Jawaban singkat
Apa Itu Syok Kardiogenik?
Syok kardiogenik adalah keadaan darurat ketika jantung tiba-tiba tidak mampu memompa cukup darah, sehingga tekanan darah turun dan organ kekurangan oksigen. Penyebab yang umum adalah serangan jantung luas, dan penanganannya dilakukan di ruang intensif.
Sumber informasi01 / Memahami kondisi
Mengenal Syok Kardiogenik
Syok kardiogenik terjadi ketika jantung mendadak terlalu lemah untuk memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Tekanan darah turun, biasanya angka atasnya di bawah 90 mmHg, dan organ penting seperti otak, ginjal, dan hati mulai kekurangan oksigen. Tanda-tandanya antara lain kulit dingin dan lembap, kesadaran menurun, dan kencing yang sangat sedikit. Syok kardiogenik adalah bentuk terberat dari gagal jantung akut, yang dibahas di halaman Gagal Jantung Akut. Keadaan ini selalu membutuhkan perawatan di rumah sakit, umumnya di ruang perawatan intensif jantung.
Apa Penyebabnya
Penyebab yang umum adalah serangan jantung yang merusak sebagian besar otot bilik kiri. Makin luas otot yang rusak, makin lemah pompanya. Perburukan berat gagal jantung yang sudah lama kini juga sering menjadi penyebab. Penyebab lain antara lain robekan sekat bilik atau otot penyangga katup setelah serangan jantung, peradangan berat otot jantung, kelainan katup yang memburuk mendadak, dan irama jantung yang sangat cepat atau sangat lambat. Syok karena aliran darah terhalang, seperti pada emboli paru masif atau tamponade jantung, tampak mirip tetapi penanganannya berbeda; syok secara umum dibahas di halaman Hipotensi Syok.
Lingkaran yang Perlu Segera Diputus
Saat pompa melemah, tekanan darah turun dan aliran darah ke otot jantung sendiri ikut berkurang. Otot jantung makin kekurangan oksigen dan makin lemah, sehingga tekanan darah turun lagi. Lingkaran ini dapat berlangsung cepat. Karena itu penanganan diarahkan untuk memutusnya secepat mungkin: membuka arteri yang tersumbat bila penyebabnya serangan jantung, menopang tekanan darah dengan obat, dan bila perlu membantu kerja jantung dengan alat.
Tahap Keparahan
Dokter menggolongkan syok kardiogenik dalam lima tahap menurut SCAI, dari A (berisiko, misalnya serangan jantung luas dengan tekanan darah masih normal) sampai E (sangat berat, dengan sirkulasi yang hampir gagal). Penggolongan ini membantu tim menentukan seberapa intensif penanganan yang diperlukan dan kapan alat bantu sirkulasi dipertimbangkan. Dengan penanganan cepat, banyak pasien dapat melewati masa kritis dan menjalani pemulihan bertahap.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Tanda-tanda ini menunjukkan organ kekurangan darah. Sering didahului nyeri dada atau sesak yang memberat.
- Kulit pucat, dingin, dan lembap, terutama di tangan dan kaki
- Sesak napas berat atau napas cepat dan pendek
- Gelisah, bingung, atau sulit diajak bicara
- Denyut nadi cepat tetapi lemah
- Buang air kecil sangat sedikit
- Lemas berat sampai sulit berdiri
- Nyeri dada bila penyebabnya serangan jantung
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, tanda awal syok sering berupa perubahan kesadaran tanpa nyeri dada yang jelas.
- Bingung atau linglung yang muncul mendadak
- Mengantuk berat dan sulit dibangunkan
- Lemas mendadak tanpa nyeri dada
- Sesak napas yang memberat dengan cepat
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Serangan jantung luas yang merusak sebagian besar otot bilik kiri, yang dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
- Perburukan berat gagal jantung yang sudah lama
- Robekan sekat bilik, dinding jantung, atau otot penyangga katup mitral setelah serangan jantung
- Peradangan berat otot jantung, yang dibahas di halaman Miokarditis.
- Kelainan katup berat yang muncul atau memburuk mendadak, misalnya akibat infeksi katup
- Irama jantung yang sangat cepat atau sangat lambat dalam waktu lama
- Kardiomiopati Takotsubo, kardiomiopati sekitar persalinan, atau keracunan obat yang menekan kerja jantung
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Serangan jantung luas, terutama di dinding depan jantung, gagal jantung yang sudah lama, riwayat serangan jantung sebelumnya, diabetes, dan penyakit ginjal kronis.
Usia
Risiko lebih tinggi pada usia di atas 75 tahun, karena cadangan kekuatan jantung dan organ lain lebih kecil.
Lainnya
Datang terlambat ke rumah sakit saat serangan jantung. Makin lama arteri tersumbat, makin luas otot jantung yang rusak dan makin besar risiko syok.
Gaya Hidup
Merokok, tekanan darah dan kolesterol yang tidak terkendali, serta tidak minum obat gagal jantung secara teratur menaikkan risiko keadaan yang dapat berujung syok.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penderita Serangan Jantung Luas: Kerusakan pada sebagian besar dinding jantung, terutama dinding depan, menaikkan risiko pompa gagal mendadak.
- Penyandang Gagal Jantung Lanjut: Perburukan berat gagal jantung yang sudah lama kini makin sering menjadi penyebab syok kardiogenik.
- Lansia: Terutama di atas 75 tahun. Cadangan kekuatan jantung, ginjal, dan organ lain lebih kecil, dan keluhan serangan jantung sering samar sehingga datang terlambat.
- Penyandang Diabetes: Serangan jantung pada penyandang diabetes lebih sering luas dan keluhannya samar, sehingga risiko syok lebih tinggi.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Syok kardiogenik ditegakkan dari gabungan tekanan darah rendah dan tanda organ kekurangan darah, seperti kulit dingin, kesadaran menurun, kencing sedikit, dan kadar laktat darah yang tinggi. Pemeriksaan berjalan bersamaan dengan pertolongan: sambil memasang infus, oksigen, dan alat pemantau, dokter merekam EKG dan melakukan ekokardiografi di samping tempat tidur untuk mencari penyebabnya.
Bila EKG atau troponin menunjukkan serangan jantung, pasien dibawa segera ke ruang kateterisasi untuk angiografi koroner dan pembukaan arteri. Ekokardiografi juga dapat menemukan robekan sekat, kebocoran katup berat, atau cairan di selaput jantung yang memerlukan tindakan lain. Selama perawatan intensif, tekanan di dalam jantung dapat diukur dengan kateter jantung kanan, dan tes darah diulang berkala untuk menilai apakah organ mulai pulih. Tim menggolongkan beratnya syok menurut tahap SCAI untuk menyesuaikan penanganan.
Elektrokardiogram / EKG
Direkam segera saat pasien tiba untuk mencari tanda serangan jantung atau gangguan irama sebagai penyebab.
Ekokardiografi
USG jantung di samping tempat tidur untuk menilai kekuatan pompa, katup, sekat, dan cairan di selaput jantung, sehingga penyebab cepat ditemukan.
Tes Troponin Jantung
Tes darah troponin untuk menunjukkan kerusakan otot jantung, misalnya akibat serangan jantung atau miokarditis.
Pemeriksaan Laboratorium
Laktat darah, fungsi ginjal dan hati, elektrolit, dan gas darah untuk menilai seberapa berat organ kekurangan darah.
Angiografi Koroner
Dilakukan segera bila syok disebabkan serangan jantung, sekaligus untuk membuka arteri yang tersumbat.
Kateterisasi Jantung Kanan
Mengukur tekanan di dalam jantung dan paru serta jumlah darah yang dipompa, untuk mengarahkan obat dan alat bantu sirkulasi.
Rontgen Dada
Melihat cairan di paru dan ukuran jantung, serta posisi selang dan kateter selama perawatan intensif.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Perawatan Intensif dan Bantuan Napas
Pemantauan ketat di ruang intensif, oksigen, dan bila perlu alat bantu napas, sambil menjaga keseimbangan cairan dan garam tubuh.
Obat Penaik Tekanan Darah dan Penguat Pompa
Vasopresor menaikkan tekanan darah dan inotropik memperkuat kontraksi jantung. Jenis dan takarannya diatur ketat oleh tim intensif sesuai respons pasien.
Pembukaan Arteri Koroner Segera
Bila penyebabnya serangan jantung, arteri penyebab dibuka secepatnya dengan kateter. Studi CULPRIT-SHOCK menunjukkan membuka arteri penyebab saja lebih aman pada tahap awal.
Alat Bantu Sirkulasi Mekanis
Pompa kecil yang dipasang lewat pembuluh darah atau mesin ECMO membantu kerja jantung untuk sementara. Dipilih bagi pasien tertentu karena juga membawa risiko perdarahan dan gangguan aliran tungkai.
Penanganan Penyebab Lain
Operasi untuk robekan sekat atau katup, kejut listrik atau alat pacu untuk gangguan irama, dan penanganan khusus untuk keracunan obat, sesuai penyebabnya.
Terapi Lanjutan untuk Jantung yang Tidak Pulih
Pompa jantung mekanis jangka panjang (LVAD) atau transplantasi jantung dipertimbangkan bagi pasien tertentu yang jantungnya tidak pulih setelah masa kritis.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gangguan Ginjal Akut
Ginjal yang kekurangan darah tidak menyaring dengan baik. Sebagian pasien memerlukan cuci darah sementara sampai fungsi ginjal pulih.
Gangguan Organ Lain
Hati, usus, dan otak juga dapat terganggu bila aliran darah rendah berlangsung lama, sehingga pemulihannya dipantau bertahap.
Gangguan Irama dan Henti Jantung
Otot jantung yang lemah dan kekurangan oksigen mudah memicu irama berbahaya yang memerlukan kejut listrik atau pijat jantung.
Komplikasi Alat dan Perawatan Intensif
Alat bantu sirkulasi, kateter, dan alat bantu napas dapat menimbulkan perdarahan, gangguan aliran ke tungkai, atau infeksi, sehingga dipantau ketat.
Gagal Jantung Jangka Panjang
Banyak penyintas membawa pompa jantung yang lemah dan memerlukan obat gagal jantung, rehabilitasi, serta kontrol rutin.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kenali tanda serangan jantung dan segera ke IGD; makin cepat arteri dibuka, makin kecil risiko syok.
- Bila Anda menyandang gagal jantung, minum obat sesuai resep dan kontrol teratur.
- Timbang berat badan setiap pagi bila punya gagal jantung, dan laporkan kenaikan cepat atau sesak yang memberat.
- Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah, serta berhenti merokok.
- Jangan menghentikan atau mengganti obat jantung sendiri tanpa berbicara dengan dokter.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Syok kardiogenik selalu merupakan keadaan darurat. Bila seseorang dengan nyeri dada atau sesak tampak pucat, kulitnya dingin dan lembap, bingung, atau sangat lemas, hubungi ambulans (119) atau segera bawa ke IGD terdekat. Bila ia tidak sadar dan tidak bernapas normal, mulai pijat jantung di tengah dada dan gunakan AED bila ada di tempat itu.
Setelah pulang dari perawatan, hubungi dokter jantung atau segera periksa bila:
- Sesak napas memberat, terutama saat berbaring.
- Berat badan naik lebih dari 2 kg dalam 3 hari atau kaki makin bengkak.
- Muncul pusing, berdebar, atau pingsan.
- Jumlah kencing berkurang jelas atau Anda merasa sangat lemas.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang syok kardiogenik.
Apa bedanya syok kardiogenik dengan gagal jantung biasa?
Pada gagal jantung, pompa jantung melemah tetapi tubuh masih mampu menyesuaikan diri, sehingga tekanan darah dan aliran ke organ umumnya cukup. Pada syok kardiogenik, pompa melemah begitu berat sampai tekanan darah turun dan organ seperti otak dan ginjal kekurangan darah. Syok kardiogenik adalah bentuk terberat dari gagal jantung akut dan selalu ditangani di ruang intensif.
Apakah syok kardiogenik sama dengan serangan jantung?
Tidak sama, tetapi saling berkaitan. Serangan jantung adalah sumbatan arteri koroner yang merusak otot jantung. Bila kerusakan itu luas, pompa jantung dapat gagal dan timbullah syok kardiogenik. Hanya sebagian kecil serangan jantung yang berujung syok, terutama bila penanganannya terlambat. Syok kardiogenik juga dapat disebabkan hal lain, seperti perburukan gagal jantung atau peradangan otot jantung.
Apakah syok kardiogenik sama dengan pingsan biasa?
Tidak. Pingsan biasa, misalnya karena berdiri terlalu lama atau melihat darah, terjadi karena tekanan darah turun sesaat, dan orangnya sadar kembali dalam beberapa detik sampai menit setelah berbaring. Pada syok kardiogenik, tekanan darah tetap rendah karena pompa jantung gagal, disertai kulit dingin, sesak, dan kebingungan yang tidak membaik dengan berbaring. Keadaan ini perlu segera ditangani di IGD.
Apa itu alat bantu sirkulasi mekanis?
Alat bantu sirkulasi mekanis adalah perangkat yang mengambil alih sebagian kerja jantung untuk sementara. Contohnya pompa kecil yang dimasukkan lewat pembuluh darah di pangkal paha sampai ke bilik kiri, dan mesin ECMO yang mengalirkan serta memberi oksigen pada darah di luar tubuh. Alat ini memberi waktu bagi jantung untuk pulih, tetapi dapat menimbulkan perdarahan dan gangguan aliran tungkai, sehingga dipilih untuk pasien tertentu.
Apakah penderita syok kardiogenik bisa pulih?
Banyak pasien dapat melewati masa kritis, terutama bila penyebabnya cepat ditangani, misalnya arteri yang tersumbat segera dibuka. Pemulihan biasanya bertahap: dari ruang intensif ke ruang rawat, lalu rehabilitasi jantung. Sebagian penyintas tetap membawa pompa jantung yang lemah dan perlu obat gagal jantung jangka panjang. Tim dokter akan menjelaskan perkembangan dan perkiraan pemulihan sesuai keadaan masing-masing pasien.
Apa yang dapat dilakukan keluarga selama pasien dirawat intensif?
Tunjuk satu anggota keluarga sebagai penghubung dengan tim dokter, dan siapkan daftar obat, riwayat penyakit, serta hasil pemeriksaan pasien sebelumnya. Tanyakan tahap keparahan, tujuan setiap tindakan, dan rencana berikutnya. Bila tim membicarakan alat bantu sirkulasi atau tindakan besar lain, mintalah penjelasan manfaat dan risikonya. Jaga juga kesehatan Anda sendiri, karena masa perawatan dapat berlangsung beberapa hari sampai minggu.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
- van Diepen S, Katz JN, Albert NM, Henry TD, Jacobs AK, Kapur NK, et al. Contemporary Management of Cardiogenic Shock: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2017;136(16):e232-68.
- Chioncel O, Parissis J, Mebazaa A, Thiele H, Desch S, Bauersachs J, et al. Epidemiology, Pathophysiology and Contemporary Management of Cardiogenic Shock: A Position Statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2020;22(8):1315-41.
- Naidu SS, Baran DA, Jentzer JC, Hollenberg SM, van Diepen S, Basir MB, et al. SCAI SHOCK Stage Classification Expert Consensus Update: A Review and Incorporation of Validation Studies. J Am Coll Cardiol. 2022;79(9):933-46.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Bohm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-726.
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, Barbato E, Berry C, Chieffo A, et al. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-826.
- Thiele H, Akin I, Sandri M, Fuernau G, de Waha S, Meyer-Saraei R, et al. PCI Strategies in Patients with Acute Myocardial Infarction and Cardiogenic Shock. N Engl J Med. 2017;377(25):2419-32.
- Moller JE, Engstrom T, Jensen LO, Eiskjaer H, Mangner N, Polzin A, et al. Microaxial Flow Pump or Standard Care in Infarct-Related Cardiogenic Shock. N Engl J Med. 2024;390(15):1382-93.




