Langsung ke konten
Utamakan pertolongan

Ada Tanda Kegawatan? Segera Cari Pertolongan.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258. Jangan menunggu jadwal konsultasi atau balasan chat.

Retina hanya bertahan sebentar tanpa aliran darah, dan risiko stroke otak meningkat pada hari-hari setelahnya. Karena itu, kehilangan penglihatan mendadak perlu langsung diperiksa di IGD, bukan menunggu jadwal kontrol mata.

Hubungi Heart Attack Center 1500 258Hubungi 1500 258, Heart Attack Center

Tanda yang memerlukan pertolongan segera

  • Penglihatan satu mata hilang mendadak, walau hanya beberapa menit
  • Disertai wajah mencong, lengan atau tungkai lemah, atau bicara pelo
  • Penglihatan ganda atau separuh lapang pandang kedua mata hilang
  • Sakit kepala hebat mendadak, atau pusing berputar dengan sulit berjalan
  • Penglihatan kabur disertai nyeri pelipis atau rahang pada usia di atas 50 tahun

Stroke

Stroke Mata

Retinal Artery Occlusion / Eye Stroke

Ditinjau secara medis olehdr. Indah A. Putri, Sp.N, Subsp, NIOO(K), MSc, Spesialis Neurologi (Saraf)
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis oklusi arteri retina pada penampang samping bola mata, menunjukkan arteri retina yang tersumbat fragmen kecil sehingga area retina tampak lebih pucat, dengan inset penyumbatan arteri retina dan plak pada arteri karotis di leher.
Ilustrasi Stroke Mata

Jawaban singkat

Apa Itu Stroke Mata?

Stroke mata adalah sumbatan arteri retina yang membuat penglihatan satu mata hilang mendadak, biasanya tanpa nyeri. Ini keadaan darurat yang setara dengan stroke otak: segera ke IGD.

Sumber informasi

Mengenal Stroke Mata

Stroke mata adalah sebutan awam untuk sumbatan arteri retina. Retina adalah lapisan peka cahaya di bagian belakang bola mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal untuk otak. Arteri yang memberi makan retina bercabang dari arteri karotis, pembuluh yang juga mengalirkan darah ke otak. Karena itu, pernyataan ilmiah AHA 2021 memandang sumbatan arteri retina sebagai salah satu bentuk stroke iskemik. Gambaran umum stroke dibahas di halaman Stroke.

Jenis Sumbatan

Bila sumbatan terjadi di arteri retina sentral, hampir seluruh penglihatan satu mata hilang dalam hitungan detik. Bila yang tersumbat cabangnya, hanya sebagian lapang pandang yang gelap, misalnya separuh atas atau bawah. Karena tidak nyeri, gejala ini sering disangka mata lelah. Ada pula sumbatan sementara, ketika penglihatan satu mata gelap seperti tirai turun lalu pulih dalam beberapa menit (amaurosis fugax). Keadaan ini setara dengan serangan stroke sementara dan dibahas di halaman Stroke Ringan. Sumbatan vena retina, yang kadang juga disebut stroke mata, merupakan keadaan berbeda yang ditangani dokter mata.

Mengapa Perlu ke IGD

Sel retina mulai rusak dalam waktu singkat setelah aliran darah terhenti, sehingga peluang menyelamatkan penglihatan bergantung pada kecepatan. Selain itu, sumber sumbatannya sering sama dengan sumber stroke otak, dan risiko stroke otak meningkat terutama pada beberapa minggu pertama. Karena itu, pasien dianjurkan langsung ke IGD agar dapat diperiksa seperti pasien stroke, tidak menunggu jadwal kontrol mata biasa. Di IGD, dokter juga memeriksa tanda stroke lain pada wajah, lengan, dan cara bicara.

Hubungan dengan Jantung dan Pembuluh Leher

Sumbatan biasanya berupa serpihan plak atau bekuan kecil yang terbawa aliran darah. Sumber yang sering adalah plak kolesterol di arteri karotis leher, yang dibahas di halaman Aterosklerosis, dan bekuan dari jantung pada fibrilasi atrium atau penyakit katup jantung. Penelitian menunjukkan banyak pasien baru diketahui memiliki faktor risiko pembuluh darah, seperti hipertensi, diabetes, atau penyempitan karotis, setelah diperiksa lengkap. Pada usia di atas 50 tahun, dokter juga memikirkan peradangan arteri yang disebut arteritis sel raksasa, karena memerlukan obat segera untuk melindungi mata sebelahnya.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Gejala muncul mendadak pada satu mata dan biasanya tanpa nyeri. Tutup satu mata bergantian untuk mengetahui mata yang terkena.

  • Penglihatan satu mata hilang atau sangat kabur secara mendadak
  • Tidak ada rasa nyeri pada mata yang terkena
  • Sebagian lapang pandang satu mata gelap, misalnya separuh atas atau bawah
  • Penglihatan satu mata gelap seperti tirai turun, lalu pulih dalam beberapa menit
  • Mata tampak normal dari luar walau penglihatannya hilang

Gejala pada Lansia

Pada usia di atas 50 tahun, gejala berikut dapat menandakan arteritis sel raksasa, peradangan arteri yang juga dapat menyumbat arteri mata.

  • Sakit kepala baru di pelipis
  • Kulit kepala nyeri saat disentuh atau saat menyisir rambut
  • Rahang nyeri saat mengunyah dan membaik bila berhenti
  • Demam ringan, lemas, dan berat badan turun tanpa sebab
  • Nyeri dan kaku di bahu atau pinggul pada pagi hari
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Serpihan plak atau bekuan dari arteri karotis leher yang menyempit karena aterosklerosis
  • Bekuan dari jantung, misalnya pada fibrilasi atrium, penyakit katup jantung, atau setelah serangan jantung
  • Gumpalan infeksi dari katup jantung, yang dibahas di halaman Endokarditis Infeksius
  • Peradangan dinding arteri pada usia lanjut (arteritis sel raksasa)
  • Gangguan pembekuan darah, atau bekuan yang menyeberang lewat foramen ovale paten pada usia muda
  • Komplikasi tindakan yang jarang, misalnya suntikan pengisi (filler) di wajah atau kateterisasi pembuluh darah

Siapa yang Lebih Berisiko?

Medis

Hipertensi, diabetes, kolesterol LDL tinggi, fibrilasi atrium, penyakit katup jantung, penyempitan arteri karotis, serta riwayat stroke atau TIA. Faktor-faktor ini sama dengan faktor risiko stroke otak.

Gaya Hidup

Merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi garam dan lemak jenuh, serta berat badan berlebih, yang mempercepat pembentukan plak di pembuluh darah.

Usia

Umumnya terjadi setelah usia 60 tahun. Arteritis sel raksasa hampir selalu terjadi setelah usia 50 tahun.

Lainnya

Pada usia muda, penyebab yang lebih jarang perlu dicari, seperti gangguan pembekuan darah, foramen ovale paten, penyakit autoimun, atau infeksi katup jantung.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Penyandang Penyempitan Arteri Karotis: Plak di arteri leher dapat melepaskan serpihan ke arteri mata maupun otak, terutama bila sudah pernah menimbulkan gejala.
  • Penyandang Fibrilasi Atrium atau Penyakit Katup: Bekuan dapat terbentuk di jantung lalu terbawa aliran darah sampai ke arteri retina.
  • Lansia: Risiko meningkat seiring usia, dan arteritis sel raksasa hampir hanya terjadi setelah usia 50 tahun.
  • Penyandang Hipertensi dan Diabetes: Keduanya merusak pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak di arteri karotis.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Penglihatan yang hilang mendadak perlu diperiksa secepatnya, idealnya di IGD rumah sakit yang dapat menangani stroke. Dokter mata melihat retina untuk memastikan adanya sumbatan arteri: retina tampak pucat dan bengkak, kadang dengan bintik merah di tengahnya, dan serpihan kecil kadang tampak di dalam pembuluh. Pada usia di atas 50 tahun, tes darah peradangan diperiksa hari itu juga karena arteritis sel raksasa memerlukan obat segera.

Setelah sumbatan dipastikan, pemeriksaan diarahkan seperti pada stroke iskemik: MRI otak, pemeriksaan arteri karotis, EKG dan perekaman irama jantung, ekokardiografi, serta tes darah untuk gula dan kolesterol. Pemeriksaan ini dianjurkan selesai dalam beberapa hari pertama agar sumber sumbatan dapat ditangani sebelum terjadi stroke otak.

  1. Pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata, termasuk melihat retina dengan oftalmoskop dan OCT, untuk memastikan sumbatan arteri dan membedakannya dari sumbatan vena.

  2. MRI otak untuk mencari stroke kecil yang terjadi bersamaan tanpa gejala, yang ditemukan pada sebagian pasien stroke mata.

  3. USG Vaskular

    USG pembuluh darah leher, atau CT angiografi, untuk mencari plak dan penyempitan arteri karotis sebagai sumber serpihan.

  4. Monitoring Jantung Jangka Panjang

    EKG dilanjutkan perekaman irama beberapa hari sampai beberapa minggu untuk mencari fibrilasi atrium yang datang dan pergi.

  5. Ekokardiografi

    Ekokardiografi untuk mencari bekuan di jantung, kelainan katup, infeksi katup, atau foramen ovale paten.

  6. Pemeriksaan Laju Endap Darah / LED

    Laju endap darah dan CRP segera pada usia di atas 50 tahun untuk mencari tanda peradangan arteritis sel raksasa.

  7. Pemeriksaan Laboratorium

    Tes darah untuk gula darah, HbA1c, kolesterol, dan pembekuan darah untuk menilai faktor risiko pembuluh darah.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Penanganan Darurat seperti Stroke

Pasien dinilai di IGD seperti pasien stroke. Pemeriksaan sumber sumbatan dimulai segera dan obat pencegahan diberikan sesuai penyebab.

Obat Penghancur Bekuan (Trombolisis)

Pada pasien terpilih yang tiba dalam beberapa jam pertama, dokter dapat mempertimbangkan obat penghancur bekuan lewat infus. Manfaatnya masih diteliti, sehingga keputusan dibuat bersama tim stroke.

Steroid untuk Arteritis Sel Raksasa

Bila dicurigai arteritis, obat steroid dimulai segera, bahkan sebelum hasil biopsi keluar, untuk melindungi mata sebelahnya. Jenis dan lamanya ditentukan dokter.

Pemantauan dan Laser oleh Dokter Mata

Kontrol berkala untuk mendeteksi pembuluh baru abnormal. Bila muncul, dokter mata dapat memberikan laser pada retina atau suntikan obat ke dalam mata.

Pencegahan Stroke Berikutnya

Antiplatelet atau antikoagulan sesuai penyebab, statin, obat tekanan darah, serta operasi karotis pada penyempitan yang bermakna. Jenis obat ditentukan dokter.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Kehilangan Penglihatan Menetap

Penglihatan sering tidak pulih sepenuhnya, terutama pada sumbatan arteri sentral. Dokter mata membantu menyesuaikan diri dengan alat bantu dan latihan.

Stroke Otak

Risiko stroke otak meningkat terutama pada beberapa minggu pertama. Pemeriksaan sumber sumbatan dan obat pencegahan menurunkan risiko ini.

Pembuluh Darah Baru Abnormal di Mata

Beberapa minggu sampai bulan setelah sumbatan, pembuluh rapuh dapat tumbuh dan menaikkan tekanan bola mata (glaukoma neovaskular), sehingga kontrol ke dokter mata perlu dijadwalkan.

Serangan Jantung

Penyandang stroke mata sering memiliki penyakit pembuluh darah di tempat lain, termasuk arteri koroner, sehingga faktor risiko jantung perlu dikendalikan.

Gangguan Mata Sebelahnya pada Arteritis

Bila penyebabnya arteritis sel raksasa dan tidak segera diobati, mata yang lain juga dapat terkena dalam hitungan hari.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dari dokter
  • Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain
  • Bila Anda menyandang fibrilasi atrium, diskusikan obat pengencer darah dengan dokter jantung
  • Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu
  • Segera periksakan bila penglihatan satu mata gelap sesaat, walau sudah pulih
  • Kenali tanda SeGeRa Ke RS dan ajarkan kepada keluarga

Kapan Harus ke Dokter?

Kehilangan penglihatan satu mata yang mendadak adalah keadaan darurat. Hubungi 119 atau segera ke IGD terdekat, walau penglihatan pulih sendiri dalam beberapa menit, dan catat jam mulainya. Jangan menunggu jadwal kontrol mata atau mencoba obat tetes sendiri.

Buat janji konsultasi bila:

  • Anda pernah mengalami penglihatan satu mata gelap sesaat yang belum diperiksa
  • Anda baru pulang setelah stroke mata dan perlu mencari sumber sumbatan
  • Anda sering berdebar dengan irama tidak teratur
  • Tekanan darah, gula darah, atau kolesterol Anda belum terkendali

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang stroke mata, tanda daruratnya, dan kaitannya dengan jantung.

Mengapa stroke mata disebut stroke?

Arteri retina merupakan cabang dari pembuluh darah yang juga mengalirkan darah ke otak, dan sumbatannya biasanya berasal dari sumber yang sama dengan stroke otak, yaitu plak di arteri karotis atau bekuan dari jantung. Karena itu, sumbatan arteri retina dipandang sebagai bentuk stroke iskemik. Pasien perlu diperiksa seperti pasien stroke, termasuk pemeriksaan otak, pembuluh leher, dan jantung.

Apakah penglihatan bisa kembali?

Peluangnya bergantung pada letak sumbatan dan kecepatan aliran pulih. Sumbatan cabang arteri sering menyisakan penglihatan yang cukup baik, sedangkan sumbatan arteri sentral lebih jarang pulih sepenuhnya. Kadang sumbatan terbuka sendiri dalam beberapa jam. Cara lama seperti memijat bola mata belum terbukti bermanfaat. Yang perlu dilakukan adalah segera ke IGD dan mencegah stroke otak.

Apa beda stroke mata dengan sumbatan vena retina?

Sumbatan arteri menghentikan aliran darah yang masuk ke retina sehingga penglihatan hilang mendadak dan berat. Sumbatan vena menghambat aliran darah keluar sehingga retina bengkak dan berdarah, dengan penglihatan kabur yang muncul lebih bertahap. Keduanya berkaitan dengan hipertensi dan diabetes. Sumbatan vena ditangani dokter mata, sedangkan sumbatan arteri memerlukan pemeriksaan darurat seperti stroke.

Penglihatan saya gelap sesaat lalu pulih. Apakah tetap perlu ke IGD?

Ya. Penglihatan satu mata yang gelap beberapa menit lalu pulih (amaurosis fugax) setara dengan serangan stroke sementara. Keadaan ini sering menandakan plak di arteri karotis atau bekuan dari jantung, dan stroke yang lebih berat dapat menyusul dalam hitungan hari. Pemeriksaan segera memungkinkan dokter menemukan sumbernya dan memberi obat pencegahan.

Mengapa dokter jantung ikut memeriksa setelah stroke mata?

Sebagian sumbatan arteri retina berasal dari bekuan di jantung, terutama pada fibrilasi atrium, penyakit katup, atau infeksi katup. Irama tidak teratur sering datang dan pergi tanpa keluhan, sehingga perlu direkam beberapa hari. Ekokardiografi mencari bekuan dan kelainan katup. Hasilnya menentukan pilihan obat: antikoagulan bila sumbernya jantung, antiplatelet bila sumbernya plak.

Apa itu arteritis sel raksasa?

Arteritis sel raksasa adalah peradangan dinding arteri berukuran sedang dan besar, terutama di kepala, yang hampir selalu terjadi setelah usia 50 tahun. Gejalanya antara lain sakit kepala baru di pelipis, nyeri rahang saat mengunyah, dan lemas. Peradangan ini dapat menyumbat arteri mata. Obat steroid perlu dimulai segera agar mata yang lain tidak ikut terkena.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Indah A. Putri, Sp.N, Subsp, NIOO(K), MSc.

  1. Mac Grory B, Schrag M, Biousse V, et al. Management of Central Retinal Artery Occlusion: A Scientific Statement From the American Heart Association. Stroke. 2021;52(6):e282-e294.
  2. Biousse V, Nahab F, Newman NJ. Management of Acute Retinal Ischemia: Follow the Guidelines! Ophthalmology. 2018;125(10):1597-1607.
  3. Schrag M, Youn T, Schindler J, Kirshner H, Greer D. Intravenous Fibrinolytic Therapy in Central Retinal Artery Occlusion: A Patient-Level Meta-analysis. JAMA Neurol. 2015;72(10):1148-54.
  4. Callizo J, Feltgen N, Pantenburg S, et al. Cardiovascular Risk Factors in Central Retinal Artery Occlusion: Results of a Prospective and Standardized Medical Examination. Ophthalmology. 2015;122(9):1881-8.
  5. Chodnicki KD, Pulido JS, Hodge DO, Klaas JP, Chen JJ. Stroke Risk Before and After Central Retinal Artery Occlusion in a US Cohort. Mayo Clin Proc. 2019;94(2):236-41.
  6. Kleindorfer DO, Towfighi A, Chaturvedi S, et al. 2021 Guideline for the Prevention of Stroke in Patients With Stroke and Transient Ischemic Attack: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association. Stroke. 2021;52(7):e364-e467.
  7. Naylor R, Rantner B, Ancetti S, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2023 Clinical Practice Guidelines on the Management of Atherosclerotic Carotid and Vertebral Artery Disease. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2023;65(1):7-111.

Utamakan Pertolongan Segera.

Jangan menunggu konsultasi terjadwal bila sedang mengalami tanda kegawatan. Segera ke IGD terdekat.

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi