Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Katup Jantung

Operasi Jantung Kedua: Bu Gevi Menjalani Prosedur Bentall di Heartology

Cerita Ibu Gevi.

Bu Gevi sudah lama mengenal tim dokter jantungnya. Sekitar lima tahun ia menjadi pasien mereka, dan ia pernah menjalani operasi aortic valve replacement (AVR), yaitu penggantian katup aorta. Sekitar satu setengah tahun setelah operasi pertama itu, ia harus kembali menjalani operasi jantung, kali ini prosedur Bentall.

Awal Keluhan

Keluhan muncul sepulang Bu Gevi dari perjalanan ke Ladakh, India, daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 5.400 meter di atas permukaan laut. Saat berjalan kaki cukup jauh, ia merasa sesak napas. Dalam kontrol rutin dengan dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K), ia menjalani CT scan. Hasilnya menunjukkan masalah pada katup jantung dan pelebaran pada pangkal aorta, bagian awal pembuluh darah utama yang keluar dari jantung.

Kabar ini membuatnya kaget dan galau, karena jaraknya baru sekitar satu setengah tahun dari operasi pertama. Operasi kedua terasa sangat menakutkan baginya. “Dilatasi jantung itu kan kayak bom waktu, bisa rupture at any time,” tuturnya, menggambarkan kekhawatirannya bahwa bagian yang melebar itu bisa pecah sewaktu-waktu.

Memilih Berobat di Negeri Sendiri

Bu Gevi memutuskan menjalani operasi keduanya di Indonesia. Ia sudah mengenal tim dokternya, lebih mudah berkomunikasi dengan dokter, perawat, dan fisioterapis, dan keluarganya bisa mendampingi dari dekat. “Kita nggak perlu ke luar negeri. We have to trust our doctor,” ujarnya. Menurutnya, dokter-dokter yang menanganinya sangat komunikatif dan menjelaskan kondisinya dengan rinci, seperti sedang memberi kuliah umum.

Prosedur Bentall adalah operasi jantung terbuka untuk mengganti katup aorta dan pangkal aorta yang melebar dengan satu pipa buatan berkatup, lalu menyambungkan kembali arteri koroner ke pipa tersebut. Operasi Bu Gevi ditangani tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology. Setelah berbincang dengan tim dokter, ia merasa lebih tenang menghadapinya.

Pemulihan dan Pesan untuk Pasien Lain

Setelah operasi, Bu Gevi dirawat di ICU dengan pendampingan perawat, lalu menjalani fisioterapi bersama tim fisioterapis. Ia merasakan tim yang merawatnya bekerja sangat kompak, sesuatu yang menurutnya penting agar pasien operasi besar merasa aman. Saat video direkam, ia sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Dari dua kali operasi, Bu Gevi belajar bahwa pasien perlu ikut aktif. Ia menyarankan Anda melakukan riset, memilih dokter dan rumah sakit dengan cermat, mengikuti instruksi dokter, dan memercayai tim yang menangani. “Pasien juga jangan jadi pasien yang pasif,” pesannya.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Operasi Jantung Kedua Bu Gevi: Prosedur Bentall di Heartology

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 11 menit 42 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Mulai dengan konsultasi bersama dokter yang terkait dalam cerita ini. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Janji Temu dengan DokterKenali Kondisi TerkaitBersama dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K).