Jawaban singkat
Apa Itu Penyakit Jantung akibat Terapi Kanker?
Penyakit jantung akibat terapi kanker adalah gangguan jantung dan pembuluh darah yang muncul karena obat kanker atau radiasi dada, misalnya pompa jantung melemah, peradangan otot jantung, tekanan darah tinggi, gangguan irama, atau bekuan darah.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada berat atau menetap lebih dari beberapa menit
- Sesak berat saat istirahat atau batuk berbusa
- Pingsan atau hampir pingsan
- Berdebar sangat cepat disertai pusing atau lemas
- Sesak mendadak disertai nyeri dada saat menarik napas
- Nyeri dada, sesak, atau lemah otot berat setelah imunoterapi
- Wajah mencong, lengan lemah, atau bicara pelo mendadak
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyakit Jantung akibat Terapi Kanker
Penyakit jantung akibat terapi kanker, dalam istilah medis disebut kardiotoksisitas, adalah gangguan jantung dan pembuluh darah yang timbul karena pengobatan kanker. Pedoman kardio-onkologi European Society of Cardiology (ESC) 2022 memakai istilah yang lebih luas, yaitu toksisitas kardiovaskular terkait terapi kanker. Bentuknya beragam: pompa jantung melemah, peradangan otot jantung (miokarditis), tekanan darah tinggi, gangguan irama, penyempitan pembuluh koroner, bekuan darah, sampai kelainan katup dan selaput jantung.
Terapi yang Dapat Memengaruhi Jantung
Obat golongan antrasiklin, seperti doksorubisin, dapat merusak sel otot jantung, dan risikonya meningkat seiring jumlah total obat yang diterima. Obat yang menyasar HER2 pada kanker payudara dapat menurunkan kekuatan pompa, yang umumnya pulih setelah obat dihentikan sementara dan obat jantung diberikan. Obat penghambat VEGF dan sebagian penghambat tirosin kinase sering menaikkan tekanan darah. Imunoterapi penghambat checkpoint imun jarang menimbulkan miokarditis, tetapi miokarditis ini perlu dikenali cepat karena dapat berat. Radiasi di daerah dada dapat mempercepat penyempitan koroner dan merusak katup, sering baru tampak bertahun-tahun kemudian. Kerusakan otot jantung karena zat lain, seperti alkohol dan narkotika, dibahas di halaman Kardiomiopati Toksik.
Kerja Sama Dokter Jantung dan Dokter Onkologi
Kardio-onkologi adalah bidang yang mempertemukan dokter jantung dan dokter onkologi. Tujuannya bukan menunda pengobatan kanker, tetapi menjaga agar pengobatan kanker dapat diselesaikan dengan aman. Sebelum terapi dimulai, dokter menilai risiko jantung berdasarkan jenis terapi, usia, penyakit jantung yang sudah ada, dan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, serta merokok. Hasil penilaian ini menentukan seberapa sering fungsi jantung dipantau.
Pemantauan selama dan setelah Terapi
Pemantauan umumnya memakai ekokardiografi serta tes darah troponin dan NT-proBNP. Penurunan fungsi pompa sering dapat ditemukan sebelum menimbulkan keluhan. Bila ditemukan, dokter jantung dapat memulai obat pelindung jantung, lalu bersama dokter onkologi memutuskan apakah terapi kanker dilanjutkan, ditunda sementara, atau diubah. Pada banyak kasus, terutama bila penurunannya ringan, pengobatan kanker tetap dapat diteruskan. Setelah terapi selesai, penyintas kanker yang berisiko tinggi tetap memerlukan pemeriksaan jantung berkala, karena sebagian efek baru muncul bertahun-tahun kemudian.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Banyak perubahan fungsi jantung tidak menimbulkan keluhan dan baru terlihat lewat pemeriksaan berkala.
- Sesak napas saat aktivitas atau saat berbaring
- Lelah yang terasa lebih berat dari biasanya selama terapi
- Bengkak di kaki atau berat badan naik cepat
- Jantung berdebar atau terasa tidak teratur
- Nyeri atau rasa tertekan di dada
- Pusing atau hampir pingsan
- Tekanan darah naik pada pengukuran di rumah
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Kemoterapi golongan antrasiklin, terutama dengan jumlah total yang tinggi
- Obat yang menyasar HER2, misalnya pada kanker payudara
- Obat penghambat VEGF dan sebagian penghambat tirosin kinase yang menaikkan tekanan darah
- Imunoterapi penghambat checkpoint imun yang dapat memicu miokarditis
- Obat tertentu untuk mieloma dan kanker darah yang memengaruhi otot jantung atau pembuluh darah
- Radiasi di daerah dada yang mengenai otot jantung, katup, atau pembuluh koroner
- Terapi hormon tertentu, seperti terapi penekan hormon pada kanker prostat
- Kanker itu sendiri dan sebagian obatnya yang memudahkan pembentukan bekuan darah
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya, terutama gagal jantung atau fungsi pompa yang sudah menurun, menaikkan risiko.
Usia
Anak yang mendapat antrasiklin atau radiasi dada dan orang lanjut usia lebih rentan. Pada penyintas kanker anak, efeknya dapat muncul puluhan tahun kemudian.
Gaya Hidup
Merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol berlebihan menambah beban jantung selama dan setelah terapi kanker.
Genetik
Varian gen otot jantung tertentu membuat sebagian orang lebih rentan terhadap efek antrasiklin, walau jumlah obat yang diterima sama dengan orang lain.
Lainnya
Jumlah total antrasiklin yang tinggi, radiasi yang mengenai jantung, kombinasi beberapa terapi yang memengaruhi jantung, dan riwayat terapi kanker sebelumnya.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyintas Kanker Anak: Anak yang mendapat antrasiklin atau radiasi dada memiliki risiko gangguan jantung seumur hidup sehingga memerlukan pemantauan jangka panjang.
- Pasien Kanker Payudara: Kombinasi antrasiklin, obat yang menyasar HER2, dan radiasi dada kiri dapat memengaruhi jantung, sehingga fungsi jantung dipantau berkala.
- Lansia dengan Penyakit Jantung: Orang lanjut usia dan penyandang gagal jantung, penyakit koroner, atau fungsi pompa yang sudah menurun lebih rentan terhadap efek terapi kanker.
- Penyandang Hipertensi dan Diabetes: Kedua faktor risiko ini menaikkan peluang gangguan jantung selama terapi dan perlu dikendalikan sebelum terapi dimulai.
- Pasien Penerima Imunoterapi: Penghambat checkpoint imun, terutama bila dikombinasikan, dapat memicu miokarditis sehingga keluhan baru perlu segera dilaporkan.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Pemeriksaan dimulai sebelum terapi kanker. Dokter mencatat jenis dan rencana terapi, riwayat penyakit jantung, serta faktor risiko, lalu melakukan EKG, ekokardiografi, dan tes darah dasar seperti troponin dan NT-proBNP. Hasil awal ini menjadi pembanding, sehingga perubahan kecil selama terapi dapat dikenali.
Selama terapi, pemeriksaan diulang sesuai tingkat risiko dan jenis obat. Pedoman ESC 2022 menyebut gangguan fungsi jantung terkait terapi kanker bila fraksi ejeksi turun atau regangan otot jantung menurun dibanding nilai awal, walau belum ada keluhan. Bila dicurigai miokarditis akibat imunoterapi, dokter memeriksa troponin, EKG, dan MRI jantung, dan kadang biopsi otot jantung. Pada penyintas yang pernah mendapat radiasi dada, dokter juga mencari penyakit koroner dan kelainan katup secara berkala selama bertahun-tahun setelah terapi.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa (fraksi ejeksi) dan regangan otot jantung (strain) sebelum, selama, dan setelah terapi. Penurunan strain dapat menandai gangguan dini sebelum fraksi ejeksi turun.
Tes Troponin Jantung
Kenaikan troponin dari nilai awal menunjukkan cedera otot jantung, misalnya selama terapi antrasiklin atau saat dicurigai miokarditis akibat imunoterapi.
Tes NT-proBNP / BNP
Membantu menilai beban jantung dan, bersama troponin, menentukan perlunya pemantauan yang lebih ketat.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari gangguan irama, pemanjangan interval QT akibat obat tertentu, dan tanda kekurangan aliran darah ke otot jantung.
MRI Jantung
Dipakai bila hasil ekokardiografi kurang jelas atau dicurigai miokarditis, untuk menilai peradangan dan jaringan parut di otot jantung.
Pemantauan Tekanan Darah di Rumah
Pengukuran rutin di rumah membantu mengenali kenaikan tekanan darah akibat obat penghambat VEGF atau tirosin kinase.
Angiografi Koroner CT
Dipertimbangkan bila ada nyeri dada atau riwayat radiasi dada, untuk mencari penyempitan pembuluh koroner.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Pelindung Jantung
Golongan penghambat ACE atau ARB, penghambat beta, dan pada sebagian pasien statin dapat diberikan saat fungsi pompa mulai turun, atau sejak awal pada risiko tinggi, sesuai keputusan dokter.
Penyesuaian Terapi Kanker
Dokter jantung dan dokter onkologi memutuskan bersama apakah terapi dilanjutkan dengan pemantauan, ditunda sementara, atau diganti, dengan menimbang manfaat terapi kanker dan keamanan jantung.
Penanganan Miokarditis Akibat Imunoterapi
Imunoterapi dihentikan dan pasien dirawat dengan pemantauan irama. Kortikosteroid diberikan sesegera mungkin, dan obat penekan imun lain dipertimbangkan bila tidak membaik.
Obat Gagal Jantung
Bila gagal jantung sudah terjadi, dokter memberikan golongan obat gagal jantung sesuai pedoman, termasuk obat peluruh cairan bila ada penumpukan cairan.
Pengendalian Tekanan Darah
Hipertensi akibat obat kanker diobati dengan golongan obat penurun tekanan darah yang dipilih dokter, agar terapi kanker dapat diteruskan dengan aman.
Pengendalian Faktor Risiko dan Rehabilitasi
Berhenti merokok, aktivitas fisik teratur, pengendalian gula darah dan kolesterol, serta rehabilitasi jantung membantu menjaga jantung selama dan setelah terapi.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung
Pompa jantung yang melemah dapat menimbulkan sesak dan bengkak. Penanganan dini membantu fungsi pompa pulih atau tidak bertambah lemah. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Miokarditis Akibat Imunoterapi
Peradangan otot jantung yang jarang tetapi dapat berat, biasanya muncul dalam tiga bulan pertama imunoterapi, sehingga perlu penanganan segera.
Gangguan Irama Jantung
Fibrilasi atrium dan pemanjangan interval QT dapat dipicu obat kanker tertentu, infeksi, atau gangguan elektrolit selama terapi.
Penyakit Koroner dan Katup setelah Radiasi
Radiasi dada dapat mempercepat penyempitan pembuluh koroner dan merusak katup, sering baru tampak sepuluh tahun atau lebih setelah terapi.
Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah dapat naik tajam selama terapi dengan obat penghambat VEGF, sehingga perlu diukur rutin dan diobati agar terapi kanker dapat berlanjut.
Trombosis Vena dan Emboli Paru
Kanker dan sebagian terapinya memudahkan bekuan di vena tungkai yang dapat terbawa ke paru, yang dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Jalani penilaian risiko jantung sebelum memulai kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau radiasi dada
- Ikuti jadwal ekokardiografi dan tes darah selama terapi walau Anda merasa sehat
- Ukur tekanan darah di rumah secara rutin bila mendapat obat yang dapat menaikkan tekanan darah
- Kendalikan hipertensi, diabetes, dan kolesterol sebelum dan selama terapi
- Berhenti merokok dan tetap aktif bergerak sesuai kemampuan
- Simpan catatan jenis obat kanker, jumlah totalnya, dan area radiasi untuk dibawa saat kontrol
- Setelah terapi selesai, tanyakan jadwal pemeriksaan jantung jangka panjang kepada dokter
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Segera ke IGD bila muncul nyeri dada berat, sesak berat, pingsan, atau berdebar sangat cepat, dan sebutkan terapi kanker yang Anda jalani. Buat janji konsultasi dengan dokter jantung bila:
- Anda akan memulai terapi kanker dan memiliki penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau berusia lanjut
- Muncul sesak, bengkak kaki, atau lelah yang bertambah selama terapi
- Tekanan darah yang Anda ukur di rumah naik selama terapi
- Muncul nyeri dada, berdebar, sesak, atau lemah otot dalam beberapa bulan pertama imunoterapi; hubungi tim pengobatan Anda hari itu juga
- Anda penyintas kanker yang dulu mendapat antrasiklin atau radiasi dada, walau tanpa keluhan
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit jantung akibat terapi kanker.
Apakah saya harus menunda terapi kanker bila jantung saya bermasalah?
Tidak selalu. Pada banyak pasien, terapi kanker tetap dapat dijalani dengan pemantauan yang lebih sering dan obat pelindung jantung. Dokter jantung dan dokter onkologi menimbang manfaat terapi kanker dan risikonya pada jantung bersama-sama. Bila fungsi jantung turun cukup berat, terapi dapat ditunda sementara atau diganti dengan pilihan yang lebih aman bagi jantung, lalu dilanjutkan setelah keadaan jantung membaik.
Apakah semua obat kanker merusak jantung?
Tidak. Banyak obat kanker tidak berpengaruh berarti pada jantung, dan sebagian besar pasien menyelesaikan terapi tanpa gangguan jantung yang berarti. Risikonya bergantung pada jenis obat, jumlah total yang diterima, radiasi dada, usia, dan keadaan jantung sebelumnya. Karena itu, dokter menilai risiko setiap pasien sebelum terapi dan menyesuaikan jadwal pemantauan dengan tingkat risiko tersebut.
Mengapa saya perlu ekokardiografi walau tidak ada keluhan?
Penurunan fungsi pompa sering tidak menimbulkan keluhan pada awalnya. Ekokardiografi, termasuk pengukuran regangan otot jantung, dapat menemukan perubahan kecil dibanding hasil sebelum terapi. Bila ditemukan lebih awal, obat pelindung jantung dapat segera dimulai, dan penelitian menunjukkan fungsi jantung lebih sering pulih bila penanganan dimulai dini. Pemeriksaan ini tidak memakai radiasi dan tidak menimbulkan nyeri.
Apakah kerusakan jantung akibat kemoterapi bisa pulih?
Sebagian bisa. Penurunan fungsi akibat obat yang menyasar HER2 umumnya pulih setelah obat dihentikan sementara dan obat jantung diberikan. Pada antrasiklin, penelitian menemukan fungsi jantung pulih, sebagian atau seluruhnya, pada banyak pasien yang ditangani sejak dini dengan obat gagal jantung. Bila kerusakan ditemukan terlambat, pemulihannya cenderung lebih kecil, sehingga pemantauan berkala penting.
Apa yang perlu diwaspadai selama imunoterapi?
Imunoterapi penghambat checkpoint imun dapat memicu peradangan di berbagai organ, termasuk otot jantung. Miokarditis jarang terjadi, umumnya dalam tiga bulan pertama, dan dapat disertai nyeri atau lemah otot, kelopak mata turun, atau penglihatan ganda. Bila muncul nyeri dada, sesak, berdebar, atau lemah otot, segera hubungi tim pengobatan Anda atau datang ke IGD, karena penanganan cepat menentukan hasilnya.
Saya penyintas kanker sejak kecil. Apakah masih perlu memeriksakan jantung?
Ya, bila dulu Anda mendapat antrasiklin atau radiasi di daerah dada. Efeknya pada jantung dapat muncul puluhan tahun kemudian, bahkan tanpa keluhan. Sampaikan riwayat terapi Anda kepada dokter jantung, sebaiknya dengan membawa ringkasan terapi dari dokter onkologi. Dokter akan menentukan jadwal ekokardiografi dan pemeriksaan lain sesuai riwayat tersebut.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).
- Lyon AR, López-Fernández T, Couch LS, Asteggiano R, Aznar MC, Bergler-Klein J, et al. 2022 ESC Guidelines on cardio-oncology developed in collaboration with the European Hematology Association (EHA), the European Society for Therapeutic Radiology and Oncology (ESTRO) and the International Cardio-Oncology Society (IC-OS). Eur Heart J. 2022;43(41):4229-361.
- Herrmann J, Lenihan D, Armenian S, Barac A, Blaes A, Cardinale D, et al. Defining cardiovascular toxicities of cancer therapies: an International Cardio-Oncology Society (IC-OS) consensus statement. Eur Heart J. 2022;43(4):280-99.
- Lyon AR, Dent S, Stanway S, Earl H, Brezden-Masley C, Cohen-Solal A, et al. Baseline cardiovascular risk assessment in cancer patients scheduled to receive cardiotoxic cancer therapies: a position statement and new risk assessment tools from the Cardio-Oncology Study Group of the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology in collaboration with the International Cardio-Oncology Society. Eur J Heart Fail. 2020;22(11):1945-60.
- Cardinale D, Colombo A, Bacchiani G, Tedeschi I, Meroni CA, Veglia F, et al. Early detection of anthracycline cardiotoxicity and improvement with heart failure therapy. Circulation. 2015;131(22):1981-8.
- Thavendiranathan P, Negishi T, Somerset E, Negishi K, Penicka M, Lemieux J, et al. Strain-Guided Management of Potentially Cardiotoxic Cancer Therapy. J Am Coll Cardiol. 2021;77(4):392-401.
- Mahmood SS, Fradley MG, Cohen JV, Nohria A, Reynolds KL, Heinzerling LM, et al. Myocarditis in Patients Treated With Immune Checkpoint Inhibitors. J Am Coll Cardiol. 2018;71(16):1755-64.
- Darby SC, Ewertz M, McGale P, Bennet AM, Blom-Goldman U, Brønnum D, et al. Risk of ischemic heart disease in women after radiotherapy for breast cancer. N Engl J Med. 2013;368(11):987-98.




