Langsung ke konten

Cerita pasien · Penyakit Jantung Koroner & Iskemik

Sesak saat Tes Treadmill: Perjalanan Pak Mispriyadi Menjalani Bypass Jantung

Cerita Bapak Mispriyadi.

Pak Mispriyadi berasal dari Jambi. Seperti karyawan lain di perusahaannya, ia rutin mengikuti medical check-up (MCU) yang diadakan setahun sekali. Dari pemeriksaan rutin itulah penyakit jantung koroner pada dirinya pertama kali terdeteksi, yang kemudian membawanya menjalani operasi bypass di Heartology.

Berawal dari Tes Treadmill

Salah satu pemeriksaan dalam MCU tersebut adalah tes treadmill, yaitu rekaman EKG saat berjalan di atas treadmill yang makin cepat, untuk melihat reaksi jantung terhadap beban. Setelah sekitar delapan menit, Pak Mispriyadi merasakan sesak di dada. "Dari hasil treadmill selama delapan menit, terasa sesak di dada, ditemukan ada penyakit jantung koroner," tuturnya.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung menyempit atau tersumbat oleh plak. Untuk memastikan kondisinya, Pak Mispriyadi menjalani pemeriksaan lanjutan berupa CT scan jantung, yaitu pemeriksaan pencitraan untuk melihat jantung dan pembuluh koroner, lalu kateterisasi jantung, yaitu pemeriksaan dengan selang tipis yang dimasukkan lewat pembuluh darah untuk melihat langsung kondisi arteri koroner.

Anjuran untuk Menjalani Bypass

Hasil kateterisasi menunjukkan penyumbatan yang berat, menurut Pak Mispriyadi hingga sekitar 90 persen. Sumbatan juga ditemukan di banyak titik. Bila ditangani dengan pemasangan ring atau stent, ia diperkirakan membutuhkan sekitar sembilan ring. "Jadi dianjurkan untuk bypass atau CABG," katanya.

CABG (coronary artery bypass grafting) atau operasi bypass jantung adalah operasi yang memakai pembuluh darah dari bagian tubuh lain, umumnya dari dada, tungkai, atau lengan, untuk membuat jalan pintas melewati arteri koroner yang menyempit atau tersumbat. Dengan jalan pintas ini, darah dapat kembali mengalir ke otot jantung.

Menjalani Operasi di Heartology

Pak Mispriyadi kemudian menjalani operasi bypass di Heartology. Ia ditangani oleh tim bedah toraks dan kardiovaskular Heartology bersama Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP (K) dan tim dokter lainnya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para dokter yang melayaninya.

Selama dirawat, ia merasakan pelayanan yang memuaskan. "Pelayanan dan perawatan di Heartology itu sangat baik, bagus, memuaskan, nyaman juga," ujarnya.

Dari pengalamannya, Pak Mispriyadi ingin mengingatkan orang lain agar lebih memperhatikan gaya hidup. Ia menjadikan pengalamannya sendiri menjalani bypass sebagai pengingat, lalu berpesan agar Anda menjaga pola makan, rajin berolahraga, dan tidak banyak merokok. Ia juga merasakan sendiri manfaat MCU rutin: keluhan di dadanya muncul dan tercatat saat pemeriksaan, sehingga pemeriksaan lanjutan dan penanganannya bisa direncanakan.

Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.

Cerita dalam Suaranya Sendiri.

Tindakan CABG (Bypass) Atasi 9 Titik Sumbatan pada Pembuluh Darah Koroner

Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 1 menit 28 detik.

Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.

Pengalaman lainnya

Cerita dengan Perawatan Serupa.

Semua Cerita Pasien

Langkah berikutnya

Bicarakan Kebutuhan
Perawatan Anda.

Mulai dengan konsultasi bersama dokter yang terkait dalam cerita ini. Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi Anda.

Janji Temu dengan DokterKenali Kondisi TerkaitBersama Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).