Langsung ke konten

Prosedur medis · Tindakan non-bedah

Denervasi Ginjal

Renal Denervation

Tindakan lewat kateter untuk meredam saraf di sekitar arteri ginjal, sebagai pilihan tambahan bagi hipertensi yang tetap tinggi walaupun sudah berobat, bukan pengganti obat.

Ditinjau secara medis olehDr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi denervasi ginjal: kateter menenangkan saraf di sekitar arteri ginjal untuk membantu menurunkan tekanan darah
Ilustrasi Denervasi Ginjal
Kelompok prosedur
Intervensi Non-Bedah (Minimally Invasive)
Durasi tindakan
1 jam
Anestesi
Sedasi
Rawat inap
Direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Denervasi Ginjal?

Denervasi ginjal adalah tindakan lewat kateter untuk meredam saraf di sekitar arteri ginjal yang ikut menaikkan tekanan darah. Tindakan ini pilihan tambahan bagi hipertensi yang tetap tinggi walaupun sudah minum beberapa obat, atau bila obat tidak dapat ditoleransi, dan diputuskan bersama dokter. Lamanya sekitar 1 sampai 2 jam.

Sumber informasi

Mengenal Denervasi Ginjal

Apa Itu Denervasi Ginjal

Di sekitar arteri ginjal terdapat jaringan saraf simpatis, yaitu bagian sistem saraf yang mengatur jantung dan pembuluh darah tanpa kita sadari. Saraf ini membawa sinyal dari otak ke ginjal dan dari ginjal ke otak. Bila terlalu aktif, ginjal menahan garam dan air, hormon yang menyempitkan pembuluh meningkat, dan tekanan darah naik. Denervasi ginjal adalah tindakan lewat kateter untuk meredam sebagian saraf tersebut agar tekanan darah turun.

Cara Kerja Singkat

Kateter khusus dimasukkan dari pembuluh di lipat paha sampai ke arteri ginjal kanan dan kiri. Dari dalam arteri, kateter memancarkan energi gelombang radio atau gelombang ultrasonik ke beberapa titik di sekeliling dinding, sehingga fungsi saraf di sekitarnya berkurang. Arteri tetap terbuka dan tidak ada alat yang ditinggalkan di dalam tubuh.

Siapa yang Dapat Mempertimbangkan

Pedoman Eropa 2023 dan 2024 menempatkan denervasi ginjal sebagai pilihan tambahan, bukan pengganti obat. Tindakan ini dapat dipertimbangkan bila tekanan darah tetap tinggi walaupun sudah minum kombinasi obat, umumnya tiga jenis termasuk diuretik dengan dosis yang dapat ditoleransi, atau bila obat menimbulkan efek samping yang berat. Syaratnya, tekanan darah tinggi sudah dipastikan dengan pengukuran di rumah atau pemantauan 24 jam, penyebab lain sudah dicari, dan fungsi ginjal masih cukup baik. Keputusan diambil bersama setelah Anda mendapat penjelasan tentang manfaat dan risikonya.

Seberapa Besar Manfaatnya

Penelitian dengan pembanding tindakan pura-pura menunjukkan penurunan tekanan darah atas rata-rata sekitar 4 sampai 7 mmHg lebih besar daripada kelompok pembanding, dan efeknya bertahan sampai sekitar 3 tahun pada pemantauan lanjutan. Responsnya berbeda pada tiap orang: sebagian turun cukup banyak, sebagian lagi hampir tidak berubah, dan belum ada cara untuk memperkirakannya dengan tepat sebelum tindakan. Kebanyakan pasien tetap perlu minum obat setelahnya.

Bukan Pengganti Gaya Hidup dan Obat

Pengurangan garam, aktivitas fisik, dan obat tetap menjadi dasar pengobatan, yang dibahas di halaman Manajemen Hipertensi. Denervasi ginjal belum terbukti secara langsung menurunkan kejadian serangan jantung atau stroke, karena penelitian jangka panjang masih berjalan.

Pemeriksaan sebelum Tindakan

Dokter memastikan tekanan darah memang tinggi di luar klinik, memeriksa keteraturan minum obat, mencari penyebab hipertensi sekunder, dan memeriksa fungsi ginjal. Bentuk dan ukuran arteri ginjal dinilai dengan CT angiografi atau MR angiografi. Pemantauan 24 jam dibahas di halaman Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Hipertensi ResistenTekanan darah tetap tinggi walaupun sudah minum tiga jenis obat atau lebih, termasuk diuretik.
  • Efek Samping Obat yang Tidak Dapat DitoleransiObat yang diperlukan menimbulkan keluhan berat sehingga tidak dapat diminum terus.
  • Hipertensi Tidak Terkendali dengan Risiko Jantung TinggiPada pasien terpilih yang memilih tindakan ini setelah berdiskusi dengan dokter.
  • Tekanan Darah Tinggi Terbukti di Luar KlinikDipastikan dengan pemantauan 24 jam atau pengukuran di rumah, bukan hanya di klinik.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Fungsi Ginjal Sangat MenurunLaju filtrasi ginjal di bawah 40 mL/menit/1,73 m2; manfaat dan keamanannya belum cukup diteliti.
  • Bentuk Arteri Ginjal Tidak SesuaiMisalnya arteri terlalu kecil, menyempit, atau sudah pernah dipasang stent.
  • Hipertensi Sekunder yang Dapat DiobatiMisalnya gangguan hormon atau penyempitan arteri ginjal; penyebabnya ditangani lebih dahulu.
  • Tekanan Darah Tinggi Hanya di KlinikHipertensi jas putih tidak memerlukan tindakan ini.
  • KehamilanTindakan dengan sinar X dan kontras ditunda; tekanan darah ditangani dengan obat yang aman.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan dimulai beberapa minggu sebelumnya untuk memastikan tindakan ini memang sesuai untuk Anda.

Memastikan tekanan darah. Pemantauan tekanan darah 24 jam atau catatan pengukuran di rumah, yang dibahas di halaman Pemantauan Tekanan Darah di Rumah.

Mencari penyebab lain. Pemeriksaan hormon, fungsi ginjal, dan bila perlu pemeriksaan gangguan napas saat tidur.

Pencitraan arteri ginjal. CT angiografi atau MR angiografi untuk menilai ukuran dan bentuk arteri ginjal.

Obat. Lanjutkan obat tekanan darah seperti biasa kecuali dokter meminta lain. Sampaikan bila Anda minum obat pengencer darah atau metformin, atau punya alergi kontras.

Puasa. Biasanya tidak makan sekitar 6 jam sebelum tindakan.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Denervasi ginjal dilakukan di ruang kateterisasi dan berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam. Tempat tusukan dibius lokal, dan Anda diberi obat penenang serta pereda nyeri lewat infus karena pancaran energi dapat menimbulkan nyeri sesaat di perut atau pinggang.

Akses Pembuluh Darah

Selongsong kecil dimasukkan ke arteri di lipat paha, kadang di pergelangan tangan.

Memetakan Arteri Ginjal

Kateter diarahkan ke arteri ginjal, lalu zat kontras disuntikkan untuk melihat ukuran dan cabang-cabangnya. Obat pengencer darah diberikan selama tindakan.

Memancarkan Energi

Kateter denervasi ditempatkan di arteri ginjal kanan dan kiri, termasuk cabangnya bila sesuai, lalu energi gelombang radio atau ultrasonik dipancarkan ke beberapa titik di sekeliling dinding arteri.

Pemeriksaan Akhir

Angiografi diulang untuk memastikan arteri ginjal tetap baik, lalu selongsong dicabut dan tempat tusukan ditutup.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Penurunan Tekanan Darah TambahanBekerja di samping obat, dengan penurunan rata-rata beberapa mmHg.
  • Efek Sepanjang HariPenurunan terlihat pada pemantauan 24 jam, tanpa bergantung pada jadwal minum obat.
  • Tanpa Sayatan Besar atau Alat yang TertinggalDilakukan lewat tusukan kecil, dan tidak ada alat yang ditinggalkan di dalam tubuh.
  • Pemulihan SingkatUmumnya dapat pulang keesokan harinya dan beraktivitas ringan dalam beberapa hari.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Memar atau Perdarahan di Tempat TusukanUmumnya ringan; jarang memerlukan tindakan tambahan.
  • Nyeri Perut atau Pinggang saat TindakanDirasakan saat energi dipancarkan; dicegah dengan obat pereda nyeri dan penenang.
  • Kerusakan atau Penyempitan Arteri GinjalJarang; dipantau dan dapat ditangani lewat kateter bila terjadi.
  • Gangguan Ginjal karena KontrasLebih mungkin bila fungsi ginjal sudah menurun; dicegah dengan cairan infus.
  • Tekanan Darah Tidak Turun Sesuai HarapanRespons berbeda pada tiap orang; obat tetap disesuaikan dokter.
  • Tekanan Darah Terlalu RendahDapat menimbulkan pusing bila dosis obat belum disesuaikan; pantau tekanan darah di rumah.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Umumnya Anda menginap satu malam untuk pemantauan.

Setelah tindakan. Anda berbaring beberapa jam, sementara tempat tusukan dan tekanan darah dipantau.

Obat tekanan darah. Tetap diminum seperti biasa. Penurunan tekanan darah biasanya muncul bertahap dalam beberapa minggu sampai bulan, dan dokter menyesuaikan obat berdasarkan hasil pemantauan.

Pemantauan di rumah. Catat tekanan darah secara teratur dan bawa catatannya saat kontrol.

Kontrol. Biasanya beberapa minggu setelah tindakan, lalu sekitar 3 sampai 6 bulan dengan pemantauan 24 jam dan pemeriksaan fungsi ginjal.

Aktivitas. Aktivitas ringan dapat dilakukan setelah pulang. Hindari mengangkat beban berat selama beberapa hari.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Perdarahan atau bengkak yang membesar di tempat tusukan
  • Tungkai pucat, dingin, atau kesemutan di sisi tusukan
  • Nyeri hebat di perut, pinggang, atau punggung
  • Pusing berat atau pingsan, terutama saat berdiri
  • Tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih disertai sakit kepala hebat, nyeri dada, sesak napas, atau lemah separuh badan

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang denervasi ginjal.

Apakah setelah denervasi ginjal saya bisa berhenti minum obat?

Umumnya tidak. Denervasi ginjal adalah pengobatan tambahan, dan kebanyakan pasien tetap perlu obat setelahnya. Pada sebagian pasien, jumlah atau dosis obat dapat dikurangi bila tekanan darah turun. Keputusan itu diambil dokter berdasarkan hasil pemantauan, bukan oleh pasien sendiri. Jangan menghentikan atau mengurangi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Apakah tekanan darah pasti turun setelah tindakan?

Tidak selalu. Rata-rata, penurunan tekanan darah atas sekitar 4 sampai 7 mmHg lebih besar daripada tindakan pembanding, tetapi responsnya berbeda pada tiap orang. Sebagian pasien turun cukup banyak, sebagian lagi hampir tidak berubah. Penurunan biasanya terlihat bertahap dalam beberapa minggu sampai bulan, sehingga hasilnya dinilai dengan pemantauan 24 jam beberapa bulan setelah tindakan.

Apakah denervasi ginjal terasa sakit?

Tempat tusukan dibius lokal. Saat energi dipancarkan, Anda dapat merasakan nyeri di perut, pinggang, atau punggung selama beberapa detik. Karena itu Anda diberi obat penenang dan pereda nyeri lewat infus sepanjang tindakan. Setelah tindakan, nyeri ringan di tempat tusukan atau pinggang dapat terasa satu sampai dua hari.

Apakah tindakan ini merusak ginjal?

Penelitian sampai beberapa tahun tidak menunjukkan penurunan fungsi ginjal yang lebih besar dibanding kelompok pembanding, dan penyempitan arteri ginjal setelah tindakan jarang terjadi. Zat kontras dapat membebani ginjal, terutama bila fungsinya sudah menurun, sehingga jumlahnya dibatasi. Fungsi ginjal diperiksa sebelum tindakan dan saat kontrol.

Apa bedanya denervasi ginjal dengan menambah obat?

Obat bekerja selama diminum teratur, dan dosisnya mudah disesuaikan. Denervasi ginjal adalah tindakan satu kali yang efeknya bertahan, sehingga tidak bergantung pada jadwal minum obat. Pedoman menempatkan obat dan gaya hidup sebagai langkah utama, dan denervasi sebagai pilihan tambahan bila tekanan darah tetap tinggi atau obat tidak dapat ditoleransi. Pilihan diambil bersama dokter setelah membahas manfaat dan risikonya.

Kapan saya bisa kembali beraktivitas?

Umumnya Anda pulang keesokan harinya. Aktivitas ringan seperti berjalan dan bekerja di kantor dapat dilakukan dalam satu sampai dua hari. Hindari mengangkat beban berat dan olahraga berat sekitar satu minggu, terutama bila tusukan di lipat paha. Ikuti petunjuk tim tentang perawatan tempat tusukan dan jadwal kontrol tekanan darah.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K).

  1. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
  2. Mancia G, Kreutz R, Brunström M, dkk. 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension. J Hypertens. 2023;41(12):1874-2071.
  3. Barbato E, Azizi M, Schmieder RE, dkk. Renal denervation in the management of hypertension in adults. A clinical consensus statement of the ESC Council on Hypertension and the European Association of Percutaneous Cardiovascular Interventions (EAPCI). Eur Heart J. 2023;44(15):1313-1330.
  4. Böhm M, Kario K, Kandzari DE, dkk. Efficacy of catheter-based renal denervation in the absence of antihypertensive medications (SPYRAL HTN-OFF MED Pivotal): a multicentre, randomised, sham-controlled trial. Lancet. 2020;395(10234):1444-1451.
  5. Mahfoud F, Kandzari DE, Kario K, dkk. Long-term efficacy and safety of renal denervation in the presence of antihypertensive drugs (SPYRAL HTN-ON MED): a randomised, sham-controlled trial. Lancet. 2022;399(10333):1401-1410.
  6. Azizi M, Sanghvi K, Saxena M, dkk. Ultrasound renal denervation for hypertension resistant to a triple medication pill (RADIANCE-HTN TRIO): a randomised, multicentre, single-blind, sham-controlled trial. Lancet. 2021;397(10293):2476-2486.
  7. Azizi M, Saxena M, Wang Y, dkk. Endovascular ultrasound renal denervation to treat hypertension: the RADIANCE II randomized clinical trial. JAMA. 2023;329(8):651-661.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Denervasi Ginjal

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur