Langsung ke konten

Penyakit Jantung Bawaan

Koarktasio Aorta

Coarctation of the Aorta

Ditinjau secara medis olehdr. Salomo Purba, Sp.BTKV, Subsp.JPK(K), Spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi medis koarktasio aorta pada jantung manusia yang memperlihatkan penyempitan aorta desendens, perbedaan aliran darah di atas dan bawah area sempit, serta inset penampang penyempitan aorta dan penebalan ventrikel kiri.
Ilustrasi Koarktasio Aorta

Jawaban singkat

Apa Itu Koarktasio Aorta?

Koarktasio aorta adalah penyempitan bawaan pada aorta, pembuluh nadi utama tubuh, biasanya di dekat lengkungnya. Akibatnya, tekanan darah di lengan tinggi, aliran ke tubuh bagian bawah berkurang, dan jantung kiri bekerja lebih berat.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Bayi sangat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak mau menyusu
  • Bayi bernapas sangat cepat dengan kulit pucat keabuan dan dingin
  • Popok bayi hampir tidak basah sepanjang hari
  • Nyeri dada atau punggung hebat yang datang tiba-tiba
  • Sakit kepala sangat hebat mendadak, terutama disertai muntah atau lemah sesisi tubuh
  • Sesak berat saat istirahat atau pingsan

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Catatan kegawatan: Koarktasio berat pada bayi baru lahir dapat memburuk dalam hitungan hari saat duktus arteriosus menutup, sehingga perlu penanganan segera. Pada anak dan dewasa, penyempitan yang dibiarkan membebani jantung dan pembuluh darah, jadi perlu diperbaiki dan dipantau seumur hidup.

Mengenal Koarktasio Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi utama yang membawa darah kaya oksigen dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh. Pada koarktasio aorta, sebagian aorta menyempit sejak lahir. Penyempitan umumnya berada di aorta bagian turun, tepat setelah cabang ke lengan kiri, dekat tempat duktus arteriosus. Duktus arteriosus adalah saluran pada janin yang normalnya menutup beberapa hari setelah lahir. Koarktasio ditemukan pada sekitar 5 sampai 8 dari setiap 100 kasus penyakit jantung bawaan dan lebih sering pada laki-laki. Gambaran umum kelainan bawaan lain dibahas di halaman Penyakit Jantung Bawaan.

Apa yang Terjadi pada Aliran Darah

Penyempitan bekerja seperti selang yang terjepit. Sebelum bagian sempit, tekanan darah naik, sehingga lengan dan kepala menerima tekanan tinggi. Setelah bagian sempit, aliran ke perut, ginjal, dan tungkai berkurang, sehingga nadi di lipat paha teraba lemah dan terlambat. Bilik kiri harus memompa lebih kuat dan lama-lama ototnya menebal. Tubuh juga dapat membentuk pembuluh pintas (kolateral) di dinding dada untuk mengalirkan darah melewati bagian sempit.

Berbeda pada Bayi dan Dewasa

Pada koarktasio berat, bayi dapat tampak sehat saat lahir lalu memburuk dalam beberapa hari, ketika duktus arteriosus menutup. Bayi menjadi sesak, sulit menyusu, pucat, dan dapat jatuh ke dalam syok. Pada penyempitan ringan, keluhan sering tidak ada. Kelainan baru ditemukan saat anak, remaja, atau orang dewasa diperiksa karena tekanan darah tinggi di usia muda atau bising jantung.

Kelainan yang Sering Menyertai

Koarktasio sering disertai katup aorta bikuspid, yaitu katup aorta yang hanya punya dua daun. Kelainan lain yang dapat menyertai antara lain defek septum ventrikel, duktus arteriosus persisten, dan lengkung aorta yang kecil. Koarktasio juga lebih sering ditemukan pada anak perempuan dengan sindrom Turner. Sebagian penyandangnya memiliki pelebaran pembuluh darah otak, yang dibahas di halaman Aneurisma Serebral.

Perlu Dipantau Seumur Hidup

Penyempitan dapat diperbaiki dengan operasi atau tindakan kateter. Namun, perbaikan bukan akhir perawatan. Pedoman ESC 2020 dan AHA/ACC 2018 menganjurkan kontrol seumur hidup karena tekanan darah tinggi, penyempitan ulang, dan pelebaran aorta masih dapat muncul bertahun-tahun kemudian, walau Anda merasa sehat.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

  • Tekanan darah di lengan lebih tinggi daripada di tungkai
  • Nadi di lipat paha atau kaki teraba lemah atau terlambat
  • Sakit kepala berulang
  • Mimisan berulang tanpa sebab jelas
  • Kaki terasa dingin atau cepat lelah saat berjalan
  • Kram atau nyeri betis saat berolahraga
  • Bising jantung saat diperiksa dokter

Gejala pada Bayi Baru Lahir

Pada koarktasio berat, gejala biasanya muncul dalam beberapa hari sampai dua minggu pertama, saat duktus arteriosus menutup.

  • Napas cepat atau tampak berat
  • Sulit menyusu, cepat lelah, atau berkeringat saat menyusu
  • Kulit pucat atau keabuan, tangan dan kaki dingin
  • Rewel atau tampak sangat mengantuk
  • Nadi di lipat paha sulit teraba
  • Popok lebih jarang basah

Gejala pada Anak-Anak

Banyak anak tidak mengeluh apa pun; kelainan sering ditemukan dari tekanan darah tinggi atau bising jantung saat pemeriksaan rutin.

  • Tekanan darah tinggi saat pemeriksaan rutin
  • Kaki cepat lelah atau pegal saat bermain dan berlari
  • Sakit kepala atau mimisan berulang
  • Bising jantung yang baru ditemukan
  • Kaki terasa lebih dingin daripada tangan

Gejala pada Dewasa

Berlaku bagi orang dewasa yang belum terdiagnosis maupun yang sudah pernah diperbaiki saat kecil.

  • Hipertensi di usia muda atau sulit dikendalikan dengan obat
  • Sakit kepala yang sering
  • Nyeri betis saat berjalan jauh
  • Sesak atau cepat lelah saat aktivitas
  • Tekanan darah naik berlebihan saat berolahraga
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Gangguan pembentukan aorta saat janin berkembang, umumnya pada minggu-minggu awal kehamilan
  • Jaringan duktus arteriosus yang meluas ke dinding aorta dan ikut mengerut saat duktus menutup setelah lahir
  • Aliran darah yang kurang melalui sisi kiri jantung janin, misalnya bila ada kelainan katup atau bilik kiri
  • Faktor genetik, misalnya sindrom Turner pada anak perempuan
  • Pada banyak anak, penyebab pastinya tidak diketahui

Siapa yang Lebih Berisiko?

Genetik

Sindrom Turner, beberapa sindrom genetik lain, dan riwayat penyakit jantung bawaan pada orang tua atau saudara kandung meningkatkan kemungkinan koarktasio.

Medis

Katup aorta bikuspid dan kelainan sisi kiri jantung lain sering ditemukan bersama koarktasio. Diabetes ibu yang tidak terkendali saat hamil meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan secara umum.

Lainnya

Koarktasio lebih sering ditemukan pada laki-laki. Setelah perbaikan, sisa penyempitan dan perbaikan di usia lebih besar menambah kemungkinan hipertensi menetap.

Gaya Hidup

Merokok, berat badan berlebih, dan asupan garam tinggi tidak menyebabkan koarktasio, tetapi memperberat hipertensi dan beban pembuluh darah pada penyandangnya.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Anak Perempuan dengan Sindrom Turner: Sekitar satu dari sepuluh anak dengan sindrom Turner memiliki koarktasio, sehingga pemeriksaan jantung dan aorta dianjurkan sejak diagnosis ditegakkan.
  • Penyandang Katup Aorta Bikuspid: Katup aorta dua daun sering datang bersama koarktasio, sehingga keduanya perlu diperiksa saat salah satunya ditemukan.
  • Anak dan Dewasa Muda dengan Hipertensi: Tekanan darah tinggi di usia muda perlu dicari penyebabnya, termasuk dengan membandingkan tekanan dan nadi di lengan dan tungkai.
  • Penyandang Koarktasio yang Sudah Diperbaiki: Hipertensi, penyempitan ulang, dan pelebaran aorta dapat muncul bertahun-tahun setelah operasi atau tindakan kateter.
  • Perempuan yang Merencanakan Kehamilan: Kehamilan menambah beban sirkulasi, sehingga penyandang koarktasio perlu penilaian aorta dan tekanan darah sebelum hamil.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Diagnosis dimulai dari pemeriksaan sederhana: dokter mengukur tekanan darah di lengan dan tungkai, lalu meraba nadi di pergelangan tangan dan lipat paha secara bersamaan. Tekanan lengan yang jauh lebih tinggi dan nadi kaki yang lemah atau terlambat mengarah ke koarktasio. Pada bayi baru lahir, skrining saturasi oksigen di tangan kanan dan kaki membantu menemukan penyakit jantung bawaan kritis, walau koarktasio tidak selalu tertangkap dengan cara ini.

Ekokardiografi adalah pemeriksaan utama untuk melihat lokasi penyempitan, mengukur hambatan aliran, menilai otot bilik kiri, dan mencari kelainan penyerta seperti katup aorta bikuspid. Pada remaja dan dewasa, MRI jantung atau CT-scan jantung memberi gambaran utuh seluruh aorta, termasuk pembuluh kolateral dan pelebaran. Kateterisasi jantung mengukur selisih tekanan secara langsung dan sering digabung dengan tindakan pelebaran. Pemantauan tekanan darah 24 jam dan uji latih membantu menemukan hipertensi yang tidak tampak saat diperiksa di klinik.

  1. Pemeriksaan Fisik

    Membandingkan tekanan darah lengan dan tungkai serta meraba nadi lipat paha; selisih tekanan dan nadi kaki yang lemah adalah petunjuk awal.

  2. Skrining oksimetri nadi pada bayi baru lahir: sensor di tangan kanan dan kaki untuk mencari penyakit jantung bawaan kritis sebelum bayi pulang.

  3. Ekokardiografi

    Melihat letak dan beratnya penyempitan, kecepatan aliran darah, ketebalan dan kekuatan bilik kiri, serta katup aorta bikuspid.

  4. MRI Jantung

    Memetakan seluruh aorta tanpa sinar X, termasuk kolateral, pelebaran, dan penyempitan ulang; sering dipakai untuk pemantauan berkala.

  5. CT-Scan Jantung

    Gambaran rinci aorta dalam waktu singkat, berguna sebelum tindakan atau bila sudah terpasang stent dan MRI tidak sesuai.

  6. Kateterisasi Jantung

    Mengukur selisih tekanan secara langsung di area sempit dan dapat langsung dilanjutkan dengan pelebaran balon atau pemasangan stent.

  7. Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori

    Merekam tekanan darah selama 24 jam untuk menemukan hipertensi tersembunyi, termasuk setelah koarktasio diperbaiki.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Stabilisasi Bayi dengan Prostaglandin

Pada bayi dengan koarktasio berat, obat golongan prostaglandin lewat infus menjaga duktus arteriosus tetap terbuka sampai operasi, disertai perawatan intensif.

Operasi Perbaikan Aorta

Bagian sempit dipotong lalu ujung aorta disambung kembali, atau diperlebar dengan tambalan. Cara ini umum dipakai pada bayi dan anak kecil. Dibahas di halaman Bedah Jantung Bawaan.

Angioplasti Balon

Balon di ujung kateter dikembangkan untuk melebarkan bagian sempit, terutama pada anak dan pada penyempitan ulang. Dibahas di halaman Angioplasti Balon Koarktasio Aorta.

Pemasangan Stent Aorta

Pada remaja dan dewasa dengan ukuran aorta yang memungkinkan, pedoman ESC 2020 mengutamakan tindakan kateter dengan stent bila secara teknis bisa dilakukan.

Obat Penurun Tekanan Darah

Dokter memilih golongan obat seperti penyekat beta, penghambat ACE, atau ARB untuk mengendalikan hipertensi sebelum dan setelah perbaikan. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter.

Kontrol Seumur Hidup

Pemeriksaan tekanan darah lengan dan tungkai, ekokardiografi, serta MRI atau CT aorta berkala untuk menemukan hipertensi, penyempitan ulang, atau pelebaran sejak dini.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Hipertensi Menetap

Tekanan darah tinggi dapat bertahan atau muncul kembali walau penyempitan sudah diperbaiki, terutama bila perbaikan dilakukan di usia lebih besar.

Penebalan Bilik Kiri dan Gagal Jantung

Bilik kiri yang terus memompa melawan hambatan dapat menebal lalu melemah. Pada bayi dengan koarktasio berat, gagal jantung dapat muncul di minggu-minggu awal.

Penyempitan Ulang (Re-koarktasio)

Aorta dapat menyempit lagi di lokasi perbaikan, lebih sering bila perbaikan dilakukan saat bayi. Dibahas di halaman Perbaikan Re-koarktasio Aorta.

Aneurisma dan Diseksi Aorta

Dinding aorta di lokasi perbaikan atau di pangkal aorta dapat melebar dan, walau jarang, robek. Dibahas di halaman Diseksi Aorta.

Aneurisma Pembuluh Darah Otak

Pelebaran pembuluh darah otak lebih sering pada penyandang koarktasio dan dapat pecah, terutama bila tekanan darah tinggi tidak terkendali.

Penyakit Jantung Koroner Dini

Hipertensi jangka panjang mempercepat penyempitan arteri koroner, sehingga faktor risiko jantung perlu dikendalikan sejak muda.

Gangguan Katup Aorta Bikuspid

Katup dua daun dapat menyempit atau bocor seiring usia dan kadang perlu diperbaiki, sehingga penilaian katup menjadi bagian dari kontrol rutin.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Koarktasio tidak dapat dicegah pasti, tetapi perawatan kehamilan yang baik membantu menurunkan risiko kelainan jantung bawaan secara umum
  • Kendalikan diabetes sebelum dan selama kehamilan, minum asam folat sesuai anjuran, dan hindari rokok serta alkohol
  • Pastikan bayi menjalani skrining saturasi oksigen sebelum pulang dari tempat bersalin
  • Minta pengukuran tekanan darah lengan dan tungkai bila anak atau remaja ditemukan hipertensi
  • Datang kontrol sesuai jadwal setelah perbaikan, termasuk pencitraan aorta berkala, walau merasa sehat
  • Ukur tekanan darah di rumah dan kendalikan berat badan, asupan garam, serta kebiasaan merokok
  • Diskusikan jenis dan intensitas olahraga dengan dokter, terutama bila ada hipertensi atau pelebaran aorta
  • Konsultasikan rencana kehamilan dengan dokter jantung agar aorta dan tekanan darah dinilai lebih dulu

Kapan Harus ke Dokter?

Bawa bayi segera ke IGD bila tampak sangat lemas, sulit menyusu, bernapas cepat, atau kulitnya pucat keabuan dan dingin. Pada anak dan dewasa, nyeri dada atau punggung hebat yang mendadak dan sakit kepala sangat hebat juga perlu pertolongan segera. Untuk keluhan yang tidak mendadak, buat janji dengan dokter jantung bila:

  • Anak, remaja, atau orang dewasa muda ditemukan tekanan darah tinggi tanpa sebab jelas.
  • Tekanan darah di lengan jauh lebih tinggi daripada di tungkai, atau nadi kaki teraba lemah.
  • Sakit kepala, mimisan, atau kram tungkai saat aktivitas sering berulang.
  • Dokter menemukan bising jantung atau katup aorta bikuspid.
  • Anda pernah menjalani perbaikan koarktasio tetapi sudah lama tidak kontrol.
  • Anda penyandang koarktasio dan merencanakan kehamilan.

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang koarktasio aorta.

Apakah koarktasio aorta bisa sembuh setelah diperbaiki?

Perbaikan membuat aliran darah jauh lebih lancar dan menurunkan beban jantung, tetapi koarktasio dianggap kondisi seumur hidup. Sebagian orang tetap mengalami tekanan darah tinggi, aorta dapat menyempit lagi, dan pelebaran dapat muncul di lokasi perbaikan. Karena itu, pedoman menganjurkan kontrol rutin ke dokter yang memahami penyakit jantung bawaan, termasuk pemeriksaan tekanan darah lengan dan tungkai serta pencitraan aorta berkala, walau Anda merasa sehat.

Mengapa bayi bisa tampak sehat saat lahir lalu tiba-tiba sakit?

Selama duktus arteriosus masih terbuka, darah dapat melewati bagian aorta yang sempit lewat jalan pintas ini. Duktus biasanya menutup dalam beberapa hari setelah lahir, dan jaringannya dapat ikut menjepit aorta. Pada saat itu aliran ke tubuh bagian bawah turun tajam, sehingga bayi menjadi sesak, pucat, dan lemas. Inilah alasan bayi yang tampak sakit di minggu pertama perlu segera dibawa ke IGD.

Lebih baik operasi atau tindakan kateter?

Pilihannya bergantung pada usia, bentuk dan panjang penyempitan, ukuran aorta, serta riwayat tindakan sebelumnya. Bayi dan anak kecil umumnya dioperasi. Pada anak lebih besar, balon dapat dipakai, terutama untuk penyempitan ulang. Pada remaja dan dewasa, pedoman ESC 2020 mengutamakan pemasangan stent bila secara teknis memungkinkan. Tim jantung bawaan akan menimbang manfaat dan risiko setiap pilihan bersama Anda.

Apakah penyandang koarktasio boleh berolahraga?

Sebagian besar penyandang koarktasio yang sudah diperbaiki, tanpa sisa penyempitan dan dengan tekanan darah terkendali, dapat berolahraga teratur. Dokter biasanya menilai dulu tekanan darah saat istirahat dan saat uji latih, ukuran aorta, serta katup aorta. Bila masih ada hipertensi, penyempitan, atau pelebaran aorta, olahraga yang menuntut mengejan kuat atau angkat beban berat mungkin perlu dibatasi. Tanyakan batas yang aman untuk Anda atau anak Anda.

Apakah perempuan dengan koarktasio bisa hamil?

Banyak perempuan dengan koarktasio yang sudah diperbaiki dapat hamil dengan aman. Sebelum hamil, dokter menilai tekanan darah, sisa penyempitan, ukuran aorta, dan katup aorta, lalu menyesuaikan obat bila perlu. Selama hamil, tekanan darah dipantau lebih ketat dan ekokardiografi janin dianjurkan karena risiko penyakit jantung bawaan pada bayi sedikit lebih tinggi. Rencanakan kehamilan bersama dokter jantung dan dokter kandungan.

Apakah koarktasio diturunkan kepada anak?

Sebagian besar koarktasio muncul tanpa riwayat keluarga. Namun, anak dari orang tua dengan penyakit jantung bawaan memiliki peluang kelainan jantung yang lebih tinggi daripada populasi umum, walau tetap kecil. Bila ada sindrom genetik seperti sindrom Turner, pola pewarisannya berbeda dan perlu dibahas dalam konseling genetik. Pemeriksaan ekokardiografi janin saat hamil membantu menemukan kelainan lebih awal.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Salomo Purba, Sp.BTKV, Subsp.JPK(K).

  1. Baumgartner H, De Backer J, Babu-Narayan SV, et al. 2020 ESC Guidelines for the management of adult congenital heart disease. Eur Heart J. 2021;42(6):563-645.
  2. Stout KK, Daniels CJ, Aboulhosn JA, et al. 2018 AHA/ACC Guideline for the Management of Adults With Congenital Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2019;139(14):e698-e800.
  3. Brown ML, Burkhart HM, Connolly HM, et al. Coarctation of the aorta: lifelong surveillance is mandatory following surgical repair. J Am Coll Cardiol. 2013;62(11):1020-1025.
  4. Forbes TJ, Kim DW, Du W, et al. Comparison of surgical, stent, and balloon angioplasty treatment of native coarctation of the aorta: an observational study by the CCISC (Congenital Cardiovascular Interventional Study Consortium). J Am Coll Cardiol. 2011;58(25):2664-2674.
  5. Connolly HM, Huston J, Brown RD, et al. Intracranial aneurysms in patients with coarctation of the aorta: a prospective magnetic resonance angiographic study of 100 patients. Mayo Clin Proc. 2003;78(12):1491-1499.
  6. Martin GR, Ewer AK, Gaviglio A, et al. Updated Strategies for Pulse Oximetry Screening for Critical Congenital Heart Disease. Pediatrics. 2020;146(1):e20191650.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Koarktasio Aorta

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi