Jawaban singkat
Apa Itu Kelelahan Kardiovaskular?
Kelelahan kardiovaskular adalah rasa lelah atau cepat capek yang berkaitan dengan kerja jantung dan pembuluh darah, misalnya pada gagal jantung atau penyakit koroner. Rasa lelah juga sering berasal dari sebab di luar jantung, sehingga penyebabnya perlu diperiksa.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri atau rasa tertekan di dada lebih dari beberapa menit
- Sesak napas berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
- Pingsan atau hampir pingsan
- Berdebar sangat cepat disertai pusing atau lemas berat
- Kelemahan sesisi tubuh, wajah tidak simetris, atau bicara pelo
- Lemas mendadak disertai keringat dingin dan mual
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Kelelahan Kardiovaskular
Kelelahan kardiovaskular adalah istilah untuk rasa lelah, lemas, atau cepat capek yang muncul karena jantung dan pembuluh darah tidak mampu mengalirkan darah sesuai kebutuhan tubuh, terutama saat beraktivitas. Kelelahan bukan diagnosis, melainkan keluhan yang dapat memiliki banyak penyebab. Halaman ini membantu Anda mengenali kapan rasa lelah perlu diperiksa ke dokter, tanpa menggantikan pemeriksaan.
Ciri Kelelahan yang Berkaitan dengan Jantung
Kelelahan karena jantung biasanya muncul atau bertambah saat beraktivitas, misalnya naik tangga, berjalan, atau membawa belanjaan, dan sering disertai sesak napas, berdebar, atau kaki bengkak. Kemampuan beraktivitas menurun bertahap dibanding beberapa bulan sebelumnya. Pada gagal jantung, rasa lelah sering disertai sesak saat berbaring dan berat badan naik cepat karena cairan tertahan; keadaan ini dibahas di halaman Gagal Jantung. Pada penyakit jantung koroner, terutama pada perempuan, lansia, dan penyandang diabetes, lelah atau sesak saat beraktivitas dapat menjadi tanda kurangnya aliran darah ke otot jantung, bahkan tanpa nyeri dada. Lelah yang muncul mendadak dan tidak biasa, disertai keringat dingin atau mual, dapat menjadi tanda serangan jantung dan memerlukan pertolongan segera.
Penyebab di Jantung dan di Luar Jantung
Dari jantung, penyebabnya antara lain gagal jantung, penyakit jantung koroner, penyakit katup, gangguan irama yang terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur, serta kardiomiopati. Obat jantung tertentu, seperti penyekat beta atau diuretik, juga dapat membuat lemas; jangan menghentikannya sendiri dan bicarakan dengan dokter. Di luar jantung, lelah sering berasal dari kurang darah (anemia), gangguan tiroid, diabetes, penyakit ginjal, gangguan tidur seperti sleep apnea, infeksi, depresi, atau kecemasan. Kadang beberapa penyebab terjadi bersamaan.
Mengapa Perlu Dicari Penyebabnya
Rasa lelah sangat umum dan sering membaik dengan tidur cukup dan pola hidup sehat. Namun, kelelahan baru yang menetap lebih dari beberapa minggu, atau yang disertai keluhan jantung, perlu diperiksa. Mengenali penyebabnya lebih awal memungkinkan penanganan yang tepat, misalnya obat gagal jantung yang memperbaiki kemampuan beraktivitas, pengobatan kekurangan zat besi, atau penanganan gangguan irama. Sesak yang menyertai kelelahan dibahas di halaman Sesak Napas.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
Keluhan yang sering menyertai kelelahan yang berkaitan dengan jantung.
- Cepat lelah saat aktivitas yang sebelumnya terasa ringan
- Sesak napas saat naik tangga atau berjalan
- Sesak saat berbaring sehingga perlu bantal tambahan
- Kaki atau pergelangan kaki membengkak
- Berdebar, atau denyut terasa terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur
- Pusing atau berkunang-kunang saat beraktivitas
- Berat badan naik cepat dalam beberapa hari
Gejala pada Perempuan Dewasa
Pada perempuan, penyakit jantung koroner lebih sering muncul dengan keluhan yang tidak khas.
- Lelah yang tidak biasa selama beberapa hari atau minggu
- Sesak napas tanpa nyeri dada yang jelas
- Sulit tidur dan badan terasa lemas
- Mual, keringat dingin, atau rasa tidak nyaman di punggung atau rahang
Gejala pada Lansia
Pada lansia, keluhan jantung sering samar dan mudah dianggap akibat usia.
- Kemampuan berjalan menurun bertahap
- Lebih sering mengantuk atau lemas
- Bingung atau sulit berkonsentrasi
- Nafsu makan menurun
- Jatuh atau hampir pingsan
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Gagal jantung, saat pompa atau pengisian jantung tidak mencukupi kebutuhan tubuh
- Penyakit jantung koroner yang mengurangi aliran darah ke otot jantung saat beraktivitas
- Gangguan irama, seperti fibrilasi atrium atau denyut yang terlalu lambat
- Penyakit katup jantung, misalnya stenosis aorta atau regurgitasi mitral
- Efek samping obat, seperti penyekat beta, diuretik, atau obat penenang
- Penyebab di luar jantung: anemia, gangguan tiroid, diabetes, penyakit ginjal, atau sleep apnea
- Kurang tidur, stres, depresi, atau kecemasan
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, jarang bergerak, pola makan tinggi garam, dan minum alkohol berlebihan meningkatkan kemungkinan penyakit jantung yang menimbulkan kelelahan. Kurang tidur juga memperberat rasa lelah.
Medis
Hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit ginjal kronis, sleep apnea, serta riwayat serangan jantung atau penyakit katup meningkatkan kemungkinan rasa lelah berasal dari jantung.
Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner di usia muda atau kardiomiopati meningkatkan kemungkinan penyebab jantung.
Usia
Kemungkinan penyebab jantung, seperti gagal jantung dan fibrilasi atrium, meningkat seiring usia, terutama setelah 60 tahun.
Lainnya
Riwayat kemoterapi atau radioterapi dada, serta kehamilan atau beberapa bulan setelah melahirkan, dapat berkaitan dengan melemahnya otot jantung.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Hipertensi atau Diabetes: Kedua keadaan ini membebani jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang, sehingga kelelahan baru perlu dinilai sebagai kemungkinan keluhan jantung.
- Lansia: Keluhan jantung pada lansia sering samar, berupa lemas atau kemampuan berjalan yang menurun, dan mudah dianggap akibat usia.
- Perempuan Usia Menengah dan Lanjut: Penyakit jantung koroner pada perempuan lebih sering muncul dengan lelah dan sesak dibanding nyeri dada yang khas.
- Penyintas Serangan Jantung atau Operasi Jantung: Lelah yang bertambah setelah masa pemulihan dapat menandakan pompa jantung melemah atau penyempitan baru.
- Penyintas Kanker yang Pernah Kemoterapi: Beberapa obat kanker dan radioterapi dada dapat melemahkan otot jantung, yang dibahas di halaman Penyakit Jantung akibat Terapi Kanker.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Dokter mulai dengan menanyakan sejak kapan Anda merasa lelah, apakah lelah muncul saat beraktivitas atau sepanjang hari, serta bagaimana tidur, suasana hati, berat badan, dan obat yang Anda minum. Pemeriksaan fisik mencari tanda seperti tekanan darah dan nadi yang tidak normal, bising jantung, suara cairan di paru, atau bengkak di kaki. Tes darah awal biasanya mencakup darah lengkap untuk mencari anemia, cadangan zat besi, gula darah, fungsi ginjal, elektrolit, dan fungsi tiroid. Bila dicurigai penyebab jantung, tes NT-proBNP membantu menilai kemungkinan gagal jantung, EKG mencari gangguan irama atau bekas serangan jantung, dan ekokardiografi menilai pompa serta katup jantung. Uji latih di treadmill menilai reaksi jantung saat beban meningkat, sedangkan rekaman irama 24 jam atau lebih dipakai bila lelah datang bersama berdebar atau pusing. Bila penyebab jantung tidak ditemukan, dokter mengarahkan pemeriksaan ke penyebab lain.
Pemeriksaan Fisik
Mengukur tekanan darah, nadi, dan berat badan, mendengarkan jantung dan paru, serta mencari bengkak di kaki.
Pemeriksaan Darah Lengkap
Mencari anemia dan infeksi, dua penyebab lelah yang sering ditemukan. Cadangan zat besi diperiksa bersamaan bila perlu.
Pemeriksaan Fungsi Tiroid
Menilai kelenjar tiroid yang kurang atau terlalu aktif, yang dapat menimbulkan lelah dan memengaruhi denyut jantung.
Tes NT-proBNP / BNP
Kadar normal membuat gagal jantung kecil kemungkinannya, sedangkan kadar tinggi perlu dilanjutkan dengan ekokardiografi.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari gangguan irama, denyut yang terlalu lambat atau cepat, dan tanda bekas serangan jantung.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, kekakuan otot, dan katup jantung.
Tes Treadmill
Menilai kemampuan beraktivitas dan reaksi jantung saat beban meningkat, termasuk tanda kurangnya aliran darah ke jantung.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Penanganan Penyebab Jantung
Misalnya obat gagal jantung yang dinaikkan bertahap, penanganan penyakit koroner, perbaikan katup, atau pengendalian gangguan irama. Penanganan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
Peninjauan Obat
Dokter menilai apakah obat yang Anda minum menimbulkan lemas dan dapat menyesuaikan jenis atau waktunya. Jangan mengubah obat sendiri.
Koreksi Kekurangan Zat Besi dan Anemia
Pada gagal jantung dengan kekurangan zat besi, pemberian zat besi lewat infus dapat memperbaiki keluhan dan kemampuan beraktivitas. Penyebab anemia juga dicari.
Rehabilitasi Jantung
Program latihan terstruktur dan diawasi membantu meningkatkan daya tahan dan mengurangi kelelahan pada penyakit jantung yang stabil.
Penanganan Penyebab di Luar Jantung
Gangguan tiroid, diabetes, gangguan tidur seperti sleep apnea, depresi, dan kecemasan ditangani oleh dokter yang sesuai.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Gagal Jantung yang Tidak Dikenali
Kelelahan yang dianggap biasa dapat menunda diagnosis gagal jantung sampai muncul sesak berat atau perlu dirawat. Pengobatan dini membantu memperlambat perburukan.
Serangan Jantung yang Terlambat Ditangani
Pada sebagian orang, lelah dan sesak menjadi tanda awal kurangnya aliran darah ke jantung. Keterlambatan ke IGD memperbesar kerusakan otot jantung.
Penurunan Kemampuan Beraktivitas
Lelah yang menetap membuat orang mengurangi aktivitas, sehingga otot melemah dan kebugaran makin turun.
Jatuh dan Cedera
Pada lansia, lemas karena denyut yang lambat, tekanan darah rendah, atau anemia dapat menyebabkan pusing dan jatuh.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dokter
- Berhenti merokok dan batasi alkohol
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, sesuai kemampuan
- Tidur cukup tujuh sampai sembilan jam, dan periksakan bila Anda mendengkur keras atau sering terbangun
- Batasi garam bila Anda menyandang gagal jantung atau hipertensi
- Minum obat jantung secara teratur dan diskusikan efek samping dengan dokter
- Timbang berat badan setiap pagi bila Anda menyandang gagal jantung
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Rasa lelah sesekali setelah kurang tidur atau bekerja keras biasanya membaik dengan istirahat. Periksakan diri ke dokter bila kelelahan baru berlangsung lebih dari dua sampai tiga minggu, terus bertambah, atau disertai keluhan berikut. Segera ke IGD bila lelah mendadak disertai nyeri dada, sesak berat, atau pingsan.
- Cepat lelah atau sesak saat aktivitas yang dulu terasa ringan
- Kaki bengkak atau berat badan naik cepat dalam beberapa hari
- Berdebar, denyut terlalu lambat, atau tidak teratur
- Pusing atau hampir pingsan saat beraktivitas
- Lemas setelah mulai minum obat baru
- Anda menyandang hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung dan merasa lebih cepat lelah
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang rasa lelah yang berkaitan dengan jantung.
Bagaimana membedakan lelah biasa dengan lelah yang berkaitan dengan jantung?
Lelah biasa umumnya punya pemicu yang jelas, seperti kurang tidur atau kerja berat, dan membaik setelah istirahat. Lelah yang berkaitan dengan jantung cenderung muncul saat beraktivitas, membuat Anda harus berhenti lebih cepat dari biasanya, dan sering disertai sesak, berdebar, atau kaki bengkak. Namun, ciri ini tidak selalu tegas, sehingga kelelahan baru yang menetap tetap perlu diperiksa dokter.
Apakah rasa lelah bisa menjadi tanda serangan jantung?
Bisa, terutama pada perempuan, lansia, dan penyandang diabetes. Sebuah penelitian pada perempuan yang mengalami serangan jantung menemukan sekitar 70 persen di antara mereka merasakan lelah yang tidak biasa dalam beberapa minggu sebelumnya. Bila lelah muncul mendadak dan disertai rasa tidak nyaman di dada, sesak, keringat dingin, atau mual, segera ke IGD.
Apakah obat jantung bisa membuat badan lemas?
Beberapa obat dapat menimbulkan rasa lemas, misalnya penyekat beta yang memperlambat denyut, diuretik yang dapat menurunkan kadar garam darah, atau obat yang menurunkan tekanan darah terlalu banyak. Jangan menghentikan atau mengurangi obat sendiri, karena dapat memperburuk penyakit jantung. Sampaikan keluhan kepada dokter, yang dapat menilai elektrolit, tekanan darah, dan denyut, lalu menyesuaikan pengobatan bila perlu.
Apakah kekurangan zat besi berhubungan dengan kelelahan pada penyakit jantung?
Ya. Kekurangan zat besi sering ditemukan pada penyandang gagal jantung, bahkan ketika kadar hemoglobin masih normal, dan dapat menambah rasa lelah serta sesak. Pedoman ESC menganjurkan pemeriksaan cadangan zat besi secara berkala pada gagal jantung. Bila kurang, dokter dapat memberikan zat besi lewat infus, yang terbukti memperbaiki keluhan dan kemampuan beraktivitas pada pasien tertentu.
Bolehkah berolahraga bila saya mudah lelah karena penyakit jantung?
Pada banyak penyakit jantung yang sudah stabil, latihan fisik yang terarah justru membantu mengurangi kelelahan dan memperbaiki kemampuan beraktivitas. Rehabilitasi jantung menyusun latihan sesuai hasil uji latih dan memantau keamanannya. Mulailah setelah berkonsultasi dengan dokter, tingkatkan bertahap, dan hentikan latihan bila muncul nyeri dada, pusing, atau sesak berat.
Apa yang dilakukan bila pemeriksaan jantung normal tetapi saya tetap lelah?
Hasil pemeriksaan jantung yang normal adalah kabar baik, tetapi rasa lelah Anda tetap nyata dan perlu dicari penyebabnya. Dokter dapat mengarahkan pemeriksaan ke kemungkinan lain, seperti anemia, gangguan tiroid, diabetes, gangguan tidur, efek obat, depresi, atau kecemasan, dan merujuk ke dokter spesialis yang sesuai. Catatan harian tentang pola lelah, tidur, dan aktivitas dapat membantu proses ini.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Ayu Amalia U. Putri, Sp.KFR.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-726.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, Gardner RS, Baumbach A, Böhm M, et al. 2023 Focused Update of the 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2023;44(37):3627-39.
- Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-537.
- Heidenreich PA, Bozkurt B, Aguilar D, Allen LA, Byun JJ, Colvin MM, et al. 2022 AHA/ACC/HFSA Guideline for the Management of Heart Failure: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(18):e895-e1032.
- McSweeney JC, Cody M, O'Sullivan P, Elberson K, Moser DK, Garvin BJ. Women's early warning symptoms of acute myocardial infarction. Circulation. 2003;108(21):2619-23.
- Stadje R, Dornieden K, Baum E, Becker A, Biroga T, Bösner S, et al. The differential diagnosis of tiredness: a systematic review. BMC Fam Pract. 2016;17(1):147.




