Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Pembuluh Darah (Vaskular)

Sesak Napas saat Berolahraga: Perjalanan Ibu Novi Menjalani Prosedur Bentall

Cerita Ibu Novi.

Ibu Novi berasal dari Lampung. Suatu hari, ia baru sekitar lima menit berolahraga ketika napasnya tiba-tiba terasa sangat sesak dan badannya kaku. Kejadian itu menjadi awal perjalanan panjang yang akhirnya membawanya ke Heartology untuk menjalani operasi besar pada pembuluh darah utama tubuhnya.

Awal Keluhan dan Diagnosis yang Berubah

Ibu Novi sempat dirawat di rumah sakit di daerahnya. Ia mengalami kejang, dan diagnosis awalnya mengarah ke gangguan saraf. Setelah diperbolehkan pulang, sesak napasnya kembali muncul, kali ini disertai muntah-muntah. Pemeriksaan pun diarahkan ke jantung, dan hasilnya mengejutkan keluarga: Ibu Novi mengalami diseksi aorta kronik.

Diseksi aorta adalah robekan pada lapisan dalam dinding aorta, pembuluh darah terbesar yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Darah dapat masuk ke celah robekan dan memisahkan lapisan dinding pembuluh. Kondisi ini termasuk gawat dan membutuhkan penanganan segera. "Kondisi saya cukup lumayan parah. Saya sudah sangat sesak sekali waktu itu," kenang Ibu Novi. Selain khawatir akan kondisinya, ia juga cemas memikirkan biaya operasi yang besar.

Atas rekomendasi dokter, Ibu Novi dan suaminya memilih Heartology. Mereka mempertimbangkan fasilitas dan teknologi yang tersedia untuk menangani operasi besar seperti yang ia butuhkan. Di Heartology, Ibu Novi menjalani ekokardiografi atau USG jantung, yaitu pemeriksaan dengan gelombang suara untuk melihat struktur dan kerja jantung.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa kondisi Ibu Novi hanya bisa ditangani dengan operasi. Suaminya mengenang penjelasan itu sebagai dasar keluarga untuk mengambil keputusan. Ibu Novi kemudian ditangani oleh tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology bersama dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP (K).

Menjalani Prosedur Bentall dan Pemulihan

Pada 9 Februari, Ibu Novi menjalani Prosedur Bentall. Dalam operasi jantung terbuka ini, katup aorta dan pangkal aorta diganti dengan satu pipa buatan berkatup, lalu arteri koroner disambungkan kembali ke pipa tersebut. Setelah operasi, ia dirawat di ICU sebelum melanjutkan pemulihan.

Menurut Ibu Novi, ia butuh waktu sekitar satu bulan sampai bisa kembali beraktivitas dengan cukup leluasa. Saat video direkam, ia sudah bisa menjalani aktivitas sehari-hari, meski masih dalam masa pemulihan. Ia mengaku tidak menyesal memilih Heartology untuk menjalani operasi tersebut.

Pengalaman ini mengubah cara Ibu Novi memandang keluhan kecil. "Semenjak saya sakit, saya mulai mengingatkan teman-teman untuk tidak mengabaikan sakit sekecil apa pun," ujarnya. Pesannya untuk Anda: segera periksakan diri bila merasakan keluhan di dada, mual, muntah, atau sesak napas, supaya penanganannya bisa dilakukan lebih awal.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Prosedur Bentall Penanganan Diseksi Aorta Kronik Di Heartology

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 11 menit 3 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Mulai dengan konsultasi bersama dokter yang terkait dalam cerita ini. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Janji Temu dengan DokterKenali Kondisi TerkaitBersama dr. BRM Ario S. Kuncoro, Sp.JP(K).