Jawaban singkat
Apa Itu Infark Miokard / Serangan Jantung?
Infark miokard atau serangan jantung terjadi saat aliran darah ke sebagian otot jantung berkurang tajam atau terhenti mendadak sehingga otot jantung rusak. Ini keadaan darurat: makin cepat aliran dibuka kembali, makin banyak otot jantung yang dapat diselamatkan.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Infark Miokard / Serangan Jantung
Infark miokard, yang dikenal awam sebagai serangan jantung, adalah kematian sebagian otot jantung karena aliran darah ke bagian itu berkurang tajam atau terhenti. Otot jantung bekerja tanpa henti dan membutuhkan oksigen terus-menerus dari arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang melingkari permukaan jantung. Bila pasokan itu terputus lebih dari beberapa menit, sel otot jantung mulai rusak, dan kerusakan meluas selama aliran belum dipulihkan.
Bagaimana Serangan Jantung Terjadi
Pada sebagian besar kasus, serangan jantung berawal dari penyakit jantung koroner. Selama bertahun-tahun, lemak, kolesterol, dan sel radang menumpuk di dinding arteri koroner membentuk plak. Suatu saat permukaan plak dapat retak atau terkikis. Tubuh menganggapnya luka lalu membentuk bekuan darah di tempat itu, dan bekuan inilah yang menyumbat arteri secara mendadak. Pada sebagian orang, serangan jantung terjadi tanpa sumbatan plak, misalnya karena kejang arteri koroner, robekan dinding arteri, atau kebutuhan oksigen jantung yang jauh melampaui pasokan, seperti saat perdarahan berat atau irama jantung sangat cepat.
Menurut definisi universal infark miokard keempat (2018), diagnosis membutuhkan dua hal: bukti kerusakan otot jantung berupa kenaikan kadar troponin dalam darah, dan tanda bahwa kerusakan itu disebabkan kekurangan aliran darah, baik dari keluhan, rekaman EKG, maupun pencitraan jantung.
Jenis Serangan Jantung
Dokter membagi serangan jantung terutama berdasarkan rekaman EKG. Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) biasanya menandakan sumbatan total dan arteri perlu dibuka secepatnya. Infark miokard tanpa elevasi segmen ST (NSTEMI) umumnya terjadi karena sumbatan sebagian. Bersama angina tidak stabil, keduanya termasuk sindrom koroner akut. Ada pula serangan jantung tanpa penyempitan berarti pada arteri koroner (MINOCA) dan serangan jantung yang tidak disadari karena keluhannya samar. Gangguan yang dapat muncul sesudahnya dibahas di halaman Komplikasi Pasca Infark Miokard. Daftar seluruh jenisnya tampil di halaman ini.
Mengapa Waktu Sangat Menentukan
Para dokter jantung memakai ungkapan "waktu adalah otot": setiap menit penundaan berarti lebih banyak otot jantung yang mati. Karena itu pedoman ESC 2023 menekankan EKG dalam 10 menit sejak pasien ditemui tenaga medis dan pembukaan arteri secepatnya, umumnya dengan intervensi koroner perkutan. Otot yang sudah mati diganti jaringan parut dan tidak dapat berkontraksi lagi. Luas jaringan parut inilah yang menentukan risiko gagal jantung dan gangguan irama di kemudian hari. Dengan penanganan cepat, obat jangka panjang, dan rehabilitasi jantung, banyak orang dapat kembali bekerja dan beraktivitas.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Infark Miokard / Serangan Jantung. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, rasa berat, tertekan, atau terbakar di dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit
- Nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, punggung, atau ulu hati
- Sesak napas, dengan atau tanpa nyeri dada
- Keringat dingin
- Mual, muntah, atau rasa begah di ulu hati
- Pusing, lemas mendadak, atau rasa akan pingsan
- Rasa cemas atau takut yang kuat tanpa sebab jelas
Gejala pada Perempuan Dewasa
Nyeri dada tetap keluhan utama pada perempuan, tetapi keluhan berikut lebih sering menyertai atau muncul tanpa nyeri dada yang jelas.
- Sesak napas atau lelah luar biasa tanpa sebab jelas
- Nyeri di punggung atas, bahu, leher, atau rahang
- Mual, muntah, atau rasa tidak nyaman di ulu hati
- Rasa tertekan di dada yang tidak terlalu nyeri
- Lelah tidak biasa atau sulit tidur pada hari-hari sebelumnya
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, juga pada penyandang diabetes, keluhan sering samar sehingga mudah dikira masalah lain.
- Sesak napas mendadak tanpa nyeri dada
- Bingung atau linglung yang baru muncul
- Lemas berat atau tiba-tiba sulit beraktivitas
- Pingsan atau jatuh tanpa sebab jelas
- Mual atau tidak nafsu makan disertai keringat dingin
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Plak kolesterol di arteri koroner yang retak atau terkikis, lalu tertutup bekuan darah (infark tipe 1)
- Kebutuhan oksigen otot jantung melampaui pasokan, misalnya pada anemia berat, perdarahan, atau irama sangat cepat (infark tipe 2)
- Kejang (spasme) arteri koroner yang menyempitkan pembuluh secara mendadak
- Robekan spontan pada dinding arteri koroner, yang dibahas di halaman Diseksi Arteri Koroner Spontan.
- Bekuan darah dari bilik jantung atau tempat lain yang terbawa ke arteri koroner (emboli)
- Tindakan pada arteri koroner atau operasi jantung, meski jarang (infark tipe 4 dan 5)
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, termasuk sering terpapar asap rokok orang lain. Pola makan tinggi lemak jenuh, garam, dan gula, kurang aktivitas fisik, serta berat badan berlebih, terutama lemak di perut.
Medis
Tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, diabetes, penyakit ginjal kronis, serta riwayat penyakit jantung koroner atau stroke. Risiko makin tinggi bila beberapa faktor ini ada bersamaan dan tidak terkendali.
Genetik
Riwayat serangan jantung pada ayah atau saudara laki-laki sebelum usia 55 tahun, atau pada ibu atau saudara perempuan sebelum usia 65 tahun, serta kolesterol tinggi keturunan (hiperkolesterolemia familial).
Usia
Risiko meningkat pada laki-laki mulai sekitar usia 45 tahun dan pada perempuan mulai sekitar usia 55 tahun atau setelah menopause.
Lainnya
Stres berat yang berkepanjangan, depresi, kurang tidur, penyakit autoimun seperti lupus dan artritis reumatoid, serta riwayat preeklamsia atau diabetes saat hamil.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat pengerasan arteri dan dapat menumpulkan rasa nyeri, sehingga serangan jantung kadang hanya terasa sebagai sesak atau lemas.
- Perokok: Merokok merusak lapisan dalam pembuluh darah dan membuat darah lebih mudah membeku. Risiko turun bertahap setelah berhenti merokok.
- Penderita Penyakit Jantung Koroner: Orang yang pernah mengalami angina, pemasangan ring, atau operasi bypass sudah punya plak di arteri koroner dan perlu kontrol teratur.
- Perempuan Pascamenopause: Perlindungan alami hormon estrogen berkurang setelah menopause, dan gejala serangan jantung pada perempuan lebih sering tidak khas.
- Lansia: Risiko serangan jantung meningkat seiring usia, dan keluhannya sering samar, misalnya hanya sesak, lemas, atau bingung.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Di IGD, pemeriksaan berjalan bersamaan dengan pertolongan pertama. Dokter menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan secara singkat, memeriksa tekanan darah, denyut, dan kadar oksigen, lalu merekam EKG dalam 10 menit sejak pasien ditemui. Bila EKG menunjukkan elevasi segmen ST, tim langsung menyiapkan pembukaan arteri tanpa menunggu hasil darah.
Bila EKG tidak khas, dokter mengandalkan troponin jantung sensitivitas tinggi yang diperiksa saat tiba dan diulang 1 sampai 2 jam kemudian. Kenaikan atau penurunan troponin menunjukkan kerusakan otot jantung yang sedang berlangsung. Ekokardiografi membantu melihat bagian dinding jantung yang lemah dan mencari komplikasi. Angiografi koroner memperlihatkan letak sumbatan dan biasanya langsung dilanjutkan dengan tindakan pembukaan arteri. Pada keadaan tertentu, MRI jantung dipakai untuk membedakan serangan jantung dari peradangan otot jantung atau kelainan lain yang keluhannya mirip.
Elektrokardiogram / EKG
Rekaman listrik jantung dalam 10 menit sejak pasien ditemui tenaga medis, untuk membedakan STEMI dari NSTEMI dan menentukan langkah berikutnya.
Tes Troponin Jantung
Tes darah troponin sensitivitas tinggi saat tiba dan diulang 1 sampai 2 jam kemudian untuk memastikan atau menyingkirkan kerusakan otot jantung.
Angiografi Koroner
Pemotretan arteri koroner dengan kateter dan zat kontras untuk melihat letak serta beratnya sumbatan, sekaligus dasar tindakan pembukaan arteri.
Ekokardiografi
USG jantung untuk menilai kekuatan pompa, bagian dinding yang bergerak lemah, katup, dan komplikasi seperti cairan di selaput jantung.
MRI Jantung
Dipakai pada keadaan tertentu untuk menilai luas jaringan parut dan membedakan serangan jantung dari miokarditis atau kardiomiopati Takotsubo.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pembukaan Arteri dengan Kateter
Intervensi koroner perkutan membuka sumbatan dengan balon dan memasang stent (ring). Pada STEMI, tindakan ini dilakukan secepatnya sebagai pilihan utama.
Obat Penghancur Bekuan Darah
Fibrinolitik diberikan pada STEMI bila tindakan kateter tidak dapat dilakukan tepat waktu, lalu pasien dirujuk untuk angiografi koroner.
Obat Antiplatelet dan Antikoagulan
Mencegah bekuan baru. Umumnya dua obat antiplatelet diminum bersama selama beberapa bulan sampai satu tahun; dokter menentukan jenis dan lamanya.
Operasi Bypass Koroner
Dipilih bila sumbatan mengenai banyak pembuluh atau letaknya sulit dijangkau kateter, dengan membuat jalan pintas memakai pembuluh dari bagian tubuh lain.
Obat Pelindung Jantung Jangka Panjang
Statin untuk menurunkan kolesterol LDL, serta penghambat beta, penghambat ACE atau ARB, dan obat lain sesuai fungsi pompa, ditentukan dan dipantau dokter.
Rehabilitasi Jantung
Program latihan yang diawasi, edukasi, dan pengendalian faktor risiko yang dimulai sejak dirawat dan dilanjutkan setelah pulang.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gangguan Irama Jantung
Otot yang rusak dapat memicu irama terlalu cepat, terlalu lambat, atau kacau. Irama bilik yang kacau dapat menghentikan jantung sehingga perlu kejut listrik segera.
Gagal Jantung
Otot yang mati tidak lagi ikut memompa. Bila bagian yang rusak luas, jantung tidak mampu memenuhi kebutuhan tubuh dan cairan menumpuk di paru atau tungkai.
Syok Kardiogenik
Pompa jantung melemah berat sehingga tekanan darah turun dan organ kekurangan darah. Keadaan ini membutuhkan perawatan intensif.
Komplikasi Mekanik
Robekan dinding jantung, sekat antarbilik, atau otot penyangga katup mitral. Kini jarang berkat pembukaan arteri yang cepat, tetapi membutuhkan tindakan segera.
Bekuan Darah di Bilik Kiri
Dapat terbentuk pada dinding jantung yang tidak bergerak dan berisiko terlepas ke pembuluh darah otak sehingga menyebabkan stroke.
Perikarditis
Radang selaput pembungkus jantung yang menimbulkan nyeri dada tajam, biasanya beberapa hari sampai beberapa minggu setelah serangan.
Serangan Jantung Berulang
Risikonya lebih tinggi pada tahun pertama, terutama bila obat tidak diminum teratur dan faktor risiko tidak dikendalikan.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain.
- Periksa tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala sesuai anjuran dokter.
- Bila Anda punya hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, minum obat sesuai resep dan kontrol teratur.
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, misalnya jalan cepat.
- Pilih makanan kaya sayur, buah, kacang-kacangan, ikan, dan biji-bijian utuh; batasi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Jaga berat badan dan lingkar pinggang dalam batas sehat.
- Kenali tanda serangan jantung dan simpan nomor darurat agar Anda dan keluarga dapat bertindak cepat.
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Jangan menunggu bila Anda merasakan nyeri atau rasa tertekan di dada lebih dari 5 menit, terutama bila disertai keringat dingin, sesak, atau mual. Hubungi ambulans (119) atau minta orang lain mengantar Anda ke IGD terdekat, dan jangan menyetir sendiri. Lebih baik diperiksa dan ternyata bukan serangan jantung daripada terlambat ditangani.
Buat janji konsultasi dengan dokter jantung bila:
- Nyeri dada atau sesak muncul saat beraktivitas dan hilang dengan istirahat.
- Anda pernah mengalami serangan jantung dan perlu kontrol, penyesuaian obat, atau rehabilitasi.
- Anda punya beberapa faktor risiko, seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga.
- Muncul keluhan baru setelah pulang dari perawatan, misalnya cepat lelah, kaki bengkak, atau berdebar.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang serangan jantung dan pemulihannya.
Apa bedanya serangan jantung dengan henti jantung?
Serangan jantung adalah masalah aliran darah: arteri koroner tersumbat sehingga otot jantung rusak, tetapi jantung biasanya masih berdetak. Henti jantung adalah masalah listrik: jantung tiba-tiba berhenti memompa karena irama yang kacau, sehingga orang tidak sadar dan tidak bernapas normal. Serangan jantung dapat memicu henti jantung. Bila seseorang tidak sadar dan tidak bernapas normal, minta bantuan, hubungi ambulans, dan mulai pijat jantung.
Apakah serangan jantung selalu ditandai nyeri dada hebat?
Tidak selalu. Sebagian orang hanya merasa sesak, mual, lelah luar biasa, atau nyeri di punggung, rahang, atau ulu hati. Keluhan samar seperti ini lebih sering dialami perempuan, lansia, dan penyandang diabetes. Ada pula serangan jantung yang sama sekali tidak disadari dan baru ditemukan dari EKG atau pencitraan, yang dibahas di halaman Infark Miokard tanpa Gejala.
Apakah otot jantung bisa pulih setelah serangan jantung?
Otot yang sudah mati diganti jaringan parut dan tidak tumbuh kembali. Namun, otot di sekitarnya yang hanya lemah sementara karena kekurangan darah sering pulih dalam beberapa minggu setelah aliran dibuka. Karena itu dokter biasanya menilai ulang kekuatan pompa jantung dengan ekokardiografi beberapa minggu setelah serangan untuk menentukan obat lanjutan dan kebutuhan alat tambahan.
Berapa lama saya harus minum obat setelah serangan jantung?
Sebagian obat, seperti statin dan satu jenis antiplatelet, umumnya diminum jangka panjang. Kombinasi dua antiplatelet biasanya diberikan beberapa bulan sampai satu tahun, tergantung risiko perdarahan dan tindakan yang dijalani. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri, terutama pada bulan-bulan pertama setelah pemasangan stent, karena dapat memicu bekuan di dalam stent. Diskusikan setiap efek samping dengan dokter.
Kapan saya bisa kembali bekerja, menyetir, dan berhubungan intim?
Waktunya berbeda untuk setiap orang, bergantung pada luas kerusakan, tindakan yang dijalani, dan jenis pekerjaan. Banyak orang dapat kembali bekerja dalam beberapa minggu. Dokter akan menilai kesiapan Anda, sering dengan uji latih jantung. Program rehabilitasi jantung membantu Anda kembali beraktivitas, termasuk hubungan intim, secara bertahap. Tanyakan juga kepada dokter kapan Anda boleh menyetir lagi.
Apa yang sebaiknya dilakukan keluarga bila curiga serangan jantung?
Segera hubungi ambulans atau antar ke IGD terdekat, dan jangan menunggu keluhan reda. Minta penderita berhenti beraktivitas lalu duduk atau berbaring dengan nyaman. Jangan memberi obat yang tidak diresepkan kecuali atas arahan petugas medis. Bila penderita tidak sadar dan tidak bernapas normal, mulai pijat jantung di tengah dada dan gunakan AED bila ada di tempat itu.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
- Thygesen K, Alpert JS, Jaffe AS, et al. Fourth universal definition of myocardial infarction (2018). Eur Heart J. 2019;40(3):237-269.
- Rao SV, O'Donoghue ML, Ruel M, et al. 2025 ACC/AHA/ACEP/NAEMSP/SCAI Guideline for the Management of Patients With Acute Coronary Syndromes: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2025;151(13):e771-e862.
- Mehta LS, Beckie TM, DeVon HA, et al. Acute Myocardial Infarction in Women: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2016;133(9):916-947.
- Visseren FLJ, Mach F, Smulders YM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. Eur Heart J. 2021;42(34):3227-3337.
- Ambrosetti M, Abreu A, Corra U, et al. Secondary prevention through comprehensive cardiovascular rehabilitation: From knowledge to implementation. 2020 update. A position paper from the Secondary Prevention and Rehabilitation Section of the European Association of Preventive Cardiology. Eur J Prev Cardiol. 2021;28(5):460-495.




