Jawaban singkat
Apa Itu Sindrom Brugada?
Sindrom Brugada adalah kelainan listrik jantung, sering diturunkan, yang dapat memicu irama berbahaya dari bilik saat istirahat, tidur, atau demam. Banyak penyandang tidak bergejala, tetapi sebagian berisiko henti jantung mendadak.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Pingsan tanpa sebab jelas, terutama saat tidur atau demam
- Kejang singkat disertai tidak sadar
- Tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal
- Berdebar sangat cepat disertai pusing berat
- ICD memberi kejutan lebih dari sekali dalam waktu singkat
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Sindrom Brugada
Sindrom Brugada adalah kelainan pada sistem listrik jantung, sementara struktur dan otot jantung biasanya tampak normal. Kelainannya terletak pada saluran ion, yaitu pintu kecil di dinding sel otot jantung yang mengatur keluar masuknya natrium dan zat lain. Pada penyandang sindrom Brugada, saluran ini bekerja kurang baik, terutama di saluran keluar bilik kanan. Akibatnya, bilik jantung lebih mudah mengalami irama cepat yang kacau, yaitu takikardia ventrikular polimorfik atau fibrilasi ventrikel.
Pola EKG yang Khas
Sindrom Brugada dikenali dari pola khas pada EKG, berupa kenaikan segmen ST berbentuk kubah di sadapan dada kanan (V1 dan V2), yang disebut pola Brugada tipe 1. Pola ini dapat muncul dan hilang. Pola sering lebih jelas saat demam, setelah makan banyak, setelah minum alkohol, atau saat EKG direkam dengan elektroda yang ditempatkan lebih tinggi di dada. Bila pola tidak tampak, dokter dapat melakukan tes provokasi dengan obat tertentu di bawah pengawasan.
Siapa yang Terkena
Kelainan ini lebih banyak ditemukan di Asia Tenggara dibandingkan di Eropa dan Amerika. Kejadian berat jauh lebih sering pada laki-laki, umumnya pada usia 30 sampai 50 tahun. Sekitar satu dari lima penyandang memiliki perubahan gen SCN5A yang dapat diturunkan, tetapi pada banyak penyandang penyebab genetiknya belum diketahui. Irama berbahaya sering muncul saat istirahat atau tidur malam, ketika pengaruh saraf yang memperlambat jantung meningkat.
Pemicu yang Perlu Dihindari
Demam tinggi, alkohol dalam jumlah banyak, makan berlebihan, kokain, dan sejumlah obat dapat memperkuat pola Brugada dan memicu aritmia. Obat yang perlu dihindari antara lain beberapa obat antiaritmia, obat bius tertentu, dan sebagian obat untuk depresi atau gangguan jiwa. Tanyakan daftar lengkapnya kepada dokter, dan selalu beri tahu tenaga kesehatan tentang diagnosis Anda sebelum memakai obat baru.
Penanganan Sesuai Risiko
Tidak semua penyandang membutuhkan tindakan. Mereka yang tidak bergejala umumnya cukup menghindari pemicu, segera menurunkan demam dengan obat penurun panas, dan kontrol berkala. ICD dianjurkan bagi penyintas henti jantung dan dipertimbangkan bagi yang pernah pingsan akibat aritmia. Obat antiaritmia tertentu atau ablasi kateter dapat membantu bila aritmia berulang. Fibrilasi ventrikel dan pertolongannya dibahas di halaman Fibrilasi Ventrikel.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Banyak penyandang tidak bergejala dan baru diketahui dari EKG atau pemeriksaan keluarga.
- Pingsan mendadak, sering saat istirahat atau tidur
- Berdebar cepat yang datang tiba-tiba
- Pusing atau hampir pingsan
- Napas tersengal atau bunyi napas tidak biasa saat tidur malam
- Keluhan muncul atau memberat saat demam
- Tanpa keluhan, ditemukan saat EKG rutin
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Kelainan saluran natrium di sel otot jantung, terutama di saluran keluar bilik kanan
- Perubahan gen SCN5A yang diturunkan, ditemukan pada sekitar satu dari lima penyandang
- Perubahan gen lain atau penyebab yang belum diketahui pada sebagian besar penyandang lainnya
- Pemicu yang memperkuat kelainan: demam, alkohol berlebihan, makan berlebihan, dan kokain
- Obat tertentu, seperti beberapa obat antiaritmia, obat bius, dan obat untuk depresi atau gangguan jiwa
- Gangguan elektrolit, misalnya kadar kalium darah yang terlalu tinggi
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Genetik
Riwayat keluarga sindrom Brugada atau kematian mendadak di usia muda, terutama saat tidur. Pola penurunan umumnya autosomal dominan, sehingga anak penyandang berpeluang mewarisi kelainan yang sama.
Usia
Kejadian aritmia umumnya terjadi pada usia 30 sampai 50 tahun, tetapi dapat terjadi pada anak, terutama saat demam.
Medis
Pernah henti jantung, pernah pingsan akibat dugaan aritmia, dan pola Brugada tipe 1 yang muncul sendiri tanpa obat menandakan risiko yang lebih tinggi.
Gaya Hidup
Minum alkohol dalam jumlah banyak, makan berlebihan terutama malam hari, serta pemakaian kokain atau ganja dapat memicu aritmia.
Lainnya
Laki-laki lebih sering mengalami kejadian berat dibandingkan perempuan. Kelainan ini lebih banyak ditemukan pada orang keturunan Asia Tenggara.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Laki-Laki Dewasa Muda dan Paruh Baya: Kejadian aritmia berat jauh lebih sering pada laki-laki, umumnya pada usia 30 sampai 50 tahun.
- Keluarga Penyandang Sindrom Brugada: Kerabat dekat dapat membawa kelainan yang sama tanpa keluhan dan perlu diperiksa.
- Penyandang yang Pernah Pingsan: Pingsan akibat aritmia menandakan risiko henti jantung yang lebih tinggi dan perlu penilaian segera.
- Anak dengan Demam Tinggi: Pada anak penyandang, demam dapat memicu aritmia, sehingga demam perlu segera diturunkan.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis ditegakkan bila EKG menunjukkan pola Brugada tipe 1, baik muncul sendiri maupun setelah tes provokasi obat, dengan mempertimbangkan keluhan dan riwayat keluarga. Karena pola dapat datang dan pergi, dokter dapat mengulang EKG, merekam dengan elektroda dada yang ditempatkan lebih tinggi, atau merekam saat Anda demam.
Pemeriksaan lain bertujuan menyingkirkan penyebab yang menyerupai, seperti gangguan elektrolit, peradangan, atau penyakit otot jantung, misalnya dengan tes darah, ekokardiografi, atau MRI jantung. Pada pingsan yang belum jelas penyebabnya, perekam irama yang ditanam di bawah kulit dapat membantu. Setelah diagnosis, dokter menilai risiko dari riwayat henti jantung atau pingsan, pola EKG yang muncul spontan, dan kadang studi elektrofisiologi. Tes genetik dan EKG bagi keluarga dekat juga dianjurkan.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari pola Brugada tipe 1; elektroda dada kanan dapat ditempatkan satu sampai dua sela iga lebih tinggi agar pola lebih terlihat.
Tes provokasi obat: obat penghambat saluran natrium diberikan lewat infus dengan pemantauan EKG untuk memunculkan pola yang diduga tetapi tidak tampak.
Implantable Loop Recorder (ILR)
Alat perekam kecil di bawah kulit untuk menangkap irama saat pingsan yang penyebabnya belum jelas.
Ekokardiografi
Memastikan struktur jantung normal dan menyingkirkan penyakit lain yang dapat memberi gambaran EKG serupa.
Tes genetik pada penyandang, lalu pemeriksaan EKG dan tes terarah bagi anggota keluarga.
Studi Elektrofisiologi
Dapat dipertimbangkan pada penyandang tanpa gejala dengan pola tipe 1 spontan untuk membantu menilai risiko.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Menghindari Pemicu
Hindari obat yang dapat memicu pola Brugada, alkohol berlebihan, makan berlebihan, dan kokain. Tanyakan dokter sebelum memakai obat baru.
Segera Menurunkan Demam
Minum obat penurun panas begitu demam muncul dan periksakan diri bila demam tinggi, karena demam dapat memicu aritmia.
Defibrillator Kardioverter Implan (ICD)
Dianjurkan bagi penyintas henti jantung atau takikardia ventrikular menetap, dan dipertimbangkan bagi yang pernah pingsan akibat aritmia dengan pola tipe 1 spontan.
Obat Antiaritmia Tertentu
Pada aritmia berulang, atau bila ICD belum memungkinkan, dokter dapat memberikan obat antiaritmia tertentu yang bermanfaat pada sindrom Brugada.
Ablasi Kateter
Ablasi di permukaan luar saluran keluar bilik kanan dapat mengurangi aritmia berulang dan kejutan ICD pada pasien tertentu.
Pemeriksaan Keluarga
EKG, tes provokasi bila perlu, dan tes genetik terarah bagi orang tua, saudara kandung, dan anak penyandang.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Henti Jantung dan Kematian Mendadak
Fibrilasi ventrikel dapat menghentikan pompa jantung, sering saat tidur. Pijat jantung dan AED perlu segera diberikan.
Pingsan Berulang
Aritmia singkat yang berhenti sendiri dapat menyebabkan pingsan dan menandakan risiko yang lebih tinggi.
