Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Skrining Hipertensi & Tekanan Darah

Screening for Hypertension

Pengukuran tekanan darah yang benar di klinik, dilengkapi pengukuran di rumah atau 24 jam bila perlu, untuk menemukan hipertensi yang sering tanpa keluhan.

Ditinjau secara medis olehDr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi skrining hipertensi dengan manset tekanan darah pada lengan, tensimeter digital, jantung, pembuluh darah dengan tekanan meningkat, dan indikator tingkat tekanan darah.
Ilustrasi Skrining Hipertensi & Tekanan Darah
Kelompok prosedur
Preventif & Skrining
Durasi tindakan
30 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Skrining Hipertensi & Tekanan Darah?

Skrining hipertensi adalah pengukuran tekanan darah untuk menemukan tekanan darah tinggi yang sering tanpa keluhan. Tekanan darah di klinik 140/90 mmHg atau lebih mengarah ke hipertensi, dan biasanya dipastikan dengan pengukuran di rumah atau pemantauan 24 jam. Pemeriksaan dianjurkan setidaknya setiap tahun mulai usia 40 tahun.

Sumber informasi

Mengenal Skrining Hipertensi & Tekanan Darah

Apa Itu Skrining Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi umumnya tidak menimbulkan keluhan, sehingga hampir separuh penderitanya di dunia belum mengetahuinya. Padahal, tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama merusak pembuluh darah dan menjadi penyebab utama stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Skrining hipertensi adalah pengukuran tekanan darah secara benar untuk menemukannya sejak dini, ketika pengendaliannya masih lebih mudah.

Cara Kerja Singkat

Tekanan darah adalah dorongan darah terhadap dinding pembuluh darah, ditulis sebagai dua angka. Angka atas atau sistolik adalah tekanan saat jantung memompa, sedangkan angka bawah atau diastolik adalah tekanan saat jantung beristirahat di antara detak. Alat otomatis dengan manset di lengan atas mengukur keduanya dalam satuan mmHg. Karena tekanan darah naik turun sepanjang hari, satu kali pengukuran yang tinggi belum cukup untuk menyatakan hipertensi.

Cara Pengukuran

  • Pengukuran di klinik: setelah duduk tenang 5 menit, tekanan darah diukur 2 sampai 3 kali dengan jeda sekitar 1 menit, lalu dirata-rata. Pada kunjungan pertama, kedua lengan diukur.
  • Pengukuran di rumah: dengan alat otomatis yang tervalidasi, pagi dan malam selama beberapa hari. Dibahas di halaman Pemantauan Tekanan Darah di Rumah.
  • Pemantauan 24 jam: alat kecil mengukur tekanan darah secara berkala saat beraktivitas dan tidur. Dibahas di halaman Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori.

Membaca Hasil

  • Tidak meningkat: di bawah 120/70 mmHg di klinik.
  • Meningkat: angka atas 120 sampai 139 atau angka bawah 70 sampai 89 mmHg. Dokter menilai risiko jantung Anda untuk menentukan perlu tidaknya pengobatan.
  • Hipertensi: 140/90 mmHg atau lebih di klinik, dipastikan dengan rata-rata di rumah 135/85 mmHg atau lebih, atau rata-rata 24 jam 130/80 mmHg atau lebih.

Sebagian orang tekanan darahnya hanya tinggi di klinik karena tegang, yang disebut hipertensi white coat. Sebaliknya, ada yang normal di klinik tetapi tinggi di luar klinik, yang disebut hipertensi tersembunyi. Pengukuran di rumah atau pemantauan 24 jam membantu membedakannya.

Siapa yang Dianjurkan

Semua orang dewasa dianjurkan mengetahui tekanan darahnya. Pemeriksaan dianjurkan setidaknya setiap tahun bagi usia 40 tahun ke atas dan bagi yang berisiko lebih tinggi, misalnya berat badan berlebih, diabetes, penyakit ginjal, hipertensi dalam keluarga, atau tekanan darah sebelumnya sudah meningkat. Usia 18 sampai 39 tahun dengan tekanan darah normal tanpa faktor risiko cukup diperiksa setiap 3 sampai 5 tahun.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Usia 40 Tahun ke AtasDianjurkan diperiksa setidaknya setiap tahun.
  • Berat Badan Berlebih atau Kurang Aktivitas FisikMeningkatkan kemungkinan tekanan darah naik.
  • Diabetes, Penyakit Ginjal, atau Kolesterol TinggiBersama hipertensi, memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Hipertensi dalam KeluargaOrang tua atau saudara kandung dengan hipertensi.
  • Riwayat Hipertensi saat HamilMeningkatkan risiko hipertensi di kemudian hari.
  • Mendengkur Keras atau Henti Napas saat TidurGangguan napas saat tidur sering disertai tekanan darah tinggi.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Keluhan Berat yang Sedang TerjadiNyeri dada, sesak, sakit kepala hebat, atau lemah separuh tubuh memerlukan penanganan segera di IGD, bukan skrining.
  • Baru Merokok, Minum Kopi, atau BerolahragaTunggu setidaknya 30 menit agar hasil tidak lebih tinggi dari biasanya.
  • Ukuran Manset Tidak SesuaiManset yang terlalu kecil membuat hasil terlalu tinggi; petugas memilih ukuran sesuai lingkar lengan.
  • Lengan dengan Akses Cuci Darah atau Bekas Operasi PayudaraPengukuran dilakukan di lengan sebelahnya.
  • Irama Jantung Tidak TeraturAlat otomatis bisa kurang tepat, sehingga pengukuran diulang beberapa kali atau secara manual.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Skrining tekanan darah tidak memerlukan puasa.

Sebelum pengukuran. Hindari kopi, merokok, dan olahraga setidaknya 30 menit sebelumnya, dan buang air kecil lebih dulu.

Pakaian. Kenakan baju dengan lengan yang mudah digulung, karena manset dipasang langsung di kulit lengan atas.

Obat. Obat rutin tetap diminum seperti biasa. Bawa daftar obat, termasuk obat flu, pereda nyeri, atau jamu yang sering diminum, karena sebagian dapat menaikkan tekanan darah.

Catatan tekanan darah. Bila Anda sudah mengukur di rumah, bawa catatan dan alatnya agar dapat dibandingkan dengan alat di klinik.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pengukuran dan konsultasi umumnya selesai dalam sekitar 30 menit.

Duduk Tenang

Anda duduk bersandar dengan kaki menapak lantai dan tidak disilangkan, lalu beristirahat 5 menit tanpa berbicara.

Pengukuran Berulang

Manset seukuran lengan dipasang setinggi jantung. Tekanan darah diukur 2 sampai 3 kali dengan jeda sekitar 1 menit, dan pada kunjungan pertama di kedua lengan.

Penilaian Risiko

Dokter menanyakan riwayat kesehatan, obat, dan keluarga. Bila perlu, dokter juga memeriksa denyut, berat badan, lingkar pinggang, gula darah, kolesterol, atau EKG.

Rencana Lanjutan

Bila tekanan darah tinggi, dokter biasanya menganjurkan pengukuran di rumah atau pemantauan 24 jam untuk memastikan sebelum diagnosis ditegakkan.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Menemukan Hipertensi tanpa KeluhanBanyak penderita tidak merasakan gejala apa pun.
  • Mencegah Stroke dan Serangan JantungMenurunkan tekanan darah terbukti menurunkan risiko kejadian jantung dan stroke.
  • Cepat dan tanpa JarumHanya memakai manset di lengan atas.
  • Membedakan Hipertensi SungguhanPengukuran di luar klinik mengenali efek white coat dan hipertensi tersembunyi.
  • Gambaran Risiko yang Lebih LengkapHasil dibaca bersama gula darah, kolesterol, dan kebiasaan merokok.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Lengan Terasa TertekanSaat manset mengembang; rasa kencang hilang begitu udara dikeluarkan.
  • Bintik Merah Kecil di LenganKadang muncul setelah pengukuran berulang, terutama pada pemakai obat pengencer darah.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatTegang, nyeri, kopi, atau rokok dapat menaikkan tekanan darah sementara.
  • Satu Hasil Belum CukupDiagnosis memerlukan pengukuran berulang atau pengukuran di luar klinik.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung beraktivitas.

Bila hasil normal. Ulangi pemeriksaan setiap tahun bila usia Anda 40 tahun ke atas atau berisiko, dan setiap 3 sampai 5 tahun bila lebih muda tanpa faktor risiko.

Bila tekanan darah meningkat atau tinggi. Mengurangi garam, menjaga berat badan, aktif bergerak, membatasi alkohol, dan berhenti merokok membantu menurunkan tekanan darah. Dokter menentukan perlu tidaknya obat sesuai hasil pemastian dan risiko jantung Anda.

Bila angkanya sangat tinggi. Tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih perlu segera dinilai dokter. Segera ke IGD bila angka setinggi itu disertai:

  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Sakit kepala hebat, pandangan kabur, atau bingung
  • Wajah mencong, lengan lemah, atau bicara pelo
  • Mual, muntah, atau kejang

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang skrining hipertensi dan tekanan darah. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Berapa tekanan darah yang normal?

Menurut pedoman Eropa 2024, tekanan darah di klinik di bawah 120/70 mmHg tergolong tidak meningkat. Angka 120 sampai 139 untuk angka atas atau 70 sampai 89 untuk angka bawah tergolong meningkat, dan 140/90 mmHg atau lebih mengarah ke hipertensi. Bagi penderita hipertensi yang sudah berobat, target angka atas umumnya 120 sampai 129 mmHg bila dapat ditoleransi.

Apakah hipertensi selalu ditandai sakit kepala atau tengkuk tegang?

Tidak. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Sakit kepala atau tengkuk tegang tidak dapat dijadikan patokan, karena dapat muncul pada tekanan darah normal dan sering tidak muncul pada tekanan darah tinggi. Tekanan darah hanya dapat diketahui dengan mengukurnya.

Mengapa tekanan darah saya selalu tinggi di klinik?

Banyak orang tegang saat diperiksa sehingga tekanan darahnya naik di klinik, yang disebut efek white coat. Karena itu, dokter biasanya meminta Anda mengukur di rumah atau memakai alat pemantau 24 jam sebelum memastikan hipertensi. Bila hasil di luar klinik normal, Anda mungkin tidak memerlukan obat, tetapi tetap perlu dipantau berkala.

Kapan perlu pemantauan tekanan darah 24 jam?

Pemantauan 24 jam dianjurkan bila hasil di klinik dan di rumah berbeda, bila dicurigai hipertensi white coat atau tersembunyi, atau bila dokter perlu mengetahui tekanan darah saat Anda tidur. Pemeriksaan ini juga membantu menilai hipertensi yang sulit dikendalikan walaupun sudah memakai beberapa obat.

Seberapa sering tekanan darah perlu diperiksa?

Bila Anda berusia 40 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko seperti berat badan berlebih atau diabetes, periksa setidaknya setiap tahun. Bila berusia 18 sampai 39 tahun dengan tekanan darah normal tanpa faktor risiko, pemeriksaan setiap 3 sampai 5 tahun umumnya cukup. Penderita hipertensi memeriksa lebih sering sesuai arahan dokter.

Apakah hipertensi bisa dikendalikan tanpa obat?

Pada tekanan darah yang meningkat atau hipertensi ringan dengan risiko rendah, perubahan gaya hidup seperti mengurangi garam, menurunkan berat badan, dan rutin beraktivitas fisik dapat menurunkan tekanan darah secara bermakna. Banyak penderita tetap memerlukan obat untuk mencapai target. Jangan menghentikan obat sendiri walaupun tekanan darah sudah normal, karena angka normal sering berkat obat itu.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).

  1. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
  2. US Preventive Services Task Force, Krist AH, Davidson KW, dkk. Screening for hypertension in adults: US Preventive Services Task Force reaffirmation recommendation statement. JAMA. 2021;325(16):1650-1656.
  3. Stergiou GS, Palatini P, Parati G, dkk. 2021 European Society of Hypertension practice guidelines for office and out-of-office blood pressure measurement. J Hypertens. 2021;39(7):1293-1302.
  4. NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC). Worldwide trends in hypertension prevalence and progress in treatment and control from 1990 to 2019: a pooled analysis of 1201 population-representative studies with 104 million participants. Lancet. 2021;398(10304):957-980.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Skrining Hipertensi & Tekanan Darah

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur