Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Andy.
Pak Andy dari Serpong awalnya memeriksakan diri karena ada penyumbatan di jantung. Dalam rangkaian pemeriksaan itu, ia justru mendapat kabar lain: aneurisma aorta. Di tengah rasa gelisah, ia akhirnya memutuskan menjalani operasi di Heartology. Dalam video ini, ia bercerita bagaimana penjelasan yang terbuka dari tim dokter membantunya mengambil keputusan.
Temuan yang Tidak Disangka
Pada awal September 2024, Pak Andy diketahui mengalami penyumbatan di jantung. Di rumah sakit sebelumnya, ia sempat direncanakan menjalani kateterisasi dan pemasangan ring atau stent. Namun, hasil pemeriksaan penunjang, termasuk ekokardiografi atau USG jantung, menunjukkan adanya aneurisma aorta. Aneurisma aorta adalah pelebaran pada dinding aorta, pembuluh nadi utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
Diagnosis itu membuatnya kaget dan gelisah. Saat itu Pak Andy belum memutuskan untuk menjalani tindakan di rumah sakit tersebut.
Mendapat Penjelasan yang Terbuka
Atas rekomendasi teman dan dokter yang sebelumnya merawatnya, Pak Andy datang ke Heartology. Ia juga merasa lebih nyaman menjalani pengobatan di Indonesia ketimbang harus berobat ke luar negeri. Sebelum operasi, ia dua kali berkonsultasi dengan tim dokter dan menjalani sejumlah pemeriksaan sebagai persiapan, termasuk pemeriksaan THT dan gigi.
Operasinya dipimpin oleh tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology. Hal yang paling membekas bagi Pak Andy adalah cara dokter menjelaskan rencana tindakan. “Beliau juga menyampaikan dengan gamblang, tidak menutup-nutupi bahwa segala sesuatu ada risikonya, tapi menjelaskan secara komprehensif,” katanya. Menurutnya, keterbukaan itu justru menenangkan. “Bagi saya itu sangat melegakan, karena tidak memberikan harapan kosong. Karena memang kita harus optimis.”
Menjalani Operasi dan Pemulihan
Pak Andy kemudian menjalani operasi untuk menangani aneurisma aortanya. Ia memasrahkan diri kepada Tuhan dan meyakini bahwa jalan inilah yang diberikan untuknya. Selain tim bedah, perawatannya juga melibatkan dokter rehabilitasi medik atau fisioterapi, dokter gizi, dan dokter penyakit dalam. Setelah operasi, dokter rehabilitasi medik mendampinginya dalam masa pemulihan.
Saat video direkam, Pak Andy merasa bersyukur atas dukungan tim dokter yang merawatnya. “Sangat bersyukur karena dipertemukan di saat yang tepat,” ujarnya. Pesannya bagi pasien lain yang sedang menghadapi keputusan serupa adalah tetap optimis saat menjalani tindakan medis.
Setiap aneurisma aorta berbeda ukuran, letak, dan penanganannya. Bila Anda baru menerima diagnosis serupa, diskusikan pilihan penanganan dengan dokter jantung dan dokter bedah toraks dan kardiovaskular.
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
Di Tengah Kegelisahan Aneurisma Aorta, Tim Heartology Meyakinkan Saya untuk Operasi
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 7 menit 36 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.


