Langsung ke konten
Utamakan pertolongan

Ada Tanda Kegawatan? Segera Cari Pertolongan.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258. Jangan menunggu jadwal konsultasi atau balasan chat.

Saat gejala muncul, MINOCA tidak dapat dibedakan dari serangan jantung lain, sehingga tetap harus segera ke IGD. Setelah angiografi tidak menemukan sumbatan berat, penyebabnya perlu dicari karena risiko kejadian jantung berikutnya tetap ada.

Hubungi Heart Attack Center 1500 258Hubungi 1500 258, Heart Attack Center

Tanda yang memerlukan pertolongan segera

  • Nyeri atau rasa tertekan di dada lebih dari 5 menit
  • Nyeri dada disertai keringat dingin, sesak, atau mual
  • Sesak napas berat saat istirahat
  • Pingsan atau hilang kesadaran
  • Denyut sangat cepat atau tidak teratur disertai lemas

Infark Miokard / Serangan Jantung

Infark Miokard tanpa Obstruksi Arteri Koroner

Myocardial Infarction with Non-Obstructive Coronary Arteries / MINOCA

Ditinjau secara medis olehDr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi anatomi jantung dengan arteri koroner utama terbuka tanpa sumbatan besar, namun terdapat area cedera pada otot jantung ventrikel kiri. Inset memperlihatkan penyempitan sementara akibat vasospasme koroner dan penyempitan pembuluh darah kecil yang menggambarkan disfungsi mikrovaskular.
Ilustrasi Infark Miokard tanpa Obstruksi Arteri Koroner

Jawaban singkat

Apa Itu Infark Miokard tanpa Obstruksi Arteri Koroner?

Infark miokard tanpa obstruksi arteri koroner (MINOCA) adalah serangan jantung yang terbukti dari kenaikan troponin, tetapi angiografi tidak menemukan penyempitan berat di arteri koroner. Penyebabnya perlu dicari agar penanganannya tepat.

Sumber informasi

Mengenal Infark Miokard tanpa Obstruksi Arteri Koroner

Infark miokard tanpa obstruksi arteri koroner, disingkat MINOCA, adalah serangan jantung yang terbukti dari kenaikan troponin dan tanda kekurangan aliran darah, tetapi saat angiografi koroner tidak ditemukan penyempitan 50 persen atau lebih pada arteri koroner utama. Tinjauan sistematis menemukan kondisi ini pada sekitar 6 dari 100 orang dengan serangan jantung. MINOCA lebih sering dialami perempuan dan orang yang lebih muda dibanding serangan jantung akibat sumbatan.

Pedoman ESC 2023 memperlakukan MINOCA sebagai diagnosis kerja, artinya titik awal pencarian penyebab, bukan diagnosis akhir. Gambaran umum serangan jantung dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.

Penyebab yang Dicari Dokter

Penyebab MINOCA beragam. Plak kecil dapat retak atau terkikis dan membentuk bekuan yang kemudian larut sendiri, sehingga arteri tampak hampir normal saat diperiksa. Arteri koroner dapat mengalami kejang (spasme) yang menutup aliran untuk sementara. Pembuluh darah kecil di dalam otot jantung dapat terganggu fungsinya. Bekuan dari tempat lain dapat terbawa ke arteri koroner. Dinding arteri juga dapat robek tanpa trauma, yang dibahas di halaman Diseksi Arteri Koroner Spontan. Kadang kebutuhan oksigen jantung melampaui pasokan, misalnya saat anemia berat atau irama sangat cepat.

Kondisi yang Menyerupai MINOCA

Beberapa penyakit menimbulkan keluhan dan kenaikan troponin yang mirip, padahal bukan serangan jantung karena kekurangan aliran darah. Contohnya peradangan otot jantung, yang dibahas di halaman Miokarditis, dan pelemahan otot jantung mendadak yang sering dipicu stres, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Takotsubo. Membedakannya penting karena penanganannya berbeda, dan di sinilah MRI jantung berperan besar.

Bukan Kondisi Ringan

Tidak ditemukannya sumbatan berat sering membuat pasien lega, padahal risiko kejadian jantung berikutnya tetap nyata. Penelitian menunjukkan risiko kematian dalam setahun pada MINOCA memang lebih rendah daripada serangan jantung akibat sumbatan, tetapi jauh dari nol. Sebagian pasien juga merasa bingung atau cemas karena diberi tahu arterinya bersih, dan penjelasan dokter tentang penyebabnya membantu menjawab keraguan itu. Karena itu, pemeriksaan lanjutan, pengobatan sesuai penyebab, dan kontrol teratur tetap diperlukan.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Keluhannya sama dengan serangan jantung lain; MINOCA baru dapat diketahui setelah angiografi.

  • Nyeri, rasa tertekan, atau berat di dada
  • Nyeri menjalar ke lengan, leher, rahang, atau punggung
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Mual atau rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Jantung berdebar atau pusing

Gejala pada Perempuan Dewasa

MINOCA lebih sering dialami perempuan. Keluhan bisa khas maupun samar.

  • Nyeri dada saat istirahat, malam, atau dini hari, yang dapat menandakan spasme arteri
  • Sesak napas atau lelah luar biasa
  • Nyeri di punggung atas, leher, rahang, atau bahu
  • Mual atau rasa tidak nyaman di ulu hati
  • Jantung berdebar disertai keringat dingin
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Plak kecil yang retak atau terkikis lalu membentuk bekuan yang larut sendiri
  • Kejang (spasme) arteri koroner besar yang menutup aliran untuk sementara
  • Gangguan fungsi pembuluh darah kecil di dalam otot jantung (mikrovaskular)
  • Robekan spontan dinding arteri koroner, yang dibahas di halaman Diseksi Arteri Koroner Spontan.
  • Bekuan darah yang terbawa ke arteri koroner, misalnya pada fibrilasi atrium atau gangguan pembekuan darah
  • Pasokan oksigen tidak memenuhi kebutuhan jantung, misalnya pada anemia berat, tekanan darah sangat rendah, atau irama sangat cepat

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Merokok memicu kejang arteri koroner dan merusak pembuluh darah kecil. Pemakaian kokain, amfetamin, atau stimulan lain juga dapat memicu spasme.

Medis

Gangguan pembekuan darah seperti sindrom antifosfolipid, fibrilasi atrium, penyakit autoimun, dan riwayat angina vasospastik. Hipertensi dan kolesterol tinggi tetap berperan pada MINOCA akibat plak.

Usia

Rata-rata usia penderita MINOCA lebih muda dibanding penderita serangan jantung akibat sumbatan arteri koroner.

Lainnya

Jenis kelamin perempuan, stres emosional atau fisik yang berat, serta kehamilan dan masa nifas yang berkaitan dengan robekan spontan arteri koroner.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Perempuan Usia Muda dan Paruh Baya: MINOCA dan robekan spontan arteri koroner lebih banyak dialami perempuan, termasuk saat hamil atau setelah melahirkan.
  • Perokok: Merokok memicu kejang arteri koroner dan merusak pembuluh darah kecil di otot jantung.
  • Penderita Gangguan Pembekuan Darah: Kondisi seperti sindrom antifosfolipid membuat bekuan lebih mudah terbentuk dan terbawa ke arteri koroner.
  • Pengguna Kokain atau Stimulan: Zat ini memicu kejang arteri koroner dan meningkatkan kebutuhan oksigen jantung secara mendadak.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Diagnosis MINOCA ditegakkan bertahap. Pertama, dokter memastikan serangan jantung sesuai definisi universal infark miokard: troponin naik atau turun dengan kadar di atas batas normal, disertai keluhan, perubahan EKG, atau tanda pada pencitraan. Kedua, angiografi koroner tidak menemukan penyempitan 50 persen atau lebih. Ketiga, tidak ada penyebab lain yang jelas, seperti emboli paru atau infeksi berat.

Setelah itu, pencarian penyebab dimulai. Pedoman ESC 2023 menganjurkan MRI jantung bagi pasien MINOCA yang penyebabnya belum jelas, untuk membedakan infark dari miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo. Pencitraan dari dalam arteri dengan IVUS atau OCT saat kateterisasi dapat menemukan plak yang retak atau robekan kecil. Uji provokasi spasme dapat dilakukan pada pasien tertentu. Ekokardiografi dan pemeriksaan darah membantu mencari sumber bekuan atau gangguan pembekuan darah.

  1. Tes Troponin Jantung

    Membuktikan kerusakan otot jantung. Pola naik atau turunnya troponin membantu memastikan bahwa cederanya baru terjadi.

  2. Angiografi Koroner

    Menunjukkan tidak ada penyempitan 50 persen atau lebih pada arteri koroner utama, yang menjadi syarat diagnosis kerja MINOCA.

  3. MRI Jantung

    Dianjurkan pedoman ESC 2023 bila penyebab belum jelas, untuk membedakan infark dari miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo dan menilai luas cedera.

  4. Optical Coherence Tomography (OCT)

    Pencitraan dari dalam arteri saat kateterisasi pada pasien tertentu, untuk menemukan plak yang retak, terkikis, atau robekan kecil yang tidak tampak di angiografi.

  5. Ekokardiografi

    Menilai kekuatan pompa dan gerak dinding jantung, serta mencari sumber bekuan di dalam jantung.

  6. Uji provokasi spasme arteri koroner di ruang kateterisasi dapat dilakukan pada pasien tertentu yang dicurigai mengalami kejang arteri.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penanganan Awal seperti Serangan Jantung

Selama penyebab belum diketahui, pasien ditangani dan dipantau seperti serangan jantung lain sesuai pedoman sindrom koroner akut.

Obat Antiplatelet dan Statin

Diberikan bila penyebabnya plak yang retak atau terkikis; dokter menentukan jenis dan lamanya.

Obat Pelebar Pembuluh

Penghambat kanal kalsium dan nitrat untuk spasme arteri koroner. Beberapa jenis penghambat beta dihindari bila spasme menjadi penyebabnya.

Obat Antikoagulan

Diberikan bila penyebabnya bekuan yang terbawa dari jantung, misalnya pada fibrilasi atrium, atau gangguan pembekuan darah.

Penanganan Robekan Arteri Koroner

Umumnya dengan obat dan pemantauan karena robekan sering pulih sendiri; stent hanya dipakai pada keadaan tertentu.

Rehabilitasi Jantung

Latihan yang diawasi, edukasi, dan pengendalian faktor risiko untuk memulihkan kebugaran dan rasa percaya diri.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Serangan Jantung Berulang

Dapat terjadi bila penyebabnya, seperti spasme atau plak yang retak, belum ditemukan dan diobati.

Gangguan Irama Jantung

Otot jantung yang cedera dapat memicu irama tidak teratur, terutama pada fase awal setelah serangan.

Gagal Jantung

Bila cedera otot cukup luas, kekuatan pompa jantung menurun sehingga timbul sesak dan bengkak.

Stroke

Pada MINOCA akibat bekuan yang terbawa, misalnya dari fibrilasi atrium, bekuan serupa dapat menyumbat pembuluh darah otak.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Berhenti merokok, karena merokok memicu kejang arteri koroner.
  • Hindari kokain, amfetamin, dan stimulan lain.
  • Pastikan penyebab MINOCA Anda sudah dicari, termasuk dengan MRI jantung bila dianjurkan dokter.
  • Minum obat sesuai penyebab yang ditemukan dan jangan berhenti sendiri.
  • Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sesuai target dari dokter.
  • Kelola stres berat, misalnya dengan konseling atau program rehabilitasi jantung.

Kapan Harus ke Dokter?

Saat keluhan seperti serangan jantung muncul, Anda tidak dapat mengetahui ada sumbatan atau tidak, jadi segera hubungi ambulans atau datang ke IGD terdekat bila nyeri dada berlangsung lebih dari 5 menit. Setelah dinyatakan MINOCA, buat janji kontrol dengan dokter jantung bila:

  • Penyebab MINOCA Anda belum jelas dan MRI jantung belum dilakukan.
  • Nyeri dada singkat muncul lagi, terutama saat istirahat, malam, atau dini hari.
  • Anda merasa berdebar, cepat lelah, atau sesak saat aktivitas ringan.
  • Anda berencana hamil setelah pernah mengalami robekan arteri koroner.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang serangan jantung tanpa sumbatan arteri koroner (MINOCA).

Kalau arteri saya bersih, mengapa disebut serangan jantung?

Serangan jantung ditentukan dari kerusakan otot jantung akibat kekurangan aliran darah, bukan dari ada atau tidaknya sumbatan besar. Pada MINOCA, troponin naik dan ada tanda kekurangan aliran, tetapi penyebabnya tidak tampak sebagai penyempitan pada angiografi. Misalnya, bekuan sudah larut, arteri sempat kejang lalu kembali normal, atau masalahnya ada di pembuluh darah kecil yang tidak terlihat.

Apa bedanya MINOCA dengan miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo?

Ketiganya dapat menimbulkan nyeri dada, kenaikan troponin, dan angiografi tanpa sumbatan berat. Pada MINOCA, cedera otot disebabkan gangguan aliran darah. Pada miokarditis, penyebabnya peradangan otot jantung. Pada kardiomiopati Takotsubo, otot jantung melemah sementara, sering setelah stres berat. MRI jantung membantu membedakannya, dan penanganannya berbeda untuk setiap kondisi.

Mengapa saya perlu MRI jantung setelah angiografi normal?

Angiografi hanya memperlihatkan bagian dalam arteri besar. MRI jantung melihat langsung otot jantung, sehingga dapat menunjukkan pola cedera yang khas untuk infark, miokarditis, atau kardiomiopati Takotsubo. Pedoman ESC 2023 menganjurkan MRI jantung bila penyebab MINOCA belum jelas. Hasilnya menentukan obat yang tepat dan mencegah pengobatan yang tidak perlu.

Apakah saya tetap perlu minum obat jantung?

Umumnya ya, tetapi jenisnya bergantung pada penyebab. Bila penyebabnya plak yang retak, obat antiplatelet dan statin biasanya diberikan. Bila penyebabnya spasme, obat pelebar pembuluh lebih berperan. Bila penyebabnya bekuan yang terbawa, antikoagulan dapat diperlukan. Karena itu penting memastikan penyebabnya. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa berdiskusi dengan dokter.

Apakah MINOCA bisa kambuh?

Bisa, terutama bila penyebabnya belum ditemukan atau belum diobati. Penelitian menunjukkan risiko kejadian jantung berikutnya pada MINOCA lebih rendah daripada serangan jantung akibat sumbatan, tetapi tetap nyata. Kontrol teratur, obat sesuai penyebab, berhenti merokok, dan rehabilitasi jantung membantu menurunkan risiko itu. Segera ke IGD bila nyeri dada muncul lagi lebih dari 5 menit.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).

  1. Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
  2. Tamis-Holland JE, Jneid H, Reynolds HR, et al. Contemporary Diagnosis and Management of Patients With Myocardial Infarction in the Absence of Obstructive Coronary Artery Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2019;139(18):e891-e908.
  3. Agewall S, Beltrame JF, Reynolds HR, et al. ESC working group position paper on myocardial infarction with non-obstructive coronary arteries. Eur Heart J. 2017;38(3):143-153.
  4. Thygesen K, Alpert JS, Jaffe AS, et al. Fourth universal definition of myocardial infarction (2018). Eur Heart J. 2019;40(3):237-269.
  5. Pasupathy S, Air T, Dreyer RP, Tavella R, Beltrame JF. Systematic review of patients presenting with suspected myocardial infarction and nonobstructive coronary arteries. Circulation. 2015;131(10):861-870.
  6. Reynolds HR, Maehara A, Kwong RY, et al. Coronary Optical Coherence Tomography and Cardiac Magnetic Resonance Imaging to Determine Underlying Causes of Myocardial Infarction With Nonobstructive Coronary Arteries in Women. Circulation. 2021;143(7):624-640.

Utamakan Pertolongan Segera.

Jangan menunggu konsultasi terjadwal bila sedang mengalami tanda kegawatan. Segera ke IGD terdekat.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi