Jawaban singkat
Apa Itu Blok Atrioventrikular?
Blok atrioventrikular adalah hambatan sinyal listrik dari serambi ke bilik jantung. Derajatnya beragam, dari perlambatan ringan tanpa keluhan sampai blok total yang membuat denyut sangat lambat dan umumnya memerlukan alat pacu jantung.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan mendadak tanpa tanda peringatan
- Nadi sangat lambat disertai lemas, pucat, atau keringat dingin
- Nyeri dada atau sesak napas berat
- Bingung mendadak atau sulit dibangunkan
- Kejang singkat disertai hilang kesadaran
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Blok Atrioventrikular
Sinyal listrik jantung dimulai di nodus sinus, menyebar ke serambi, lalu melewati nodus atrioventrikular (nodus AV) sebelum masuk ke bilik. Nodus AV berfungsi seperti gerbang yang memberi jeda singkat agar serambi selesai mengisi bilik dengan darah. Pada blok atrioventrikular, atau blok AV, sinyal di gerbang ini atau di jalur di bawahnya diperlambat atau terhenti. Gangguan ini dapat menetap atau hilang timbul, dan dampaknya bergantung pada derajat serta letak hambatannya.
Derajat Blok AV
Blok derajat satu berarti setiap sinyal tetap sampai ke bilik, hanya lebih lambat. Kondisi ini terlihat di EKG dan biasanya tanpa keluhan. Blok derajat dua berarti sebagian sinyal tidak diteruskan. Tipe Mobitz I, atau Wenckebach, sering ditemukan pada orang muda yang bugar atau saat tidur dan umumnya tidak berbahaya. Tipe Mobitz II biasanya terjadi di jalur yang lebih bawah dan lebih mudah berlanjut menjadi blok total. Blok derajat tiga, atau blok total, berarti tidak ada sinyal serambi yang diteruskan. Bilik lalu berdenyut sendiri dengan laju lambat, sering 30 sampai 45 kali per menit.
Penyebab
Pada orang dewasa, penyebab yang banyak ditemukan adalah penuaan dan pengerasan jaringan sistem listrik jantung. Penyebab lain adalah serangan jantung, obat yang memperlambat penghantaran, operasi atau tindakan katup jantung seperti penggantian katup aorta lewat kateter (TAVI), peradangan otot jantung, sarkoidosis, dan kadar kalium yang tinggi. Ada juga blok AV bawaan, misalnya pada bayi dari ibu dengan lupus.
Mengapa Derajat Penting
Derajat dan letak blok menentukan penanganan. Blok derajat satu dan Mobitz I tanpa keluhan umumnya cukup dipantau. Blok Mobitz II, blok derajat tinggi, dan blok total umumnya memerlukan alat pacu jantung permanen walaupun keluhan belum muncul, kecuali penyebabnya sementara dan dapat diperbaiki. Pada orang yang lebih muda tanpa penyebab yang jelas, dokter juga mencari penyakit otot jantung yang mendasarinya.
Blok AV adalah salah satu asal denyut jantung lambat. Gambaran umum denyut lambat dari berbagai asal dibahas di halaman Bradikardia.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Tanpa keluhan pada blok derajat satu dan sebagian blok derajat dua
- Mudah lelah dan kemampuan beraktivitas menurun
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Napas pendek saat berjalan atau naik tangga
- Denyut terasa lambat atau sesekali seperti hilang satu ketukan
- Rasa tidak nyaman di dada
Gejala pada Lansia
Blok AV akibat penuaan banyak ditemukan pada lansia, dan keluhannya sering samar.
- Sering jatuh tanpa sebab yang jelas
- Bingung atau mudah lupa yang hilang timbul
- Lemas dan banyak tidur di siang hari
Gejala pada Bayi Baru Lahir
Blok AV bawaan sering sudah terdeteksi saat kehamilan, terutama pada ibu dengan lupus atau antibodi anti-Ro.
- Denyut jantung janin lambat saat pemeriksaan kehamilan
- Denyut jantung bayi lambat saat lahir
- Sulit menyusu dan mudah lelah
- Napas cepat atau tampak lemas
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penuaan dan pengerasan jaringan sistem penghantar listrik jantung
- Serangan jantung, terutama yang mengenai dinding bawah jantung
- Obat yang memperlambat nodus AV, seperti penghambat beta, digoksin, atau antiaritmia
- Operasi katup, penggantian katup aorta lewat kateter (TAVI), atau ablasi di dekat nodus AV
- Peradangan atau penyakit otot jantung, seperti miokarditis, sarkoidosis, dan amiloidosis
- Kadar kalium darah terlalu tinggi
- Blok AV bawaan, misalnya pada bayi dari ibu dengan lupus
- Tonus saraf vagus yang tinggi pada atlet atau saat tidur, umumnya blok derajat satu atau Mobitz I
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Degenerasi jaringan penghantar meningkat setelah usia 60 sampai 70 tahun, sehingga blok AV dan kebutuhan alat pacu lebih banyak pada lansia.
Medis
Penyakit jantung koroner, riwayat serangan jantung, kardiomiopati, penyakit katup aorta, sarkoidosis, amiloidosis, dan penyakit ginjal kronis dengan kalium tinggi.
Genetik
Sebagian kecil gangguan penghantaran diturunkan dalam keluarga, misalnya kelainan gen lamin A/C atau distrofi otot miotonik.
Lainnya
Riwayat operasi katup jantung, TAVI, atau ablasi, serta pemakaian beberapa obat yang memperlambat penghantaran sekaligus.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Lansia: Penuaan jaringan penghantar membuat blok AV dan kebutuhan alat pacu lebih sering ditemukan setelah usia 70 tahun.
- Pasien Pasca Tindakan Katup Aorta: TAVI atau operasi katup aorta dapat menekan jalur penghantar di dekat katup sehingga muncul blok baru.
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner: Serangan jantung dapat mengganggu aliran darah ke nodus AV; blok jenis ini sering bersifat sementara.
- Pemakai Obat Pengatur Denyut: Penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, dan digoksin dapat memperlambat penghantaran di nodus AV.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Blok AV sering pertama kali terlihat di EKG rutin. EKG memperlihatkan hubungan antara gelombang listrik serambi dan bilik, sehingga dokter dapat menentukan derajat blok. Lebar kompleks QRS dan perubahan saat denyut meningkat memberi petunjuk apakah blok terjadi di nodus AV atau di jalur yang lebih bawah.
Bila blok hilang timbul, Holter atau perekam jangka panjang dipakai untuk menangkapnya. Dokter juga mencari penyebab yang dapat diperbaiki: obat yang memperlambat penghantaran, kalium tinggi, serangan jantung, atau peradangan otot jantung. Ekokardiografi menilai fungsi pompa dan katup. Pada orang di bawah 60 tahun tanpa penyebab yang jelas, dokter dapat menyarankan MRI jantung untuk mencari sarkoidosis atau penyakit otot jantung lain.
Elektrokardiogram / EKG
Menentukan derajat blok dari hubungan gelombang serambi (P) dan bilik (QRS), serta lebar kompleks QRS.
Pemantauan Holter
Menangkap blok yang hilang timbul dan mencocokkannya dengan keluhan seperti pusing atau pingsan.
Implantable Loop Recorder (ILR)
Perekam tertanam untuk pingsan yang jarang dan belum terjelaskan, merekam irama sampai sekitar tiga tahun.
Ekokardiografi
Menilai fungsi pompa dan katup serta mencari penyakit otot jantung yang mendasari blok.
MRI Jantung
Mencari sarkoidosis, peradangan, atau penyakit otot jantung lain, terutama pada orang di bawah 60 tahun tanpa penyebab yang jelas.
Pemeriksaan Elektrolit Darah
Mengukur kalium yang terlalu tinggi sebagai penyebab blok yang dapat diperbaiki.
Studi Elektrofisiologi
Pada kasus tertentu, mengukur letak blok di dalam jalur penghantar bila EKG dan rekaman lain belum jelas.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan Berkala
Blok derajat satu dan Mobitz I tanpa keluhan umumnya cukup dipantau dengan EKG berkala.
Menangani Penyebab yang Dapat Diperbaiki
Menyesuaikan obat, memperbaiki kalium, atau menangani serangan jantung dan peradangan, karena sebagian blok membaik setelahnya.
Pacu Jantung Sementara
Dipakai di ruang rawat intensif bila blok berat muncul mendadak, sambil menunggu blok membaik atau pemasangan alat permanen.
Alat Pacu Jantung Permanen
Dianjurkan untuk blok Mobitz II, blok derajat tinggi, dan blok total yang tidak disebabkan hal sementara, dengan atau tanpa keluhan.
Pacu Fisiologis atau Resinkronisasi
Bila pacuan bilik diperkirakan sangat sering atau fungsi pompa menurun, dokter dapat memilih pacuan sistem konduksi atau alat resinkronisasi (CRT).
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Pingsan Mendadak (Serangan Stokes-Adams)
Pada blok derajat tinggi, bilik dapat berhenti berdenyut beberapa detik sehingga Anda pingsan tanpa peringatan dan berisiko cedera.
Gagal Jantung
Denyut sangat lambat dalam waktu lama mengurangi darah yang dipompa, sehingga dapat timbul sesak dan bengkak.
Henti Jantung
Blok total yang tidak ditangani dapat menyebabkan bilik berhenti berdenyut atau memicu aritmia bilik yang berbahaya.
Komplikasi Alat Pacu
Infeksi, pergeseran kabel, atau penurunan fungsi pompa akibat pacuan bilik kanan jangka panjang dapat terjadi, sehingga alat perlu dikontrol berkala.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berhenti merokok untuk mencegah penyakit jantung koroner
- Tunjukkan semua obat dan suplemen kepada dokter, terutama obat pengatur denyut
- Lakukan EKG kontrol sesuai jadwal bila Anda memiliki blok derajat satu atau Mobitz I
- Bila Anda memiliki penyakit ginjal, ikuti anjuran pembatasan kalium
- Setelah TAVI atau operasi katup, ikuti jadwal pemantauan irama yang diberikan
- Perempuan dengan lupus atau antibodi anti-Ro sebaiknya berkonsultasi sebelum hamil
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bila EKG Anda menunjukkan blok AV, konsultasikan hasilnya ke dokter jantung walaupun Anda merasa sehat, terutama bila disebut blok derajat dua atau tiga. Buat janji juga bila Anda mudah lelah, pusing, sesak saat aktivitas ringan, atau merasa denyut sering seperti hilang satu ketukan.
Segera ke IGD bila:
- Anda pingsan, terutama mendadak tanpa tanda peringatan
- Nadi sangat lambat disertai lemas, pucat, atau keringat dingin
- Muncul nyeri dada, sesak napas berat, atau kebingungan mendadak
- Denyut melambat jelas setelah operasi katup atau TAVI
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang blok atrioventrikular atau blok jantung.
Apakah blok AV derajat satu berbahaya?
Umumnya tidak. Pada blok derajat satu, setiap sinyal tetap sampai ke bilik, hanya sedikit lebih lambat. Kondisi ini sering ditemukan pada orang sehat, atlet, atau lansia, dan biasanya tidak menimbulkan keluhan. Dokter dapat menyarankan EKG berkala untuk melihat perkembangannya, terutama bila ada penyakit jantung lain atau Anda memakai obat yang memperlambat penghantaran.
Apakah blok jantung total selalu memerlukan alat pacu jantung?
Hampir selalu, kecuali penyebabnya sementara dan dapat diperbaiki, misalnya efek obat, kalium tinggi, atau serangan jantung tertentu yang membaik dalam beberapa hari. Pada blok total yang menetap, alat pacu dianjurkan walaupun belum ada keluhan, karena risiko pingsan mendadak dan henti jantung. Dokter akan memastikan penyebabnya lebih dulu sebelum memutuskan pemasangan alat permanen.
Apa yang dimaksud dengan Mobitz I dan Mobitz II?
Keduanya adalah blok derajat dua, ketika sebagian sinyal serambi tidak diteruskan ke bilik. Pada Mobitz I, jeda sinyal makin panjang sampai satu denyut terlewat, biasanya terjadi di nodus AV dan sering tidak berbahaya. Pada Mobitz II, denyut terlewat tiba-tiba tanpa perlambatan sebelumnya, biasanya di jalur yang lebih bawah, dan lebih mudah berlanjut menjadi blok total.
Mengapa blok AV bisa muncul setelah TAVI atau operasi katup?
Jalur penghantar listrik jantung berada sangat dekat dengan katup aorta. Saat katup dipasang atau diperbaiki, jaringan di sekitarnya dapat tertekan atau membengkak sehingga sinyal terhambat. Sebagian blok membaik dalam beberapa hari, sebagian menetap dan memerlukan alat pacu. Karena itu, irama jantung dipantau beberapa hari setelah tindakan dan pada kontrol berikutnya.
Apakah penyandang blok AV boleh berolahraga?
Tergantung derajat dan penanganannya. Pada blok derajat satu atau Mobitz I tanpa keluhan, olahraga umumnya aman. Pada blok derajat tinggi, olahraga ditunda sampai penanganan selesai, biasanya setelah alat pacu terpasang dan luka pulih. Setelah itu, sebagian besar olahraga dapat dilakukan kembali dengan menghindari benturan keras pada area alat. Tanyakan batas aman kepada dokter Anda.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), Ph.D..
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Barrett C, Edgerton JR, Ellenbogen KA, Gold MR, et al. 2018 ACC/AHA/HRS Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2019;140(8):e382-e482.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, Michowitz Y, Auricchio A, Barbash IM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
- Chung MK, Patton KK, Lau CP, Dal Forno ARJ, Al-Khatib SM, Arora V, et al. 2023 HRS/APHRS/LAHRS guideline on cardiac physiologic pacing for the avoidance and mitigation of heart failure. Heart Rhythm. 2023;20(9):e17-e91.
- Rodés-Cabau J, Ellenbogen KA, Krahn AD, Latib A, Mack M, Mittal S, et al. Management of Conduction Disturbances Associated With Transcatheter Aortic Valve Replacement: JACC Scientific Expert Panel. J Am Coll Cardiol. 2019;74(8):1086-1106.
- Brignole M, Moya A, de Lange FJ, Deharo JC, Elliott PM, Fanciulli A, et al. 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and management of syncope. Eur Heart J. 2018;39(21):1883-1948.




