Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Kateterisasi Jantung Kanan

Right Heart Catheterization

Pemeriksaan dengan kateter lewat pembuluh balik menuju jantung kanan dan arteri paru untuk mengukur tekanan, kadar oksigen, dan jumlah darah yang dipompa jantung.

Ditinjau secara medis olehdr. Siska S. Danny, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi kateterisasi jantung kanan: kateter mengukur tekanan di sisi kanan jantung dan pembuluh paru
Ilustrasi Kateterisasi Jantung Kanan
Kelompok prosedur
Diagnostik Invasif
Durasi tindakan
1 jam
Anestesi
Lokal
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Kateterisasi Jantung Kanan?

Kateterisasi jantung kanan adalah pemeriksaan dengan kateter tipis yang dimasukkan lewat vena di leher, lengan, atau lipat paha menuju jantung kanan dan arteri paru. Pemeriksaan ini mengukur tekanan di jantung dan paru serta jumlah darah yang dipompa jantung, terutama untuk memastikan hipertensi pulmonal. Tindakan berlangsung sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Sumber informasi

Mengenal Kateterisasi Jantung Kanan

Apa Itu Kateterisasi Jantung Kanan

Sisi kanan jantung menerima darah dari seluruh tubuh lalu memompanya ke paru untuk mengambil oksigen. Kateterisasi jantung kanan adalah pemeriksaan untuk mengukur langsung tekanan di jalur ini. Kateter tipis berujung balon kecil dimasukkan lewat vena, lalu terbawa aliran darah melewati serambi kanan dan bilik kanan sampai ke arteri paru. Kateter jenis ini sering disebut kateter Swan-Ganz.

Apa yang Diukur

Dokter mencatat tekanan di serambi kanan, bilik kanan, dan arteri paru. Saat balon dikembangkan sebentar di cabang arteri paru, tercatat tekanan baji, yang menggambarkan tekanan di serambi kiri. Jumlah darah yang dipompa jantung setiap menit, yang disebut curah jantung, dipakai untuk menghitung hambatan pembuluh paru. Contoh darah dari beberapa ruang juga diperiksa kadar oksigennya untuk mencari kebocoran antarruang jantung.

Memastikan Hipertensi Pulmonal

Ekokardiografi dapat memperkirakan tekanan paru, tetapi diagnosis hipertensi pulmonal dipastikan dengan kateterisasi jantung kanan. Menurut pedoman ESC/ERS 2022, hipertensi pulmonal ditegakkan bila tekanan rata-rata arteri paru saat istirahat lebih dari 20 mmHg. Tekanan baji dan hambatan pembuluh paru membantu membedakan apakah penyebabnya di pembuluh paru sendiri atau akibat penyakit jantung kiri, yang menentukan pilihan obat. Kondisi ini dibahas di halaman Hipertensi Pulmonal.

Uji Respons Pembuluh Paru

Pada jenis hipertensi arteri pulmonal tertentu, dokter dapat memberikan obat pelebar pembuluh paru yang dihirup selama pemeriksaan, misalnya oksida nitrat, lalu mengukur ulang tekanannya. Pasien yang tekanannya turun cukup besar mungkin cocok diobati dengan obat golongan penghambat kanal kalsium.

Kegunaan Lain

Kateterisasi jantung kanan juga dipakai untuk menilai gagal jantung yang berat, termasuk pada calon transplantasi jantung atau pompa jantung mekanis, yang dibahas di halaman Transplantasi Jantung. Pemeriksaan ini membantu menilai kebocoran antarruang pada penyakit jantung bawaan, dampak penyakit katup terhadap paru, dan membedakan selaput jantung yang kaku dari otot jantung yang kaku. Pada perawatan intensif, kateter dapat dibiarkan beberapa hari untuk memantau tekanan jantung terus-menerus.

Bagian dari Kateterisasi Jantung

Kateterisasi jantung kanan adalah salah satu bagian dari kateterisasi jantung, yang dibahas di halaman Kateterisasi Jantung. Pemeriksaan ini dapat dikerjakan sendiri atau bersama kateterisasi kiri dan angiografi koroner. Pada sumbatan menahun di pembuluh paru, pemeriksaan sering dilengkapi pemotretan arteri paru dengan kontras, yang dibahas di halaman Angiografi Paru.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Dugaan Hipertensi PulmonalMemastikan diagnosis bila ekokardiografi menunjukkan tekanan paru yang tinggi.
  • Menentukan Jenis dan Pengobatan Hipertensi PulmonalMembedakan penyebab di pembuluh paru dari penyakit jantung kiri, serta menilai respons obat.
  • Gagal Jantung BeratMenilai tekanan pengisian dan curah jantung, termasuk pada calon transplantasi atau pompa jantung.
  • Penyakit Jantung BawaanMengukur kebocoran antarruang jantung dan tekanan paru sebelum tindakan penutupan atau operasi.
  • Sesak Napas yang Belum Jelas PenyebabnyaBila pemeriksaan lain belum menjelaskan keluhan, kadang disertai pengukuran saat beraktivitas.
  • Pemantauan pada Syok KardiogenikMembantu mengatur cairan dan obat penguat jantung saat jantung gagal memompa cukup darah.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Bekuan Darah atau Tumor di Jantung KananKateter dapat melepaskan bekuan atau jaringan; dokter menilainya dulu dengan ekokardiografi.
  • Katup Mekanis di Sisi Kanan JantungKateter tidak dilewatkan melalui katup trikuspid atau pulmonal buatan dari logam.
  • Infeksi Aktif di Jantung Kanan atau Tempat TusukanTempat masuk lain dipilih, atau tindakan ditunda sampai infeksi terkendali.
  • Gangguan Pembekuan Darah BeratPerlu dikoreksi dulu; tusukan lewat vena lengan dapat mengurangi risiko perdarahan.
  • Gangguan Hantaran Listrik Jantung TertentuKateter dapat memicu denyut sangat lambat, sehingga tim menyiapkan alat pacu sementara.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Kateterisasi jantung kanan biasanya terencana. Tim akan memberikan instruksi tertulis dan menjelaskan apakah pemeriksaan dikerjakan bersama kateterisasi kiri.

Pemeriksaan sebelum tindakan. Tes darah, termasuk pembekuan darah dan fungsi ginjal, EKG, serta ekokardiografi yang belum lama dilakukan. Bawa hasil pemeriksaan paru dan jantung sebelumnya.

Obat yang sedang diminum. Bawa daftar semua obat. Obat pengencer darah, obat diabetes, dan obat peluruh cairan mungkin perlu disesuaikan. Obat hipertensi pulmonal umumnya tetap diminum. Jangan mengubah obat tanpa arahan dokter.

Puasa. Ikuti instruksi puasa dari tim, biasanya beberapa jam sebelum tindakan.

Alergi dan riwayat. Beri tahu tim bila Anda alergi obat, lateks, atau zat kontras, pernah dioperasi di leher, atau memakai alat pacu jantung.

Pendamping. Siapkan pendamping untuk pulang, karena Anda tidak dianjurkan menyetir pada hari tindakan.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Pemeriksaan dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter spesialis jantung. Anda tetap sadar dengan bius lokal, dan obat penenang ringan dapat diberikan bila perlu. Tindakan umumnya berlangsung 30 menit sampai 1 jam, lebih lama bila disertai uji obat atau pengukuran saat beraktivitas.

Memilih Jalan Masuk

Dokter memakai USG untuk menemukan vena di leher, lengan bagian dalam siku, atau lipat paha. Setelah kulit dibius, selang pendek dimasukkan ke vena tersebut.

Mengarahkan Kateter

Kateter berujung balon kecil didorong perlahan dengan panduan sinar-X melewati serambi kanan dan bilik kanan sampai ke arteri paru. Saat kateter melewati bilik kanan, Anda mungkin merasakan debar sesaat.

Mengukur Tekanan dan Oksigen

Tekanan dicatat di setiap ruang, termasuk tekanan baji saat balon dikembangkan sebentar. Contoh darah diambil untuk diperiksa kadar oksigennya, dan curah jantung dihitung dengan suntikan cairan dingin atau dari kadar oksigen.

Uji Tambahan bila Diperlukan

Pada sebagian pasien, pengukuran diulang setelah obat pelebar pembuluh paru dihirup, setelah pemberian cairan, atau saat mengayuh sepeda di meja tindakan.

Selesai dan Penutupan

Kateter dan selang dicabut, lalu bekas tusukan ditekan beberapa menit dan ditutup perban. Tusukan di vena umumnya cepat berhenti berdarah.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tekanan Paru Diukur LangsungMemastikan diagnosis hipertensi pulmonal yang hanya dapat diperkirakan dari ekokardiografi.
  • Arah Pengobatan Lebih JelasMembedakan jenis hipertensi pulmonal dan menilai apakah obat tertentu cocok untuk Anda.
  • Umumnya tanpa Zat KontrasPengukuran tekanan tidak memerlukan zat kontras, sehingga lebih ringan bagi ginjal.
  • Pemulihan CepatTusukan lewat vena biasanya cepat pulih, dan sebagian besar pasien pulang di hari yang sama.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Memar atau Perdarahan di Bekas TusukanUmumnya ringan; risiko lebih kecil karena vena ditemukan dengan panduan USG.
  • Gangguan Irama SesaatDenyut tambahan saat kateter melewati bilik kanan, biasanya hilang begitu kateter bergeser.
  • Tekanan Darah Turun atau Pingsan SesaatAkibat reaksi saraf atau obat uji, umumnya cepat pulih dengan cairan dan posisi berbaring.
  • Kebocoran Udara di Selaput ParuSangat jarang dan hanya pada tusukan lewat leher; dapat menimbulkan sesak dan ditangani tim.
  • Cedera Arteri ParuSangat jarang tetapi serius, terutama bila tekanan paru sangat tinggi; dapat menimbulkan batuk darah.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Karena kateter masuk lewat vena yang bertekanan rendah, pemulihan umumnya cepat. Sebagian besar pasien dipantau 1 sampai beberapa jam, lalu pulang di hari yang sama.

Bekas tusukan. Jaga perban tetap kering selama sehari. Memar kecil di leher, lengan, atau lipat paha wajar dan hilang dalam beberapa hari.

Aktivitas. Sebagian besar orang dapat beraktivitas ringan keesokan harinya. Bila tusukan lewat lipat paha, hindari mengangkat beban berat selama beberapa hari.

Hasil dan kontrol. Angka tekanan langsung terlihat saat tindakan. Dokter membicarakan arti hasil dan rencana pengobatan saat kontrol, sering bersama hasil pemeriksaan lain.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Sesak napas yang bertambah berat atau nyeri dada
  • Jantung berdebar kencang atau pingsan
  • Perdarahan atau bengkak yang membesar di bekas tusukan
  • Batuk darah
  • Demam, atau bekas tusukan merah dan bernanah

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P

Spesialis Paru

Fokus klinisPenyakit Paru dan Pernapasan · Asma dan PPOK

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang kateterisasi jantung kanan dan pengukuran tekanan paru.

Apakah kateterisasi jantung kanan terasa sakit?

Kulit di tempat tusukan dibius lokal, sehingga yang terasa umumnya hanya tekanan sesaat. Kateter yang bergerak di dalam jantung tidak terasa, meskipun kadang muncul debar singkat saat kateter melewati bilik kanan. Bila tusukan lewat leher, wajah Anda akan ditutup kain steril dan kepala sedikit dimiringkan. Anda tetap dapat berbicara dengan tim selama tindakan.

Mengapa perlu kateterisasi bila sudah ekokardiografi?

Ekokardiografi memperkirakan tekanan paru dari kecepatan aliran darah, sehingga angkanya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari sebenarnya. Kateterisasi jantung kanan mengukur tekanan secara langsung, serta curah jantung dan hambatan pembuluh paru yang tidak dapat diukur dengan ekokardiografi. Angka ini diperlukan untuk memastikan hipertensi pulmonal dan memilih obatnya.

Apa bedanya dengan kateterisasi jantung yang biasa dikenal?

Kateterisasi yang umum dikenal masyarakat adalah kateterisasi kiri lewat arteri untuk memotret arteri koroner dengan kontras. Kateterisasi jantung kanan masuk lewat vena, umumnya tanpa kontras, dan berfokus pada tekanan serta aliran di jantung kanan dan paru. Keduanya dapat dikerjakan dalam satu tindakan bila dokter perlu menilai sisi kiri dan kanan jantung.

Seberapa aman pemeriksaan ini?

Pada penelitian besar terhadap lebih dari 7.000 tindakan pada pasien hipertensi pulmonal, komplikasi serius terjadi pada sekitar 1 dari 100 tindakan, dan sebagian besar dapat diatasi. Kematian terjadi pada kurang dari 1 dari 1.000 tindakan. Keluhan yang lebih sering adalah memar di bekas tusukan, debar sesaat, atau pingsan ringan.

Apakah saya harus menginap?

Umumnya tidak. Sebagian besar pasien dipantau beberapa jam lalu pulang di hari yang sama. Rawat inap diperlukan bila pemeriksaan dikerjakan bersama tindakan lain, keadaan jantung sedang berat, atau kateter perlu dibiarkan untuk pemantauan di ruang perawatan intensif. Tim akan memberi tahu rencananya sebelum tindakan.

Apakah pemeriksaan ini perlu diulang?

Pada hipertensi pulmonal, kateterisasi kanan dapat diulang untuk menilai respons pengobatan, terutama bila keluhan memburuk atau pengobatan akan diubah. Pada calon transplantasi jantung, pemeriksaan juga diulang berkala selama menunggu. Dokter menimbang perlunya berdasarkan keluhan dan hasil pemeriksaan lain, seperti ekokardiografi dan tes darah NT-proBNP.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K).

  1. Humbert M, Kovacs G, Hoeper MM, dkk. 2022 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2022;43(38):3618-3731.
  2. Simonneau G, Montani D, Celermajer DS, dkk. Haemodynamic definitions and updated clinical classification of pulmonary hypertension. Eur Respir J. 2019;53(1):1801913.
  3. Hoeper MM, Lee SH, Voswinckel R, dkk. Complications of right heart catheterization procedures in patients with pulmonary hypertension in experienced centers. J Am Coll Cardiol. 2006;48(12):2546-2552.
  4. Rosenkranz S, Preston IR. Right heart catheterisation: best practice and pitfalls in pulmonary hypertension. Eur Respir Rev. 2015;24(138):642-652.
  5. Callan P, Clark AL. Right heart catheterisation: indications and interpretation. Heart. 2016;102(2):147-157.
  6. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Kateterisasi Jantung Kanan

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur