Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Tes Urine

Urine Test

Kumpulan pemeriksaan sampel urine untuk menilai ginjal, gula, infeksi, garam, dan hormon tertentu, termasuk untuk hipertensi dan gagal jantung.

Ditinjau secara medis olehdr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH, Spesialis Penyakit Dalam
Terakhir diperbarui29 September 2026
Ilustrasi pemeriksaan urin dengan ginjal, wadah sampel urin, strip dipstick, kultur urin dalam cawan petri, dan wadah pengumpulan urin 24 jam.
Ilustrasi Tes Urine
Kelompok prosedur
Diagnostik, Preventif & Skrining
Durasi tindakan
10 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Tes Urine?

Tes urine adalah nama umum untuk berbagai pemeriksaan yang memakai sampel air seni, mulai dari urine lengkap, protein urine, natrium urine, kultur urine, sampai hormon dalam urine 24 jam. Pada pasien jantung, tes urine membantu menilai ginjal, mencari penyebab hipertensi, dan mengatur dosis obat diuretik.

Sumber informasi

Mengenal Tes Urine

Apa Itu Tes Urine

Ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa, kelebihan garam, dan cairan lewat urine. Karena itu, urine dapat menggambarkan keadaan ginjal, gula darah, infeksi, hormon tertentu, dan keseimbangan cairan tubuh. Tes urine adalah nama umum untuk berbagai pemeriksaan sampel urine, dan dokter memilih jenisnya sesuai pertanyaan yang ingin dijawab.

Cara Kerja Singkat

Sebagian besar tes memakai urine sewaktu yang ditampung dalam beberapa menit di wadah steril, biasanya urine porsi tengah. Beberapa tes memerlukan semua urine yang dikumpulkan selama 24 jam. Laboratorium kemudian memeriksa sifat fisik, zat kimia, sel, kuman, atau hormon di dalamnya, sesuai jenis tes yang diminta.

Jenis Tes Urine yang Sering Dipakai pada Pasien Jantung

  • Urine lengkap: warna, kejernihan, carik celup, dan pemeriksaan mikroskop. Dibahas di halaman Pemeriksaan Urine Lengkap.
  • Protein urine: UACR untuk albumin dan UPCR untuk protein total, penanda kerusakan ginjal dan risiko jantung. Dibahas di halaman Tes Protein Urine dan Rasio Protein-Kreatinin Urin.
  • Natrium urine: pada gagal jantung, menilai seberapa banyak garam yang dibuang setelah obat diuretik.
  • Kultur urine: mencari kuman penyebab infeksi saluran kemih, misalnya sebelum operasi jantung atau pemasangan alat.
  • Metanefrin urine 24 jam: mencari tumor kelenjar adrenal (feokromositoma) yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Tes kehamilan urine: sebelum pemeriksaan atau tindakan dengan radiasi atau obat tertentu pada wanita usia subur.

Tes Urine dan Jantung

Pada hipertensi, pemeriksaan urine dianjurkan sejak awal untuk mencari kerusakan ginjal dan petunjuk penyebab tekanan darah tinggi. Pada gagal jantung, natrium urine yang diperiksa beberapa jam setelah diuretik membantu dokter menilai apakah dosis sudah cukup. Protein urine yang tinggi menandakan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal jantung yang lebih besar, sehingga faktor risiko perlu dikendalikan lebih ketat.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Pemeriksaan Awal HipertensiMencari kerusakan ginjal dan petunjuk penyebab tekanan darah tinggi.
  • Hipertensi yang Sulit TerkendaliMencari penyebab seperti penyakit ginjal atau feokromositoma.
  • Gagal Jantung yang Memakai DiuretikMenilai respons obat dan memantau fungsi ginjal.
  • Diabetes atau Penyakit GinjalPemeriksaan berkala untuk menemukan kebocoran protein sejak dini.
  • Demam atau Keluhan Saat Buang Air KecilMencari infeksi saluran kemih dan kuman penyebabnya.
  • Sebelum Operasi Jantung atau TindakanMemastikan tidak ada infeksi saluran kemih, dan tes kehamilan bila diperlukan.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Sedang HaidDarah dapat mencemari sampel. Tunda pemeriksaan bila memungkinkan.
  • Cara Penampungan Kurang TepatKuman dari kulit dapat mencemari sampel, terutama untuk kultur urine.
  • Sudah Minum AntibiotikKultur urine dapat tampak negatif. Sampel sebaiknya diambil sebelum antibiotik.
  • Olahraga Berat atau DemamDapat menaikkan protein urine sementara.
  • Urine 24 Jam Tidak LengkapSatu kali buang air kecil yang tidak ditampung membuat hasil terlalu rendah.
  • Obat atau Makanan TertentuDapat memengaruhi tes hormon urine. Ikuti petunjuk petugas sebelum menampung.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Persiapan bergantung pada jenis tes urine yang diminta. Petugas akan memberi wadah dan petunjuk tertulis.

Urine sewaktu. Biasanya dipakai urine pagi pertama atau sesuai instruksi dokter. Tidak perlu puasa, dan minum seperti biasa.

Urine 24 jam. Buang urine pertama pada pagi hari dan catat jamnya. Setelah itu, tampung semua urine sampai jam yang sama keesokan harinya, dan simpan wadah di tempat sejuk.

Kultur urine. Bila memungkinkan, sampel diambil sebelum Anda mulai minum antibiotik.

Obat. Bawa daftar obat Anda. Jangan menghentikan obat diuretik atau obat tekanan darah kecuali diminta dokter.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang haid, hamil, demam, atau memiliki keluhan saat buang air kecil.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Penampungan urine sewaktu hanya memerlukan beberapa menit. Bila dokter meminta urine 24 jam, penampungan dilakukan di rumah selama satu hari penuh.

Petunjuk dan Wadah

Petugas memberi wadah berlabel nama sesuai jenis tes dan menjelaskan cara menampung urine.

Menampung Urine Porsi Tengah

Cuci tangan, bersihkan area kemaluan, buang sedikit urine di awal, lalu tampung urine bagian tengah ke dalam wadah dan tutup rapat.

Penampungan Urine 24 Jam

Bila diminta, semua urine selama 24 jam ditampung dalam wadah besar yang disediakan, lalu dibawa kembali ke laboratorium.

Pemeriksaan di Laboratorium

Sampel diperiksa sesuai permintaan, misalnya dengan carik celup, mikroskop, kultur, atau pengukuran kadar zat tertentu. Dokter membaca hasil bersama keluhan dan pemeriksaan lain.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tanpa JarumSebagian besar tes hanya memerlukan sampel urine.
  • Gambaran Ginjal dan MetabolismeMembantu menilai ginjal, gula, dan keseimbangan cairan dalam satu sampel.
  • Membantu Mencari Penyebab HipertensiTermasuk penyakit ginjal dan feokromositoma.
  • Membantu Mengatur Dosis DiuretikNatrium urine menunjukkan apakah obat sudah bekerja cukup.
  • Persiapan Tindakan yang Lebih AmanInfeksi saluran kemih dapat ditangani sebelum operasi atau pemasangan alat.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Tanpa Risiko FisikPemeriksaan hanya memakai urine, tanpa jarum atau obat.
  • Sampel TercemarCara penampungan yang kurang tepat dapat membuat tes perlu diulang.
  • Hasil Dipengaruhi Keadaan SesaatDemam, olahraga berat, haid, atau obat dapat mengubah hasil.
  • Perlu Pemeriksaan LanjutanHasil abnormal biasanya dipastikan dengan tes ulang atau pemeriksaan lain.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.

Urine 24 jam. Kembalikan wadah ke laboratorium sesuai jadwal, dan sampaikan bila ada urine yang terlewat ditampung.

Bila hasil abnormal. Dokter dapat mengulang tes atau melanjutkan dengan pemeriksaan darah, USG ginjal, atau pemeriksaan hormon.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Demam tinggi dan menggigil disertai nyeri pinggang
  • Urine berdarah atau jumlah urine berkurang drastis
  • Bengkak yang bertambah cepat disertai sesak napas
  • Sakit kepala hebat disertai jantung berdebar dan berkeringat banyak

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Elektrofisiologi Jantung

Lihat Profil

dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH

Gastroenterologi Hepatologi

Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes urine. Jenis tes dan arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.

Apa bedanya tes urine dengan pemeriksaan urine lengkap?

Tes urine adalah nama umum untuk semua pemeriksaan yang memakai sampel urine. Pemeriksaan urine lengkap adalah salah satu jenisnya, yang menilai sifat fisik, zat kimia dengan carik celup, dan endapan di bawah mikroskop. Jenis lain antara lain protein urine, natrium urine, kultur urine, dan hormon dalam urine 24 jam.

Bagaimana cara menampung urine porsi tengah?

Cuci tangan, lalu bersihkan area kemaluan dengan tisu atau kapas yang disediakan. Mulailah buang air kecil ke toilet, kemudian tampung urine bagian tengah ke dalam wadah tanpa menyentuh bagian dalamnya, dan selesaikan buang air kecil di toilet. Tutup wadah rapat dan serahkan segera ke petugas.

Bagaimana cara mengumpulkan urine 24 jam?

Pada pagi hari pertama, buang urine pertama ke toilet dan catat jamnya. Setelah itu, tampung semua urine ke wadah yang disediakan sampai jam yang sama keesokan harinya, termasuk urine pagi berikutnya. Simpan wadah di tempat sejuk, dan sampaikan ke petugas bila ada urine yang terlewat.

Mengapa pasien gagal jantung diperiksa natrium urinenya?

Obat diuretik bekerja dengan membuang garam dan air lewat urine. Bila natrium urine yang diperiksa sekitar dua jam setelah obat masih rendah, artinya obat belum bekerja cukup kuat. Dokter dapat menaikkan dosis atau menambah obat lain supaya bengkak dan sesak berkurang lebih cepat.

Mengapa tes urine diperiksa pada tekanan darah tinggi?

Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, dan tandanya sering pertama kali terlihat sebagai protein di urine. Penyakit ginjal juga dapat menjadi penyebab hipertensi. Pada hipertensi yang sulit terkendali, tes hormon dalam urine dapat membantu mencari penyebab lain seperti feokromositoma, tumor kelenjar adrenal.

Apakah saya perlu puasa sebelum tes urine?

Umumnya tidak perlu. Makan dan minum seperti biasa, tetapi hindari minum berlebihan sesaat sebelum menampung karena urine menjadi terlalu encer. Untuk tes hormon tertentu dalam urine 24 jam, petugas dapat meminta Anda menghindari makanan atau obat tertentu, jadi ikuti petunjuk tertulis yang diberikan.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH.

  1. McEvoy JW, McCarthy CP, Bruno RM, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of elevated blood pressure and hypertension. Eur Heart J. 2024;45(38):3912-4018.
  2. Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) CKD Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease. Kidney Int. 2024;105(4S):S117-S314.
  3. McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
  4. Mullens W, Damman K, Harjola VP, dkk. The use of diuretics in heart failure with congestion: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology. Eur J Heart Fail. 2019;21(2):137-155.
  5. Lenders JWM, Duh QY, Eisenhofer G, dkk. Pheochromocytoma and paraganglioma: an Endocrine Society clinical practice guideline. J Clin Endocrinol Metab. 2014;99(6):1915-1942.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Tes Urine

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur