Perjalanan perawatan
Cerita Bapak Sibranus.
“Saya pikir saya sehat. Saya rutin check-up. Tapi suatu hari, serangan jantung itu datang lagi.” Kalimat itu membuka cerita Pak Sibranus, yang bekerja di Papua. Bersama istrinya, ia berbagi pengalaman menghadapi serangan jantung untuk kedua kalinya hingga menjalani operasi bypass dengan metode MICS di Heartology.
Serangan yang Datang Tiba-Tiba
Kejadian itu terjadi saat Pak Sibranus sedang libur. Dadanya terasa panas, napasnya sesak, dan keringatnya bercucuran. Ketika hendak ke kamar mandi, ia jatuh tidak sadarkan diri di dekat meja makan. Istrinya panik. Beruntung, ada keponakan di rumah yang segera memesan kendaraan untuk membawanya berobat.
Pak Sibranus mendapat pertolongan pertama di sebuah klinik, lalu dirujuk ke rumah sakit daerah dan dirawat sekitar satu minggu. Setelah melewati beberapa fasilitas kesehatan, ia dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Mendapat Penjelasan sebelum Operasi
Di Heartology, Pak Sibranus menjalani pemeriksaan kateter untuk melihat kondisi pembuluh darah jantungnya. Di tengah situasi itu, ia sempat merasa kosong dan pasrah. Ketakutan terbesarnya adalah apakah tubuhnya masih mampu menjalani operasi besar seperti bypass jantung.
Kekhawatirannya mulai mereda setelah dokter menjelaskan pilihan operasi bypass dengan metode MICS (Minimally Invasive Cardiac Surgery). Bypass adalah operasi untuk membuat jalan pintas bagi aliran darah melewati pembuluh darah jantung yang bermasalah. Dengan metode MICS, operasi dilakukan lewat sayatan kecil tanpa membelah tulang dada. “Terima kasih, dokter di sini semua memberikan penjelasan yang cukup dan dimengerti,” ujarnya.
Pulih Perlahan dan Kembali Berjalan
Setelah operasi, Pak Sibranus dirawat sekitar tiga hari di HCU sebelum kembali ke ruang perawatan. Latihan jalan dimulai dari jarak pendek, sekitar 10 sampai 15 meter. Istrinya setia mendampingi dan mengibaratkan masa itu seperti menuntun bayi yang belajar berjalan, termasuk saat menyeberang jalan. Setelah pulang, Pak Sibranus kontrol rutin untuk mengganti perban dan membuka jahitan. Dalam proses ini, ia menyebut beberapa dokter yang mendampinginya, di antaranya Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP (K) dan dr. Ayu Amalia Utami Putri, Sp.KFR, dokter rehabilitasi medik.
Saat video direkam, Pak Sibranus sudah pulih dan rutin berjalan kaki. Bekas jahitannya rapi dan cepat kering. Ia berpesan agar Anda rutin memeriksakan kesehatan jantung dan tidak takut menjalani penanganan. Istrinya menambahkan pesan untuk para pendamping pasien agar sabar dan terus mendukung dengan doa. Ia juga mengingatkan suaminya: “Jangan mentang-mentang nanti sudah sehat lalu lupa daratan.”
Setiap perjalanan berbeda. Cerita ini merupakan pengalaman pribadi. Kondisi, pilihan penanganan, dan hasil perawatan setiap orang dapat berbeda.
Dengarkan langsung
Cerita dalam Suaranya Sendiri.
MICS CABG, Bypass Jantung Minim Sayatan: Kisah Pak Sibranus
Simak pengalaman yang dibagikan pasien melalui kanal Heartology. Durasi 15 menit 6 detik.
Tonton di YouTube Video dibuka di YouTube, di tab baru.




