fraksi ejeksi membaik, tetap, atau menurun, sehingga rencana obat dapat disesuaikan.

Apakah jenis ini lebih ringan dibanding jenis lain?

Tidak selalu. Gejala dan risiko rawat inap pada jenis ini mirip dengan gagal jantung jenis lain. Pada sebagian orang kondisinya stabil atau membaik, tetapi pada yang lain fraksi ejeksi dapat menurun. Yang lebih menentukan adalah penyebab, penyakit penyerta, dan keteraturan pengobatan. Karena itu kontrol berkala tetap diperlukan walaupun Anda merasa baik.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K).

  1. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  2. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-3639.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
  4. Bozkurt B, Coats AJS, Tsutsui H, Abdelhamid CM, Adamopoulos S, Albert N, et al. Universal definition and classification of heart failure: a report of the Heart Failure Society of America, Heart Failure Association of the European Society of Cardiology, Japanese Heart Failure Society and Writing Committee of the Universal Definition of Heart Failure. Eur J Heart Fail. 2021;23(3):352-380.
  5. Savarese G, Stolfo D, Sinagra G, Lund LH. Heart failure with mid-range or mildly reduced ejection fraction. Nat Rev Cardiol. 2022;19(2):100-116.
  6. Solomon SD, McMurray JJV, Claggett B, de Boer RA, DeMets D, Hernandez AF, et al. Dapagliflozin in heart failure with mildly reduced or preserved ejection fraction. N Engl J Med. 2022;387(12):1089-1098.
  7. Wilcox JE, Fang JC, Margulies KB, Mann DL. Heart failure with recovered left ventricular ejection fraction: JACC Scientific Expert Panel. J Am Coll Cardiol. 2020;76(6):719-734.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Gagal Jantung Fraksi Ejeksi Menengah

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi