Jawaban singkat
Apa Itu Hipertensi Primer / Esensial?
Hipertensi primer atau esensial adalah tekanan darah tinggi tanpa satu penyebab yang dapat ditemukan dan dialami sekitar 9 dari 10 penderita hipertensi. Kondisi ini berkembang perlahan dari gabungan faktor keturunan, usia, dan gaya hidup.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada atau dada terasa ditekan
- Sesak napas berat
- Wajah mencong, lengan atau tungkai lemah sesisi, atau bicara pelo
- Sakit kepala hebat mendadak disertai muntah atau kebingungan
- Penglihatan kabur atau hilang mendadak
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Hipertensi Primer / Esensial
Hipertensi primer, disebut juga hipertensi esensial, adalah tekanan darah yang menetap pada 140/90 mmHg atau lebih tanpa penyakit lain yang menjadi penyebabnya. Jenis ini mencakup sekitar 9 dari 10 penderita hipertensi dewasa. Kebalikannya adalah hipertensi sekunder, yang timbul akibat gangguan tertentu seperti penyakit ginjal atau kelebihan hormon dan dibahas di halaman Hipertensi Sekunder.
Bagaimana Hipertensi Primer Terjadi
Tidak ada satu mekanisme tunggal. Banyak gen yang masing-masing berpengaruh kecil membuat seseorang lebih mudah mengalami kenaikan tekanan darah. Pada sebagian orang, ginjal cenderung menahan garam dan air sehingga volume darah bertambah. Sistem saraf yang mengatur denyut jantung dan lebar pembuluh dapat terlalu aktif, misalnya karena stres berkepanjangan atau kurang tidur. Hormon renin, angiotensin, dan aldosteron ikut menyempitkan pembuluh dan menahan garam. Seiring usia, dinding arteri makin kaku sehingga angka atas cenderung naik. Pada setiap orang, perpaduan faktor-faktor ini berbeda, sehingga tanggapan terhadap garam, olahraga, atau jenis obat juga dapat berbeda.
Peran Gaya Hidup
Kecenderungan bawaan lebih mudah berkembang menjadi hipertensi bila bertemu kebiasaan sehari-hari yang kurang sehat. Asupan garam tinggi, kurang sayur dan buah, jarang bergerak, berat badan berlebih, alkohol, dan merokok membuat tekanan darah naik sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Kabar baiknya, faktor-faktor ini dapat diubah. Pengurangan garam, pola makan kaya sayur dan buah, olahraga teratur, dan penurunan berat badan masing-masing dapat menurunkan angka atas beberapa mmHg, dan efeknya bertambah bila dijalankan bersama.
Perjalanan Jangka Panjang
Hipertensi primer umumnya tidak hilang dengan sendirinya, tetapi dapat dikendalikan. Tanpa pengendalian, tekanan tinggi perlahan menebalkan otot jantung serta merusak pembuluh darah di otak, ginjal, dan mata. Dengan gaya hidup sehat dan obat bila diperlukan, kebanyakan penderita dapat mencapai target dan menjalani hidup aktif. Kuncinya adalah pengobatan yang dijalankan terus-menerus dan pengukuran rutin di rumah, karena tekanan darah biasanya naik kembali bila obat atau kebiasaan sehat dihentikan. Pedoman ESC 2024 menganjurkan target angka atas 120 sampai 129 mmHg bila dapat ditoleransi. Gambaran umum semua jenis hipertensi dibahas di halaman Hipertensi.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Hipertensi primer umumnya tidak menimbulkan keluhan. Keluhan berikut tidak khas dan dapat disebabkan hal lain.
- Umumnya tanpa keluhan selama bertahun-tahun
- Tekanan darah tinggi baru diketahui saat cek kesehatan atau berobat untuk hal lain
- Sakit kepala atau tengkuk terasa berat pada sebagian orang
- Pusing atau rasa melayang
- Mudah lelah atau sesak saat beraktivitas bila jantung mulai terdampak
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Kecenderungan keturunan dari banyak gen yang masing-masing berpengaruh kecil
- Kepekaan terhadap garam, sehingga ginjal menahan natrium dan air lebih banyak
- Sistem saraf simpatis yang terlalu aktif, misalnya karena stres berkepanjangan atau kurang tidur
- Hormon renin, angiotensin, dan aldosteron yang menyempitkan pembuluh dan menahan garam
- Arteri yang makin kaku seiring bertambahnya usia
- Berat badan berlebih dan resistensi insulin
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Asupan garam tinggi, sering makan makanan olahan, kurang sayur dan buah, jarang bergerak, merokok, dan minum alkohol.
Medis
Berat badan berlebih, diabetes, sindrom metabolik, dan tekanan darah di kisaran meningkat (120 sampai 139 untuk angka atas atau 70 sampai 89 untuk angka bawah).
Genetik
Risiko lebih tinggi bila orang tua atau saudara kandung memiliki hipertensi, terutama bila muncul di usia muda.
Usia
Tekanan darah cenderung naik seiring usia karena arteri makin kaku, sehingga hipertensi primer lebih sering ditemukan setelah usia 40 tahun.
Lainnya
Stres berkepanjangan, kurang tidur, dan pola kerja yang membuat jarang bergerak ikut berperan pada sebagian orang.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Orang dengan Tekanan Darah Meningkat: Angka 120 sampai 139 atau 70 sampai 89 mmHg berisiko berkembang menjadi hipertensi. Dibahas di halaman Prehipertensi.
- Keluarga Penderita Hipertensi: Kecenderungan keturunan membuat pemeriksaan berkala dan gaya hidup sehat perlu dimulai lebih awal.
- Orang dengan Berat Badan Berlebih: Lemak perut dan resistensi insulin berkaitan dengan tekanan darah yang lebih tinggi.
- Usia 40 Tahun atau Lebih: Arteri yang makin kaku membuat tekanan darah cenderung naik seiring bertambahnya usia.
- Penyandang Diabetes atau Sindrom Metabolik: Gangguan gula darah dan lemak darah sering muncul bersama hipertensi dan saling memperberat risiko.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis hipertensi primer ditegakkan dalam dua langkah. Langkah awal adalah memastikan tekanan darah memang tinggi lewat pengukuran berulang di klinik dan, bila memungkinkan, pengukuran di rumah selama 7 hari atau pemantauan 24 jam. Langkah berikutnya adalah memastikan tidak ada penyakit lain yang menjadi penyebab.
Untuk itu, dokter menanyakan riwayat kesehatan, obat dan jamu yang dipakai, kebiasaan mendengkur, serta riwayat keluarga, lalu memeriksa tubuh dan meminta tes darah serta urine dasar. Bila hipertensi muncul sebelum usia 40 tahun, kalium darah rendah, tekanan naik mendadak, atau sulit turun dengan obat, pemeriksaan penyebab sekunder dilanjutkan. Pada saat yang sama, EKG dan tes urine membantu menilai apakah tekanan tinggi sudah memengaruhi jantung dan ginjal.
Skrining Hipertensi & Tekanan Darah
Pengukuran di klinik dengan cara yang benar untuk menemukan tekanan darah tinggi yang sering tanpa keluhan.
Pemantauan Tekanan Darah di Rumah
Pengukuran sendiri pagi dan malam selama 7 hari; rata-rata 135/85 mmHg atau lebih memastikan hipertensi.
Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori
Pengukuran otomatis selama 24 jam termasuk saat tidur; rata-rata 130/80 mmHg atau lebih memastikan hipertensi.
Pemeriksaan Laboratorium
Fungsi ginjal, kalium, natrium, gula darah, dan kolesterol untuk menilai risiko serta menyingkirkan penyebab sekunder yang umum.
Tes Protein Urine
Mencari albumin dalam urine sebagai tanda awal kerusakan ginjal dan pembuluh darah.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari tanda penebalan otot jantung kiri dan gangguan irama akibat tekanan tinggi yang lama.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pengurangan Garam
Batasi garam sekitar 5 gram per hari. Garam pengganti yang mengandung kalium dapat membantu bila dokter mengizinkan, terutama bila fungsi ginjal normal.
Pola Makan Kaya Sayur dan Buah
Pola makan seperti DASH, yang kaya sayur, buah, kacang, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak, terbukti membantu menurunkan tekanan darah.
Aktivitas Fisik Teratur
Olahraga aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, ditambah latihan kekuatan 2 sampai 3 kali seminggu.
Menurunkan Berat Badan
Penurunan berat badan pada orang dengan berat berlebih membantu menurunkan tekanan darah dan risiko diabetes.
Obat Penurun Tekanan Darah
Golongan penghambat ACE, ARB, antagonis kalsium, dan diuretik, umumnya dimulai sebagai dua obat dosis rendah dalam satu tablet. Dokter menentukan jenis dan dosisnya.
Pengendalian Faktor Risiko Lain
Kolesterol, gula darah, dan kebiasaan merokok ikut dikelola karena risikonya saling menambah.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Penebalan Otot Jantung Kiri
Bilik kiri menebal karena terus memompa melawan tekanan tinggi. Bila berlanjut, jantung menjadi kaku dan dapat melemah.
Penyakit Jantung Koroner
Tekanan tinggi mempercepat penumpukan plak di arteri koroner sehingga meningkatkan risiko angina dan serangan jantung.
Stroke
Pembuluh darah otak dapat tersumbat atau pecah. Mengendalikan tekanan darah menurunkan risiko ini secara nyata.
Gagal Jantung
Jantung yang lama terbebani dapat tidak mampu memompa atau mengisi darah dengan baik. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Penyakit Ginjal Kronis
Pembuluh kecil di ginjal rusak perlahan, ditandai protein dalam urine lalu penurunan fungsi ginjal.
Penurunan Daya Ingat
Tekanan tinggi yang lama merusak pembuluh darah kecil di otak dan berkaitan dengan gangguan daya ingat di usia lanjut.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Batasi garam sekitar 5 gram atau satu sendok teh per hari, termasuk dari kecap, saus, mi instan, dan makanan kemasan
- Isi separuh piring dengan sayur dan buah
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu
- Jaga berat badan dan lingkar perut tetap sehat
- Berhenti merokok dan hindari alkohol
- Ukur tekanan darah secara berkala, terutama bila ada riwayat hipertensi dalam keluarga
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Hipertensi primer sering ditemukan secara kebetulan. Buat janji konsultasi bila:
- Hasil pengukuran di klinik 140/90 mmHg atau lebih, atau rata-rata di rumah 135/85 mmHg atau lebih
- Tekanan darah Anda di kisaran meningkat dan Anda memiliki diabetes, penyakit ginjal, atau riwayat keluarga penyakit jantung
- Target belum tercapai setelah beberapa bulan perubahan gaya hidup atau pengobatan
- Muncul efek samping obat, seperti pusing saat berdiri, batuk kering, atau bengkak di pergelangan kaki
- Hipertensi muncul sebelum usia 40 tahun, sehingga perlu dicari kemungkinan penyebab sekunder
Segera ke IGD bila tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih disertai nyeri dada, sesak napas, lemah separuh badan, bicara pelo, atau gangguan penglihatan.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang hipertensi primer atau esensial.
Apa bedanya hipertensi primer dan hipertensi sekunder?
Pada hipertensi primer, tidak ditemukan satu penyakit yang menjadi penyebab; tekanan darah naik karena gabungan faktor keturunan, usia, dan gaya hidup. Pada hipertensi sekunder, ada penyebab yang dapat dikenali, misalnya penyakit ginjal, aldosteron berlebih, atau sleep apnea. Membedakannya penting karena hipertensi sekunder dapat membaik bila penyebabnya ditangani. Dibahas di halaman Hipertensi Sekunder.
Apakah hipertensi primer diturunkan?
Keturunan ikut berperan, tetapi tidak berdiri sendiri. Banyak gen yang masing-masing berpengaruh kecil membuat seseorang lebih mudah mengalami hipertensi, terutama bila disertai asupan garam tinggi, berat badan berlebih, dan kurang gerak. Bila orang tua atau saudara kandung Anda memiliki hipertensi, mulailah mengukur tekanan darah secara berkala dan jaga gaya hidup sehat sejak muda.
Bisakah tekanan darah turun tanpa obat?
Pada tekanan darah yang meningkat ringan, perubahan gaya hidup saja dapat cukup bila dijalankan dengan konsisten selama sekitar 3 bulan. Mengurangi garam, memperbanyak sayur dan buah, berolahraga teratur, menurunkan berat badan, dan menghindari alkohol masing-masing menurunkan tekanan beberapa mmHg. Bila tekanan tetap 140/90 mmHg atau lebih, atau risiko jantung Anda tinggi, dokter umumnya menambahkan obat.
Mengapa dokter langsung memberi dua obat?
Pedoman Eropa menganjurkan kebanyakan penderita hipertensi memulai dengan dua obat dosis rendah, sebaiknya dalam satu tablet. Gabungan dua obat yang bekerja dengan cara berbeda menurunkan tekanan darah lebih cepat dan efek sampingnya lebih ringan daripada satu obat dosis tinggi. Satu tablet sehari juga memudahkan Anda minum obat teratur. Pada lansia yang rapuh, dokter dapat memulai dengan satu obat.
Berapa target tekanan darah bagi penderita hipertensi primer?
Pedoman ESC 2024 menganjurkan angka atas 120 sampai 129 mmHg bagi kebanyakan penderita yang sudah berobat, bila dapat ditoleransi. Pedoman ESH 2023 menganjurkan di bawah 140/90 mmHg untuk semua penderita dan lebih rendah lagi bila dapat ditoleransi. Pada lansia yang rapuh atau mudah pusing saat berdiri, target dibuat lebih longgar. Dokter menentukan target sesuai kondisi Anda.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).
- McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
- Mancia G, Kreutz R, Brunström M, dkk. 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension: Endorsed by the International Society of Hypertension (ISH) and the European Renal Association (ERA). J Hypertens. 2023;41(12):1874-2071.
- Oparil S, Acelajado MC, Bakris GL, dkk. Hypertension. Nat Rev Dis Primers. 2018;4:18014.
- Carey RM, Muntner P, Bosworth HB, Whelton PK. Prevention and Control of Hypertension: JACC Health Promotion Series. J Am Coll Cardiol. 2018;72(11):1278-1293.
- Neal B, Wu Y, Feng X, dkk. Effect of Salt Substitution on Cardiovascular Events and Death. N Engl J Med. 2021;385(12):1067-1077.




