Jawaban singkat
Apa Itu Kardiomegali?
Kardiomegali berarti jantung lebih besar dari ukuran normal, biasanya terlihat pada rontgen dada atau ekokardiografi. Ini bukan penyakit tersendiri, melainkan tanda adanya keadaan lain, seperti hipertensi lama, penyakit katup, kardiomiopati, atau gagal jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
- Batuk berbusa atau berdahak merah muda
- Nyeri dada lebih dari beberapa menit
- Pingsan atau hampir pingsan
- Berdebar sangat cepat disertai pusing atau lemas
- Kelemahan sesisi tubuh, wajah tidak simetris, atau bicara pelo
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Kardiomegali
Kardiomegali adalah istilah untuk jantung yang lebih besar dari ukuran normal. Istilah ini menggambarkan temuan pemeriksaan, bukan nama penyakit, dan masyarakat sering menyebutnya jantung bengkak. Jantung dapat membesar karena ruangnya melebar (dilatasi), dindingnya menebal (hipertrofi), atau keduanya, akibat bekerja lebih berat dalam waktu lama atau karena otot jantung melemah. Pembesaran dapat terjadi pada satu ruang saja, misalnya serambi kiri pada penyakit katup mitral, atau pada beberapa ruang sekaligus. Yang menentukan penanganan dan perjalanan penyakitnya adalah penyebab pembesaran, bukan ukuran jantung semata.
Bagaimana Kardiomegali Ditemukan
Kardiomegali sering pertama kali terlihat pada rontgen dada, ketika lebar bayangan jantung lebih dari separuh lebar rongga dada. Ukuran ini disebut rasio jantung-dada. Rontgen hanya memberi perkiraan: posisi foto, tarikan napas yang kurang dalam, lemak di sekitar jantung, atau cairan di selaput jantung dapat membuat jantung tampak lebih besar. Karena itu, ekokardiografi dipakai untuk memastikan ruang mana yang membesar, mengukur tebal dinding, dan menilai kekuatan pompa serta katup.
Penyebab yang Perlu Dicari
Penyebab yang sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi yang lama tidak terkendali, penyakit jantung koroner atau bekas serangan jantung, penyakit katup, dan kardiomiopati, yaitu penyakit otot jantung yang dibahas di halaman Kardiomiopati. Penyebab lain antara lain penyakit jantung bawaan, tekanan tinggi di pembuluh paru, irama jantung yang terlalu cepat dalam waktu lama, kurang darah berat, gangguan tiroid, minum alkohol berlebihan, dan obat kemoterapi tertentu. Pembesaran ringan juga dapat terjadi pada kehamilan dan pada atlet terlatih, yang dibahas di halaman Adaptasi Jantung pada Atlet.
Mengapa Perlu Diperiksa
Jantung yang membesar karena penyakit dapat bekerja kurang efisien. Lama-kelamaan dapat timbul gagal jantung, gangguan irama, atau bekuan darah di ruang jantung. Penebalan dinding bilik kiri akibat hipertensi juga menandakan risiko stroke dan gagal jantung yang lebih tinggi. Kabar baiknya, banyak penyebab kardiomegali dapat dikendalikan. Pada sebagian pasien, ukuran jantung dapat mengecil kembali setelah penyebabnya ditangani, misalnya tekanan darah dikendalikan, katup diperbaiki, atau obat gagal jantung diminum secara teratur. Gagal jantung dibahas di halaman Gagal Jantung.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Kardiomegali sendiri sering tidak bergejala. Keluhan biasanya berasal dari penyakit penyebabnya.
- Sesak napas saat beraktivitas atau berbaring
- Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
- Bengkak di kaki, pergelangan, atau perut
- Berdebar atau denyut tidak teratur
- Pusing atau hampir pingsan
- Batuk saat berbaring di malam hari
Gejala pada Bayi
Pada bayi, jantung yang membesar sering berkaitan dengan penyakit jantung bawaan atau peradangan otot jantung.
- Napas cepat atau tampak berusaha keras saat bernapas
- Berkeringat atau cepat lelah saat menyusu
- Berat badan sulit naik
- Rewel dan tampak pucat
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Hipertensi yang lama tidak terkendali sehingga dinding jantung menebal
- Penyakit jantung koroner atau bekas serangan jantung yang melemahkan otot jantung
- Penyakit katup jantung yang membebani ruang jantung, misalnya katup bocor atau menyempit
- Kardiomiopati, termasuk karena faktor keturunan, alkohol, atau setelah melahirkan
- Penyakit jantung bawaan dan tekanan tinggi di pembuluh paru
- Cairan di selaput jantung yang membuat bayangan jantung tampak besar di rontgen
- Anemia berat, gangguan tiroid, atau irama jantung cepat yang berlangsung lama
- Adaptasi pada atlet terlatih dan kehamilan, yang umumnya tidak berbahaya
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Minum alkohol berlebihan, merokok, memakai zat stimulan seperti metamfetamin, berat badan berlebih, dan jarang bergerak meningkatkan kemungkinan jantung membesar.
Medis
Hipertensi yang lama tidak terkendali, diabetes, penyakit jantung koroner, penyakit katup, penyakit ginjal kronis, sleep apnea, serta riwayat kemoterapi atau radioterapi dada.
Genetik
Riwayat keluarga dengan kardiomiopati atau kematian mendadak di usia muda dapat menandakan penyakit otot jantung yang diturunkan.
Usia
Penyebab seperti hipertensi lama, penyakit koroner, dan penyakit katup degeneratif lebih sering ditemukan seiring bertambahnya usia.
Lainnya
Kehamilan dan beberapa bulan setelah melahirkan dapat berkaitan dengan melemahnya otot jantung, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Peripartum.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Hipertensi Lama: Tekanan darah yang tinggi bertahun-tahun membuat dinding bilik kiri menebal, sehingga pemeriksaan EKG dan ekokardiografi berkala bermanfaat.
- Penyintas Serangan Jantung: Otot jantung yang rusak dapat membuat bilik kiri melebar perlahan, terutama bila pengobatan tidak teratur.
- Keluarga Penyandang Kardiomiopati: Kerabat dekat dianjurkan menjalani EKG dan ekokardiografi berkala walau tidak bergejala.
- Penyintas Kanker yang Pernah Kemoterapi atau Radioterapi: Beberapa obat kanker dan radiasi dada dapat melemahkan otot jantung, yang dibahas di halaman Penyakit Jantung akibat Terapi Kanker.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Pemeriksaan dimulai dengan memastikan apakah jantung benar-benar membesar. Rontgen dada memberi perkiraan awal, tetapi hasilnya dipengaruhi posisi foto dan tarikan napas, sehingga ekokardiografi dipakai untuk mengukur setiap ruang, tebal dinding, kekuatan pompa, dan katup, serta mencari cairan di selaput jantung. Dokter juga menanyakan keluhan, riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, konsumsi alkohol, kemoterapi, dan penyakit jantung di keluarga. EKG mencari tanda penebalan dinding atau gangguan irama, sedangkan tes darah, termasuk NT-proBNP, membantu menilai beban jantung dan penyebab lain seperti anemia atau gangguan tiroid. Bila penyebab belum jelas, MRI jantung dapat menunjukkan jaringan parut, peradangan, atau penumpukan zat di otot jantung, dan pemeriksaan pembuluh koroner dilakukan bila dicurigai penyakit jantung koroner. Pada kardiomiopati yang diduga diturunkan, tes genetik dan pemeriksaan keluarga dapat dianjurkan.
Rontgen Dada
Memperkirakan ukuran jantung lewat rasio jantung-dada dan melihat cairan di paru. Posisi foto dan tarikan napas memengaruhi hasil.
Ekokardiografi
Memastikan ruang yang membesar, mengukur tebal dinding, kekuatan pompa, dan katup, serta mencari cairan di selaput jantung.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari tanda penebalan dinding, gangguan irama, dan bekas serangan jantung.
Tes NT-proBNP / BNP
Membantu menilai apakah pembesaran jantung disertai gagal jantung dan memantau hasil pengobatan.
Pemeriksaan Laboratorium
Darah lengkap, fungsi ginjal, gula darah, kolesterol, dan fungsi tiroid untuk mencari penyebab dan faktor yang memperberat.
MRI Jantung
Mengukur ruang jantung secara rinci dan mencari jaringan parut, peradangan, atau penumpukan zat di otot jantung untuk menentukan penyebab.
Angiografi Koroner CT
Mencari penyempitan arteri koroner sebagai penyebab melemahnya otot jantung, kadang dilanjutkan angiografi lewat kateter.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Penanganan Penyebab
Misalnya mengendalikan tekanan darah, memperbaiki aliran koroner, memperbaiki atau mengganti katup, berhenti minum alkohol, atau mengobati anemia dan gangguan tiroid.
Obat Gagal Jantung
Bila pompa jantung melemah, dokter memberikan beberapa golongan obat yang terbukti memperbaiki keluhan dan harapan hidup, lalu menyesuaikannya bertahap. Jenis dan takarannya ditentukan dokter.
Diuretik
Obat peluruh cairan untuk mengurangi sesak dan bengkak akibat cairan berlebih di tubuh.
Perbaikan atau Penggantian Katup
Dilakukan lewat operasi atau tindakan kateter bila pembesaran jantung disebabkan penyakit katup yang berat.
Alat Pacu Khusus atau ICD
Terapi resinkronisasi jantung membantu kedua bilik berkontraksi serempak pada pasien tertentu, dan ICD mencegah henti jantung mendadak pada pasien berisiko tinggi.
Pola Hidup Sehat dan Rehabilitasi
Membatasi garam, tetap aktif sesuai anjuran, berhenti merokok, dan mengikuti rehabilitasi jantung membantu memperbaiki kemampuan beraktivitas.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Jantung yang membesar karena penyakit dapat makin lemah atau kaku, sehingga timbul sesak, mudah lelah, dan bengkak.
Gangguan Irama Jantung
Serambi yang melebar memudahkan fibrilasi atrium, sedangkan bilik yang membesar dan berparut dapat memicu gangguan irama bilik.
Bekuan Darah dan Stroke
Aliran darah yang lambat di ruang jantung yang melebar atau saat fibrilasi atrium dapat membentuk bekuan yang terbawa ke otak.
Kebocoran Katup Fungsional
Pelebaran bilik dapat menarik katup mitral atau trikuspid sehingga tidak menutup rapat dan darah mengalir balik.
Henti Jantung Mendadak
Pada sebagian penyakit otot jantung dengan pompa yang sangat lemah, risiko gangguan irama berbahaya meningkat. Pada pasien tertentu, risiko ini dapat dikurangi dengan ICD.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah sesuai target dokter dan periksa secara teratur
- Hindari alkohol berlebihan, rokok, dan zat stimulan
- Jaga berat badan, gula darah, dan kolesterol
- Minum obat jantung secara teratur dan kontrol sesuai jadwal
- Tangani anemia, gangguan tiroid, dan sleep apnea bila ada
- Periksakan jantung bila ada riwayat keluarga kardiomiopati atau Anda pernah menjalani kemoterapi
- Batasi garam bila Anda menyandang hipertensi atau gagal jantung
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bila hasil rontgen dada menyebut jantung membesar, bawa hasil tersebut ke dokter jantung untuk dipastikan dengan ekokardiografi dan dicari penyebabnya, walau Anda tidak merasakan keluhan. Segera ke IGD bila sesak berat saat istirahat, nyeri dada, atau pingsan.
- Hasil rontgen dada atau pemeriksaan kesehatan menyebut jantung membesar
- Sesak napas saat beraktivitas, berbaring, atau terbangun malam karena sesak
- Kaki atau perut membengkak, atau berat badan naik cepat
- Berdebar atau denyut tidak teratur
- Tekanan darah tinggi yang belum terkendali
- Kerabat dekat dengan kardiomiopati atau kematian mendadak di usia muda
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang kardiomegali atau jantung membesar.
Apakah kardiomegali sama dengan gagal jantung?
Tidak sama. Kardiomegali berarti jantung lebih besar dari ukuran normal, sedangkan gagal jantung berarti jantung tidak mampu memompa atau terisi darah sesuai kebutuhan tubuh. Keduanya sering terjadi bersamaan, tetapi jantung dapat membesar tanpa gagal jantung, misalnya pada atlet, dan gagal jantung dapat terjadi dengan ukuran jantung normal. Ekokardiografi dan tes darah membantu dokter menilai keduanya.
Apakah jantung yang membesar bisa kembali normal?
Pada sebagian orang, bisa. Ukuran jantung dapat mengecil setelah penyebabnya ditangani, misalnya tekanan darah terkendali, katup diperbaiki, irama cepat dikendalikan, atau alkohol dihentikan. Pada gagal jantung dengan pompa lemah, obat yang diminum teratur dapat memperbaiki ukuran dan kekuatan pompa dalam beberapa bulan. Seberapa besar perbaikannya bergantung pada penyebab dan lamanya pembesaran.
Mengapa rontgen menyebut jantung besar tetapi ekokardiografi normal?
Rontgen dada hanya memperlihatkan bayangan jantung. Foto yang diambil sambil berbaring atau dari arah depan ke belakang, tarikan napas yang kurang dalam, lemak di sekitar jantung, atau bentuk dada tertentu dapat membuat jantung tampak lebih besar. Ekokardiografi mengukur ruang dan dinding jantung secara langsung, sehingga hasilnya lebih dapat diandalkan untuk menilai ukuran jantung.
Apakah tekanan darah tinggi dapat membuat jantung membesar?
Ya. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama membuat bilik kiri bekerja lebih berat, sehingga dindingnya menebal. Bila tidak dikendalikan, otot jantung dapat menjadi kaku lalu melemah dan ruangnya melebar. Mengendalikan tekanan darah sesuai target dokter dapat mengurangi penebalan dinding dan menurunkan risiko gagal jantung, stroke, serta gangguan irama.
Bolehkah penyandang kardiomegali berolahraga?
Umumnya boleh, dan aktivitas fisik teratur bermanfaat bagi kebanyakan penyakit jantung yang stabil. Jenis dan intensitas olahraga bergantung pada penyebab pembesaran, kekuatan pompa, dan ada tidaknya gangguan irama. Diskusikan dengan dokter sebelum mulai, atau ikuti program rehabilitasi jantung yang diawasi. Hentikan latihan bila muncul nyeri dada, pusing, atau sesak berat.
Apakah jantung atlet yang besar termasuk kardiomegali?
Atlet yang berlatih berat dapat memiliki jantung yang lebih besar sebagai adaptasi normal, dengan pompa dan pengisian yang tetap baik. Keadaan ini tidak berbahaya dan dibahas di halaman Adaptasi Jantung pada Atlet. Namun, pembesaran pada atlet tetap perlu dinilai dokter bila disertai keluhan, hasil EKG yang tidak biasa, atau riwayat keluarga penyakit jantung.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-726.
- Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
- Arbelo E, Protonotarios A, Gimeno JR, Arbustini E, Barriales-Villa R, Basso C, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiomyopathies. Eur Heart J. 2023;44(37):3503-626.
- McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, Brouwers S, Canavan MD, Ceconi C, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
- Lang RM, Badano LP, Mor-Avi V, Afilalo J, Armstrong A, Ernande L, et al. Recommendations for cardiac chamber quantification by echocardiography in adults: an update from the American Society of Echocardiography and the European Association of Cardiovascular Imaging. J Am Soc Echocardiogr. 2015;28(1):1-39.
- Truszkiewicz K, Poręba R, Gać P. Radiological Cardiothoracic Ratio in Evidence-Based Medicine. J Clin Med. 2021;10(9):2016.




