Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Pemeriksaan Fisik

Physical Examination

Pemeriksaan langsung oleh dokter, mulai dari tekanan darah dan denyut nadi sampai mendengarkan jantung dan paru dengan stetoskop, untuk mencari tanda gangguan jantung dan pembuluh darah.

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi pemeriksaan fisik jantung dengan stetoskop, tensimeter digital, dan pulse oximeter untuk menilai kondisi kardiovaskular.
Ilustrasi Pemeriksaan Fisik
Kelompok prosedur
Diagnostik, Preventif & Skrining
Durasi tindakan
15 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Pemeriksaan Fisik?

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan langsung oleh dokter pada tubuh Anda, antara lain mengukur tekanan darah dan denyut nadi, melihat dan meraba tanda seperti bengkak di kaki, serta mendengarkan jantung dan paru dengan stetoskop. Pemeriksaan ini tidak sakit, dilakukan di setiap konsultasi, dan membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan.

Sumber informasi

Mengenal Pemeriksaan Fisik

Apa Itu Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan langsung oleh dokter pada tubuh Anda. Dokter melihat, meraba, dan mendengarkan dengan bantuan alat sederhana seperti stetoskop, alat ukur tekanan darah, dan oksimeter di ujung jari. Pemeriksaan ini hampir selalu dilakukan bersama wawancara tentang keluhan dan riwayat kesehatan Anda, dan menjadi bagian dari setiap konsultasi dengan dokter jantung.

Apa Saja yang Diperiksa

Dokter memeriksa bagian tubuh yang dapat menunjukkan kerja jantung dan pembuluh darah. Tidak semua bagian selalu diperiksa; dokter menyesuaikannya dengan keluhan dan tujuan kunjungan Anda.

  • Tanda vital: tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, suhu tubuh, dan kadar oksigen dalam darah.
  • Ukuran tubuh: berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang.
  • Kulit, bibir, dan kuku: misalnya warna kebiruan atau pucat, dan perubahan bentuk ujung jari.
  • Leher: denyut nadi leher dan pembuluh vena leher, yang dapat menggambarkan tekanan di sisi kanan jantung.
  • Dada dan jantung: letak denyut jantung di dinding dada, bunyi jantung, dan ada tidaknya bising jantung.
  • Paru: bunyi napas, termasuk tanda adanya cairan di paru.
  • Perut: ukuran hati dan denyut pembuluh darah besar di perut.
  • Tungkai dan kaki: bengkak, denyut nadi di kaki, dan keadaan kulit.

Tanda yang Dapat Ditemukan

Beberapa gangguan jantung dan pembuluh darah meninggalkan tanda yang dapat dikenali saat pemeriksaan fisik, kadang sebelum menimbulkan keluhan. Contohnya tekanan darah tinggi, denyut nadi yang tidak teratur seperti pada fibrilasi atrium, bising jantung yang dapat berasal dari kelainan katup, bengkak di kaki dan bunyi cairan di paru pada gagal jantung, serta denyut nadi kaki yang melemah pada penyakit arteri perifer.

Keterbatasan dan Pemeriksaan Lanjutan

Hasil pemeriksaan fisik yang normal tidak selalu berarti jantung sehat. Penyempitan pembuluh darah koroner, misalnya, sering tidak menimbulkan tanda saat Anda beristirahat. Karena itu, temuan pemeriksaan fisik dipakai dokter untuk memilih pemeriksaan lanjutan yang berguna, seperti elektrokardiogram (EKG), ekokardiografi, tes darah, atau uji latih jantung.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Konsultasi dengan Dokter JantungPemeriksaan fisik adalah bagian dari setiap konsultasi, baik pada kunjungan pertama maupun saat kontrol.
  • Keluhan yang Diduga Berasal dari JantungNyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, pusing atau pingsan, bengkak di kaki, dan mudah lelah perlu dievaluasi, dimulai dengan pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan Kesehatan BerkalaPengukuran tekanan darah, berat badan, dan lingkar pinggang, serta pemeriksaan jantung dan paru, menjadi bagian dari medical check up untuk mengenali faktor risiko sejak dini.
  • Pemantauan Penyakit yang Sudah AdaPada hipertensi, gagal jantung, penyakit katup, atau setelah serangan jantung, pemeriksaan fisik membantu menilai hasil pengobatan dan perubahan keadaan.
  • Sebelum dan Setelah TindakanSebelum operasi atau tindakan jantung, dan sesudahnya, dokter memeriksa keadaan umum, bekas luka, dan tanda komplikasi.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Lengan dengan Akses Cuci Darah atau Riwayat Operasi KetiakTekanan darah tidak diukur di lengan yang memiliki akses cuci darah (fistula), atau di sisi yang pernah menjalani pengangkatan kelenjar getah bening ketiak. Beri tahu petugas sebelum pengukuran.
  • Infus, Luka, atau Operasi Baru di LenganTekanan darah diukur di lengan yang lain supaya tidak mengganggu infus atau luka.
  • Keluhan Berat saat DatangBila Anda datang dengan nyeri dada berat, sesak napas berat, atau hampir pingsan, penanganan darurat didahulukan dan pemeriksaan fisik dilakukan singkat lebih dulu.
  • Merasa Tidak Nyaman DiperiksaBeri tahu dokter atau perawat. Anda dapat meminta pendamping, dan hanya bagian tubuh yang sedang diperiksa yang dibuka.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Pemeriksaan fisik tidak memerlukan persiapan khusus. Beberapa hal berikut membantu hasil pemeriksaan, terutama tekanan darah, lebih akurat.

Hindari kopi, rokok, dan olahraga. Setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan, karena ketiganya dapat menaikkan tekanan darah dan denyut nadi untuk sementara.

Datang lebih awal. Anda perlu duduk tenang sekitar 5 menit sebelum tekanan darah diukur. Buang air kecil lebih dulu, karena kandung kemih yang penuh dapat menaikkan tekanan darah.

Obat rutin. Umumnya obat tetap diminum seperti biasa, kecuali dokter memberi instruksi lain. Bawa daftar obat dan suplemen yang sedang diminum, atau bawa obatnya langsung.

Catatan dan hasil sebelumnya. Bila Anda mengukur tekanan darah di rumah, bawa catatannya. Bawa juga hasil pemeriksaan sebelumnya, seperti EKG, tes darah, atau ekokardiografi.

Pakaian. Kenakan pakaian yang mudah dibuka di bagian dada dan mudah digulung di lengan atas. Cat kuku gelap atau kuku palsu dapat mengganggu pengukuran kadar oksigen di ujung jari.

Catat keluhan Anda. Tuliskan keluhan yang dirasakan, kapan mulai, apa pemicunya, dan berapa lama berlangsung, supaya tidak ada yang terlewat saat konsultasi.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pemeriksaan fisik dilakukan di ruang periksa tanpa alat yang dimasukkan ke dalam tubuh. Urutannya dapat berbeda sesuai keluhan dan kebutuhan pemeriksaan.

Wawancara Singkat

Dokter menanyakan keluhan Anda, sejak kapan dirasakan, obat yang sedang diminum, dan riwayat penyakit dalam keluarga. Jawaban Anda membantu dokter menentukan bagian yang perlu diperiksa lebih teliti.

Tanda Vital dan Ukuran Tubuh

Setelah Anda duduk tenang beberapa menit, tekanan darah diukur dengan manset di lengan atas, biasanya dua kali atau lebih. Pada kunjungan pertama, tekanan darah dapat diukur di kedua lengan. Petugas juga menghitung denyut nadi dan napas, mengukur suhu, memasang oksimeter di ujung jari, lalu menimbang berat badan serta mengukur tinggi badan dan lingkar pinggang.

Melihat dan Meraba

Anda diminta berbaring dengan punggung agak ditegakkan. Dokter melihat warna kulit, bibir, dan kuku, serta pembuluh vena di leher. Dokter kemudian meraba denyut nadi di beberapa tempat, seperti pergelangan tangan, leher, dan kaki, meraba denyut jantung di dinding dada, dan menekan ringan tulang kering untuk memeriksa bengkak.

Mendengarkan Jantung dan Paru

Dengan stetoskop yang ditempelkan langsung ke kulit, dokter mendengarkan bunyi jantung di beberapa titik di dada. Anda mungkin diminta berbaring miring ke kiri atau duduk sambil condong ke depan supaya bunyi tertentu lebih jelas. Dokter lalu mendengarkan paru dari punggung sambil meminta Anda menarik napas dalam lewat mulut.

Pemeriksaan Tambahan bila Perlu

Sesuai keluhan, dokter dapat memeriksa perut, mengukur ulang tekanan darah setelah Anda berdiri untuk mencari penurunan tekanan darah saat berdiri, atau membandingkan tekanan darah di lengan dengan di pergelangan kaki.

Penjelasan Hasil

Dokter menjelaskan temuan pemeriksaan dan, bila perlu, pemeriksaan lanjutan serta rencana pengobatan. Ini saat yang tepat untuk menanyakan hal yang belum jelas.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Langkah Awal yang Menentukan Arah PemeriksaanTemuan pemeriksaan fisik membantu dokter memilih pemeriksaan lanjutan yang benar-benar diperlukan.
  • Menemukan Tanda sebelum Ada KeluhanTekanan darah tinggi, bising jantung, atau denyut nadi tidak teratur sering ditemukan saat pemeriksaan rutin, sebelum menimbulkan keluhan.
  • Aman dan Tanpa Alat yang Masuk ke TubuhTidak memakai jarum, radiasi, atau obat, sehingga dapat diulang di setiap kunjungan.
  • Memantau Perubahan dari Waktu ke WaktuMembandingkan hasil antarkunjungan membantu menilai apakah pengobatan berjalan sesuai harapan.
  • Kesempatan Berdiskusi LangsungAnda dapat menanyakan temuan dan rencana pemeriksaan kepada dokter saat itu juga.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Rasa Tertekan di LenganManset tekanan darah menekan lengan selama beberapa detik. Rasa tertekan atau kesemutan hilang begitu manset dikempiskan.
  • Rasa Tidak Nyaman saat DitekanBagian perut atau kaki yang sedang nyeri atau bengkak dapat terasa tidak nyaman saat diperiksa. Beri tahu dokter bila terasa sakit.
  • Bintik Merah Kecil di Bawah MansetJarang terjadi, lebih mungkin pada kulit yang rapuh atau pada orang yang minum pengencer darah, dan hilang sendiri dalam beberapa hari.
  • Hasil yang Dipengaruhi Keadaan saat DiperiksaRasa cemas, kopi, atau terburu-buru dapat menaikkan tekanan darah untuk sementara. Pengukuran dapat diulang, atau dilengkapi pengukuran di rumah.
  • Tidak Semua Kelainan Dapat DitemukanSebagian penyakit jantung tidak menimbulkan tanda saat pemeriksaan fisik, sehingga pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan sesuai keluhan dan faktor risiko.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Pemeriksaan fisik tidak memerlukan masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Pemeriksaan lanjutan. Bila dokter menemukan tanda yang perlu dipastikan, Anda dapat diminta menjalani pemeriksaan seperti EKG, ekokardiografi, tes darah, atau uji latih jantung. Tanyakan tujuan setiap pemeriksaan.

Mengukur tekanan darah di rumah. Bila tekanan darah Anda tinggi atau berubah-ubah, dokter dapat meminta Anda mengukurnya di rumah atau memakai alat pemantau tekanan darah 24 jam, supaya penilaian tidak hanya bergantung pada pengukuran di ruang periksa.

Kontrol berkala. Pada hipertensi, gagal jantung, atau penyakit katup, pemeriksaan fisik diulang di setiap kunjungan untuk menilai perubahan dan hasil pengobatan.

Kapan harus segera ke IGD. Jangan menunggu jadwal kontrol bila Anda mengalami:

  • Nyeri dada yang berat, terasa menekan, atau berlangsung lebih dari beberapa menit
  • Sesak napas berat atau yang memburuk dengan cepat
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Jantung berdebar sangat cepat disertai pusing, lemas, atau nyeri dada

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Ayu Amalia U. Putri, Sp.KFR

Spesialis Rehabilitasi Medik

Fokus klinisRehabilitasi Jantung · Rehabilitasi Pascaoperasi

Lihat Profil

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil
Lihat Semua Dokter

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan fisik oleh dokter jantung. Tanyakan langsung kepada dokter bila ada hal lain yang ingin Anda ketahui.

Apakah pemeriksaan fisik terasa sakit?

Tidak. Sebagian besar pemeriksaan hanya berupa melihat, meraba ringan, dan mendengarkan dengan stetoskop. Saat tekanan darah diukur, manset akan menekan lengan selama beberapa detik. Bila dokter menekan bagian perut atau kaki yang sedang nyeri atau bengkak, mungkin terasa tidak nyaman. Beri tahu dokter bila ada bagian yang sakit supaya pemeriksaan disesuaikan.

Apakah saya perlu membuka baju?

Untuk mendengarkan jantung dan paru, stetoskop perlu menempel langsung di kulit, jadi bagian dada dan punggung perlu dibuka sebentar. Petugas menyediakan kain penutup atau baju periksa, dan hanya bagian yang sedang diperiksa yang dibuka. Anda boleh meminta perawat atau keluarga mendampingi selama pemeriksaan.

Mengapa tekanan darah diukur lebih dari sekali?

Tekanan darah berubah dari waktu ke waktu dan dapat naik sementara karena cemas, berbicara, atau baru berjalan. Karena itu tekanan darah diukur dua kali atau lebih, lalu dipakai nilai rata-ratanya. Pada kunjungan pertama, tekanan darah dapat diukur di kedua lengan, karena perbedaan yang besar dapat menandakan penyempitan pembuluh darah. Lengan dengan hasil lebih tinggi dipakai untuk pengukuran berikutnya.

Apa artinya bila dokter mendengar bising jantung?

Bising jantung adalah bunyi tambahan dari aliran darah di dalam jantung. Bising dapat tidak berbahaya, misalnya pada anak, saat hamil, atau saat demam. Bising juga dapat menandakan kelainan katup atau lubang pada sekat jantung. Untuk memastikan penyebabnya, dokter biasanya meminta ekokardiografi, yaitu pemeriksaan jantung dengan gelombang suara.

Jika hasil pemeriksaan fisik normal, apakah jantung saya pasti sehat?

Belum tentu. Beberapa penyakit jantung, terutama penyempitan pembuluh darah koroner, sering tidak menimbulkan tanda saat Anda beristirahat. Karena itu dokter menilai hasil pemeriksaan fisik bersama keluhan, faktor risiko, dan riwayat keluarga. Bila perlu, dokter meminta pemeriksaan lanjutan seperti EKG, ekokardiografi, tes darah, atau uji latih jantung.

Apa bedanya pemeriksaan fisik dengan medical check up?

Pemeriksaan fisik adalah salah satu bagian medical check up. Paket medical check up biasanya juga mencakup tes darah, EKG, dan pemeriksaan lain sesuai isi paket. Di luar medical check up, pemeriksaan fisik juga dilakukan setiap kali Anda berkonsultasi dengan dokter, termasuk saat kontrol, untuk menilai perubahan keadaan Anda.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. Muntner P, Shimbo D, Carey RM, dkk. Measurement of Blood Pressure in Humans: A Scientific Statement From the American Heart Association. Hypertension. 2019;73(5):e35-e66.
  2. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
  3. Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, dkk. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
  4. Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, dkk. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
  5. Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, dkk. 2024 ACC/AHA Multisociety Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease. Circulation. 2024;149(24):e1313-e1410.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Pemeriksaan Fisik

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur