Jawaban singkat
Apa Itu Penyakit Arteri Perifer?
Penyakit arteri perifer adalah penyempitan arteri yang mengalirkan darah ke tungkai, umumnya karena plak aterosklerosis. Keluhan khasnya nyeri betis saat berjalan yang reda saat istirahat, dan penyakit ini menandakan risiko serangan jantung serta stroke yang lebih tinggi.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Nyeri kaki saat istirahat atau malam hari, reda bila kaki digantung
- Luka di kaki atau jari yang tidak membaik dalam dua minggu
- Jari kaki berubah kebiruan atau hitam
- Kaki mendadak dingin, pucat, dan sangat nyeri
- Kaki mendadak kebas, lemah, atau sulit digerakkan
- Luka kaki bernanah, kemerahan meluas, atau disertai demam
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Penyakit Arteri Perifer
Penyakit arteri perifer (PAP, dalam bahasa Inggris peripheral artery disease atau PAD) adalah penyempitan atau penyumbatan arteri di luar jantung dan otak. Arteri adalah pembuluh yang membawa darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Yang umumnya terkena adalah arteri tungkai, mulai dari perut bagian bawah dan panggul, paha, belakang lutut, sampai betis dan kaki. Penyebab utamanya aterosklerosis, yaitu penumpukan plak lemak, kolesterol, dan kapur di dinding arteri, yang dibahas di halaman Aterosklerosis.
Mengapa Kaki Terasa Nyeri
Saat Anda berjalan, otot betis dan paha membutuhkan lebih banyak darah. Arteri yang menyempit tidak mampu menambah aliran itu, sehingga otot kekurangan oksigen dan terasa nyeri, kram, atau pegal. Setelah berhenti beberapa menit, kebutuhan otot turun dan nyeri mereda. Pola ini disebut klaudikasio intermiten, yang dibahas di halaman Klaudikasio Intermiten. Banyak penyandang PAP tidak merasakan keluhan khas, atau mengira pegal di kaki sebagai tanda usia, nyeri sendi, atau saraf terjepit.
Tahapan Penyakit
Penyakit ini umumnya berjalan perlahan. Pada tahap awal, penyempitan sering tanpa gejala dan baru ketahuan lewat pemeriksaan. Tahap berikutnya adalah klaudikasio. Bila aliran darah makin berkurang, nyeri muncul juga saat istirahat, luka di kaki sulit sembuh, atau jaringan jari kaki menghitam. Tahap berat ini disebut iskemia ekstremitas kritis, yang dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis, dan perlu segera ditangani tim pembuluh darah. Keadaan yang berbeda adalah sumbatan mendadak, misalnya oleh bekuan darah yang terbawa aliran, yang dibahas di halaman Emboli Arteri.
Tanda Penyakit di Pembuluh Darah Lain
Plak yang menyempitkan arteri kaki biasanya juga ada di arteri jantung, leher, dan otak. Karena itu, penyandang PAP berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke daripada orang seusianya. Pedoman ESC 2024 dan ACC/AHA 2024 menempatkan penanganan PAP bukan hanya untuk meredakan nyeri kaki, tetapi juga untuk melindungi jantung dan otak.
Penyakit yang Dapat Dikendalikan
Berhenti merokok, latihan berjalan yang teratur, serta obat untuk kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan pencegah penggumpalan darah dapat memperpanjang jarak berjalan dan menurunkan risiko komplikasi. Bila keluhan tetap membatasi aktivitas atau tungkai terancam, dokter dapat membuka kembali aliran darah lewat kateter atau operasi bypass. Pemeriksaan sederhana seperti Ankle-Brachial Index (ABI) membantu menemukan penyakit ini lebih awal, sebelum muncul luka.
02 / Memahami kondisi
Jenis dan Kondisi Turunan
Kondisi berikut termasuk dalam kelompok Penyakit Arteri Perifer. Buka masing-masing untuk penjelasan lengkapnya.
03 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Nyeri, kram, atau pegal di betis, paha, atau bokong saat berjalan
- Nyeri reda setelah berhenti berjalan beberapa menit
- Satu kaki terasa lebih dingin dibanding kaki lainnya
- Denyut nadi di kaki lemah atau tidak teraba
- Kulit kaki pucat dan mengilap, bulu kaki menipis
- Kuku kaki tumbuh lambat atau menebal
- Lecet atau luka kecil di kaki yang lambat sembuh
- Gangguan ereksi pada laki-laki bila penyempitan ada di arteri panggul
Gejala pada Lansia
Pada usia lanjut, keluhan sering tidak khas karena aktivitas sudah berkurang atau tertutup nyeri sendi, saraf, dan tulang belakang.
- Berjalan makin pelan atau makin jarang tanpa alasan yang jelas
- Kaki terasa lemah, berat, atau cepat lelah, bukan nyeri
- Mudah kehilangan keseimbangan saat berjalan
- Lecet atau luka di kaki yang tidak disadari
- Telapak kaki pucat saat diangkat dan kemerahan saat diturunkan
04 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Aterosklerosis: plak lemak, kolesterol, dan kapur yang menumpuk di dinding arteri tungkai
- Pengapuran dan penebalan dinding arteri kecil di betis, sering pada diabetes dan penyakit ginjal kronis
- Bekuan darah yang terbentuk di atas plak dan memperberat penyempitan
- Peradangan dinding arteri (vaskulitis), termasuk penyakit Buerger pada perokok usia muda
- Penyebab yang lebih jarang: cedera arteri, jepitan arteri di belakang lutut, atau bekas terapi radiasi
05 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Gaya Hidup
Merokok adalah faktor risiko yang sangat kuat, dan risikonya menurun bertahap setelah berhenti. Kurang bergerak, pola makan tinggi lemak jenuh, serta berat badan berlebih ikut mempercepat pembentukan plak.
Medis
Diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, dan penyakit ginjal kronis. Penyakit jantung koroner atau riwayat stroke juga menandakan adanya plak di arteri lain.
Usia
Risiko naik bertahap setelah usia 50 tahun dan lebih tinggi lagi setelah 65 tahun. Pada penyandang diabetes yang merokok, penyakit ini dapat muncul lebih muda.
Genetik
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau pembuluh darah di usia muda, kolesterol tinggi bawaan, dan kadar lipoprotein(a) yang tinggi menambah kerentanan.
Lainnya
Penyakit peradangan kronis seperti artritis reumatoid dan lupus, serta riwayat terapi radiasi di daerah panggul, dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Perokok dan Mantan Perokok: Zat dalam rokok merusak lapisan dalam arteri. Risiko turun setelah berhenti, tetapi keluhan kaki tetap perlu diperiksa.
- Penyandang Diabetes: Diabetes mempercepat plak dan sering mengenai arteri betis. Gangguan saraf dapat menutupi nyeri, sehingga luka kaki bisa menjadi tanda pertama.
- Lansia: Pada usia 65 tahun ke atas, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan ABI, terutama bila ada faktor risiko atau keluhan saat berjalan.
- Penyandang Penyakit Jantung Koroner atau Stroke: Plak di satu wilayah arteri sering disertai plak di wilayah lain, sehingga aliran darah kaki juga perlu dinilai.
- Penyandang Penyakit Ginjal Kronis: Pengapuran arteri lebih sering terjadi dan hasil ABI dapat tampak normal palsu, sehingga kadang diperlukan pemeriksaan tekanan jari kaki.
06 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Diagnosis dimulai dari wawancara tentang keluhan saat berjalan, jarak sampai nyeri muncul, kebiasaan merokok, serta riwayat diabetes, tekanan darah, dan kolesterol. Dokter lalu meraba denyut nadi di lipat paha, belakang lutut, dan kaki, serta memeriksa warna kulit, kuku, dan adanya luka.
Pemeriksaan pertama yang dianjurkan pedoman adalah Ankle-Brachial Index (ABI), yaitu perbandingan tekanan darah di pergelangan kaki dan di lengan. Nilai 0,90 atau kurang mendukung diagnosis. Bila arteri kaku karena diabetes atau penyakit ginjal, nilai ABI bisa tampak normal atau di atas 1,40, sehingga dokter memakai Toe-Brachial Index (TBI). Bila ABI saat istirahat normal tetapi keluhannya khas, ABI dapat diukur ulang setelah latihan berjalan.
Pencitraan seperti USG dupleks, CT angiografi, atau MR angiografi dipakai untuk memetakan letak penyempitan, terutama bila tindakan membuka arteri dipertimbangkan. Angiografi dengan kateter umumnya dilakukan bersamaan dengan tindakan. Tes darah menilai kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal untuk menyusun rencana pencegahan.
Pemeriksaan Fisik
Wawancara keluhan saat berjalan dan perabaan denyut nadi di lipat paha, belakang lutut, dan kaki, disertai pemeriksaan kulit, kuku, dan luka.
Tes Ankle-Brachial Index / ABI
Membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan. Nilai 0,90 atau kurang mendukung diagnosis; dapat diulang setelah latihan berjalan.
Tes Toe-Brachial Index / TBI
Dipakai bila arteri kaki kaku karena diabetes atau penyakit ginjal, sehingga hasil ABI kurang dapat diandalkan.
USG Dupleks
USG tanpa radiasi dan tanpa jarum untuk melihat letak penyempitan dan kecepatan aliran darah di arteri tungkai.
CT Angiografi Perifer / CTA Perifer
Memetakan arteri dari perut sampai kaki dengan CT dan zat kontras, terutama sebelum tindakan membuka arteri.
Angiografi Perifer
Pemeriksaan arteri dengan kateter dan zat kontras, umumnya dilakukan bersamaan dengan angioplasti atau sebelum operasi bypass.
Pemeriksaan Laboratorium
Tes darah kolesterol, gula darah atau HbA1c, dan fungsi ginjal untuk menilai faktor risiko dan menyusun terapi.
07 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Berhenti Merokok
Langkah dengan dampak besar pada perjalanan penyakit. Dokter dapat membantu dengan konseling dan obat penunjang berhenti merokok.
Latihan Berjalan Terstruktur
Berjalan sampai nyeri terasa sedang, istirahat sampai reda, lalu berjalan lagi, sekitar 30 sampai 60 menit, minimal tiga kali seminggu selama 12 minggu atau lebih. Program yang diawasi memberi hasil lebih baik.
Obat Pelindung Pembuluh Darah
Obat penurun kolesterol golongan statin dan obat antiplatelet. Pada sebagian pasien, dokter menambahkan antikoagulan. Jenis dan dosisnya ditentukan dokter.
Pengendalian Tekanan Darah dan Gula Darah
Tekanan darah dan diabetes dikendalikan sesuai target dari dokter untuk melindungi arteri kaki, jantung, dan ginjal.
Revaskularisasi Endovaskular
Angioplasti balon, pemasangan stent, atau aterektomi lewat kateter, dipertimbangkan bila keluhan tetap membatasi setelah sekitar tiga bulan terapi atau bila tungkai terancam.
Operasi Bypass
Membuat jalur baru melewati sumbatan dengan vena Anda sendiri atau pipa buatan, terutama untuk sumbatan yang panjang. Dibahas di halaman Operasi Bypass Perifer.
Perawatan Kaki
Memeriksa kaki setiap hari, memakai alas kaki yang pas, dan merawat lecet sejak dini untuk mencegah luka dan infeksi.
08 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Iskemia Ekstremitas Kritis
Aliran darah yang sangat berkurang menimbulkan nyeri saat istirahat, luka yang sulit sembuh, atau jaringan mati. Dibahas di halaman Iskemia Ekstremitas Kritis.
Luka dan Infeksi Kaki
Lecet kecil dapat menjadi luka terbuka yang lambat sembuh dan mudah terinfeksi, terutama pada penyandang diabetes.
Gangren dan Amputasi
Jaringan yang lama kekurangan darah dapat mati dan menghitam. Bila tidak dapat diselamatkan, sebagian kaki mungkin perlu diangkat.
Serangan Jantung
Plak di arteri koroner sering menyertai penyakit arteri perifer. Dibahas di halaman Infark Miokard / Serangan Jantung.
Stroke
Penyempitan arteri leher dan otak lebih sering ditemukan pada penyandang penyakit arteri perifer. Dibahas di halaman Stroke.
Sumbatan Mendadak di Tungkai
Bekuan dapat tiba-tiba menutup arteri yang sudah menyempit, sehingga kaki mendadak dingin, pucat, dan nyeri. Keadaan ini perlu ditangani di IGD.
Penurunan Kemampuan Berjalan
Nyeri yang berulang membuat aktivitas berkurang, otot melemah, dan kemandirian dalam kegiatan sehari-hari menurun.
09 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Berhenti merokok dan hindari asap rokok orang lain.
- Bergerak aktif setidaknya 150 menit per minggu, misalnya jalan kaki cepat.
- Pilih pola makan kaya sayur, buah, kacang, ikan, dan biji-bijian utuh, serta batasi lemak jenuh dan garam.
- Kendalikan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sesuai target dari dokter.
- Minum obat secara teratur dan jangan menghentikannya tanpa berkonsultasi.
- Bila Anda penyandang diabetes, periksa kaki setiap hari dan pakai alas kaki yang pas.
- Tanyakan pemeriksaan ABI bila Anda berusia 65 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko.
10 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Buat janji dengan dokter bila Anda merasakan nyeri, kram, atau pegal di kaki saat berjalan yang reda setelah istirahat, atau bila Anda memiliki faktor risiko dan ingin memeriksakan pembuluh darah kaki. Segera ke IGD bila kaki mendadak dingin, pucat, kebas, atau sangat nyeri.
- Nyeri kaki berulang saat berjalan atau naik tangga
- Kaki terasa dingin, pucat, atau denyut nadinya lemah
- Luka di kaki atau jari yang tidak membaik dalam dua minggu
- Nyeri kaki saat istirahat atau pada malam hari
- Jari kaki berubah warna menjadi kebiruan atau hitam
- Anda merokok, menyandang diabetes, atau berusia 65 tahun ke atas
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
11 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang penyakit arteri perifer.
Apakah nyeri kaki saat berjalan selalu berarti penyakit arteri perifer?
Tidak selalu. Nyeri kaki saat berjalan juga bisa berasal dari sendi, saraf, penyempitan saluran saraf tulang belakang, atau vena. Nyeri karena saraf tulang belakang biasanya baru reda bila Anda duduk atau membungkuk, sedangkan nyeri karena arteri reda cukup dengan berdiri diam. Pemeriksaan ABI yang singkat dan tanpa jarum membantu dokter membedakannya.
Apa arti angka hasil ABI?
ABI adalah perbandingan tekanan darah di pergelangan kaki dan di lengan. Nilai 1,00 sampai 1,40 umumnya normal, 0,91 sampai 0,99 dianggap batas, dan 0,90 atau kurang mendukung penyakit arteri perifer. Nilai di atas 1,40 menandakan arteri kaku sehingga perlu pemeriksaan lain. Dokter selalu menilai angka ini bersama keluhan dan hasil pemeriksaan fisik Anda.
Apakah penyakit arteri perifer bisa sembuh?
Plak yang sudah terbentuk umumnya tidak hilang sepenuhnya, tetapi penyakitnya dapat dikendalikan. Berhenti merokok, latihan berjalan teratur, dan obat yang diminum rutin dapat memperpanjang jarak berjalan, memperlambat penyempitan, dan menurunkan risiko serangan jantung, stroke, serta luka kaki. Kontrol berkala membantu dokter menyesuaikan terapi dari waktu ke waktu.
Apakah saya pasti perlu pasang stent atau operasi?
Tidak selalu. Pada klaudikasio, langkah pertama adalah latihan berjalan terstruktur, berhenti merokok, dan obat. Tindakan membuka arteri dipertimbangkan bila keluhan tetap mengganggu aktivitas setelah sekitar tiga bulan terapi, atau bila tungkai terancam karena nyeri saat istirahat dan luka. Stent atau bypass tidak menggantikan obat dan perubahan gaya hidup.
Mengapa dokter juga memeriksa jantung saya, padahal yang sakit kaki?
Plak yang menyempitkan arteri kaki jarang hanya ada di satu tempat. Banyak penyandang penyakit arteri perifer juga memiliki penyempitan di arteri jantung, leher, atau otak, meski belum bergejala. Dengan menilai jantung dan faktor risiko secara menyeluruh, dokter dapat memberi terapi yang melindungi kaki sekaligus menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.
Bolehkah saya tetap berjalan meski kaki terasa nyeri?
Boleh, dan justru dianjurkan bila dokter sudah memastikan diagnosisnya. Berjalan sampai nyeri terasa sedang, lalu beristirahat sampai reda dan berjalan lagi, adalah inti latihan yang terbukti menambah jarak berjalan. Namun, bila ada luka di kaki atau nyeri sudah muncul saat istirahat, tanyakan dulu kepada dokter jenis latihan yang aman untuk Anda.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K).
- Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, Boc V, Bossone E, Brodmann M, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-700.
- Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, Arya S, Brewster LP, Byrd L, et al. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2024;149(24):e1313-410.
- Nordanstig J, Behrendt CA, Baumgartner I, Belch J, Back M, Fitridge R, et al. European Society for Vascular Surgery (ESVS) 2024 Clinical Practice Guidelines on the Management of Asymptomatic Lower Limb Peripheral Arterial Disease and Intermittent Claudication. Eur J Vasc Endovasc Surg. 2024;67(1):9-96.
- Conte MS, Bradbury AW, Kolh P, White JV, Dick F, Fitridge R, et al. Global vascular guidelines on the management of chronic limb-threatening ischemia. J Vasc Surg. 2019;69(6S):3S-125S.e40.
- Song P, Rudan D, Zhu Y, Fowkes FJI, Rahimi K, Fowkes FGR, et al. Global, regional, and national prevalence and risk factors for peripheral artery disease in 2015: an updated systematic review and analysis. Lancet Glob Health. 2019;7(8):e1020-30.
- Aday AW, Matsushita K. Epidemiology of Peripheral Artery Disease and Polyvascular Disease. Circ Res. 2021;128(12):1818-32.




