Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED

Blood Sedimentation Rate / BSR

Tes darah sederhana yang mengukur seberapa cepat sel darah merah mengendap dalam satu jam, sebagai penanda adanya peradangan di dalam tubuh.

Ditinjau secara medis olehdr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui29 September 2026
Ilustrasi tes laju endap darah dengan dua tabung ukur, lapisan plasma, sel darah merah yang mengendap, jam, dan pembesaran eritrosit bertumpuk.
Ilustrasi Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
10 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED?

Pemeriksaan laju endap darah (LED) mengukur seberapa cepat sel darah merah turun ke dasar tabung dalam satu jam. Saat ada peradangan, sel darah merah lebih mudah menggumpal sehingga turun lebih cepat. LED membantu dokter menilai peradangan, misalnya pada demam rematik, endokarditis, dan penyakit autoimun.

Sumber informasi

Mengenal Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED

Apa Itu Laju Endap Darah

Laju endap darah (LED) adalah kecepatan sel darah merah turun dan mengendap di dasar tabung tegak dalam waktu satu jam. Hasilnya dilaporkan dalam milimeter per jam (mm/jam). LED tidak menunjukkan penyakit tertentu, tetapi membantu menandai adanya peradangan dan memantau perjalanannya.

Cara Kerja Singkat

Darah dimasukkan ke tabung tegak yang tinggi dan didiamkan selama satu jam. Saat ada peradangan, protein tertentu di dalam darah membuat sel darah merah saling menempel dan bertumpuk, sehingga lebih berat dan turun lebih cepat. Setelah satu jam, petugas mengukur tinggi cairan bening di atas sel darah merah.

Membaca Hasil

Batas normal berbeda menurut usia dan jenis kelamin, dan setiap laboratorium punya rentang sendiri. LED cenderung naik seiring usia dan sedikit lebih tinggi pada perempuan.

  • Normal atau sedikit naik: sering tidak bermakna, terutama pada lansia.
  • Meningkat: dapat ditemukan pada infeksi, penyakit autoimun, peradangan pembuluh darah, atau anemia.
  • Sangat tinggi: perlu dicari penyebabnya, misalnya infeksi berat, peradangan pembuluh darah besar, atau penyakit darah tertentu.

LED dan Penyakit Jantung

Pada demam rematik akut, LED yang meningkat termasuk salah satu kriteria pendukung diagnosis. Di wilayah dengan banyak kasus seperti Indonesia, batas yang dipakai adalah 30 mm/jam atau lebih. Demam rematik yang berulang dapat merusak katup jantung dan menyebabkan penyakit jantung rematik. LED juga membantu memantau endokarditis, peradangan pembuluh darah besar seperti arteritis Takayasu, dan penyakit autoimun yang dapat memengaruhi jantung.

LED dan CRP

LED berubah lebih lambat dibanding CRP, baik saat naik maupun turun, dan lebih banyak dipengaruhi anemia, kehamilan, atau penyakit ginjal. Karena itu, dokter sering memeriksa keduanya bersamaan agar gambaran peradangan lebih jelas.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Dugaan Demam Rematik AkutLED yang meningkat menjadi salah satu kriteria pendukung diagnosis.
  • Memantau Penyakit Jantung RematikMembantu menilai apakah peradangan masih aktif.
  • Dugaan EndokarditisBersama tes lain, membantu menilai infeksi katup jantung dan respons pengobatan.
  • Dugaan Peradangan Pembuluh DarahMisalnya arteritis Takayasu atau vaskulitis lain.
  • Penyakit AutoimunSeperti lupus atau artritis reumatoid, untuk memantau aktivitas penyakit.
  • Demam atau Lemas yang Belum Jelas PenyebabnyaSebagai petunjuk awal adanya peradangan atau infeksi.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • AnemiaSel darah merah yang lebih sedikit membuat LED tampak lebih tinggi.
  • KehamilanLED wajar meningkat selama kehamilan.
  • Penyakit Ginjal KronisDapat menaikkan LED meski tanpa peradangan aktif.
  • Usia LanjutBatas normal lebih tinggi pada orang lanjut usia.
  • Kelainan Sel Darah MerahMisalnya sel sabit atau jumlah sel darah merah berlebih, dapat membuat LED sangat rendah.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemeriksaan LED memakai sampel darah dan tidak memerlukan persiapan khusus.

Makan dan minum. Tidak perlu puasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa.

Obat. Minum obat seperti biasa. Bawa daftar obat Anda, terutama obat antiradang, kortikosteroid, atau terapi hormon.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, sedang haid, memiliki anemia, atau memiliki penyakit ginjal.

Hasil sebelumnya. Bawa hasil LED atau CRP sebelumnya supaya dokter dapat melihat perubahannya.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit. Pembacaan LED memerlukan waktu satu jam di laboratorium, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.

Pencocokan Identitas

Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan obat serta keadaan yang dapat memengaruhi hasil.

Pengambilan Darah

Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku dan dicampur dengan zat agar tidak membeku.

Pengendapan Selama Satu Jam

Darah dimasukkan ke tabung tegak yang berskala, lalu didiamkan tanpa diguncang selama tepat satu jam. Sebagian laboratorium memakai alat otomatis yang lebih cepat.

Pembacaan Hasil

Tinggi cairan bening di atas sel darah merah dicatat dalam mm/jam. Dokter membacanya bersama keluhan, CRP, dan pemeriksaan lain.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Sederhana dan MurahHanya memerlukan sedikit darah dan tersedia luas.
  • Penanda Adanya PeradanganMemberi petunjuk awal bahwa ada proses peradangan di dalam tubuh.
  • Mendukung Diagnosis Demam RematikTermasuk dalam kriteria yang dipakai dokter untuk diagnosis.
  • Memantau Aktivitas PenyakitPerubahan LED membantu menilai hasil pengobatan dari waktu ke waktu.
  • Melengkapi CRPBersama CRP memberi gambaran peradangan yang lebih lengkap.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
  • Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
  • Hasil Tidak SpesifikLED naik pada banyak keadaan, sehingga perlu pemeriksaan lain untuk mencari penyebabnya.
  • Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.

Bila LED tinggi. Dokter mencari penyebabnya dengan pemeriksaan lain, misalnya CRP, tes autoimun, atau ekokardiografi.

Pemantauan. LED dapat diulang untuk melihat apakah peradangan mereda setelah pengobatan, biasanya setelah beberapa minggu karena LED turun perlahan.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Demam disertai nyeri sendi yang berpindah-pindah
  • Sesak napas atau jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala hebat disertai gangguan penglihatan

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH

Gastroenterologi Hepatologi

Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi

Lihat Profil

dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)

Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular

Cardiovascular Diagnostic Center +1 center

Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal

Lihat Profil

dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan laju endap darah. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Berapa nilai LED yang normal?

Nilai normal bergantung pada usia, jenis kelamin, dan laboratorium. Sebagai gambaran kasar, batas atas pada pria sekitar usia dibagi dua, dan pada perempuan sekitar usia ditambah 10 lalu dibagi dua, dalam mm/jam. Karena itu, LED sedikit di atas rentang laboratorium pada lansia sering tidak bermakna.

Apa arti LED tinggi?

LED tinggi menandakan kemungkinan ada peradangan, misalnya infeksi, penyakit autoimun, atau peradangan pembuluh darah. LED juga dapat naik karena anemia, kehamilan, usia lanjut, atau penyakit ginjal. Karena tidak spesifik, dokter membaca hasilnya bersama keluhan dan pemeriksaan lain untuk menemukan penyebabnya.

Apa hubungan LED dengan demam rematik?

Demam rematik akut adalah reaksi peradangan setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri streptokokus, yang dapat merusak katup jantung. LED yang meningkat menjadi salah satu kriteria pendukung diagnosis. Di wilayah dengan banyak kasus seperti Indonesia, batas yang dipakai adalah 30 mm/jam atau lebih, bersama gejala dan pemeriksaan lain.

Apa bedanya LED dan CRP?

Keduanya menandai peradangan. CRP naik dan turun lebih cepat, sehingga cocok untuk memantau perubahan dari hari ke hari. LED berubah lebih lambat dan lebih dipengaruhi anemia, kehamilan, atau penyakit ginjal. Dokter sering memeriksa keduanya bersamaan untuk mendapat gambaran yang lebih lengkap.

Apakah perlu puasa sebelum tes LED?

Tidak perlu. LED tidak dipengaruhi makanan, sehingga Anda dapat makan dan minum seperti biasa. Bila tes lain yang memerlukan puasa diperiksa bersamaan, ikuti instruksi untuk tes tersebut. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, haid, atau memiliki anemia, karena keadaan ini dapat memengaruhi hasil.

Mengapa LED saya masih tinggi padahal sudah membaik?

LED turun lebih lambat dibanding keluhan dan CRP, sehingga dapat tetap tinggi selama beberapa minggu setelah peradangan mereda. LED juga dapat tinggi karena anemia atau penyakit ginjal. Dokter menilai hasil bersama keluhan dan tes lain, lalu dapat mengulang LED setelah beberapa minggu.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH.

  1. Jou JM, Lewis SM, Briggs C, dkk. ICSH review of the measurement of the erythrocyte sedimentation rate. Int J Lab Hematol. 2011;33(2):125-132.
  2. Miller A, Green M, Robinson D. Simple rule for calculating normal erythrocyte sedimentation rate. Br Med J (Clin Res Ed). 1983;286(6361):266.
  3. Gewitz MH, Baltimore RS, Tani LY, dkk. Revision of the Jones Criteria for the diagnosis of acute rheumatic fever in the era of Doppler echocardiography: a scientific statement from the American Heart Association. Circulation. 2015;131(20):1806-1818.
  4. Harrison M. Abnormal laboratory results: erythrocyte sedimentation rate and C-reactive protein. Aust Prescr. 2015;38(3):93-94.
  5. Hellmich B, Agueda A, Monti S, dkk. 2018 Update of the EULAR recommendations for the management of large vessel vasculitis. Ann Rheum Dis. 2020;79(1):19-30.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur