Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Skrining Diabetes

Diabetes Screening

Pemeriksaan gula darah puasa, HbA1c, atau TTGO pada orang tanpa keluhan untuk menemukan diabetes tipe 2 dan prediabetes lebih awal, sebelum menimbulkan komplikasi.

Ditinjau secara medis olehdr. Debby C. Soemitha, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi skrining diabetes dengan jantung, pembuluh darah berisi sel darah merah dan molekul glukosa, tabung sampel darah, indikator kadar gula, dan checklist pemeriksaan.
Ilustrasi Skrining Diabetes
Kelompok prosedur
Preventif & Skrining
Durasi tindakan
30 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Skrining Diabetes?

Skrining diabetes adalah pemeriksaan darah untuk menemukan diabetes tipe 2 atau prediabetes pada orang tanpa keluhan. Pemeriksaannya berupa gula darah puasa, HbA1c, atau tes toleransi glukosa oral. Skrining dianjurkan bagi semua orang dewasa mulai usia 35 tahun, dan lebih awal bagi yang berat badannya berlebih disertai faktor risiko lain.

Sumber informasi

Mengenal Skrining Diabetes

Apa Itu Skrining Diabetes

Diabetes tipe 2 berkembang perlahan dan sering tanpa keluhan selama bertahun-tahun. Skrining diabetes adalah pemeriksaan pada orang tanpa keluhan untuk menemukan diabetes tipe 2 atau prediabetes, yaitu kadar gula darah yang sudah di atas normal tetapi belum mencapai batas diabetes. Bila ditemukan lebih awal, perubahan gaya hidup dan pengobatan dapat mencegah atau menunda diabetes serta komplikasinya pada jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, dan saraf.

Cara Kerja Singkat

Skrining diawali penilaian faktor risiko, seperti usia, berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, dan riwayat keluarga. Setelah itu, darah diperiksa untuk mengukur kadar gula. Hasilnya dibandingkan dengan batas normal, prediabetes, dan diabetes. Hasil yang tinggi biasanya dipastikan dengan tes ulang sebelum diagnosis ditegakkan.

Pemeriksaan yang Dipakai

  • Gula darah puasa: diambil setelah puasa setidaknya 8 jam. Dibahas di halaman Tes Gula Darah.
  • HbA1c: menggambarkan rata-rata gula darah 2 sampai 3 bulan terakhir dan tidak memerlukan puasa. Dibahas di halaman Pemeriksaan HbA1c.
  • Tes toleransi glukosa oral (TTGO): gula darah diperiksa sebelum dan 2 jam setelah minum larutan gula. Tes ini lebih peka untuk menemukan prediabetes dan diabetes. Dibahas di halaman Tes Gula Darah.

Membaca Hasil

  • Normal: gula darah puasa di bawah 100 mg/dL, HbA1c di bawah 5,7 persen, atau gula darah 2 jam TTGO di bawah 140 mg/dL.
  • Prediabetes: gula darah puasa 100 sampai 125 mg/dL, HbA1c 5,7 sampai 6,4 persen, atau gula darah 2 jam TTGO 140 sampai 199 mg/dL.
  • Dapat menandakan diabetes: gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih, HbA1c 6,5 persen atau lebih, atau gula darah 2 jam TTGO 200 mg/dL atau lebih.

Siapa yang Dianjurkan

Pedoman menganjurkan skrining bagi semua orang dewasa mulai usia 35 tahun. Skrining dilakukan lebih awal bila berat badan berlebih, yaitu indeks massa tubuh 23 atau lebih sesuai batas untuk orang Asia, disertai faktor risiko lain seperti diabetes pada orang tua atau saudara kandung, hipertensi, kolesterol tidak normal, penyakit jantung, kurang aktivitas fisik, sindrom ovarium polikistik, atau riwayat diabetes saat hamil. Bila hasil normal, skrining diulang setidaknya setiap 3 tahun. Bila prediabetes, pemeriksaan diulang setiap tahun.

Diabetes dan Kesehatan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyebab utama kematian pada penyandang diabetes. Diabetes juga sering belum diketahui pada pasien yang datang dengan keluhan jantung. Karena itu, panduan kardiologi menganjurkan pemeriksaan gula darah puasa atau HbA1c pada semua pasien penyakit jantung dan pembuluh darah. Bila diabetes ditemukan, dokter dapat memilih obat yang juga melindungi jantung dan ginjal.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Usia 35 Tahun ke AtasSkrining dianjurkan bagi semua orang dewasa mulai usia ini.
  • Berat Badan BerlebihIndeks massa tubuh 23 atau lebih, terutama dengan lingkar pinggang besar.
  • Diabetes pada Orang Tua atau Saudara KandungRisiko diabetes lebih tinggi pada keluarga dekat penyandang diabetes.
  • Hipertensi, Kolesterol Tidak Normal, atau Penyakit JantungKondisi ini sering muncul bersama diabetes dan memperberat risiko jantung.
  • Riwayat Diabetes saat Hamil atau Sindrom Ovarium PolikistikMeningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
  • Pernah Dinyatakan PrediabetesDianjurkan diperiksa ulang setiap tahun.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Sudah Ada Gejala Gula Darah TinggiSering haus, sering buang air kecil, atau berat badan turun tanpa sebab memerlukan pemeriksaan diagnostik, bukan skrining.
  • Sedang Sakit Berat atau Baru Menjalani OperasiGula darah dapat naik sementara, sehingga skrining menunggu kondisi stabil.
  • Kondisi yang Mengganggu Hasil HbA1cSeperti anemia, perdarahan atau transfusi baru, kehamilan, atau kelainan hemoglobin. Dokter memilih tes gula darah.
  • Sudah Terdiagnosis DiabetesPemeriksaan gula darah berikutnya merupakan pemantauan pengobatan, bukan skrining.
  • Tidak Berpuasa Sesuai InstruksiGula darah puasa tidak dapat dinilai, tetapi HbA1c tetap dapat diperiksa.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan tergantung tes yang dipilih. Petugas akan memberi tahu bila Anda perlu berpuasa.

Puasa. Untuk gula darah puasa dan TTGO, puasa makan dan minum selain air putih selama 8 sampai 12 jam, biasanya sejak malam sebelumnya. HbA1c tidak memerlukan puasa.

Makan seperti biasa. Dalam beberapa hari sebelum pemeriksaan, jangan mengurangi nasi atau makanan manis secara drastis, supaya hasil menggambarkan keadaan sehari-hari.

Obat. Obat rutin tetap diminum dengan sedikit air putih, kecuali ada arahan lain dari dokter. Bawa daftar obat, terutama obat kortikosteroid.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil, sedang sakit, baru menerima transfusi darah, atau pernah didiagnosis anemia.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Wawancara, pengukuran tubuh, dan pengambilan darah umumnya selesai dalam sekitar 30 menit. Bila dokter meminta TTGO, siapkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam.

Wawancara Faktor Risiko

Dokter atau perawat menanyakan riwayat kesehatan, obat yang diminum, riwayat kehamilan, dan diabetes dalam keluarga.

Pengukuran Tubuh

Berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan tekanan darah diukur untuk menilai faktor risiko.

Pengambilan Darah

Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku untuk pemeriksaan gula darah puasa, HbA1c, atau keduanya. Pada TTGO, Anda minum larutan gula, lalu darah diambil lagi 2 jam kemudian.

Pembacaan Hasil

Hasil laboratorium umumnya tersedia di hari yang sama. Dokter menjelaskan arti hasil, perlu tidaknya tes ulang, dan langkah berikutnya.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Menemukan Diabetes Lebih AwalDiabetes tipe 2 sering tanpa keluhan selama bertahun-tahun.
  • Mengenali PrediabetesTahap ketika perubahan gaya hidup dapat mencegah atau menunda diabetes.
  • Melindungi Jantung dan Pembuluh DarahGula darah yang dikendalikan sejak awal membantu mencegah komplikasi.
  • Cukup dengan Tes DarahPemeriksaannya sederhana, dan hasil biasanya tersedia di hari yang sama.
  • Gambaran Risiko yang Lebih LengkapHasil dibaca bersama tekanan darah, berat badan, dan kolesterol.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
  • Pusing setelah PuasaBeri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring, lalu segera makan setelah darah diambil.
  • Hasil Perlu DipastikanSatu hasil tinggi belum cukup untuk diagnosis, sehingga biasanya diperlukan tes ulang.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatSakit, stres, obat tertentu, atau anemia dapat mengubah hasil.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung makan dan kembali beraktivitas.

Bila hasil normal. Skrining diulang setidaknya setiap 3 tahun, atau lebih sering bila faktor risiko Anda bertambah.

