Jawaban singkat
Apa Itu Aritmia Pasca Prosedur?
Aritmia pasca prosedur adalah gangguan irama jantung yang muncul setelah operasi atau tindakan jantung, misalnya fibrilasi atrium setelah operasi bypass atau blok jantung setelah penggantian katup. Banyak yang sementara, tetapi tetap perlu dipantau dan ditangani.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan atau hampir pingsan
- Debar sangat cepat yang tidak berhenti disertai lemas atau keringat dingin
- Nyeri dada atau sesak napas berat
- Wajah mencong, bicara pelo, atau satu sisi tubuh lemah
- Nadi sangat lambat disertai pusing berat
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Aritmia Pasca Prosedur
Operasi dan tindakan jantung menyentuh jaringan yang dekat dengan sistem listrik jantung. Sayatan, jahitan, kateter, peradangan setelah operasi, perubahan cairan dan elektrolit, serta stres tubuh dapat mengganggu pembentukan atau penghantaran sinyal listrik. Akibatnya, irama jantung bisa menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Gangguan ini disebut aritmia pasca prosedur.
Jenis yang Sering Ditemukan
Fibrilasi atrium pasca operasi adalah jenis yang banyak ditemukan, terutama setelah operasi bypass koroner atau operasi katup. Biasanya muncul pada hari kedua sampai keempat setelah operasi dan sering kembali ke irama normal dalam beberapa hari sampai minggu. Fibrilasi atrium secara umum dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.
Gangguan penghantaran, seperti blok cabang berkas atau blok atrioventrikular, dapat muncul setelah penggantian katup aorta lewat kateter (TAVI), operasi katup, atau penutupan lubang sekat jantung. Sebagian membaik sendiri, sebagian memerlukan alat pacu jantung. Blok ini dibahas di halaman Blok Atrioventrikular. Setelah ablasi fibrilasi atrium, sebagian pasien mengalami flutter atau takikardia atrium yang dapat mereda atau memerlukan tindakan ulang. Pada anak setelah operasi jantung bawaan, dapat muncul takikardia dari daerah nodus AV yang ditangani di ruang rawat intensif.
Mengapa Tetap Perlu Diperhatikan
Walau sering sementara, aritmia pasca prosedur dapat memperpanjang rawat inap, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan risiko stroke. Fibrilasi atrium pasca operasi juga menandai risiko fibrilasi atrium yang kambuh di kemudian hari. Karena itu, irama jantung dipantau setelah tindakan, dan dokter menimbang obat pengencer darah serta jadwal kontrol irama sesudah pulang.
Sebagian aritmia baru muncul setelah pasien pulang. Sebelum pulang, tim biasanya menjelaskan tanda yang perlu diwaspadai, cara meraba nadi, dan kapan harus kembali. Bila Anda memakai alat pacu jantung atau perekam tertanam, data irama juga dapat diperiksa dari jarak jauh. Aritmia serupa dapat muncul setelah operasi besar di luar jantung, misalnya operasi paru, walaupun lebih jarang.
Halaman ini membahas aritmia yang muncul karena tindakan. Gambaran umum seluruh jenis gangguan irama dibahas di halaman Gangguan Irama Jantung / Aritmia.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Jantung berdebar cepat atau tidak teratur setelah tindakan
- Pusing atau kepala terasa ringan saat duduk atau berdiri
- Lemas dan cepat lelah melebihi yang diperkirakan saat pemulihan
- Napas pendek
- Nadi teraba sangat lambat atau tidak teratur
- Tanpa keluhan, terlihat pada monitor irama di ruang rawat
Gejala pada Anak-Anak
Pada anak setelah operasi jantung bawaan, aritmia sering dikenali tim dari monitor dan dari perubahan perilaku anak.
- Rewel atau sulit ditenangkan
- Malas makan atau menyusu
- Napas cepat atau tampak sesak
- Pucat, lemas, atau berkeringat
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Peradangan pada jaringan jantung dan selaput jantung setelah operasi
- Cedera, bengkak, atau tekanan pada jalur listrik di dekat katup dan sekat jantung
- Gangguan kadar kalium dan magnesium setelah operasi
- Lonjakan hormon stres dan aktivitas saraf simpatis selama pemulihan
- Kelebihan cairan, kekurangan oksigen, atau infeksi setelah tindakan
- Jaringan parut dari sayatan atau ablasi yang menjadi jalur listrik baru
- Pengaruh obat yang dipakai selama dan setelah tindakan
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Risiko fibrilasi atrium pasca operasi meningkat seiring usia, terutama setelah usia 65 tahun.
Medis
Riwayat fibrilasi atrium, serambi kiri yang membesar, gagal jantung, hipertensi, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal, dan obesitas.
Gaya Hidup
Merokok dan minum alkohol berlebihan sebelum operasi berkaitan dengan risiko aritmia yang lebih tinggi setelah tindakan.
Lainnya
Jenis tindakan berpengaruh: operasi katup atau gabungan bypass dan katup berisiko lebih tinggi, dan blok cabang berkas kanan sebelum TAVI meningkatkan risiko blok AV.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Pasien Pasca Operasi Bypass atau Katup: Kelompok dengan angka fibrilasi atrium pasca operasi yang tinggi, terutama pada hari kedua sampai keempat.
- Pasien Pasca TAVI: Berisiko blok cabang berkas dan blok AV, sehingga irama dipantau beberapa hari setelah tindakan.
- Pasien Pasca Ablasi Fibrilasi Atrium: Kekambuhan dini dalam tiga bulan pertama sering terjadi dan belum tentu berarti ablasi tidak berhasil.
- Anak Pasca Operasi Jantung Bawaan: Dapat mengalami takikardia atau blok jantung setelah operasi, dan sebagian aritmia muncul bertahun-tahun kemudian.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Setelah operasi atau tindakan jantung, irama Anda umumnya dipantau terus-menerus dengan monitor selama beberapa hari. Bila monitor menunjukkan perubahan atau Anda merasakan keluhan, EKG 12 sadapan dibuat untuk memastikan jenis aritmia.
Tim kemudian mencari pemicunya: kadar kalium dan magnesium, kadar oksigen, tanda infeksi, cairan di selaput jantung, atau fungsi katup dan pompa melalui ekokardiografi. Setelah TAVI atau operasi katup, EKG diulang untuk melihat apakah muncul blok cabang berkas atau blok AV yang baru. Setelah pulang, dokter dapat memakai Holter, perekam jangka panjang, atau pemantauan jarak jauh alat pacu untuk memastikan aritmia tidak muncul lagi.
Monitor irama terus-menerus di ruang rawat intensif dan bangsal setelah tindakan untuk mengenali aritmia sejak awal.
Elektrokardiogram / EKG
Memastikan jenis aritmia, misalnya fibrilasi atrium, flutter, atau blok AV, saat keluhan muncul atau monitor menunjukkan perubahan.
Pemeriksaan Elektrolit Darah
Memeriksa kalium dan magnesium yang sering berubah setelah operasi dan perlu dikoreksi.
Ekokardiografi
Mencari cairan di selaput jantung, gangguan katup, atau penurunan fungsi pompa yang memicu aritmia.
Monitoring Jantung Jangka Panjang
Setelah pulang, merekam irama beberapa hari sampai minggu untuk menilai apakah aritmia masih muncul.
Pemantauan Jantung Jarak Jauh
Pemeriksaan alat pacu jantung atau perekam tertanam dari rumah untuk mendeteksi aritmia setelah tindakan.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Koreksi Pemicu
Memperbaiki kadar kalium dan magnesium, serta mengatasi nyeri, kekurangan oksigen, infeksi, dan kelebihan cairan.
Pengendalian Denyut dan Irama
Golongan penghambat beta atau obat antiaritmia, sesuai keputusan dokter, untuk memperlambat denyut atau mengembalikan irama normal.
Kardioversi
Kejutan listrik terkendali untuk mengembalikan irama normal bila aritmia menetap atau tekanan darah turun.
Obat Pengencer Darah
Dipertimbangkan pada fibrilasi atrium pasca operasi setelah menimbang risiko stroke dan risiko perdarahan dari luka operasi.
Pacu Sementara dan Alat Pacu Permanen
Kabel pacu sementara yang dipasang saat operasi dipakai untuk denyut lambat. Bila blok menetap, alat pacu permanen dipasang.
Pencegahan Menjelang Operasi
Pada pasien tertentu, dokter dapat memberi obat pencegah fibrilasi atrium di sekitar waktu operasi jantung, misalnya golongan penghambat beta atau amiodaron.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Stroke
Fibrilasi atrium pasca operasi dapat memicu bekuan darah di serambi kiri. Dokter menimbang obat pengencer darah sesuai risiko perdarahan setelah operasi.
Tekanan Darah Turun
Denyut yang terlalu cepat atau terlalu lambat mengurangi darah yang dipompa sehingga pemulihan dapat terganggu.
Rawat Inap Lebih Lama
Penanganan aritmia dapat memperpanjang perawatan dan menambah pemeriksaan sebelum pulang.
Fibrilasi Atrium Berulang
Orang yang mengalami fibrilasi atrium pasca operasi lebih mungkin mengalaminya lagi di kemudian hari, sehingga perlu kontrol irama.
Kebutuhan Alat Pacu Permanen
Blok AV yang menetap setelah TAVI atau operasi katup memerlukan alat pacu jantung permanen.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Ikuti persiapan sebelum operasi, termasuk berhenti merokok dan menghindari alkohol
- Lanjutkan obat jantung yang dianjurkan sebelum operasi; jangan menghentikannya sendiri
- Sampaikan riwayat fibrilasi atrium, pingsan, atau alat pacu kepada tim sebelum tindakan
- Bergerak dan lakukan latihan napas sesuai arahan tim setelah operasi
- Datang ke kontrol pertama dan bawa catatan keluhan irama sejak pulang
- Pelajari cara meraba nadi dan catat bila terasa tidak teratur
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Setelah pulang dari operasi atau tindakan jantung, hubungi dokter yang merawat atau buat janji lebih awal bila Anda merasakan debar tidak teratur, nadi teraba sangat lambat, pusing, atau lelah yang makin berat, walaupun keluhannya ringan. Bawa catatan waktu keluhan dan hasil pengukuran nadi atau rekaman jam pintar bila ada.
Segera ke IGD bila:
- Anda pingsan atau hampir pingsan
- Debar sangat cepat tidak berhenti disertai lemas, sesak, atau nyeri dada
- Muncul tanda stroke, seperti wajah mencong, bicara pelo, atau satu sisi tubuh lemah
- Muncul demam, nyeri dada yang makin berat, atau sesak setelah operasi
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang aritmia setelah operasi atau tindakan jantung.
Seberapa sering aritmia muncul setelah operasi jantung?
Fibrilasi atrium adalah aritmia yang banyak ditemukan setelah operasi jantung, dialami sekitar 20 sampai 40 dari setiap 100 pasien setelah operasi bypass atau katup. Angkanya lebih rendah setelah tindakan lewat kateter dan operasi di luar jantung. Sebagian besar muncul dalam lima hari pertama dan sering kembali normal sebelum atau tidak lama setelah pulang.
Apakah fibrilasi atrium setelah operasi akan hilang sendiri?
Sering kali ya. Banyak pasien kembali ke irama normal dalam beberapa hari sampai minggu, dengan atau tanpa obat. Namun, pengalaman ini menandakan serambi yang rentan, sehingga fibrilasi atrium dapat muncul lagi di kemudian hari. Dokter biasanya menjadwalkan kontrol dan rekaman irama, serta menimbang perlu tidaknya obat pengencer darah dalam jangka panjang.
Mengapa saya perlu alat pacu jantung setelah TAVI?
Katup aorta berada sangat dekat dengan jalur penghantar listrik jantung. Katup baru dapat menekan jalur ini sehingga muncul blok cabang berkas atau blok AV. Sebagian membaik dalam beberapa hari, sehingga tim biasanya memantau lebih dulu. Bila blok derajat tinggi menetap, alat pacu permanen dipasang untuk mencegah denyut sangat lambat dan pingsan.
Apakah debar setelah ablasi berarti ablasinya tidak berhasil?
Belum tentu. Dalam tiga bulan pertama setelah ablasi fibrilasi atrium, jaringan masih pulih dan peradangan dapat memicu debar atau fibrilasi atrium singkat. Masa ini disebut masa blanking, dan kekambuhan dini sering mereda sendiri. Tetap laporkan keluhan kepada dokter. Hasil ablasi biasanya dinilai setelah masa pemulihan ini selesai.
Apakah saya perlu obat pengencer darah bila muncul fibrilasi atrium setelah operasi?
Tergantung risiko stroke, risiko perdarahan setelah operasi, dan lamanya fibrilasi atrium. Pedoman terkini menganjurkan dokter menimbang obat pengencer darah jangka panjang pada pasien tertentu, terutama bila risiko stroke tinggi. Keputusan ini dibuat bersama tim bedah dan dokter jantung. Jangan memulai atau menghentikan obat sendiri tanpa arahan dokter.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D..
- Van Gelder IC, Rienstra M, Bunting KV, Casado-Arroyo R, Caso V, Crijns HJGM, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of atrial fibrillation developed in collaboration with the European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur Heart J. 2024;45(36):3314-3414.
- Gaudino M, Di Franco A, Rong LQ, Piccini J, Mack M. Postoperative atrial fibrillation: from mechanisms to treatment. Eur Heart J. 2023;44(12):1020-1039.
- Dobrev D, Aguilar M, Heijman J, Guichard JB, Nattel S. Postoperative atrial fibrillation: mechanisms, manifestations and management. Nat Rev Cardiol. 2019;16(7):417-436.
- Rodés-Cabau J, Ellenbogen KA, Krahn AD, Latib A, Mack M, Mittal S, et al. Management of Conduction Disturbances Associated With Transcatheter Aortic Valve Replacement: JACC Scientific Expert Panel. J Am Coll Cardiol. 2019;74(8):1086-1106.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, Michowitz Y, Auricchio A, Barbash IM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.




