Jawaban singkat
Apa Itu Rehabilitasi Jantung Fase III?
Rehabilitasi jantung Fase III adalah tahap pemeliharaan setelah program rehabilitasi Fase II selesai. Tujuannya menjaga kebugaran dan kebiasaan sehat untuk jangka panjang. Anda berlatih lebih mandiri sesuai program latihan pribadi, sambil tetap mengendalikan tekanan darah, kolesterol, gula darah, dan berat badan, dengan evaluasi berkala oleh tim rehabilitasi.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Rehabilitasi Jantung Fase III
Apa Itu Rehabilitasi Jantung Fase III
Rehabilitasi jantung dibagi menjadi beberapa fase. Fase I dimulai saat masih dirawat di rumah sakit, Fase II berupa latihan yang diawasi selama beberapa minggu setelah pulang, dan Fase III adalah tahap pemeliharaan jangka panjang. Pada Fase III, Anda menjalankan latihan dan kebiasaan sehat secara lebih mandiri, dengan pendampingan dan evaluasi berkala dari tim rehabilitasi. Dibahas di halaman Program Rehabilitasi Jantung Terstruktur, Rehabilitasi Jantung Fase I, dan Rehabilitasi Jantung Fase II.
Cara Kerja Singkat
Manfaat latihan bagi jantung hanya bertahan bila latihan terus dilakukan. Kebugaran yang dicapai pada Fase II dapat menurun dalam beberapa bulan bila latihan dihentikan. Karena itu, Fase III membantu Anda mengubah latihan yang diawasi menjadi kebiasaan jangka panjang: program latihan disesuaikan dengan kemampuan dan kegiatan sehari-hari, intensitasnya dipantau dengan denyut nadi atau rasa lelah, dan hasilnya dievaluasi secara berkala.
Komponen Fase III
- Latihan aerobik: jalan cepat, bersepeda, atau berenang dengan intensitas sedang hampir setiap hari, dengan total setidaknya 150 menit per minggu.
- Latihan kekuatan dan kelenturan: latihan beban ringan sampai sedang dua kali seminggu, ditambah peregangan.
- Pengendalian faktor risiko: tekanan darah, kolesterol, gula darah, berat badan, dan berhenti merokok tetap dipantau. Dibahas di halaman Program Manajemen Risiko Kardiovaskular.
- Pola makan dan kebiasaan sehat: pola makan sehat jantung, tidur cukup, dan pengelolaan stres. Dibahas di halaman Konseling Gaya Hidup dan Manajemen Risiko.
- Dukungan dan kesehatan jiwa: berlatih bersama kelompok atau sesama penyintas membantu menjaga semangat; rasa cemas atau sedih yang menetap perlu disampaikan kepada dokter.
Di Fasilitas Rehabilitasi atau di Rumah
Fase III dapat dijalankan di fasilitas rehabilitasi, di pusat kebugaran, atau di rumah. Penelitian menunjukkan rehabilitasi di rumah memberi hasil yang sebanding dengan rehabilitasi di pusat layanan bagi pasien yang risikonya rendah sampai sedang. Pada sebagian pasien, tes latih jantung diulang untuk menyesuaikan program. Dibahas di halaman Tes Treadmill.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Telah Menyelesaikan Rehabilitasi Fase IIUntuk menjaga hasil latihan dan kebiasaan sehat.
- Setelah Serangan Jantung atau Pasang RingSebagai bagian dari pencegahan kejadian berulang.
- Setelah Operasi JantungSeperti bypass atau operasi katup, setelah masa pemulihan awal selesai.
- Gagal Jantung yang StabilLatihan teratur membantu menjaga kemampuan beraktivitas.
- Angina StabilDengan program latihan yang disesuaikan dengan batas keluhan.
- Faktor Risiko yang Masih Perlu DikendalikanSeperti hipertensi, diabetes, atau berat badan berlebih.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Nyeri Dada yang Baru atau MemburukHentikan latihan dan periksakan diri sebelum melanjutkan.
- Gagal Jantung yang Belum StabilMisalnya sesak atau bengkak yang bertambah; latihan ditunda.
- Gangguan Irama atau Pingsan saat LatihanPerlu dievaluasi dan mungkin kembali ke latihan yang diawasi.
- Tekanan Darah Sangat Tinggi saat IstirahatLatihan ditunda sampai tekanan darah terkendali.
- Demam atau Sakit AkutIstirahatkan latihan sampai pulih.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Persiapan dilakukan sebelum memulai Fase III dan sebelum setiap sesi latihan.
Ringkasan Fase II. Bawa hasil tes latih jantung dan catatan program latihan sebelumnya bila ada.
Daftar obat. Bawa semua obat yang sedang diminum, termasuk nitrat bila diresepkan.
Pakaian dan sepatu. Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu olahraga yang pas.
Makan dan minum. Makan ringan 1 sampai 2 jam sebelum latihan dan bawa air minum.
Alat pantau. Bila punya, bawa alat pengukur denyut nadi atau jam pintar untuk belajar memantau intensitas latihan.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Setiap sesi latihan umumnya berlangsung sekitar 1 jam. Fase III berlangsung jangka panjang, dengan evaluasi berkala setiap beberapa bulan.
Evaluasi Awal
Dokter meninjau hasil Fase II, keluhan, obat, dan faktor risiko, lalu menyusun program latihan pribadi, termasuk batas denyut nadi atau rasa lelah yang aman.
Sesi Latihan
Setiap sesi dimulai dengan pemanasan sekitar 10 menit, dilanjutkan latihan aerobik 30 sampai 40 menit dan latihan kekuatan, lalu ditutup dengan pendinginan dan peregangan.
Latihan Mandiri
Anda berlatih sendiri di rumah atau di luar ruangan sesuai program, mencatat latihan dan keluhan, serta mengukur tekanan darah bila dianjurkan.
Evaluasi Berkala
Kemajuan dan faktor risiko dievaluasi secara berkala. Program dinaikkan bertahap atau disesuaikan bila keadaan berubah.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Hasil Fase II TerjagaKebugaran yang sudah dicapai tidak menurun.
- Risiko Kejadian Berulang TurunLatihan dan pengendalian faktor risiko membantu mencegah serangan jantung dan rawat inap ulang.
- Lebih MandiriAnda belajar memantau sendiri intensitas latihan dan keluhan.
- Kualitas Hidup MembaikKegiatan sehari-hari terasa lebih ringan.
- Pendampingan BerkalaProgram disesuaikan bila keadaan berubah.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Cedera Otot atau SendiBila latihan dinaikkan terlalu cepat; tingkatkan secara bertahap.
- Keluhan Jantung saat LatihanJarang terjadi bila intensitas sesuai program; kenali tanda bahayanya.
- Gula Darah TurunPada pengguna insulin atau obat diabetes tertentu; siapkan camilan dan pantau gula darah.
- Semangat MenurunBanyak orang berhenti setelah beberapa bulan; latihan bersama dan target kecil membantu.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan khusus. Pegal ringan setelah latihan baru adalah hal biasa dan berkurang dalam satu sampai dua hari.
Latihan teratur. Usahakan berlatih hampir setiap hari, sebaiknya pada waktu yang sama agar menjadi kebiasaan.
Uji bicara. Intensitas sedang berarti Anda masih dapat berbicara, tetapi tidak dapat bernyanyi saat berlatih.
Perhatikan cuaca. Kurangi intensitas saat cuaca sangat panas atau lembap, dan minum cukup air.
Tetap minum obat. Latihan tidak menggantikan obat yang diresepkan dokter.
Tanda yang perlu diwaspadai. Hentikan latihan dan segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Nyeri atau rasa tertekan di dada yang tidak hilang dengan istirahat
- Sesak napas yang tidak sebanding dengan latihan
- Pusing berat, hampir pingsan, atau pingsan
- Jantung berdebar sangat cepat atau tidak teratur
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Ayu Amalia U. Putri, Sp.KFR
Spesialis Rehabilitasi Medik
Fokus klinisRehabilitasi Jantung · Rehabilitasi Pascaoperasi
Lihat Profil
Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Juweni Joe, Sp.GK
Spesialis Gizi Klinik
Fokus klinisIntervensi Nutrisi Medis · Nutrisi Pasien Kardiovaskular
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang rehabilitasi jantung Fase III. Program latihan untuk Anda disusun bersama tim rehabilitasi.
Apa bedanya Fase III dengan Fase II?
Fase II berupa latihan terjadwal yang diawasi langsung oleh tim, biasanya dengan pemantauan EKG, selama beberapa minggu setelah pulang dari rumah sakit. Fase III adalah tahap pemeliharaan jangka panjang: Anda berlatih lebih mandiri sesuai program pribadi, dengan pengawasan yang lebih jarang dan evaluasi berkala untuk menyesuaikan program.
Berapa lama Fase III berlangsung?
Fase III pada dasarnya berlangsung seterusnya, karena manfaat latihan bagi jantung hanya bertahan selama latihan dijalankan. Evaluasi oleh tim rehabilitasi biasanya dilakukan setiap beberapa bulan pada tahun pertama, lalu lebih jarang bila keadaan stabil dan Anda sudah mampu berlatih mandiri dengan aman.
Bolehkah saya berlatih di rumah atau pusat kebugaran?
Boleh, bila dokter menilai risiko Anda rendah sampai sedang. Penelitian menunjukkan rehabilitasi di rumah memberi hasil yang sebanding dengan rehabilitasi di pusat layanan pada pasien yang sesuai. Ikuti batas intensitas dari program Anda, dan beri tahu pelatih di pusat kebugaran tentang kondisi jantung serta obat yang Anda minum.
Bagaimana mengetahui intensitas latihan sudah tepat?
Cara sederhana adalah uji bicara: pada intensitas sedang, Anda masih dapat berbicara tetapi tidak dapat bernyanyi. Anda juga dapat memakai batas denyut nadi atau skala rasa lelah dari tim rehabilitasi. Bila Anda memakai penyekat beta, denyut nadi mungkin tidak naik banyak, sehingga rasa lelah menjadi patokan yang lebih tepat.
Bolehkah saya mengangkat beban?
Boleh. Latihan kekuatan dengan beban ringan sampai sedang dianjurkan dua kali seminggu untuk menjaga kekuatan otot. Hindari menahan napas saat mengangkat, mulai dengan beban yang dapat diangkat 10 sampai 15 kali tanpa terlalu berat, lalu tambah bertahap. Setelah operasi jantung terbuka, tunggu izin dokter karena tulang dada perlu waktu untuk pulih.
Bagaimana bila saya berhenti berlatih beberapa waktu?
Hal ini sering terjadi, misalnya karena sakit atau kesibukan. Mulailah kembali dengan intensitas dan durasi yang lebih rendah, lalu naikkan bertahap selama satu sampai dua minggu. Bila berhenti cukup lama atau ada keluhan baru, hubungi tim rehabilitasi untuk evaluasi sebelum kembali ke program semula.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Juweni Joe, Sp.GK.
- Ambrosetti M, Abreu A, Corrà U, dkk. Secondary prevention through comprehensive cardiovascular rehabilitation: From knowledge to implementation. 2020 update. A position paper from the Secondary Prevention and Rehabilitation Section of the European Association of Preventive Cardiology. Eur J Prev Cardiol. 2021;28(5):460-495.
- Pelliccia A, Sharma S, Gati S, dkk. 2020 ESC Guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease. Eur Heart J. 2021;42(1):17-96.
- Dibben G, Faulkner J, Oldridge N, dkk. Exercise-based cardiac rehabilitation for coronary heart disease. Cochrane Database Syst Rev. 2021;11:CD001800.
- Anderson L, Sharp GA, Norton RJ, dkk. Home-based versus centre-based cardiac rehabilitation. Cochrane Database Syst Rev. 2017;CD007130.
- Thomas RJ, Beatty AL, Beckie TM, dkk. Home-Based Cardiac Rehabilitation: A Scientific Statement From the American Association of Cardiovascular and Pulmonary Rehabilitation, the American Heart Association, and the American College of Cardiology. Circulation. 2019;140(1):e69-e89.