Bila prediabetes. Menurunkan berat badan sekitar 7 persen, beraktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu, dan mengatur pola makan terbukti menurunkan risiko menjadi diabetes. Pemeriksaan diulang setiap tahun.

Bila hasil menandakan diabetes. Dokter memastikan dengan tes ulang, lalu menilai faktor risiko jantung lain seperti kolesterol, tekanan darah, dan fungsi ginjal, serta menyusun pengobatan bersama Anda.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Sangat haus, sering buang air kecil, lemas, mual, atau muntah
  • Napas cepat dan dalam, atau napas berbau buah
  • Bingung atau kesadaran menurun
  • Nyeri dada, sesak napas, atau keringat dingin

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik

Lihat Profil

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

dr. Juweni Joe, Sp.GK

Spesialis Gizi Klinik

Fokus klinisIntervensi Nutrisi Medis · Nutrisi Pasien Kardiovaskular

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang skrining diabetes. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apa itu prediabetes?

Prediabetes adalah keadaan ketika gula darah sudah di atas normal tetapi belum mencapai batas diabetes, misalnya HbA1c 5,7 sampai 6,4 persen atau gula darah puasa 100 sampai 125 mg/dL. Prediabetes umumnya tanpa keluhan, tetapi meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. Menurunkan berat badan dan rutin beraktivitas fisik dapat mencegah atau menunda diabetes.

Tes mana yang dipakai untuk skrining diabetes?

Gula darah puasa dan HbA1c sering dipakai karena sederhana. HbA1c tidak memerlukan puasa, tetapi kurang tepat pada anemia, kehamilan, atau kelainan hemoglobin. TTGO lebih peka dan dapat menemukan diabetes yang tidak terlihat dari gula darah puasa, tetapi memerlukan waktu sekitar 2 jam. Dokter memilih tes yang sesuai dengan keadaan Anda.

Seberapa sering skrining diabetes perlu diulang?

Bila hasil normal, skrining diulang setidaknya setiap 3 tahun, atau lebih sering bila berat badan naik atau muncul faktor risiko baru. Orang dengan prediabetes dianjurkan diperiksa setiap tahun. Perempuan yang pernah mengalami diabetes saat hamil dianjurkan diperiksa setidaknya setiap 3 tahun seumur hidup, karena risikonya tetap lebih tinggi.

Saya merasa sehat, apakah tetap perlu skrining?

Ya, bila Anda berusia 35 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko. Diabetes tipe 2 dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa keluhan, sementara gula darah yang tinggi diam-diam merusak pembuluh darah. Banyak orang baru mengetahui dirinya menyandang diabetes setelah mengalami komplikasi, seperti serangan jantung atau gangguan ginjal.

Mengapa rumah sakit jantung melakukan skrining diabetes?

Diabetes adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, dan penyakit arteri perifer. Penyakit jantung dan pembuluh darah juga merupakan penyebab utama kematian pada penyandang diabetes. Mengenali diabetes lebih awal membantu dokter mengendalikan seluruh faktor risiko jantung Anda sekaligus.

Apa yang dilakukan bila hasil skrining menunjukkan diabetes?

Dokter biasanya memastikan dengan tes ulang di hari lain, kecuali gejala dan kadar gula darah sudah jelas tinggi. Setelah diagnosis, dokter menilai faktor risiko lain seperti kolesterol, tekanan darah, dan fungsi ginjal, lalu menyusun pengobatan bersama Anda. Pengaturan makan dan aktivitas fisik tetap menjadi dasar pengobatan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.

  1. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. 2. Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes, 2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S27-S49.
  2. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. 3. Prevention or Delay of Diabetes and Associated Comorbidities: Standards of Care in Diabetes, 2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S50-S60.
  3. US Preventive Services Task Force, Davidson KW, Barry MJ, dkk. Screening for prediabetes and type 2 diabetes: US Preventive Services Task Force recommendation statement. JAMA. 2021;326(8):736-743.
  4. Marx N, Federici M, Schütt K, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of cardiovascular disease in patients with diabetes. Eur Heart J. 2023;44(39):4043-4140.
  5. Knowler WC, Barrett-Connor E, Fowler SE, dkk. Reduction in the incidence of type 2 diabetes with lifestyle intervention or metformin. N Engl J Med. 2002;346(6):393-403.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Skrining Diabetes

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur