Langsung ke konten

Hipertensi

Prehipertensi

Prehypertension / Elevated Blood Pressure / High-Normal Blood Pressure

Ditinjau secara medis olehDr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui7 Oktober 2026
Ilustrasi tekanan darah meningkat dengan jantung dan pembuluh arteri pada tubuh, disertai inset pengukuran tekanan darah menggunakan manset lengan serta perbandingan arteri sehat dan arteri dengan dinding sedikit menebal dan lebih kaku.
Ilustrasi Prehipertensi

Jawaban singkat

Apa Itu Prehipertensi?

Prehipertensi adalah tekanan darah di atas normal tetapi belum termasuk hipertensi. Pedoman ESC 2024 menyebutnya tekanan darah meningkat, yaitu 120 sampai 139 mmHg untuk angka atas atau 70 sampai 89 mmHg untuk angka bawah.

Sumber informasi

Tanda yang Memerlukan Pertolongan Segera

  • Tekanan darah 180/110 mmHg atau lebih disertai sakit kepala hebat
  • Nyeri dada atau sesak napas
  • Wajah mencong, bicara pelo, atau lemah di separuh badan
  • Penglihatan mendadak kabur atau hilang
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran

Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Mengenal Prehipertensi

Prehipertensi adalah istilah untuk tekanan darah yang sudah di atas normal tetapi belum mencapai batas hipertensi. Istilah ini diperkenalkan pada 2003 dan masih sering dipakai, tetapi pedoman terkini memakai nama lain. Pedoman ESC 2024 menyebutnya tekanan darah meningkat (elevated blood pressure), yaitu tekanan darah di klinik 120 sampai 139 mmHg untuk sistolik (angka atas) atau 70 sampai 89 mmHg untuk diastolik (angka bawah). Pedoman ESH 2023 memakai istilah tekanan darah normal tinggi untuk sistolik 130 sampai 139 mmHg atau diastolik 85 sampai 89 mmHg. Bila tekanan darah sudah 140/90 mmHg atau lebih, keadaannya dibahas di halaman Hipertensi.

Mengapa Perlu Diperhatikan

Risiko penyakit jantung dan stroke tidak dimulai tepat di angka 140/90 mmHg, tetapi meningkat bertahap seiring naiknya tekanan darah. Penelitian jangka panjang menunjukkan orang dengan tekanan darah normal tinggi lebih sering mengalami serangan jantung, stroke, dan gagal jantung dibanding orang dengan tekanan darah normal. Tekanan darah di rentang ini juga cenderung naik menjadi hipertensi dalam beberapa tahun bila tidak ada perubahan kebiasaan.

Beda Istilah di Setiap Pedoman

Pedoman Amerika (ACC/AHA) menggolongkan tekanan darah 130 sampai 139 mmHg untuk angka atas atau 80 sampai 89 mmHg untuk angka bawah sebagai hipertensi tahap 1. Karena itu, angka yang sama dapat disebut prehipertensi di satu tempat dan hipertensi di tempat lain. Halaman ini mengikuti pedoman ESC 2024 dan ESH 2023. Hal yang lebih penting dari namanya adalah rencana pemeriksaan dan pengendaliannya bersama dokter.

Peluang untuk Mencegah

Prehipertensi umumnya tidak menimbulkan keluhan, sehingga baru diketahui saat pemeriksaan. Pada tahap ini, perubahan gaya hidup dapat menurunkan tekanan darah dan menunda atau mencegah hipertensi. Bagi orang dengan risiko kardiovaskular tinggi, misalnya penyandang diabetes atau penyakit ginjal kronis, dokter dapat mempertimbangkan obat bila tekanan darah tetap 130/80 mmHg atau lebih setelah sekitar tiga bulan perubahan gaya hidup. Pengukuran di luar klinik juga penting, karena sebagian orang ternyata memiliki tekanan darah lebih tinggi di rumah, yang dibahas di halaman Hipertensi Tersembunyi.

Gejala yang Perlu Dikenali.

Gejala Umum

Prehipertensi hampir selalu tanpa keluhan. Cara mengetahuinya adalah dengan mengukur tekanan darah secara berkala.

  • Tidak ada keluhan khas pada sebagian besar orang
  • Tekanan darah di klinik 120 sampai 139 mmHg (atas) atau 70 sampai 89 mmHg (bawah)
  • Tekanan darah cenderung naik perlahan dari tahun ke tahun
  • Sering ditemukan bersama berat badan berlebih, gula darah, atau kolesterol yang tinggi
Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. Bila keluhan berulang atau memburuk, periksakan diri.

Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?

  • Asupan garam (natrium) yang tinggi sehingga tubuh menahan lebih banyak cairan
  • Berat badan berlebih, terutama lemak di perut
  • Kurang aktivitas fisik
  • Minum alkohol secara teratur
  • Arteri yang makin kaku seiring bertambahnya usia
  • Gangguan napas saat tidur (sleep apnea obstruktif) yang menaikkan tekanan darah
  • Obat tertentu, seperti antiinflamasi nonsteroid, dekongestan, atau pil KB yang mengandung estrogen

Siapa yang Lebih Berisiko?

Gaya Hidup

Makanan tinggi garam serta rendah sayur dan buah, kurang bergerak, minum alkohol, merokok, dan kurang tidur.

Medis

Obesitas, prediabetes atau diabetes, kolesterol tinggi, penyakit ginjal kronis, dan sleep apnea obstruktif.

Genetik

Orang tua atau saudara kandung dengan hipertensi meningkatkan kemungkinan tekanan darah naik lebih awal.

Usia

Tekanan darah cenderung naik seiring bertambahnya usia karena arteri makin kaku, tetapi prehipertensi juga sering ditemukan pada usia muda.

Lainnya

Riwayat hipertensi atau preeklampsia saat hamil, stres berkepanjangan, dan pemakaian obat yang dapat menaikkan tekanan darah.

Kelompok yang Lebih Berisiko

  • Orang dengan Riwayat Keluarga Hipertensi: Kecenderungan keluarga membuat tekanan darah lebih mudah naik, sehingga pemeriksaan sebaiknya dimulai sejak usia muda.
  • Penyandang Obesitas: Berat badan berlebih, terutama lemak perut, berkaitan erat dengan kenaikan tekanan darah. Penurunan berat badan yang sedikit pun sudah membantu.
  • Penyandang Diabetes atau Penyakit Ginjal Kronis: Risiko kardiovaskularnya tinggi, sehingga tekanan darah di rentang ini lebih mungkin memerlukan obat bila tidak turun dengan perubahan gaya hidup.
  • Perempuan dengan Riwayat Preeklampsia: Riwayat hipertensi saat hamil meningkatkan risiko hipertensi di kemudian hari, sehingga tekanan darah perlu diperiksa rutin. Dibahas di halaman Hipertensi pada Kehamilan.
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami kondisi ini.

Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?

Prehipertensi ditegakkan dari beberapa kali pengukuran, bukan satu kali. Dokter mengukur tekanan darah setelah Anda duduk tenang beberapa menit, dengan manset sesuai ukuran lengan, setidaknya dua kali, dan sebaiknya pada lebih dari satu kunjungan. Pedoman ESC 2024 menganjurkan pengukuran di luar klinik, dengan alat di rumah atau pemantauan 24 jam, untuk memastikan angka sebenarnya serta mengenali hipertensi tersembunyi dan hipertensi white coat.

Selanjutnya dokter menilai risiko kardiovaskular secara keseluruhan, karena keputusan pengobatan bergantung pada risiko ini. Pemeriksaan yang umum meliputi kolesterol, gula darah atau HbA1c, fungsi ginjal, protein dalam urine, dan EKG. Hasilnya dimasukkan ke dalam skor risiko 10 tahun, seperti SCORE2, untuk menentukan apakah cukup dengan perubahan gaya hidup atau perlu ditambah obat.

  1. Skrining Hipertensi & Tekanan Darah

    Pengukuran tekanan darah di klinik dengan cara yang benar, setidaknya dua kali per kunjungan dan pada lebih dari satu kunjungan.

  2. Pemantauan Tekanan Darah di Rumah

    Pengukuran mandiri pagi dan malam selama beberapa hari sampai seminggu untuk memastikan angka sebenarnya di luar klinik.

  3. Pemantauan Tekanan Darah Ambulatori

    Rekaman 24 jam bila hasil di klinik dan di rumah berbeda, atau untuk melihat tekanan darah saat tidur.

