Jawaban singkat
Apa Itu Angina Stabil?
Angina stabil adalah nyeri atau rasa tertekan di dada yang muncul dengan pola dapat diperkirakan, biasanya saat aktivitas fisik atau emosi, lalu reda dalam beberapa menit dengan istirahat. Keluhan ini umumnya menandakan penyempitan arteri koroner yang menetap.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri dada saat istirahat atau yang membangunkan Anda dari tidur
- Angina makin sering, makin lama, atau dipicu aktivitas lebih ringan dari biasanya
- Nyeri tidak reda dengan istirahat atau obat nitrat seperti biasanya
- Nyeri dada disertai keringat dingin, mual, atau sesak napas berat
- Pingsan atau hampir pingsan
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Angina Stabil
Angina stabil adalah jenis angina pektoris yang polanya relatif tetap dari waktu ke waktu. Nyeri atau rasa tertekan di dada muncul saat jantung dibebani, misalnya ketika berjalan menanjak atau naik tangga, lalu reda setelah Anda beristirahat. Dalam pedoman ESC 2024, angina stabil termasuk sindrom koroner kronis, yaitu kelompok keadaan penyakit koroner yang berlangsung lama dan tidak terjadi mendadak.
Mengapa Nyeri Muncul saat Beraktivitas
Plak lemak di dinding arteri koroner menyempitkan jalur aliran darah. Saat istirahat, aliran yang tersisa masih cukup untuk otot jantung. Saat Anda berjalan cepat, mengangkat beban, berada di udara dingin, selesai makan besar, atau sedang emosi, jantung memerlukan lebih banyak oksigen. Penyempitan membatasi tambahan aliran itu, sehingga muncul nyeri. Nyeri biasanya berlangsung beberapa menit dan reda dalam sekitar lima menit setelah istirahat atau setelah memakai obat nitrat kerja cepat.
Ciri yang Membedakan dari Jenis Lain
Pemicunya dapat diperkirakan, dan tingkat aktivitas yang memicu nyeri cenderung sama dari hari ke hari. Angina stabil tidak muncul saat istirahat dan tidak memburuk dalam hitungan hari. Bila pola berubah menjadi lebih sering, lebih berat, atau muncul saat istirahat, keadaan itu mengarah ke angina tidak stabil, yang dibahas di halaman Angina Tidak Stabil. Nyeri dada saat istirahat pada malam hari dengan arteri yang tampak normal lebih mengarah ke angina karena kejang pembuluh, yang dibahas di halaman Angina Varians / Vasospastik.
Menilai Beratnya Angina
Dokter sering memakai skala Canadian Cardiovascular Society (CCS) kelas I sampai IV. Kelas I berarti nyeri hanya muncul saat aktivitas berat atau lama, sedangkan kelas IV berarti nyeri muncul pada aktivitas sangat ringan. Skala ini membantu menilai seberapa besar angina membatasi hidup Anda dan memantau hasil pengobatan.
Harapan dengan Penanganan
Dengan obat yang diminum teratur, perubahan gaya hidup, dan kontrol berkala, banyak penyandang angina stabil dapat mengendalikan keluhannya dan tetap aktif. Penelitian ISCHEMIA pada penyakit koroner stabil menunjukkan bahwa tindakan pembukaan pembuluh sejak awal tidak menurunkan risiko kematian atau serangan jantung secara keseluruhan dibanding obat saja, tetapi lebih meredakan keluhan pada orang yang sering mengalami angina. Karena itu pilihan tindakan disesuaikan dengan keluhan dan hasil pemeriksaan Anda.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Rasa tertekan, berat, atau seperti diremas di tengah dada
- Nyeri muncul pada tingkat aktivitas yang kurang lebih sama, misalnya naik tangga
- Keluhan reda dalam beberapa menit setelah istirahat atau obat nitrat
- Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung
- Sesak napas saat beraktivitas
- Keluhan lebih mudah muncul setelah makan besar, di udara dingin, atau saat emosi
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, angina stabil sering terasa sebagai keluhan selain nyeri dada.
- Sesak napas saat berjalan agak jauh atau naik tangga
- Cepat lelah dan jarak berjalan makin pendek
- Rasa tidak nyaman samar di dada atau ulu hati saat beraktivitas
- Tanpa sadar mengurangi aktivitas untuk menghindari keluhan
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Plak lemak yang menyempitkan satu atau lebih arteri koroner, yang dibahas di halaman Aterosklerosis.
- Plak yang relatif stabil dengan lapisan penutup tebal, sehingga penyempitan menetap tanpa bekuan baru
- Kebutuhan oksigen jantung yang naik saat aktivitas, emosi, udara dingin, atau setelah makan besar
- Faktor yang memperberat, seperti anemia, tekanan darah tidak terkendali, tiroid terlalu aktif, atau denyut cepat
- Penyempitan katup aorta atau penebalan otot jantung yang menaikkan kebutuhan oksigen
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok, kurang gerak, pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam, serta obesitas mempercepat pembentukan plak di arteri koroner.
Medis
Hipertensi, kolesterol LDL tinggi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis adalah pendorong utama penyempitan arteri koroner.
Genetik
Riwayat penyakit jantung koroner dini dalam keluarga dan kolesterol tinggi turunan (hiperkolesterolemia familial) membuat plak terbentuk lebih awal.
Usia
Angina stabil lebih sering ditemukan setelah usia 45 tahun pada laki-laki dan setelah menopause pada perempuan.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat aterosklerosis di banyak arteri sekaligus dan dapat menyamarkan nyeri dada menjadi sesak atau lelah.
- Penyandang Hipertensi atau Kolesterol Tinggi: Tekanan darah dan kolesterol yang tinggi selama bertahun-tahun merusak dinding arteri koroner dan mempercepat penyempitannya.
- Perokok: Merokok merusak lapisan dalam pembuluh darah, mempercepat pembentukan plak, dan mengurangi oksigen yang dibawa darah.
- Pasien Pasca Pemasangan Stent atau Bypass: Angina dapat muncul kembali bila terjadi penyempitan ulang di stent atau cangkok, atau bila penyakit koroner berlanjut di bagian lain. Dibahas di halaman Restenosis.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis angina stabil bertumpu pada cerita keluhan Anda: kapan nyeri muncul, aktivitas apa yang memicunya, berapa lama berlangsung, dan apa yang meredakannya. Dokter lalu memeriksa fisik, merekam EKG, memeriksa darah untuk faktor risiko, dan melakukan ekokardiografi untuk menilai pompa serta katup jantung.
Pedoman ESC 2024 menganjurkan dokter memperkirakan kemungkinan penyakit koroner berdasarkan usia, jenis kelamin, keluhan, dan faktor risiko, lalu memilih pemeriksaan yang sesuai. Pada kemungkinan rendah sampai sedang, CT angiografi koroner dapat melihat plak secara langsung. Pada kemungkinan lebih tinggi, uji pembebanan dengan pencitraan, seperti ekokardiografi stres, pencitraan perfusi miokard, atau MRI jantung, menunjukkan apakah ada bagian otot jantung yang kekurangan darah. Tes treadmill dengan EKG masih berguna untuk menilai kapasitas latihan.
Angiografi koroner dengan kateter, kadang disertai pengukuran FFR, dilakukan bila hasil pemeriksaan menunjukkan risiko tinggi atau bila keluhan tidak terkendali dengan obat.
Elektrokardiogram / EKG
Rekaman saat istirahat sering normal, tetapi dapat menunjukkan bekas serangan jantung atau gangguan lain; rekaman saat nyeri lebih bermakna.
Ekokardiografi
Menilai kekuatan pompa, gerak dinding, dan katup jantung, termasuk menyingkirkan penyempitan katup aorta sebagai penyebab angina.
Angiografi Koroner CT
Pilihan awal pada kemungkinan penyakit koroner rendah sampai sedang, untuk melihat plak dan penyempitan tanpa kateter.
Ekokardiografi Stres
Menunjukkan bagian otot jantung yang gerakannya melemah saat dibebani, tanda kekurangan aliran darah.
Pencitraan Perfusi Miokard
Membandingkan aliran darah otot jantung saat istirahat dan saat dibebani untuk menilai luasnya iskemia.
Tes Treadmill
Menilai kapasitas latihan dan reaksi EKG terhadap beban; kini lebih sering dipakai bersama atau digantikan uji dengan pencitraan.
Angiografi Koroner
Memastikan letak dan beratnya penyempitan dengan kateter; pengukuran FFR dapat ditambahkan untuk menentukan penyempitan mana yang perlu dibuka.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Perubahan Gaya Hidup
Berhenti merokok, pola makan sehat jantung, olahraga teratur sesuai anjuran dokter, menurunkan berat badan berlebih, dan mengelola stres.
Obat Pereda Serangan
Nitrat kerja cepat di bawah lidah atau dalam bentuk semprot meredakan serangan, dan dapat dipakai sebelum aktivitas yang diketahui memicu nyeri sesuai petunjuk dokter.
Obat Pencegah Serangan
Penghambat beta atau penghambat kanal kalsium menjadi pilihan awal. Nitrat kerja panjang, ranolazin, ivabradin, nikorandil, atau trimetazidin dapat ditambahkan. Dokter memilih sesuai denyut, tekanan darah, dan penyakit lain.
Obat Pencegah Kejadian Koroner
Antiplatelet seperti aspirin dan statin untuk menurunkan kolesterol LDL. Obat penurun kolesterol lain dapat ditambahkan bila target belum tercapai.
Revaskularisasi Koroner
Pemasangan stent (PCI) atau operasi bypass dipertimbangkan bila keluhan tetap mengganggu meski obat memadai, atau bila penyempitan berada di lokasi berisiko tinggi seperti pangkal arteri koroner kiri.
Rehabilitasi Jantung
Latihan terprogram yang diawasi tim meningkatkan kapasitas latihan, membantu mengubah kebiasaan, dan menambah rasa percaya diri untuk beraktivitas.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Angina Tidak Stabil
Plak yang retak dapat memicu bekuan sehingga keluhan memburuk mendadak dan perlu pertolongan segera. Dibahas di halaman Angina Tidak Stabil.
Serangan Jantung
Sumbatan total arteri koroner dapat merusak sebagian otot jantung. Dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
Melemahnya Pompa Jantung
Iskemia yang lama atau berulang dapat melemahkan otot jantung, yang dibahas di halaman Kardiomiopati Iskemik.
Gangguan Irama Jantung
Otot jantung yang kekurangan darah lebih mudah mengalami irama tidak teratur, misalnya fibrilasi atrium atau irama bilik yang cepat.
Keterbatasan Aktivitas
Angina yang tidak terkendali membuat orang membatasi pekerjaan, olahraga, dan kegiatan sosial, sehingga kualitas hidup menurun.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Kenali aktivitas pemicu dan atur tempo, misalnya berhenti sejenak saat naik tangga
- Bawa obat pereda angina yang diresepkan dan pahami cara memakainya
- Berhenti merokok, termasuk rokok elektrik
- Hindari makan porsi besar sesaat sebelum beraktivitas berat
- Berolahraga teratur dengan intensitas yang disarankan dokter atau program rehabilitasi
- Kendalikan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sampai target
- Minum obat jantung setiap hari sesuai resep, juga saat sedang tidak ada keluhan
- Lakukan vaksinasi influenza setiap tahun sesuai anjuran dokter
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Bila Anda mulai merasakan nyeri atau rasa tertekan di dada saat beraktivitas, buat janji dengan dokter jantung untuk memastikan penyebabnya. Nyeri dada yang baru muncul dalam beberapa hari atau minggu terakhir sebaiknya diperiksa segera, jangan ditunda. Penyandang angina stabil juga perlu kontrol berkala walaupun keluhan terkendali. Nyeri saat istirahat, nyeri yang berat, atau pola yang makin buruk adalah keadaan darurat: segera ke IGD.
- Nyeri, tekanan, atau rasa berat di dada yang muncul saat aktivitas dan reda dengan istirahat.
- Sesak napas atau lelah yang membuat Anda mengurangi aktivitas sehari-hari.
- Keluhan obat, misalnya pusing, sakit kepala, atau denyut terasa terlalu lambat.
- Jadwal kontrol untuk meninjau obat, hasil laboratorium, dan target faktor risiko.
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang angina stabil.
Apakah angina stabil berbahaya bila nyerinya selalu reda dengan istirahat?
Nyeri yang reda dengan istirahat memang bukan keadaan darurat, tetapi tetap menandakan penyempitan arteri koroner. Penyempitan ini dapat bertambah dan plaknya dapat retak suatu saat. Karena itu angina stabil perlu diperiksa, diobati, dan dipantau, supaya risiko serangan jantung turun dan Anda tahu tanda-tanda kapan harus segera ke IGD.
Apakah angina stabil selalu harus dipasang stent?
Tidak selalu. Pada banyak orang, obat yang diminum teratur dan perubahan gaya hidup sudah dapat mengendalikan keluhan dan menurunkan risiko. Stent atau operasi bypass dipertimbangkan bila keluhan tetap mengganggu walaupun obat sudah memadai, atau bila hasil pemeriksaan menunjukkan penyempitan di lokasi yang berisiko tinggi. Dokter akan menjelaskan pilihan berdasarkan keluhan dan hasil pemeriksaan Anda.
Bolehkah saya berolahraga dengan angina stabil?
Umumnya boleh dan bermanfaat, setelah dokter menilai kondisi Anda. Pilih latihan bertahap seperti jalan kaki, sepeda statis, atau berenang santai, diawali pemanasan dan diakhiri pendinginan. Hindari latihan berat mendadak, terutama di udara dingin atau setelah makan besar. Program rehabilitasi jantung dapat membantu menentukan intensitas yang aman. Hentikan latihan bila nyeri dada muncul.
Apa beda angina stabil dengan angina tidak stabil?
Angina stabil muncul dengan pemicu yang dapat diperkirakan dan reda dengan istirahat dalam beberapa menit. Angina tidak stabil muncul saat istirahat, terasa baru dan berat, atau polanya memburuk dengan cepat. Angina tidak stabil termasuk sindrom koroner akut dan perlu segera ditangani di IGD, sedangkan angina stabil ditangani lewat kontrol terencana.
Mengapa saya harus minum obat setiap hari padahal tidak sedang nyeri?
Sebagian obat untuk angina stabil bekerja mencegah, bukan hanya meredakan. Antiplatelet dan statin melindungi pembuluh darah dan menurunkan risiko serangan jantung, sedangkan obat pencegah angina mengurangi jumlah serangan. Manfaatnya hilang bila obat dihentikan. Bila ada efek samping atau keberatan, bicarakan dengan dokter agar obat dapat disesuaikan, jangan berhenti sendiri.
Apakah ada obat yang tidak boleh dipakai bersama nitrat?
Ada. Obat golongan penghambat PDE5 untuk disfungsi ereksi atau hipertensi paru, seperti sildenafil dan tadalafil, dapat menurunkan tekanan darah sangat jauh bila dipakai bersama nitrat. Beri tahu dokter dan apoteker tentang semua obat yang Anda pakai, termasuk obat bebas dan suplemen, sebelum memulai obat baru.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K).
- Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, Rossello X, Adamo M, Ainslie J, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-537.
- Virani SS, Newby LK, Arnold SV, Bittner V, Brewer LC, Demeter SH, et al. 2023 AHA/ACC/ACCP/ASPC/NLA/PCNA Guideline for the Management of Patients With Chronic Coronary Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2023;148(9):e9-119.
- Joshi PH, de Lemos JA. Diagnosis and Management of Stable Angina: A Review. JAMA. 2021;325(17):1765-78.
- Maron DJ, Hochman JS, Reynolds HR, Bangalore S, O'Brien SM, Boden WE, et al. Initial Invasive or Conservative Strategy for Stable Coronary Disease. N Engl J Med. 2020;382(15):1395-407.
- Lawton JS, Tamis-Holland JE, Bangalore S, Bates ER, Beckie TM, Bischoff JM, et al. 2021 ACC/AHA/SCAI Guideline for Coronary Artery Revascularization: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(3):e18-114.
- Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, Amsterdam E, Bhatt DL, Birtcher KK, et al. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-454.




