Jawaban singkat
Apa Itu Bradikardia?
Bradikardia adalah denyut jantung yang lebih lambat dari 60 kali per menit saat istirahat. Pada orang bugar atau saat tidur, ini sering normal. Bila disertai pusing, lelah, sesak, atau pingsan, penyebabnya perlu dicari dan ditangani.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan atau hampir pingsan
- Nyeri dada atau sesak napas berat
- Bingung mendadak atau sulit dibangunkan
- Nadi sangat lambat, misalnya di bawah 40 kali per menit, disertai lemas
- Kulit pucat, dingin, dan berkeringat
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Bradikardia
Denyut jantung orang dewasa saat istirahat umumnya 60 sampai 100 kali per menit. Bradikardia berarti denyut lebih lambat dari 60 kali per menit; pedoman Amerika memakai batas 50 kali per menit untuk denyut lambat yang perlu diperhatikan. Denyut lambat tidak selalu masalah. Atlet, orang yang sangat bugar, dan banyak orang saat tidur memiliki denyut di bawah 60 kali per menit tanpa keluhan apa pun.
Bradikardia menjadi masalah bila jantung tidak lagi dapat memompa cukup darah atau tidak dapat mempercepat diri sesuai kebutuhan. Akibatnya, otak dan otot kekurangan aliran darah. Keluhannya bisa berupa lelah, pusing, sesak saat beraktivitas, sulit berkonsentrasi, sampai pingsan.
Dua Sumber Utama
Bradikardia berasal dari dua bagian sistem listrik jantung. Pertama, nodus sinus, alat pacu alami jantung, membentuk sinyal terlalu lambat atau sesekali berhenti. Kelompok ini mencakup bradikardia sinus, yang dibahas di halaman Bradikardia Sinus, serta disfungsi nodus sinus yang dapat bergantian dengan denyut cepat, yang dibahas di halaman Sindrom Takikardia-Bradikardia. Kedua, sinyal dari serambi terhambat di jalur penghantar menuju bilik. Kondisi ini disebut blok atrioventrikular, yang dibahas di halaman Blok Atrioventrikular.
Penyebab yang Dapat Diperbaiki
Sebelum memutuskan pemasangan alat, dokter mencari penyebab yang dapat diperbaiki. Contohnya obat yang memperlambat denyut, seperti penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, digoksin, dan obat antiaritmia, kelenjar tiroid yang kurang aktif, kadar kalium yang terlalu tinggi, serangan jantung, dan henti napas saat tidur. Bradikardia karena hal ini sering membaik setelah penyebabnya ditangani. Jangan menghentikan obat sendiri; diskusikan dengan dokter.
Kapan Alat Pacu Jantung Diperlukan
Alat pacu jantung dipertimbangkan bila denyut lambat menetap, menimbulkan keluhan, dan penyebabnya tidak dapat diperbaiki. Sebelumnya, dokter memastikan bahwa keluhan memang berasal dari denyut lambat, bukan dari hal lain seperti tekanan darah rendah. Pada blok atrioventrikular derajat tinggi, alat pacu umumnya dianjurkan walaupun keluhan belum muncul, karena risiko pingsan mendadak. Alat ini dipasang di bawah kulit dada dengan bius lokal, dan sebagian besar pemakainya kembali beraktivitas seperti biasa.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Bradikardia. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Mudah lelah dan lemas, terutama saat beraktivitas
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Napas pendek saat naik tangga atau berjalan cepat
- Sulit berkonsentrasi atau mudah lupa
- Nadi teraba lambat saat diraba
- Kemampuan berolahraga menurun karena denyut tidak naik
Gejala pada Lansia
Pada lansia, keluhan bradikardia sering samar dan dianggap akibat usia.
- Sering jatuh atau limbung
- Bingung atau perubahan perilaku yang hilang timbul
- Lemas dan banyak tidur di siang hari
- Pingsan sesaat yang dikira terpeleset
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penuaan dan pengerasan jaringan sistem listrik jantung
- Disfungsi nodus sinus, termasuk sindrom takikardia-bradikardia
- Blok atrioventrikular akibat gangguan jalur penghantar sinyal ke bilik
- Obat yang memperlambat denyut, seperti penghambat beta, digoksin, atau obat antiaritmia
- Kelenjar tiroid kurang aktif (hipotiroidisme)
- Kadar kalium darah terlalu tinggi, misalnya pada penyakit ginjal
- Serangan jantung, peradangan otot jantung, atau infeksi tertentu
- Henti napas saat tidur dan rangsangan saraf vagus yang kuat
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Usia
Degenerasi sistem listrik jantung lebih sering terjadi setelah usia 65 tahun, sehingga bradikardia dan kebutuhan alat pacu meningkat seiring usia.
Medis
Penyakit jantung koroner, riwayat serangan jantung, hipertensi, hipotiroidisme, penyakit ginjal kronis, sleep apnea, dan riwayat operasi jantung.
Genetik
Sebagian kecil gangguan penghantaran listrik jantung diturunkan dalam keluarga, dan blok jantung bawaan dapat terjadi pada bayi dari ibu dengan lupus.
Lainnya
Pemakaian obat yang memperlambat denyut, terutama bila beberapa obat dipakai bersamaan atau fungsi ginjal menurun.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Lansia: Penuaan nodus sinus dan jalur penghantar membuat bradikardia dan kebutuhan alat pacu lebih sering setelah usia 65 tahun.
- Pemakai Obat Pengatur Denyut: Penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, digoksin, dan obat antiaritmia dapat memperlambat denyut berlebihan.
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner: Serangan jantung, terutama di dinding bawah jantung, dapat mengganggu nodus sinus atau nodus atrioventrikular.
- Pasien Pasca Operasi Jantung: Operasi katup atau penggantian katup aorta lewat kateter dapat mengganggu jalur penghantar di dekat katup.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter pertama-tama memastikan apakah denyut lambat memang menimbulkan keluhan, lalu mencari asalnya. Anda akan ditanya tentang keluhan, kebiasaan olahraga, pola tidur, dan semua obat yang dipakai, termasuk obat tetes mata glaukoma golongan penghambat beta.
EKG menunjukkan kecepatan dan jenis bradikardia. Karena denyut lambat sering hilang timbul, Holter atau perekam jangka panjang dipakai untuk mencocokkan keluhan dengan rekaman irama. Tes treadmill menilai apakah denyut dapat naik saat beraktivitas. Tes darah, terutama fungsi tiroid dan kalium, mencari penyebab yang dapat diperbaiki. Ekokardiografi dilakukan bila dicurigai ada penyakit jantung struktural. Studi elektrofisiologi jarang diperlukan, hanya bila hasil pemeriksaan lain belum jelas.
Pemeriksaan Fisik
Dokter meraba nadi, mengukur tekanan darah, dan mencari tanda penyakit lain yang memperlambat denyut.
Elektrokardiogram / EKG
Menunjukkan denyut lambat dan membedakan asalnya, dari nodus sinus atau akibat blok atrioventrikular.
Pemantauan Holter
Merekam denyut siang dan malam untuk menangkap jeda panjang atau denyut lambat yang hilang timbul, lalu mencocokkannya dengan keluhan.
Tes Treadmill
Menilai apakah denyut naik dengan wajar saat beban bertambah, untuk mengenali jantung yang tidak dapat mempercepat diri.
Implantable Loop Recorder (ILR)
Perekam tertanam untuk pingsan yang jarang dan belum terjelaskan dengan rekaman lain.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Mencari kelenjar tiroid yang kurang aktif sebagai penyebab yang dapat diobati.
Pemeriksaan Elektrolit Darah
Mengukur kalium dan elektrolit lain yang dapat memperlambat denyut.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Pemantauan tanpa Tindakan
Denyut lambat tanpa keluhan dan tanpa blok derajat tinggi umumnya cukup dipantau, terutama pada orang yang bugar.
Menangani Penyebab yang Dapat Diperbaiki
Menyesuaikan obat yang memperlambat denyut, mengobati hipotiroidisme, memperbaiki kalium, atau mengobati sleep apnea, atas keputusan dokter.
Obat dan Pacu Sementara
Dalam keadaan darurat, obat suntik atau pacu jantung sementara lewat kulit atau kateter dipakai untuk menaikkan denyut sambil menunggu penanganan lanjut.
Alat Pacu Jantung Permanen
Dipasang di bawah kulit dada untuk bradikardia bergejala yang menetap atau blok atrioventrikular derajat tinggi. Ada jenis berkabel dan tanpa kabel (leadless).
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Pingsan dan Cedera Akibat Jatuh
Denyut yang terlalu lambat atau jeda panjang menurunkan aliran darah ke otak sehingga Anda dapat pingsan tanpa peringatan dan cedera.
Gagal Jantung
Denyut yang terlalu lambat dalam waktu lama mengurangi jumlah darah yang dipompa, sehingga dapat timbul sesak dan bengkak.
Penurunan Kemampuan Beraktivitas
Jantung yang tidak dapat mempercepat diri membuat Anda cepat lelah dan sulit menjalani aktivitas harian.
Henti Jantung
Pada blok jantung total atau jeda sinus yang sangat panjang, bilik dapat berhenti berdenyut dan memerlukan pertolongan segera.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Catat semua obat dan suplemen yang Anda pakai, lalu tunjukkan kepada dokter
- Jangan menambah atau menggandakan obat pengatur denyut tanpa anjuran dokter
- Periksakan fungsi tiroid bila Anda mudah lelah, mudah kedinginan, dan berat badan naik
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol untuk melindungi jantung
- Periksakan dengkuran keras dan henti napas saat tidur
- Pada penyakit ginjal, ikuti anjuran pembatasan kalium dari dokter
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Periksakan diri bila nadi Anda sering teraba lambat dan Anda mudah lelah, pusing, sesak saat aktivitas ringan, atau sulit berkonsentrasi. Pemeriksaan juga perlu bila keluhan ini muncul setelah mulai minum obat baru. Denyut lambat tanpa keluhan pada orang yang rutin berolahraga umumnya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi tetap boleh dikonsultasikan.
Segera ke IGD bila:
- Anda pingsan atau hampir pingsan
- Denyut lambat disertai nyeri dada atau sesak napas berat
- Muncul kebingungan mendadak, lemas berat, atau kulit pucat dan dingin
- Anda memakai alat pacu jantung dan kembali mengalami pusing berat atau pingsan
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang bradikardia atau denyut jantung lambat.
Berapa denyut jantung yang dianggap terlalu lambat?
Secara umum, denyut istirahat di bawah 60 kali per menit disebut bradikardia, dan pedoman Amerika memakai batas 50 kali per menit. Namun, angka saja tidak cukup. Denyut 45 kali per menit pada atlet tanpa keluhan dapat normal, sedangkan denyut 50 kali per menit yang membuat seseorang pingsan perlu diperiksa. Dokter menilai angka bersama keluhan dan hasil rekaman irama.
Apakah bradikardia selalu memerlukan alat pacu jantung?
Tidak. Banyak bradikardia tidak memerlukan alat, misalnya pada orang bugar atau bila penyebabnya dapat diperbaiki, seperti efek obat atau hipotiroidisme. Alat pacu dipertimbangkan bila denyut lambat menetap dan menimbulkan keluhan, atau bila terdapat blok atrioventrikular derajat tinggi. Keputusan diambil setelah rekaman irama menunjukkan bahwa keluhan memang berhubungan dengan denyut lambat.
Apakah obat dapat menyebabkan bradikardia?
Ya. Golongan penghambat beta, penghambat kanal kalsium tertentu, digoksin, dan beberapa obat antiaritmia dapat memperlambat denyut, terutama bila dipakai bersamaan atau fungsi ginjal menurun. Obat tetes mata glaukoma golongan penghambat beta juga dapat berpengaruh. Bila Anda curiga keluhan muncul karena obat, jangan menghentikannya sendiri. Sampaikan kepada dokter agar jenis atau takarannya disesuaikan dengan aman.
Apakah pemakai alat pacu jantung bisa hidup normal?
Sebagian besar bisa. Setelah luka pemasangan pulih, umumnya dalam beberapa minggu, Anda dapat bekerja, berolahraga ringan sampai sedang, dan bepergian. Hindari menaruh ponsel tepat di atas alat, dan sampaikan bahwa Anda memakai alat pacu sebelum pemeriksaan MRI atau tindakan medis. Alat diperiksa berkala, di klinik atau dari rumah, untuk memantau baterai dan kabelnya.
Apakah denyut lambat saat tidur berbahaya?
Denyut melambat saat tidur adalah hal normal karena pengaruh saraf yang menenangkan jantung. Jeda singkat pada malam hari juga dapat ditemukan pada orang sehat. Namun, denyut sangat lambat atau jeda panjang yang berulang saat tidur dapat berkaitan dengan henti napas saat tidur (sleep apnea). Bila Anda mendengkur keras dan sering bangun dalam keadaan lelah, sampaikan kepada dokter.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K).
- Kusumoto FM, Schoenfeld MH, Barrett C, Edgerton JR, Ellenbogen KA, Gold MR, et al. 2018 ACC/AHA/HRS Guideline on the Evaluation and Management of Patients With Bradycardia and Cardiac Conduction Delay: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines and the Heart Rhythm Society. Circulation. 2019;140(8):e382-e482.
- Glikson M, Nielsen JC, Kronborg MB, Michowitz Y, Auricchio A, Barbash IM, et al. 2021 ESC Guidelines on cardiac pacing and cardiac resynchronization therapy. Eur Heart J. 2021;42(35):3427-3520.
- Brignole M, Moya A, de Lange FJ, Deharo JC, Elliott PM, Fanciulli A, et al. 2018 ESC Guidelines for the diagnosis and management of syncope. Eur Heart J. 2018;39(21):1883-1948.
- Chung MK, Patton KK, Lau CP, Dal Forno ARJ, Al-Khatib SM, Arora V, et al. 2023 HRS/APHRS/LAHRS guideline on cardiac physiologic pacing for the avoidance and mitigation of heart failure. Heart Rhythm. 2023;20(9):e17-e91.
- Reynolds D, Duray GZ, Omar R, Soejima K, Neuzil P, Zhang S, et al. A Leadless Intracardiac Transcatheter Pacing System. N Engl J Med. 2016;374(6):533-541.