  4. Skrining Risiko Jantung Individu

    Menggabungkan tekanan darah, kolesterol, gula darah, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga untuk memperkirakan risiko 10 tahun.

  5. Skrining Kolesterol & Profil Lipid

    Memeriksa kolesterol LDL, HDL, dan trigliserida sebagai bagian penilaian risiko kardiovaskular.

  6. Tes Protein Urine

    Mencari albumin dalam urine sebagai tanda awal dampak tekanan darah pada ginjal dan pembuluh darah.

  7. Elektrokardiogram / EKG

    Mencari tanda penebalan otot jantung atau gangguan irama sebagai bagian pemeriksaan dasar.

Pilihan Penanganan.

Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.

Mengurangi Garam

Batasi garam sekitar satu sendok teh per hari dari semua sumber, termasuk makanan olahan, saus, dan kecap. Garam pengganti yang diperkaya kalium dapat dipertimbangkan bila dokter menilainya aman bagi Anda.

Pola Makan Sehat

Perbanyak sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh, serta kurangi lemak jenuh, seperti pada pola makan DASH atau Mediterania.

Aktivitas Fisik Teratur

Latihan aerobik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, ditambah latihan kekuatan dua sampai tiga kali seminggu, dapat menurunkan tekanan darah.

Menurunkan Berat Badan Berlebih

Setiap penurunan berat badan berlebih membantu menurunkan tekanan darah, sekaligus memperbaiki gula darah dan kolesterol.

Membatasi Alkohol dan Berhenti Merokok

Alkohol menaikkan tekanan darah, dan merokok merusak pembuluh darah. Keduanya sebaiknya dihindari untuk menurunkan risiko penyakit jantung.

Obat Penurun Tekanan Darah pada Risiko Tinggi

Bila risiko kardiovaskular tinggi dan tekanan darah tetap 130/80 mmHg atau lebih setelah tiga bulan perubahan gaya hidup, dokter dapat mempertimbangkan obat. Jenisnya ditentukan dokter.

Kesesuaian dan ketersediaan pemeriksaan atau terapi perlu dikonfirmasi bersama tim perawatan.

Komplikasi yang Perlu Dipantau.

Berkembang Menjadi Hipertensi

Tanpa perubahan kebiasaan, tekanan darah di rentang ini cenderung naik dalam beberapa tahun. Dibahas di halaman Hipertensi.

Penyakit Jantung Koroner

Tekanan darah yang sedikit tinggi dalam waktu lama ikut mempercepat penumpukan plak di arteri jantung.

Stroke

Risiko stroke meningkat bertahap seiring naiknya tekanan darah, bahkan sebelum mencapai batas hipertensi.

Gagal Jantung

Beban tekanan yang lama membuat otot jantung menebal dan kaku, yang pada akhirnya dapat mengganggu fungsi pompa.

Penurunan Fungsi Ginjal

Tekanan darah yang terus naik dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, terutama bila disertai diabetes.

Apa yang Bisa Dilakukan?

  • Ukur tekanan darah secara berkala, setidaknya setahun sekali bila angkanya di atas normal.
  • Batasi garam, makanan olahan, dan makanan instan.
  • Bergerak aktif sekitar 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu.
  • Jaga berat badan dan lingkar pinggang dalam batas sehat.
  • Hindari rokok dan batasi alkohol, sebaiknya tidak minum sama sekali.
  • Tidur cukup, dan periksakan diri bila Anda mendengkur keras atau sering terbangun karena tersedak.
  • Kelola stres dengan cara yang sehat, seperti olahraga atau relaksasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter bila tekanan darah Anda beberapa kali menunjukkan angka di atas 120/70 mmHg, terutama bila Anda juga memiliki faktor risiko lain. Dokter akan memastikan angka tersebut dan menilai risiko jantung Anda secara keseluruhan. Segera ke IGD bila tekanan darah sangat tinggi disertai nyeri dada, sesak, atau tanda stroke. Buat janji pemeriksaan bila:

  • Hasil tensi di rumah sering 135/85 mmHg atau lebih
  • Anda menyandang diabetes, penyakit ginjal, atau kolesterol tinggi
  • Ada riwayat hipertensi atau penyakit jantung di keluarga
  • Anda pernah mengalami hipertensi atau preeklampsia saat hamil
  • Tekanan darah tetap tinggi setelah tiga bulan perubahan gaya hidup

Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.

Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.

Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang prehipertensi.

Apakah istilah prehipertensi masih dipakai?

Masih dipakai sehari-hari, tetapi pedoman terkini memakai nama lain. ESC 2024 menyebutnya tekanan darah meningkat, ESH 2023 memakai istilah normal tinggi, dan pedoman Amerika menggolongkan sebagian rentang ini sebagai hipertensi tahap 1. Apa pun namanya, artinya serupa: tekanan darah mulai naik dan perlu diperhatikan sebelum menjadi hipertensi.

Apakah prehipertensi perlu diobati dengan obat?

Sebagian besar orang cukup dengan perubahan gaya hidup dan pemantauan. Obat dipertimbangkan bila risiko kardiovaskular tinggi, misalnya ada diabetes, penyakit ginjal kronis, penyakit jantung, atau skor risiko 10 tahun 10 persen atau lebih, dan tekanan darah tetap 130/80 mmHg atau lebih setelah sekitar tiga bulan. Keputusan ini dibuat bersama dokter.

Apakah prehipertensi bisa kembali normal?

Bisa. Mengurangi garam, rutin bergerak, menurunkan berat badan berlebih, dan membatasi alkohol masing-masing dapat menurunkan tekanan darah beberapa mmHg, dan efeknya bertambah bila dilakukan bersamaan. Banyak orang berhasil kembali ke rentang normal. Namun kebiasaan sehat perlu dipertahankan, karena tekanan darah dapat naik lagi bila kebiasaan lama kembali.

Seberapa sering saya perlu mengukur tekanan darah?

Bila tekanan darah Anda di rentang ini, periksakan ulang secara berkala, umumnya setidaknya setahun sekali atau sesuai anjuran dokter. Saat memantau di rumah, ukur dua kali di pagi hari dan dua kali di malam hari selama beberapa hari sampai seminggu sebelum kontrol, lalu bawa catatannya. Gunakan alat lengan atas yang sudah tervalidasi.

Mengapa tensi saya di rumah berbeda dengan di klinik?

Tekanan darah berubah sepanjang hari dan dapat naik karena tegang saat diperiksa, yang disebut efek white coat. Sebaliknya, sebagian orang memiliki tekanan darah normal di klinik tetapi tinggi di rumah, yang disebut hipertensi tersembunyi. Karena itu pengukuran di rumah atau pemantauan 24 jam membantu dokter melihat angka yang sebenarnya.

Apakah orang muda bisa mengalami prehipertensi?

Bisa. Tekanan darah yang mulai naik sering ditemukan pada usia 20-an dan 30-an, terutama pada orang dengan berat badan berlebih, kebiasaan makan tinggi garam, kurang gerak, atau riwayat keluarga hipertensi. Mengenalinya sejak muda memberi waktu lebih panjang untuk mencegah hipertensi dan kerusakan pembuluh darah.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K).

  1. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, et al. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
  2. Mancia G, Kreutz R, Brunström M, et al. 2023 ESH Guidelines for the management of arterial hypertension The Task Force for the management of arterial hypertension of the European Society of Hypertension: Endorsed by the International Society of Hypertension (ISH) and the European Renal Association (ERA). J Hypertens. 2023;41(12):1874-2071.
  3. Vasan RS, Larson MG, Leip EP, et al. Impact of High-Normal Blood Pressure on the Risk of Cardiovascular Disease. N Engl J Med. 2001;345(18):1291-7.
  4. Han M, Li Q, Liu L, et al. Prehypertension and risk of cardiovascular diseases: a meta-analysis of 47 cohort studies. J Hypertens. 2019;37(12):2325-32.
  5. Filippini T, Malavolti M, Whelton PK, et al. Blood Pressure Effects of Sodium Reduction: Dose-Response Meta-Analysis of Experimental Studies. Circulation. 2021;143(16):1542-67.
  6. Edwards JJ, Deenmamode AHP, Griffiths M, et al. Exercise training and resting blood pressure: a large-scale pairwise and network meta-analysis of randomised controlled trials. Br J Sports Med. 2023;57(20):1317-26.

Langkah berikutnya

Bahas Keluhan Anda bersama Dokter.

Mulai konsultasi untuk memahami kondisi dan pilihan penanganan yang sesuai.

Konteks kunjungan: Prehipertensi

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Kondisi