Jawaban singkat
Apa Itu Perikarditis?
Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, selaput tipis berlapis dua yang membungkus jantung. Keluhan khasnya nyeri dada tajam yang memberat saat menarik napas atau berbaring dan mereda saat duduk condong ke depan.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak napas berat atau makin sesak dalam beberapa jam
- Pingsan, hampir pingsan, atau kepala terasa sangat ringan
- Kulit pucat, dingin, dan berkeringat
- Denyut jantung sangat cepat disertai lemas
- Nyeri dada berat dan menekan yang tidak berubah dengan posisi tubuh
- Bingung atau mengantuk tidak seperti biasanya
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Perikarditis
Jantung terbungkus perikardium, kantong tipis berlapis dua. Di antara kedua lapisannya terdapat sedikit cairan pelumas sehingga jantung dapat berdenyut tanpa gesekan. Pada perikarditis, selaput ini meradang. Permukaannya menjadi kasar dan bergesekan setiap kali jantung berdenyut, sehingga timbul nyeri dada. Peradangan juga dapat menambah jumlah cairan di dalam kantong.
Perikarditis dapat dialami siapa saja, tetapi lebih sering pada laki-laki dewasa. Pada banyak orang, penyebab pastinya tidak ditemukan dan diduga berasal dari infeksi virus. Di negara dengan banyak kasus tuberkulosis (TB) seperti Indonesia, TB perlu selalu dipertimbangkan sebagai penyebab, terutama bila keluhan muncul perlahan disertai demam dan berat badan turun.
Jenis Perikarditis Menurut Perjalanannya
Dokter membagi perikarditis menurut lama dan pola peradangannya. Perikarditis akut adalah episode yang baru muncul dan umumnya membaik dalam beberapa minggu. Bila peradangan berlangsung terus lebih dari 4 sampai 6 minggu tanpa jeda, dokter menyebutnya perikarditis menetap. Perikarditis rekuren berarti peradangan kambuh setelah sempat bebas keluhan sedikitnya 4 sampai 6 minggu. Perikarditis kronis berarti peradangan berlangsung lebih dari tiga bulan. Bila selaput jantung menebal dan kaku sehingga jantung tidak dapat mengembang penuh, kondisinya disebut perikarditis konstriktif. Setiap jenis dibahas lebih rinci di halamannya sendiri.
Hubungan dengan Cairan dan Otot Jantung
Peradangan perikardium sering disertai sedikit tambahan cairan. Cairan yang menumpuk banyak merupakan kondisi tersendiri, yang dibahas di halaman Efusi Perikardium. Bila cairan menumpuk cepat dan menekan jantung, terjadi keadaan darurat, yang dibahas di halaman Tamponade Jantung. Peradangan juga dapat meluas ke otot jantung, yang dibahas di halaman Miokarditis.
Prinsip Penanganan
Pada perikarditis tanpa tanda risiko tinggi, pengobatan umumnya dapat dijalani di rumah. Dokter biasanya memberikan obat antiradang golongan aspirin atau antiinflamasi nonsteroid, dikombinasikan dengan kolkisin untuk mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko kambuh. Olahraga berat perlu ditunda sampai peradangan reda. Bila ada demam tinggi, cairan banyak, atau keluhan tidak membaik dengan obat, dokter akan menganjurkan rawat inap dan mencari penyebabnya lebih lanjut.
Sebagian besar perikarditis akibat virus atau tanpa penyebab jelas sembuh tanpa masalah jangka panjang. Sekitar 15 sampai 30 dari 100 orang mengalami kekambuhan, terutama bila tidak mendapat kolkisin atau obat dihentikan terlalu cepat.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Perikarditis. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri dada tajam atau menusuk, biasanya di tengah atau kiri dada
- Nyeri memberat saat menarik napas dalam, batuk, atau berbaring telentang
- Nyeri berkurang saat duduk dan condong ke depan
- Nyeri dapat menjalar ke bahu, leher, atau punggung atas
- Demam ringan dan badan terasa lemas
- Jantung berdebar
- Napas terasa pendek, terutama saat berbaring
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Infeksi virus, misalnya virus saluran napas, virus saluran cerna, atau COVID-19
- Idiopatik, yaitu penyebab tidak ditemukan walaupun sudah diperiksa, sebagian besar diduga akibat virus
- Tuberkulosis (TB), penyebab penting di negara dengan banyak kasus TB
- Infeksi bakteri lain yang menyebar ke selaput jantung, meskipun jarang
- Penyakit autoimun seperti lupus, artritis reumatoid, atau skleroderma
- Reaksi peradangan setelah serangan jantung, operasi jantung, atau tindakan kateter pada jantung
- Gagal ginjal berat dengan penumpukan sisa metabolisme (uremia)
- Kanker yang menyebar ke selaput jantung atau terapi radiasi di daerah dada
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Perikarditis lebih sering ditemukan pada orang dewasa muda sampai paruh baya, terutama laki-laki usia 16 sampai 65 tahun.
Medis
Penyakit autoimun, gagal ginjal berat, kanker, riwayat serangan jantung atau operasi jantung, dan terapi radiasi di dada meningkatkan kemungkinan perikarditis.
Lainnya
Infeksi virus yang baru dialami, kontak erat dengan penderita TB, dan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya pada HIV atau pemakaian obat penekan imun.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Laki-Laki Dewasa: Lebih sering mengalami perikarditis dibanding perempuan, terutama pada usia 16 sampai 65 tahun dan setelah infeksi virus.
- Penyandang Penyakit Autoimun: Lupus, artritis reumatoid, dan penyakit autoimun lain dapat menyerang selaput jantung dan membuat perikarditis mudah kambuh.
- Pasien Pascaoperasi Jantung: Selaput jantung dapat meradang beberapa hari sampai minggu setelah operasi jantung, tindakan kateter, atau serangan jantung.
- Penyandang Gagal Ginjal: Penumpukan sisa metabolisme pada gagal ginjal berat atau cuci darah yang kurang memadai dapat memicu peradangan di selaput jantung.
- Orang dengan Riwayat Kontak TB: Kontak erat dengan penderita TB atau daya tahan tubuh yang lemah meningkatkan kemungkinan TB menyerang selaput jantung.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter menegakkan perikarditis bila menemukan setidaknya dua dari empat tanda: nyeri dada khas, bunyi gesekan selaput jantung saat diperiksa dengan stetoskop, perubahan khas pada EKG, serta cairan baru atau bertambah di kantong jantung. Kenaikan penanda radang dalam darah, seperti CRP, mendukung diagnosis.
Karena nyerinya dapat menyerupai serangan jantung, EKG dan tes troponin dilakukan sejak awal. Ekokardiografi menilai jumlah cairan dan pengaruhnya pada jantung, sedangkan rontgen dada melihat bayangan jantung dan paru. Pemeriksaan penyebab, misalnya untuk TB, penyakit autoimun, atau fungsi ginjal, dilakukan bila ada tanda risiko tinggi, keluhan tidak membaik, atau dokter mencurigai penyebab tertentu. MRI atau CT jantung membantu pada kasus yang belum jelas, kambuh, atau dicurigai konstriktif.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari perubahan khas berupa kenaikan segmen ST yang menyebar di banyak sadapan, sekaligus membedakannya dari pola serangan jantung.
Ekokardiografi
Melihat ada tidaknya cairan di kantong jantung, jumlahnya, dan apakah cairan itu menekan jantung.
Pemeriksaan C-Reactive Protein
Mengukur tingkat peradangan; hasilnya juga dipakai untuk memantau respons obat dan menentukan kapan obat dapat dikurangi.
Tes Troponin Jantung
Menilai apakah peradangan ikut mengenai otot jantung dan membantu menyingkirkan serangan jantung.
Rontgen Dada
Melihat bayangan jantung yang membesar akibat cairan, serta kelainan paru seperti TB atau cairan di selaput paru.
MRI Jantung
Dipakai bila diagnosis belum jelas, perikarditis kambuh, atau dicurigai konstriksi, untuk melihat peradangan selaput dan otot jantung.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Aspirin atau Obat Antiinflamasi Nonsteroid
Pilihan pertama untuk meredakan nyeri dan peradangan, biasanya disertai obat pelindung lambung. Dokter menentukan jenis, lama pemakaian, dan cara menurunkannya.
Kolkisin
Ditambahkan pada obat antiradang untuk mempercepat pemulihan dan menurunkan risiko kambuh, dengan lama pemakaian sesuai jenis perikarditis.
Kortikosteroid Dosis Rendah
Pilihan kedua bila obat antiradang tidak dapat dipakai atau tidak berhasil, atau pada penyebab autoimun, setelah infeksi seperti TB disingkirkan.
Pengobatan Sesuai Penyebab
Misalnya obat anti-TB, antibiotik untuk infeksi bakteri, cuci darah yang lebih memadai pada uremia, atau pengobatan penyakit autoimun dan kanker.
Istirahat dari Olahraga Berat
Olahraga berat ditunda sampai keluhan hilang dan penanda radang kembali normal. Atlet biasanya menunda latihan kompetitif lebih lama sesuai penilaian dokter.
Pengeluaran Cairan atau Operasi Perikardium
Cairan banyak atau yang menekan jantung dikeluarkan dengan jarum (perikardiosentesis). Pengangkatan perikardium dipertimbangkan pada konstriksi yang menetap.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Kekambuhan
Peradangan dapat muncul lagi setelah sempat reda. Risikonya lebih rendah bila mendapat kolkisin dan obat tidak dihentikan terlalu cepat.
Efusi Perikardium
Cairan di kantong jantung bertambah banyak. Sebagian besar cukup dipantau, tetapi yang besar dapat menimbulkan sesak dan perlu dikeluarkan.
Tamponade Jantung
Cairan yang menumpuk cepat menekan jantung sehingga pompa terganggu. Keadaan ini darurat dan cairan perlu segera dikeluarkan.
Perikarditis Konstriktif
Selaput jantung menebal dan kaku. Jarang terjadi setelah perikarditis virus atau idiopatik, tetapi lebih sering setelah TB atau infeksi bakteri.
Keterlibatan Otot Jantung
Peradangan dapat meluas ke otot jantung, ditandai kenaikan troponin. Umumnya tetap pulih baik, tetapi perlu pemantauan dan istirahat olahraga lebih lama.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Minum obat sesuai jangka waktu yang dianjurkan, termasuk kolkisin, walaupun nyeri sudah hilang
- Jangan menghentikan atau mengurangi obat sendiri; penurunan dilakukan bertahap oleh dokter
- Tunda olahraga berat sampai dokter menyatakan peradangan sudah reda
- Selesaikan pengobatan TB sampai tuntas bila Anda terdiagnosis TB
- Kendalikan penyakit autoimun atau penyakit ginjal dengan kontrol rutin
- Datang kontrol sesuai jadwal untuk pemeriksaan CRP dan ekokardiografi
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami nyeri dada tajam yang memberat saat menarik napas atau berbaring, terutama bila disertai demam atau baru sembuh dari flu. Jangan menebak sendiri penyebab nyeri dada, karena gejalanya dapat menyerupai serangan jantung. Bila sudah terdiagnosis perikarditis, hubungi dokter bila nyeri tidak membaik setelah sekitar satu minggu pengobatan atau muncul lagi setelah obat dihentikan.
Segera ke IGD bila:
- Nyeri dada berat, menekan, atau disertai keringat dingin
- Sesak napas berat atau makin sesak dalam beberapa jam
- Pingsan, hampir pingsan, atau kepala terasa sangat ringan
- Kulit pucat dan dingin dengan denyut jantung sangat cepat
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang perikarditis.
Apakah perikarditis sama dengan serangan jantung?
Tidak. Perikarditis adalah peradangan selaput pembungkus jantung, sedangkan serangan jantung terjadi karena arteri koroner tersumbat sehingga otot jantung kekurangan darah. Keduanya dapat menimbulkan nyeri dada dan perubahan EKG, sehingga dokter memeriksa EKG dan troponin untuk membedakannya. Nyeri perikarditis biasanya tajam, memberat saat bernapas atau berbaring, dan mereda saat duduk condong ke depan.
Apakah perikarditis bisa sembuh?
Ya. Sebagian besar perikarditis akut akibat virus atau tanpa penyebab jelas sembuh dalam beberapa minggu dengan obat antiradang dan kolkisin. Sebagian orang mengalami kekambuhan, sehingga obat perlu diminum sesuai jangka waktu yang dianjurkan dan dihentikan bertahap oleh dokter. Komplikasi jangka panjang seperti perikarditis konstriktif jarang terjadi setelah perikarditis virus, tetapi lebih mungkin bila penyebabnya TB atau infeksi bakteri.
Apakah perikarditis berbahaya?
Sebagian besar perikarditis tidak berbahaya dan membaik dengan obat. Bahaya utamanya adalah bila cairan menumpuk cepat dan menekan jantung, yang ditandai sesak berat, lemas, dan hampir pingsan. Dokter akan menganjurkan rawat inap bila ada demam tinggi, keluhan muncul perlahan dalam beberapa hari sampai minggu, cairan banyak, atau keluhan tidak membaik setelah sekitar satu minggu pengobatan.
Apakah perikarditis menular?
Perikarditis sendiri tidak menular. Namun penyebabnya dapat berupa infeksi yang menular, misalnya virus saluran napas atau tuberkulosis. Bila perikarditis Anda disebabkan TB, dokter akan memberikan obat anti-TB dan menyarankan pemeriksaan bagi orang serumah. Menjaga kebersihan tangan, menutup mulut saat batuk, dan menyelesaikan pengobatan TB sampai tuntas membantu mencegah penularan infeksi penyebabnya.
Mengapa saya harus membatasi olahraga?
Aktivitas fisik berat dapat memperberat peradangan dan keluhan. Karena itu, pedoman menganjurkan menunda olahraga berat sampai keluhan hilang dan penanda radang seperti CRP kembali normal. Aktivitas ringan sehari-hari umumnya tetap boleh. Atlet biasanya diminta menunda latihan dan pertandingan lebih lama, lalu kembali berlatih setelah dinilai ulang oleh dokter.
Apakah perikarditis bisa kambuh?
Bisa. Sekitar 15 sampai 30 dari 100 orang mengalami kekambuhan setelah episode awal, terutama bila tidak mendapat kolkisin, memakai kortikosteroid, atau menghentikan obat terlalu cepat. Kekambuhan biasanya terasa seperti serangan awal. Perikarditis yang kambuh jarang menimbulkan komplikasi berat, dan penanganannya dibahas di halaman Perikarditis Rekuren.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).
- Schulz-Menger J, Collini V, Gröschel J, Adler Y, Brucato A, Christian V, et al. 2025 ESC Guidelines for the management of myocarditis and pericarditis. Eur Heart J. 2025;46(40):3952-4041.
- Adler Y, Charron P, Imazio M, Badano L, Barón-Esquivias G, Bogaert J, et al. 2015 ESC Guidelines for the diagnosis and management of pericardial diseases: The Task Force for the Diagnosis and Management of Pericardial Diseases of the European Society of Cardiology (ESC). Eur Heart J. 2015;36(42):2921-2964.
- Imazio M, Gaita F, LeWinter M. Evaluation and Treatment of Pericarditis: A Systematic Review. JAMA. 2015;314(14):1498-1506.
- Chiabrando JG, Bonaventura A, Vecchié A, Wohlford GF, Mauro AG, Jordan JH, et al. Management of Acute and Recurrent Pericarditis: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2020;75(1):76-92.
- Imazio M, Brucato A, Maestroni S, Cumetti D, Belli R, Trinchero R, et al. Risk of Constrictive Pericarditis After Acute Pericarditis. Circulation. 2011;124(11):1270-1275.
- Imazio M, Brucato A, Cemin R, Ferrua S, Maggiolini S, Beqaraj F, et al. A Randomized Trial of Colchicine for Acute Pericarditis. N Engl J Med. 2013;369(16):1522-1528.




