Jawaban singkat
Apa Itu Sindrom May-Thurner?
Sindrom May-Thurner adalah keadaan ketika vena panggul kiri terjepit oleh arteri panggul kanan yang melintang di depannya. Jepitan ini dapat membuat tungkai kiri bengkak dan memudahkan terbentuknya bekuan darah di vena dalam.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Tungkai kiri mendadak bengkak, nyeri, dan terasa hangat
- Seluruh tungkai kiri sampai paha bengkak dan berwarna kebiruan
- Sesak napas mendadak tanpa sebab yang jelas
- Nyeri dada yang memberat saat menarik napas
- Jantung berdebar, pusing, atau pingsan
- Batuk darah
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sindrom May-Thurner
Darah dari kedua tungkai mengalir kembali ke jantung lewat vena di panggul, yaitu vena iliaka, lalu bergabung menjadi vena besar di perut yang disebut vena kava inferior. Di bagian bawah perut, arteri iliaka kanan melintang tepat di depan vena iliaka kiri. Pada sebagian orang, arteri ini menekan vena ke arah tulang belakang di bawahnya.
Tekanan yang berlangsung terus, ditambah denyutan arteri, dapat membuat dinding dalam vena menebal dan membentuk sekat atau jaringan parut di dalamnya. Akibatnya, aliran darah dari tungkai kiri terhambat. Keadaan ini disebut sindrom May-Thurner, sesuai nama dua dokter yang menggambarkannya pada tahun 1957, dan dikenal juga sebagai sindrom kompresi vena iliaka atau sindrom Cockett.
Banyak yang Tidak Bergejala
Jepitan vena iliaka kiri cukup sering ditemukan pada pemeriksaan pencitraan orang yang tidak mengeluh apa pun. Satu penelitian dengan CT perut menemukan jepitan lebih dari separuh diameter vena pada sekitar seperempat orang tanpa gejala. Karena itu, jepitan saja tidak selalu perlu diobati. Istilah sindrom dipakai bila jepitan tersebut menimbulkan keluhan atau bekuan darah.
Dua Bentuk Utama
Bentuk pertama adalah bekuan darah di vena dalam tungkai kiri yang sering meluas sampai paha dan panggul. Bekuan ini sering muncul saat ada pemicu tambahan, seperti kehamilan, masa setelah melahirkan, pil KB, operasi, atau lama tidak bergerak. Trombosis vena dalam dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.
Bentuk kedua berkembang perlahan tanpa bekuan: tungkai kiri bengkak, terasa berat atau nyeri saat berjalan, lalu muncul varises, perubahan kulit, sampai luka, yang dibahas di halaman Insufisiensi Vena Kronik. Pada perempuan, jepitan ini juga dapat berperan pada nyeri panggul menahun akibat vena panggul yang melebar.
Penanganan Sesuai Keluhan
Pedoman ESVS 2021 tentang trombosis vena dan ESVS 2022 tentang penyakit vena kronik membahas penanganan sumbatan vena iliaka. Bekuan diobati dengan obat pengencer darah, dan pada pasien terpilih bekuan diangkat lewat kateter lalu vena yang terjepit dipasangi stent. Jepitan tanpa keluhan umumnya cukup dipantau.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Tungkai kiri bengkak, terutama setelah lama berdiri atau menjelang sore
- Tungkai kiri terasa berat, tegang, atau pegal
- Nyeri tungkai yang memberat saat berjalan dan reda bila tungkai diangkat
- Varises di tungkai kiri, kadang di paha atau sekitar kemaluan
- Kulit di sekitar mata kaki kiri menggelap atau menebal
- Luka di sekitar mata kaki kiri yang lambat sembuh
Gejala pada Perempuan Dewasa
Sindrom ini lebih sering dilaporkan pada perempuan usia muda sampai paruh baya, terutama terkait kehamilan dan pemakaian hormon.
- Bengkak tungkai kiri yang muncul saat hamil atau setelah melahirkan
- Nyeri panggul tumpul yang memberat setelah lama berdiri
- Varises di sekitar kemaluan, bokong, atau paha dalam
- Bekuan darah di tungkai kiri saat memakai pil KB
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Arteri iliaka kanan yang melintang dan menekan vena iliaka kiri ke arah tulang belakang
- Penebalan dinding dalam vena dan terbentuknya sekat akibat tekanan dan denyutan arteri yang berulang
- Aliran darah yang melambat dari tungkai kiri sehingga bekuan lebih mudah terbentuk
- Pemicu tambahan seperti kehamilan, pil KB, operasi, kurang minum, atau lama tidak bergerak
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Lainnya
Perempuan lebih sering terdiagnosis, terutama pada usia 20 sampai 40 tahun. Kehamilan dan masa setelah melahirkan menambah tekanan pada vena panggul dan kecenderungan darah membeku.
Medis
Pemakaian pil KB atau terapi hormon yang mengandung estrogen, operasi, kanker, kelainan pembekuan darah bawaan, dan kekurangan cairan dapat memicu bekuan pada vena yang terjepit.
Gaya Hidup
Duduk lama dalam perjalanan jauh, tirah baring, dan kurang bergerak memperlambat aliran darah dari tungkai.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perempuan Usia Subur: Kehamilan, masa setelah melahirkan, dan pil KB menambah risiko bekuan pada vena yang terjepit.
- Penyandang Bengkak Tungkai Kiri Menahun: Bengkak satu tungkai, terutama kiri, yang menetap atau berulang perlu dinilai untuk mencari jepitan vena panggul.
- Orang dengan Riwayat Bekuan di Tungkai Kiri: Bekuan di vena paha atau panggul kiri, terutama pada usia muda, dapat menandakan jepitan vena iliaka yang mendasarinya.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menanyakan keluhan, riwayat bekuan darah, kehamilan, dan pemakaian hormon, lalu membandingkan kedua tungkai. Bengkak atau bekuan yang hanya mengenai tungkai kiri, terutama sampai paha, menjadi petunjuk penting.
USG dupleks adalah langkah awal untuk mencari bekuan di vena tungkai dan menilai pola aliran darah dari panggul. Vena panggul letaknya dalam, sehingga USG sering belum cukup untuk melihat jepitannya. Dokter kemudian dapat meminta CT venografi atau MR venografi untuk melihat letak dan beratnya jepitan serta menyingkirkan penekanan oleh sebab lain, misalnya benjolan di panggul.
Bila tindakan dipertimbangkan, venografi dengan kateter dan USG dari dalam pembuluh (IVUS) memberi ukuran penyempitan yang lebih tepat. Karena jepitan juga sering ditemukan pada orang tanpa keluhan, dokter selalu menilai hasil pencitraan bersama keluhan Anda. Tes darah dapat dilakukan untuk mencari kecenderungan darah mudah membeku dan menilai fungsi ginjal sebelum pemakaian zat kontras.
USG Dupleks
Mencari bekuan di vena tungkai dan menilai pola aliran darah dari panggul, tanpa radiasi dan tanpa jarum.
Tes D-dimer
Membantu menyingkirkan bekuan baru bila kemungkinan klinisnya rendah atau sedang. Hasil yang tinggi perlu dipastikan dengan USG.
CT venografi untuk melihat letak dan beratnya jepitan vena iliaka serta menyingkirkan penekanan oleh sebab lain.
MR venografi sebagai pilihan tanpa sinar X untuk menilai vena di panggul dan perut.
Venografi dengan kateter dan USG dari dalam pembuluh (IVUS) untuk mengukur penyempitan, umumnya saat tindakan direncanakan.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah untuk mencari kecenderungan darah mudah membeku dan menilai fungsi ginjal sebelum pemeriksaan dengan zat kontras.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan tanpa Tindakan
Jepitan yang ditemukan kebetulan tanpa keluhan umumnya tidak perlu diobati. Dokter menjelaskan tanda yang perlu diwaspadai.
Obat Antikoagulan
Obat pengencer darah adalah penanganan dasar bila terjadi bekuan. Jenis dan lama pemakaiannya ditentukan dokter.
Pengangkatan Bekuan lewat Kateter
Pada bekuan luas yang baru di vena paha dan panggul, dengan keluhan berat dan risiko perdarahan rendah, bekuan dapat dilarutkan atau diangkat lewat kateter pada pasien terpilih.
Pemasangan Stent Vena Iliaka
Setelah bekuan diatasi, atau pada keluhan menahun yang berat, vena yang terjepit dilebarkan dengan balon dan dipasangi stent lewat kateter. Setelahnya diperlukan obat dan kontrol USG.
Terapi Kompresi
Stoking kompresi dapat meredakan bengkak dan rasa berat di tungkai, terutama pada keluhan menahun.
Operasi Terbuka
Memindahkan posisi arteri atau membuat jalur pintas bagi vena. Kini jarang dilakukan dan disiapkan untuk kasus tertentu.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Bekuan di Vena Tungkai Kiri
Bekuan yang sering meluas dari betis sampai paha dan panggul. Dibahas di halaman Trombosis Vena Dalam.
Emboli Paru
Bagian bekuan terlepas dan menyumbat pembuluh paru, menimbulkan sesak dan nyeri dada mendadak. Dibahas di halaman Emboli Paru.
Sindrom Pasca Trombosis
Bengkak, nyeri, dan perubahan kulit menahun setelah bekuan merusak katup vena. Dibahas di halaman Sindrom Pasca Trombosis.
Insufisiensi Vena Kronik
Aliran yang lama terhambat menimbulkan bengkak, kulit menggelap, dan luka di tungkai kiri. Dibahas di halaman Insufisiensi Vena Kronik.
Bekuan Berulang
Tanpa penanganan jepitan yang mendasarinya, bekuan di tungkai kiri dapat kambuh, terutama saat muncul pemicu baru.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Bergerak aktif dan hindari duduk lama tanpa bergerak, terutama saat perjalanan jauh.
- Minum cukup air, terutama saat bepergian atau cuaca panas.
- Diskusikan pilihan kontrasepsi dengan dokter bila Anda memiliki jepitan vena iliaka atau riwayat bekuan.
- Rencanakan kehamilan bersama dokter bila Anda pernah mengalami bekuan di tungkai kiri.
- Minum obat dan kontrol USG sesuai jadwal setelah pemasangan stent vena.
- Sampaikan riwayat Anda kepada dokter sebelum operasi atau saat dirawat.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila tungkai kiri sering bengkak, terasa berat, atau timbul varises tanpa sebab yang jelas, terutama bila Anda pernah mengalami bekuan darah. Segera ke IGD bila tungkai kiri mendadak bengkak dan nyeri, atau muncul sesak napas dan nyeri dada mendadak.
- Bengkak tungkai kiri yang menetap atau berulang
- Nyeri tungkai saat berjalan yang reda bila tungkai diangkat
- Varises di tungkai kiri, paha dalam, atau sekitar kemaluan
- Riwayat bekuan di tungkai kiri, terutama di usia muda
- Rencana hamil atau memakai pil KB setelah pernah mengalami bekuan
- Bengkak atau nyeri baru setelah pemasangan stent vena
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sindrom May-Thurner.
Apakah semua orang dengan jepitan vena iliaka perlu dipasang stent?
Tidak. Jepitan vena iliaka kiri cukup sering ditemukan pada orang tanpa keluhan, dan pada keadaan ini umumnya cukup dipantau. Stent dipertimbangkan bila jepitan menimbulkan keluhan yang berat, misalnya bengkak menahun, nyeri saat berjalan, atau luka, atau setelah bekuan luas diangkat. Keputusannya dibuat setelah dokter menilai hasil pencitraan bersama keluhan Anda.
Mengapa sindrom ini umumnya mengenai tungkai kiri?
Karena letak pembuluh darahnya. Arteri iliaka kanan melintang di depan vena iliaka kiri, tepat di atas tulang belakang bagian bawah. Vena kiri inilah yang tertekan di antara arteri dan tulang. Jepitan serupa pada sisi kanan juga dapat terjadi, tetapi lebih jarang. Itu sebabnya bengkak atau bekuan yang hanya mengenai tungkai kiri menjadi petunjuk bagi dokter.
Berapa lama obat pengencer darah perlu diminum?
Lamanya berbeda bagi setiap orang. Setelah bekuan di vena dalam, obat pengencer darah umumnya diberikan minimal tiga bulan. Dokter dapat memperpanjangnya bila ada faktor risiko yang menetap atau bekuan berulang, dan menyesuaikannya setelah pemasangan stent. Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri. Diskusikan dengan dokter sebelum operasi atau cabut gigi, dan bila muncul tanda perdarahan.
Apakah stent vena bisa tersumbat lagi?
Bisa, walaupun pada sebagian besar pasien stent tetap terbuka. Risiko tersumbat lebih tinggi bila sebelumnya ada bekuan atau jaringan parut yang panjang. Karena itu, dokter memberi obat pengencer darah atau antiplatelet selama beberapa waktu setelah tindakan dan menjadwalkan USG berkala. Bengkak atau nyeri baru di tungkai setelah pemasangan stent perlu segera diperiksa.
Bolehkah saya hamil bila memiliki sindrom May-Thurner?
Umumnya boleh, tetapi perlu direncanakan. Kehamilan menambah tekanan pada vena panggul dan membuat darah lebih mudah membeku, terutama setelah melahirkan. Bila Anda pernah mengalami bekuan atau sudah dipasang stent, dokter dapat menganjurkan suntikan pencegah bekuan selama kehamilan dan setelah melahirkan. Konsultasikan rencana kehamilan dengan dokter pembuluh darah dan dokter kandungan.
Apakah sindrom May-Thurner bisa dicegah?
Jepitannya sendiri tidak dapat dicegah karena berkaitan dengan letak pembuluh darah sejak lahir. Yang dapat dikurangi adalah risiko bekuan: tetap bergerak aktif, hindari duduk lama tanpa bergerak, minum cukup air, dan bicarakan pilihan kontrasepsi dengan dokter. Bila Anda sudah tahu memiliki jepitan ini, sampaikan kepada dokter sebelum operasi atau saat dirawat.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Radityo Prakoso, Sp.JP(K).
- Kakkos SK, Gohel M, Baekgaard N, Bauersachs R, Bellmunt-Montoya S, Black SA, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2021 Clinical Practice Guidelines on the Management of Venous Thrombosis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2021;61(1):9-82.
- De Maeseneer MG, Kakkos SK, Aherne T, Baekgaard N, Black S, Blomgren L, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2022 Clinical Practice Guidelines on the Management of Chronic Venous Disease of the Lower Limbs. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2022;63(2):184-267.
- Harbin MM, Lutsey PL. May-Thurner syndrome: History of understanding and need for defining population prevalence. J Thromb Haemost. 2020;18(3):534-42.
- Birn J, Vedantham S. May-Thurner syndrome and other obstructive iliac vein lesions: meaning, myth, and mystery. Vasc Med. 2015;20(1):74-83.
- Kibbe MR, Ujiki M, Goodwin AL, Eskandari M, Yao J, Matsumura J. Iliac vein compression in an asymptomatic patient population. J Vasc Surg. 2004;39(5):937-43.
- Kaltenmeier CT, Erben Y, Indes J, Lee A, Dardik A, Sarac T, et al. Systematic review of May-Thurner syndrome with emphasis on gender differences. J Vasc Surg Venous Lymphat Disord. 2018;6(3):399-407.e4.
- Vedantham S, Goldhaber SZ, Julian JA, Kahn SR, Jaff MR, Cohen DJ, et al. Pharmacomechanical Catheter-Directed Thrombolysis for Deep-Vein Thrombosis. N Engl J Med. 2017;377(23):2240-52.




