Jawaban singkat
Apa Itu Tes Komplemen C3 dan C4?
Tes komplemen mengukur kadar C3 dan C4, protein sistem kekebalan yang terpakai saat terjadi peradangan oleh kompleks antibodi. Kadar yang rendah dapat menandakan lupus yang aktif, peradangan ginjal, atau kekurangan bawaan. Tes ini membantu dokter memantau penyakit autoimun yang juga dapat menyerang jantung.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Tes Komplemen C3 dan C4
Apa Itu Tes Komplemen C3 dan C4
Komplemen adalah sekelompok protein dalam darah yang bekerja bersama antibodi untuk melawan kuman dan membersihkan sisa sel yang rusak. C3 dan C4 adalah dua protein komplemen yang sering diukur. Pada penyakit autoimun seperti lupus, komplemen terus terpakai sehingga kadarnya dalam darah turun.
Cara Kerja Singkat
Saat antibodi menempel pada sasarannya dan membentuk gumpalan kecil yang disebut kompleks imun, komplemen ikut menempel dan terpakai. Makin aktif peradangan, makin banyak C3 dan C4 yang habis. Laboratorium mengukur sisa C3 dan C4 dalam serum, lalu membandingkannya dengan rentang normal.
Membaca Pola Hasil
Rentang normal bergantung pada metode laboratorium. Yang lebih penting adalah polanya:
- C3 dan C4 rendah: sering ditemukan pada lupus yang aktif, terutama bila ginjal ikut meradang.
- Hanya C3 rendah: dapat ditemukan pada sebagian peradangan ginjal, misalnya setelah infeksi, dan pada endokarditis yang disertai peradangan ginjal.
- Hanya C4 rendah: dapat ditemukan pada angioedema herediter, krioglobulinemia, atau kekurangan C4 bawaan.
- C3 dan C4 tinggi: keduanya ikut naik saat peradangan atau infeksi, sehingga umumnya tidak spesifik.
Pada lupus, perubahan dari waktu ke waktu lebih bermakna daripada satu hasil. Komplemen yang turun bersama anti-dsDNA yang naik dapat menandakan kekambuhan.
Komplemen dan Jantung
Lupus dapat menyerang jantung, misalnya peradangan selaput jantung (perikarditis), peradangan otot jantung (miokarditis), dan penebalan katup. Pada keadaan ini, komplemen membantu menilai apakah penyakitnya sedang aktif. Pada infeksi katup jantung (endokarditis), komplemen yang rendah dapat menandakan ginjal ikut terganggu.
Tes C4 juga membantu menilai bengkak berulang di wajah, bibir, atau tenggorokan. Obat jantung dan tekanan darah golongan ACE inhibitor dapat menimbulkan bengkak seperti ini, tetapi C4 biasanya normal. C4 yang rendah mengarah ke angioedema herediter atau didapat, yang penanganannya berbeda.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Dugaan atau Pemantauan LupusUntuk menilai apakah penyakit sedang aktif atau membaik dengan pengobatan.
- Peradangan GinjalUrine berdarah atau berprotein disertai bengkak, untuk mencari penyebabnya.
- Perikarditis atau Miokarditis tanpa Sebab JelasSebagai bagian dari pencarian penyakit autoimun.
- Endokarditis dengan Gangguan GinjalKomplemen rendah dapat menandakan peradangan ginjal akibat infeksi katup.
- Bengkak Berulang di Wajah, Bibir, atau TenggorokanTermasuk saat memakai obat golongan ACE inhibitor, untuk mencari angioedema herediter.
- Infeksi Berulang yang Tidak BiasaUntuk mencari kekurangan komplemen bawaan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Sampel Terlambat DiprosesKomplemen dapat terurai sehingga tampak rendah. Petugas memprosesnya segera.
- Infeksi atau Peradangan AkutC3 dan C4 ikut naik dan dapat menutupi penurunan akibat penyakit autoimun.
- KehamilanKadar komplemen cenderung naik, sehingga perubahan dibaca lebih hati-hati.
- Baru Menerima Transfusi atau PlasmaKomplemen dari darah donor dapat mengubah hasil.
- Kadar Rendah BawaanSebagian orang memiliki C4 rendah sejak lahir, sehingga perubahan dari waktu ke waktu lebih bermakna.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Tes komplemen memakai sampel darah dan tidak memerlukan puasa.
Makan dan minum. Makan dan minum seperti biasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa.
Obat. Minum obat seperti biasa, termasuk obat lupus atau obat penekan kekebalan, kecuali dokter meminta lain. Bawa daftar obat Anda.
Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, demam atau infeksi, baru menerima transfusi, atau sedang mengalami bengkak di wajah atau bibir.
Hasil sebelumnya. Bawa hasil komplemen, anti-dsDNA, atau tes urine sebelumnya, karena perubahan dari waktu ke waktu sangat penting.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit, dan hasil biasanya tersedia dalam satu sampai beberapa hari.
Pencocokan Identitas
Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan obat serta keadaan yang dapat memengaruhi hasil.
Pengambilan Darah
Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku ke dalam tabung serum.
Pemeriksaan di Laboratorium
Sampel diproses segera supaya komplemen tidak terurai. Alat mengukur kadar C3 dan C4 dalam serum.
Pembacaan Hasil
Dokter membaca hasil bersama keluhan, tes ANA atau anti-dsDNA, tes urine, dan hasil komplemen sebelumnya.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Menilai Aktivitas LupusMembantu dokter mengetahui apakah penyakit sedang aktif atau tenang.
- Membantu Membedakan Penyebab Peradangan GinjalPola C3 dan C4 mengarahkan pemeriksaan berikutnya.
- Mencari Penyebab Bengkak BerulangC4 membantu membedakan angioedema herediter dari bengkak akibat obat.
- Memantau Hasil PengobatanKomplemen yang kembali normal dapat menandakan pengobatan berhasil.
- Cukup dari Sampel DarahTidak memerlukan tindakan selain pengambilan darah.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
- Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
- Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatInfeksi, kehamilan, atau sampel yang terlambat diproses dapat mengubah hasil.
- Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.
Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.
Bila komplemen rendah. Dokter mencari penyebabnya, misalnya dengan tes ANA, anti-dsDNA, tes urine, fungsi ginjal, atau ekokardiografi bila ada keluhan jantung.
Pemantauan lupus. Komplemen biasanya diperiksa berkala bersama anti-dsDNA dan tes urine untuk menilai hasil pengobatan.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Bengkak di lidah atau tenggorokan, suara serak, atau sulit bernapas
- Nyeri dada tajam yang bertambah saat menarik napas atau berbaring
- Sesak napas atau jantung berdebar
- Urine berkurang atau berwarna merah seperti teh disertai bengkak
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD
Spesialis Penyakit Dalam
Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik
Lihat Profil
dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH
Gastroenterologi Hepatologi
Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi
Lihat Profil
dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)
Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular
Cardiovascular Diagnostic Center +1 center
Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes komplemen C3 dan C4. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa itu komplemen C3 dan C4?
Komplemen adalah sekelompok protein dalam darah yang membantu antibodi melawan kuman dan membersihkan sisa sel yang rusak. C3 dan C4 adalah dua bagian utamanya. Kadarnya dapat turun bila banyak terpakai, misalnya pada lupus yang aktif, atau rendah sejak lahir pada sebagian orang.
Apa arti C3 dan C4 rendah?
C3 dan C4 yang sama-sama rendah sering menandakan lupus yang aktif, terutama bila ginjal ikut meradang. C3 rendah saja dapat ditemukan pada sebagian peradangan ginjal dan endokarditis. C4 rendah saja dapat mengarah ke angioedema herediter. Dokter membaca hasil bersama keluhan dan pemeriksaan lain.
Mengapa komplemen diperiksa bersama anti-dsDNA pada lupus?
Keduanya mencerminkan aktivitas lupus dari sisi yang berbeda. Anti-dsDNA adalah antibodi yang sering naik saat lupus kambuh, sedangkan komplemen turun karena terpakai oleh kompleks imun. Bila anti-dsDNA naik dan komplemen turun bersamaan, dokter lebih waspada terhadap kekambuhan, terutama pada ginjal.
Apakah C3 dan C4 bisa tinggi?
Bisa. C3 dan C4 ikut naik saat tubuh mengalami peradangan atau infeksi, juga pada kehamilan. Kadar yang tinggi umumnya tidak menunjuk penyakit tertentu. Namun, kenaikan ini dapat menutupi penurunan akibat lupus, sehingga hasil perlu dibaca bersama keadaan Anda saat diperiksa.
Bibir saya bengkak setelah minum obat tekanan darah, perlukah tes C4?
Bila bengkak mengenai lidah atau tenggorokan dan Anda sulit bernapas, segera ke IGD. Obat golongan ACE inhibitor dapat menimbulkan bengkak seperti ini dengan C4 yang normal. Bila bengkak berulang atau ada riwayat serupa dalam keluarga, dokter dapat memeriksa C4 untuk mencari angioedema herediter.
Apa hubungan komplemen dengan penyakit jantung?
Lupus dapat menyerang selaput jantung, otot jantung, dan katup, juga mempercepat penyempitan pembuluh darah jantung. Komplemen membantu menilai apakah lupus sedang aktif saat keluhan jantung muncul. Pada infeksi katup jantung, komplemen yang rendah dapat menandakan ginjal ikut terganggu, sehingga pemeriksaan ginjal perlu dilengkapi.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.
- Ricklin D, Hajishengallis G, Yang K, Lambris JD. Complement: a key system for immune surveillance and homeostasis. Nat Immunol. 2010;11(9):785-797.
- Aringer M, Costenbader K, Daikh D, dkk. 2019 European League Against Rheumatism/American College of Rheumatology classification criteria for systemic lupus erythematosus. Arthritis Rheumatol. 2019;71(9):1400-1412.
- Fanouriakis A, Kostopoulou M, Andersen J, dkk. EULAR recommendations for the management of systemic lupus erythematosus: 2023 update. Ann Rheum Dis. 2024;83(1):15-29.
- Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Lupus Nephritis Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the management of lupus nephritis. Kidney Int. 2024;105(1S):S1-S69.
- Maurer M, Magerl M, Betschel S, dkk. The international WAO/EAACI guideline for the management of hereditary angioedema: the 2021 revision and update. Allergy. 2022;77(7):1961-1990.
- Delgado V, Ajmone Marsan N, de Waha S, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of endocarditis. Eur Heart J. 2023;44(39):3948-4042.

