Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Jantung Koroner & Iskemik

Mencari Second Opinion untuk Sumbatan Jantung: Cerita Bu Yeany

Cerita Ibu Yeany.

Bu Yeany dikenal keluarganya sebagai sosok yang aktif. “Mami itu orangnya aktif, enggak bisa diam,” kata putrinya, yang menceritakan perjalanan sang ibu dalam video ini. Karena itu, keluarga cukup terkejut ketika di usia lanjut, Bu Yeany mulai mengalami keluhan pada jantungnya.

Awal Keluhan

Suatu hari, tekanan darah Bu Yeany mendadak naik hingga 190/110, dan ia mudah ngos-ngosan saat beraktivitas. Ia lalu memeriksakan diri ke dokter jantung. Tes treadmill sempat dicoba, tetapi Bu Yeany tidak kuat menjalaninya karena vertigo, sehingga pemeriksaan dilanjutkan dengan CT scan. Hasilnya menunjukkan pengapuran atau sumbatan pada pembuluh darah jantung, dengan perkiraan penyempitan 30 sampai 60 persen.

Keluarga merasa khawatir karena Bu Yeany belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya. Ia pun sempat menolak tindakan kateter karena takut. Di tengah kebingungan itu, keluarga ingin memastikan langkah yang akan diambil memang tepat untuk kondisinya.

Mencari Second Opinion

Dengan bantuan agen asuransinya, keluarga mencari second opinion, yaitu pendapat dari dokter lain sebelum memutuskan tindakan. Putri Bu Yeany langsung mencari informasi di internet dan teringat Heartology, yang sudah sering ia lihat di media sosial. Menurutnya, rumah sakitnya bagus dan lokasinya pun mudah dijangkau keluarga. Salah satu hal yang memudahkan adalah adanya konsultasi lewat Zoom bersama dokter sebelum datang ke rumah sakit.

Penjelasan dokter jantung di Heartology meninggalkan kesan bagi keluarga. Sang putri menyebut penjelasan itu luar biasa, dan keluarga pun merasa lebih mantap untuk melangkah ke pemeriksaan berikutnya.

Menjalani Pemeriksaan Kateter

Bu Yeany kemudian menjalani pemeriksaan kateter di Heartology. Dalam pemeriksaan ini, selang tipis dimasukkan lewat pembuluh darah untuk melihat langsung kondisi pembuluh darah jantung. Rasa takut yang sebelumnya membuat Bu Yeany menolak perlahan berkurang. “Mami sudah nyaman banget di dalam karena diajak doa bersama, ditenangin, katanya suster-susternya juga ramah,” cerita putrinya.

Hasilnya, Bu Yeany tidak dipasang ring, sebuah jawaban yang mungkin tidak diduga keluarga sebelumnya. Bagi keluarganya, pengalaman ini memberi pelajaran penting: yang utama bukan seberapa cepat tindakan dilakukan, tetapi memastikan tindakan yang dilakukan memang benar-benar diperlukan. Seminggu kemudian, Bu Yeany kembali untuk kontrol dalam keadaan sehat. Saat video direkam, ia sudah ingin makan di luar dan jalan-jalan lagi, kembali menjadi sosok yang aktif seperti biasanya.

Dari pengalaman ini, putri Bu Yeany berpesan kepada Anda yang sedang ragu dengan rencana tindakan untuk tidak sungkan mencari second opinion sebelum memutuskan.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Sumbatan Jantung Ditemukan, Tapi Kenapa Tidak Dipasang Ring?

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 6 menit 38 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Tim dokter dapat membantu Anda memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Buat Janji TemuKenali Kondisi TerkaitPilihan perawatan dibahas bersama dokter.