Fibrilasi Atrium
Sebagian penyandang juga mengalami irama tidak teratur dari serambi, yang dapat memicu kejutan ICD yang tidak diperlukan.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Turunkan demam segera dengan obat penurun panas dan periksakan diri bila demam tinggi
- Tanyakan dokter atau apoteker sebelum memakai obat baru, termasuk obat bius saat operasi
- Batasi alkohol dan hindari makan berlebihan, terutama malam hari
- Jauhi kokain dan zat terlarang lain
- Bawa kartu atau catatan diagnosis sindrom Brugada saat berobat
- Ajak keluarga dekat menjalani EKG dan konseling genetik
- Ajak keluarga mempelajari pijat jantung dan cara memakai AED
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Sindrom Brugada perlu dinilai dokter jantung meski tidak bergejala, karena risikonya berbeda pada setiap orang. Bila seseorang tidak sadar dan tidak bernapas normal, segera hubungi layanan gawat darurat 119 dan mulai pijat jantung. Buat janji dengan dokter bila:
- Hasil EKG Anda menyebut pola Brugada atau dicurigai sindrom Brugada
- Anda pernah pingsan tanpa sebab jelas, terutama saat tidur atau demam
- Pasangan Anda melihat napas tersengal tidak biasa saat Anda tidur
- Ada keluarga yang didiagnosis sindrom Brugada atau meninggal mendadak di usia muda
- Anda akan menjalani operasi atau memakai obat baru dan belum memberi tahu dokter tentang diagnosis
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang sindrom Brugada.
Apakah semua penyandang sindrom Brugada perlu ICD?
Tidak. Banyak penyandang tanpa gejala, terutama yang polanya hanya muncul saat tes obat, memiliki risiko rendah dan cukup menghindari pemicu serta kontrol berkala. ICD dianjurkan bagi penyintas henti jantung dan dipertimbangkan bagi yang pernah pingsan akibat aritmia dengan pola tipe 1 spontan. Dokter menimbang manfaat dan risiko alat, termasuk kejutan yang tidak diperlukan, bersama Anda.
Mengapa demam berbahaya bagi penyandang sindrom Brugada?
Suhu tubuh yang tinggi memperburuk kerja saluran natrium yang sudah terganggu, sehingga pola Brugada menguat dan aritmia lebih mudah muncul. Karena itu, turunkan demam secepatnya dengan obat penurun panas, kompres, dan cukup minum, lalu periksakan diri bila demam tinggi atau disertai pusing dan berdebar. Pada anak penyandang, demam perlu ditangani lebih cepat.
Obat apa saja yang perlu dihindari?
Sejumlah obat dapat memicu aritmia pada sindrom Brugada, antara lain beberapa obat antiaritmia, obat bius tertentu, sebagian obat untuk depresi dan gangguan jiwa, serta beberapa obat lain. Daftar ini cukup panjang dan diperbarui berkala. Tanyakan dokter atau apoteker setiap kali akan memakai obat baru, dan beri tahu dokter anestesi sebelum operasi atau tindakan.
Apakah sindrom Brugada diturunkan?
Sering, ya. Kelainan ini umumnya diturunkan secara autosomal dominan, sehingga anak penyandang berpeluang mewarisinya. Namun, perubahan gen hanya ditemukan pada sebagian penyandang, terutama gen SCN5A. Karena itu, orang tua, saudara kandung, dan anak penyandang dianjurkan menjalani EKG, dan bila gennya diketahui, tes genetik terarah. Pemeriksaan dapat diulang karena pola dapat berubah seiring usia.
Bolehkah penyandang sindrom Brugada berolahraga?
Pada umumnya boleh. Berbeda dengan sebagian kelainan jantung lain, aritmia pada sindrom Brugada lebih sering muncul saat istirahat atau tidur, bukan saat olahraga. Namun, hindari suhu tubuh terlalu tinggi saat berolahraga di cuaca panas, cukupi cairan, dan diskusikan jenis olahraga dengan dokter, terutama bila Anda memakai ICD atau pernah pingsan.
Apakah pola Brugada pada EKG berarti saya pasti sakit?
Tidak selalu. Pola Brugada tipe 2 atau 3 tidak cukup untuk diagnosis dan dapat ditemukan pada orang sehat. Diagnosis ditegakkan bila tampak pola tipe 1, baik muncul sendiri maupun setelah tes obat, dengan mempertimbangkan keluhan dan riwayat keluarga. Bila hasil EKG Anda menyebut pola Brugada, mintalah penilaian dokter jantung untuk menentukan langkah berikutnya.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K).
- Zeppenfeld K, Tfelt-Hansen J, de Riva M, et al. 2022 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death. Eur Heart J. 2022;43(40):3997-4126.
- Brugada J, Campuzano O, Arbelo E, et al. Present Status of Brugada Syndrome: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2018;72(9):1046-1059.
- Krahn AD, Behr ER, Hamilton R, et al. Brugada Syndrome. JACC Clin Electrophysiol. 2022;8(3):386-405.
- Antzelevitch C, Yan GX, Ackerman MJ, et al. J-Wave syndromes expert consensus conference report: Emerging concepts and gaps in knowledge. Heart Rhythm. 2016;13(10):e295-e324.
- Postema PG, Wolpert C, Amin AS, et al. Drugs and Brugada syndrome patients: review of the literature, recommendations, and an up-to-date website (www.brugadadrugs.org). Heart Rhythm. 2009;6(9):1335-1341.
- Wilde AAM, Semsarian C, Márquez MF, et al. European Heart Rhythm Association (EHRA)/Heart Rhythm Society (HRS)/Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS)/Latin American Heart Rhythm Society (LAHRS) Expert Consensus Statement on the state of genetic testing for cardiac diseases. Europace. 2022;24(8):1307-1367.




