Jawaban singkat
Apa Itu Pemeriksaan Darah Lengkap?
Pemeriksaan darah lengkap menghitung dan menilai sel darah merah, hemoglobin, sel darah putih, dan trombosit dari satu sampel darah. Hasilnya membantu menemukan anemia, infeksi, dan gangguan pembekuan, serta menilai risiko perdarahan sebelum kateterisasi, pemasangan stent, operasi jantung, atau selama memakai obat pengencer darah.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Pemeriksaan Darah Lengkap
Apa Itu Pemeriksaan Darah Lengkap
Pemeriksaan darah lengkap adalah tes darah yang menghitung dan menilai tiga jenis sel darah: sel darah merah yang membawa oksigen, sel darah putih yang melawan infeksi, dan trombosit yang membantu pembekuan darah. Hasilnya memberi gambaran umum kesehatan dan sering menjadi pemeriksaan awal untuk banyak keluhan.
Cara Kerja Singkat
Darah dari lengan ditampung di tabung berisi zat antibeku supaya sel tidak menggumpal. Alat penghitung otomatis mengalirkan sel satu per satu melewati sensor, lalu menghitung jumlahnya dan mengukur ukurannya. Bila ada hasil yang tidak biasa, petugas memeriksa sediaan apus darah di bawah mikroskop.
Apa Saja yang Diperiksa
- Hemoglobin (Hb) dan hematokrit: jumlah zat pembawa oksigen dan bagian darah yang terdiri dari sel darah merah.
- Sel darah merah dan indeksnya: jumlah dan ukuran sel (MCV, MCH, MCHC, RDW). Ukuran sel membantu mencari penyebab anemia, misalnya sel yang kecil pada kekurangan zat besi.
- Sel darah putih dan hitung jenis: jumlah sel darah putih dan perbandingan jenis-jenisnya.
- Trombosit: keping darah yang berperan dalam pembekuan.
Membaca Hasil
Rentang normal sedikit berbeda antarlaboratorium. Sebagai panduan umum:
- Anemia: menurut WHO, Hb di bawah 13 g/dL pada pria dan di bawah 12 g/dL pada wanita yang tidak hamil. Batasnya lebih rendah pada kehamilan.
- Sel darah putih: sekitar 4.000 sampai 10.000 per mikroliter. Nilai tinggi dapat menandakan infeksi atau peradangan.
- Trombosit: sekitar 150.000 sampai 400.000 per mikroliter. Nilai di bawah 150.000 disebut trombositopenia.
Darah Lengkap dan Jantung
Anemia membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengantar oksigen. Akibatnya, sesak napas, lelah, berdebar, dan nyeri dada dapat muncul atau bertambah berat. Anemia dan kekurangan zat besi juga sering menyertai gagal jantung, sehingga darah lengkap dan status zat besi dianjurkan pada setiap pasien gagal jantung.
Sebelum kateterisasi, pemasangan stent, atau operasi jantung, Hb dan trombosit dinilai karena nilai yang rendah menaikkan risiko perdarahan dan memengaruhi pilihan obat pengencer darah. Selama memakai obat pengencer darah, Hb yang turun tanpa sebab yang jelas dapat menandakan perdarahan tersembunyi. Saat mendapat heparin, trombosit dipantau karena sebagian kecil pasien mengalami penurunan trombosit akibat obat ini. Sel darah putih yang tinggi disertai demam dapat menjadi petunjuk infeksi, termasuk infeksi katup jantung.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Lelah, Lemas, atau PucatUntuk mencari anemia sebagai penyebabnya.
- Sesak Napas, Berdebar, atau Nyeri DadaAnemia dapat memicu atau memperberat keluhan jantung.
- Gagal JantungAnemia dan kekurangan zat besi sering menyertai dan memperberat gejala.
- Sebelum Kateterisasi, Pemasangan Stent, atau Operasi JantungMenilai Hb dan trombosit untuk memperkirakan risiko perdarahan.
- Memakai Obat Pengencer Darah atau HeparinMemantau perdarahan tersembunyi dan penurunan trombosit.
- Demam atau Dugaan InfeksiTermasuk dugaan infeksi katup jantung atau infeksi alat jantung.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Kurang MinumDarah yang pekat membuat Hb dan hematokrit tampak lebih tinggi.
- Infus Cairan dalam Jumlah BanyakDarah yang encer membuat Hb tampak lebih rendah.
- Perdarahan yang Baru TerjadiPada jam-jam awal, Hb dapat belum turun sehingga tes perlu diulang.
- Baru Menerima TransfusiHasil sudah dipengaruhi darah transfusi. Beri tahu petugas.
- Olahraga Berat atau Stres BeratDapat menaikkan sel darah putih sementara.
- Trombosit Menggumpal di TabungDapat membuat trombosit tampak rendah palsu, sehingga sampel diulang.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pemeriksaan darah lengkap memakai sampel darah dan umumnya tidak memerlukan persiapan khusus.
Makan dan minum. Tidak perlu puasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa. Minum air putih seperti biasa.
Obat. Minum obat seperti biasa kecuali dokter meminta lain, dan bawa daftar obat Anda.
Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, demam, baru menerima transfusi, memakai obat pengencer darah atau heparin, atau sedang menjalani kemoterapi.
Hasil sebelumnya. Bawa hasil darah lengkap sebelumnya supaya dokter dapat melihat perubahannya.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit, dan hasil biasanya tersedia dalam beberapa jam di hari yang sama.
Pencocokan Identitas
Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan obat serta keadaan yang dapat memengaruhi hasil.
Pengambilan Darah
Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku ke dalam tabung bertutup ungu yang berisi zat antibeku. Tabung dibolak-balik perlahan supaya darah tercampur rata dan tidak menggumpal.
Pemeriksaan di Laboratorium
Alat penghitung otomatis menghitung sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, serta mengukur hemoglobin dan ukuran sel. Bila perlu, sediaan apus darah diperiksa di bawah mikroskop.
Pembacaan Hasil
Dokter membaca hasil bersama keluhan, obat yang Anda minum, rencana tindakan, dan hasil sebelumnya, karena satu angka saja jarang cukup untuk menentukan penyebab.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Sederhana dan CepatHanya memerlukan sedikit darah, dan hasil biasanya keluar di hari yang sama.
- Menemukan Anemia yang Memperberat Keluhan JantungAnemia dapat ditangani sehingga sesak dan lelah berkurang.
- Menilai Risiko Perdarahan Sebelum TindakanMembantu dokter memilih obat dan cara tindakan yang lebih aman.
- Memantau Keamanan Obat Pengencer DarahPenurunan Hb atau trombosit dapat dikenali lebih awal.
- Bagian dari Medical Check-UpMemberi gambaran umum kesehatan darah dalam satu pemeriksaan.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
- Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
- Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatKurang minum, infus, atau infeksi ringan dapat mengubah hasil, sehingga kadang perlu tes ulang.
- Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.
Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari. Bila Anda memakai obat pengencer darah, tekan bekas tusukan sedikit lebih lama.
Bila Hb rendah. Dokter mencari penyebabnya, misalnya dengan pemeriksaan zat besi, vitamin B12, atau sumber perdarahan, lalu menanganinya.
Bila trombosit rendah. Dokter dapat meninjau obat yang Anda pakai, termasuk obat pengencer darah dan heparin, dan mengulang pemeriksaan.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Buang air besar hitam, muntah darah, atau batuk darah
- Banyak memar atau bintik merah di kulit tanpa sebab
- Mimisan atau gusi berdarah yang sulit berhenti
- Sesak napas atau nyeri dada yang bertambah berat
- Demam tinggi disertai menggigil
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD
Spesialis Penyakit Dalam
Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik
Lihat Profil
dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH
Gastroenterologi Hepatologi
Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi
Lihat Profil
dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang pemeriksaan darah lengkap. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa saja yang diperiksa dalam darah lengkap?
Darah lengkap mengukur hemoglobin dan hematokrit, jumlah dan ukuran sel darah merah, jumlah sel darah putih beserta jenis-jenisnya, serta jumlah trombosit. Laju endap darah kadang diminta bersamaan, tetapi merupakan pemeriksaan tersendiri. Dokter memilih pemeriksaan tambahan, seperti zat besi, sesuai keluhan Anda.
Kapan hemoglobin dianggap rendah?
Menurut WHO, anemia pada orang dewasa ditetapkan bila hemoglobin di bawah 13 g/dL pada pria dan di bawah 12 g/dL pada wanita yang tidak hamil. Batasnya lebih rendah pada kehamilan. Makin rendah hemoglobin, makin berat anemianya, dan penyebabnya perlu dicari, misalnya kekurangan zat besi atau perdarahan.
Mengapa anemia memperberat penyakit jantung?
Bila hemoglobin rendah, darah membawa lebih sedikit oksigen, sehingga jantung harus berdenyut lebih cepat dan memompa lebih banyak. Pada jantung yang sudah sakit, beban tambahan ini dapat memicu nyeri dada, sesak napas, dan berdebar. Pada gagal jantung, anemia dan kekurangan zat besi juga membuat pasien lebih cepat lelah.
Mengapa darah lengkap diperiksa sebelum kateterisasi atau pemasangan stent?
Setelah pemasangan stent, pasien biasanya memakai obat pengencer darah selama beberapa bulan. Hemoglobin atau trombosit yang rendah menandakan risiko perdarahan yang lebih tinggi. Dengan mengetahuinya lebih dulu, dokter dapat memilih jalur tindakan, jenis obat, dan lama pemakaian obat yang lebih aman untuk Anda.
Apakah saya perlu puasa sebelum pemeriksaan?
Tidak perlu. Pemeriksaan darah lengkap tidak dipengaruhi makan. Puasa hanya diperlukan bila tes lain yang diperiksa bersamaan, seperti gula darah puasa atau kolesterol, memintanya. Minum air putih seperti biasa supaya tidak kekurangan cairan, karena darah yang pekat dapat membuat hemoglobin tampak lebih tinggi.
Saya memakai obat pengencer darah, mengapa perlu cek darah berkala?
Obat pengencer darah mencegah bekuan, tetapi dapat menimbulkan perdarahan yang tidak selalu terlihat, misalnya di saluran cerna. Penurunan hemoglobin dapat menjadi tanda awalnya. Pada pemakaian heparin, trombosit juga dipantau karena dapat turun akibat obat ini. Jangan menghentikan obat sendiri; diskusikan hasilnya dengan dokter.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH.
- World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: World Health Organization; 2024.
- Anand IS, Gupta P. Anemia and iron deficiency in heart failure: current concepts and emerging therapies. Circulation. 2018;138(1):80-98.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
- Urban P, Mehran R, Colleran R, dkk. Defining high bleeding risk in patients undergoing percutaneous coronary intervention: a consensus document from the Academic Research Consortium for High Bleeding Risk. Circulation. 2019;140(3):240-261.
- Cuker A, Arepally GM, Chong BH, dkk. American Society of Hematology 2018 guidelines for management of venous thromboembolism: heparin-induced thrombocytopenia. Blood Adv. 2018;2(22):3360-3392.
- Delgado V, Ajmone Marsan N, de Waha S, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of endocarditis. Eur Heart J. 2023;44(39):3948-4042.

