Jawaban singkat
Apa Itu Stenosis Trikuspid?
Stenosis trikuspid adalah penyempitan katup trikuspid, pintu antara serambi kanan dan bilik kanan jantung. Kondisi ini jarang, umumnya akibat penyakit jantung rematik bersama kelainan katup mitral, dan menimbulkan bengkak, perut membesar, serta cepat lelah.
Sumber informasiTanda yang Memerlukan Pertolongan Segera
- Sesak berat saat istirahat atau tidak bisa berbaring
- Kulit atau bagian putih mata menguning
- Pingsan atau hampir pingsan
- Jantung berdebar sangat cepat disertai pusing
- Bengkak dan berat badan naik cepat dalam beberapa hari
Bila tanda ini muncul, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
01 / Memahami kondisi
Mengenal Stenosis Trikuspid
Katup trikuspid berada di antara serambi kanan dan bilik kanan jantung. Darah dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan, lalu melewati katup ini menuju bilik kanan untuk dipompa ke paru. Pada stenosis trikuspid, daun katup menebal dan menyatu di tepinya sehingga bukaannya mengecil. Darah tertahan di serambi kanan dan pembuluh balik tubuh, sehingga cairan menumpuk di tungkai, perut, dan hati. Stenosis trikuspid termasuk jenis penyempitan katup, yang dibahas di halaman Stenosis Katup.
Kondisi yang Jarang dan Biasanya Tidak Sendiri
Stenosis trikuspid jarang ditemukan. Penyebab utamanya penyakit jantung rematik, dan hampir selalu disertai stenosis mitral atau kelainan katup aorta. Karena itu keluhannya sering bercampur dengan keluhan kelainan katup sisi kiri. Penyebab lain yang jarang adalah sindrom karsinoid, yaitu tumor neuroendokrin yang melepas zat perusak katup, kelainan bawaan, kabel alat pacu jantung yang menimbulkan jaringan parut di katup, serta tumor atau gumpalan di serambi kanan yang menghalangi aliran darah.
Keluhan Akibat Bendungan Darah
Keluhan khas berasal dari darah yang terbendung di sisi kanan jantung: rasa penuh atau tidak nyaman di perut kanan atas karena hati membesar, perut membesar karena cairan, tungkai bengkak, serta denyut yang tampak di leher. Rasa lelah muncul karena jumlah darah yang dipompa jantung berkurang. Sesak napas biasanya lebih ringan dibanding pada stenosis mitral, kecuali bila keduanya sama-sama ada.
Penanganan Mengikuti Kelainan Katup Lain
Obat diuretik membantu mengurangi cairan berlebih, dan penyebab dasarnya ditangani sesuai jenisnya. Bila stenosis trikuspid berat dan menimbulkan keluhan, katup diperbaiki atau diganti lewat operasi, umumnya bersamaan dengan operasi katup mitral atau aorta. Pelebaran katup dengan balon lewat kateter dapat dipertimbangkan pada keadaan tertentu, misalnya bila stenosis berdiri sendiri tanpa kebocoran yang berarti.
Karena keluhannya mirip penyakit hati atau ginjal, sebagian orang lebih dulu diperiksa untuk organ tersebut. Ekokardiografi yang teliti membantu menemukan penyebab sebenarnya di jantung. Bila Anda menyandang penyakit jantung rematik, pastikan katup trikuspid ikut dinilai setiap kali kontrol.
02 / Memahami kondisi
Gejala yang Perlu Dikenali.
Gejala Umum
- Mudah lelah dan lemas
- Tungkai dan pergelangan kaki bengkak
- Rasa penuh atau tidak nyaman di perut kanan atas
- Perut membesar karena cairan
- Nafsu makan berkurang atau cepat kenyang
- Denyut yang tampak jelas di leher
- Sesak saat aktivitas, terutama bila disertai stenosis mitral
03 / Memahami kondisi
Apa yang Menyebabkan Kondisi Ini?
- Penyakit jantung rematik, biasanya bersamaan dengan kelainan katup mitral atau aorta
- Sindrom karsinoid, yaitu tumor neuroendokrin yang melepas zat yang membuat katup menebal dan kaku
- Kelainan katup trikuspid bawaan, jarang ditemukan
- Jaringan parut akibat kabel alat pacu jantung atau ICD yang melewati katup
- Tumor, bekuan, atau gumpalan infeksi besar di serambi kanan yang menghalangi aliran darah
- Katup trikuspid buatan dari jaringan biologis yang menyempit karena aus
04 / Memahami kondisi
Siapa yang Lebih Berisiko?
Medis
Riwayat demam rematik, penyakit jantung rematik dengan kelainan katup mitral, tumor neuroendokrin, serta pemakaian kabel alat pacu jantung atau ICD.
Usia
Stenosis trikuspid rematik umumnya terdeteksi pada usia dewasa muda sampai paruh baya, bertahun-tahun setelah demam rematik.
Lainnya
Tinggal di daerah yang masih banyak kasus demam rematik dan akses kesehatan yang terbatas di masa anak meningkatkan risiko kerusakan katup akibat rematik.
Kelompok yang Lebih Berisiko
- Penyandang Penyakit Jantung Rematik: Terutama yang sudah memiliki stenosis mitral; katup trikuspid perlu ikut dinilai setiap kali ekokardiografi.
- Penyandang Tumor Neuroendokrin: Tumor yang sudah menyebar ke hati dapat melepas serotonin ke aliran darah dan merusak katup jantung kanan, sehingga ekokardiografi berkala dianjurkan.
- Pengguna Alat Pacu Jantung atau ICD: Kabel yang melewati katup trikuspid kadang menimbulkan jaringan parut yang menghambat gerak katup, walaupun lebih sering menyebabkan kebocoran.
05 / Memahami kondisi
Bagaimana Diagnosis Ditegakkan?
Stenosis trikuspid mudah terlewat karena bunyi bisingnya pelan dan sering tertutup bunyi kelainan katup mitral. Dokter mencurigainya dari tanda bendungan di sisi kanan jantung, seperti pembuluh balik leher yang menonjol, hati yang membesar, dan bengkak tungkai, terutama pada penyandang penyakit jantung rematik.
Ekokardiografi memastikan diagnosis dengan memperlihatkan daun katup yang menebal dan bukaan yang sempit, serta mengukur beda tekanan rata-rata dan luas bukaan katup. Pemeriksaan ini sekaligus menilai katup mitral dan aorta, karena kelainannya sering bersamaan. Ekokardiografi lewat kerongkongan atau tiga dimensi membantu bila gambaran belum jelas. EKG dan rontgen dada melihat pembesaran serambi kanan dan gangguan irama. Kateterisasi jantung kanan dipakai bila hasil pemeriksaan lain belum sejalan, sedangkan tes urine khusus dikerjakan bila dicurigai sindrom karsinoid.
Pemeriksaan Fisik
Menilai pembuluh balik leher, hati, bengkak tungkai, dan bising jantung pelan di tepi kiri bawah tulang dada yang mengeras saat menarik napas.
Ekokardiografi
Pemeriksaan utama untuk melihat daun katup, mengukur beda tekanan dan luas bukaan, serta menilai katup mitral dan aorta sekaligus.
Elektrokardiogram / EKG
Mencari pembesaran serambi kanan dan fibrilasi atrium yang sering menyertai.
Rontgen Dada
Melihat pembesaran serambi kanan dan kelainan jantung kiri yang menyertai.
Kateterisasi Jantung Kanan
Mengukur tekanan serambi dan bilik kanan secara langsung bila hasil ekokardiografi dan keluhan tidak sejalan.
Tes Urine
Pengukuran zat sisa serotonin (5-HIAA) dalam urine 24 jam bila dicurigai sindrom karsinoid sebagai penyebab.
06 / Memahami kondisi
Pilihan Penanganan.
Penanganan ditentukan dokter setelah evaluasi. Kategori berikut membantu Anda memahami pembicaraan dengan dokter.
Obat Diuretik dan Pembatasan Garam
Diuretik membantu membuang cairan berlebih sehingga bengkak dan rasa penuh di perut berkurang. Dokter menentukan jenis dan dosisnya serta memantau fungsi ginjal.
Penanganan Penyebab
Pencegahan demam rematik kambuh dengan antibiotik berkala, pengobatan sindrom karsinoid oleh tim onkologi, atau penanganan kabel alat pacu yang bermasalah.
Pengendalian Irama Jantung
Bila ada fibrilasi atrium, dokter memilih obat pengendali denyut dan obat pengencer darah sesuai kondisi Anda.
Operasi Perbaikan atau Penggantian Katup
Dipilih pada stenosis trikuspid berat dengan keluhan, umumnya dikerjakan bersamaan dengan operasi katup mitral atau aorta.
Pelebaran Katup dengan Balon
Dapat dipertimbangkan pada keadaan tertentu, misalnya bila stenosis berdiri sendiri tanpa kebocoran yang berarti dan risiko operasi tinggi.
07 / Memahami kondisi
Komplikasi yang Perlu Dipantau.
Bendungan Cairan Tubuh
Darah yang lama terbendung di sisi kanan menimbulkan bengkak tungkai, cairan di perut, dan cepat lelah. Dibahas di halaman Gagal Jantung.
Gangguan Fungsi Hati
Hati yang lama terbendung darah dapat membesar, terasa nyeri, dan fungsinya terganggu, kadang sampai kulit menguning.
Fibrilasi Atrium
Serambi yang membesar memicu irama tidak teratur yang memperberat keluhan. Dibahas di halaman Fibrilasi Atrium.
Curah Jantung Rendah
Darah yang masuk ke bilik kanan terbatas, sehingga jumlah darah yang dipompa ke tubuh berkurang dan muncul lelah berkepanjangan.
Penurunan Berat Badan
Bendungan di saluran cerna membuat cepat kenyang dan penyerapan makanan berkurang, sehingga berat badan dan otot menyusut.
08 / Memahami kondisi
Apa yang Bisa Dilakukan?
- Periksakan anak dengan radang tenggorokan disertai demam agar infeksi bakteri diobati tuntas.
- Bila pernah demam rematik, jalani antibiotik pencegahan sesuai jadwal dokter tanpa terputus.
- Bila memiliki penyakit jantung rematik, jalani ekokardiografi berkala yang juga menilai katup trikuspid.
- Penyandang tumor neuroendokrin sebaiknya menanyakan perlunya ekokardiografi kepada dokter.
- Batasi garam dan timbang berat badan setiap hari bila Anda mudah bengkak.
- Jaga kebersihan gigi dan mulut untuk mengurangi risiko infeksi katup.
09 / Memahami kondisi
Kapan Harus ke Dokter?
Temui dokter jantung bila Anda memiliki riwayat demam rematik atau penyakit katup jantung dan mulai merasakan bengkak, perut terasa penuh, atau cepat lelah. Kontrol rutin tetap perlu walaupun keluhan ringan, karena stenosis trikuspid sering berjalan bersama kelainan katup lain.
- Tungkai bengkak atau perut membesar tanpa sebab yang jelas
- Rasa penuh atau nyeri di perut kanan atas
- Berat badan naik lebih dari 2 kilogram dalam beberapa hari
- Sesak atau lelah yang bertambah saat aktivitas
- Kulit atau mata menguning, atau pingsan: segera ke IGD
Jangan Menunggu bila Kondisinya Darurat.
Bila keluhan terasa berat atau muncul mendadak, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258, bukan menunggu janji temu.
10 / Pertanyaan umum
Hal yang Mungkin Anda Tanyakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang stenosis trikuspid.
Mengapa stenosis trikuspid jarang ditemukan sendiri?
Penyebab utamanya penyakit jantung rematik, yang hampir selalu lebih dulu merusak katup mitral dan sering juga katup aorta. Katup trikuspid biasanya ikut terkena belakangan dan lebih ringan. Karena itu stenosis trikuspid hampir selalu ditemukan bersama kelainan katup lain. Stenosis trikuspid yang berdiri sendiri lebih sering mengarah ke penyebab lain, seperti sindrom karsinoid atau kelainan bawaan, sehingga dokter akan mencarinya.
Apakah stenosis trikuspid perlu dioperasi?
Tidak selalu. Stenosis ringan cukup dipantau, dan keluhan bengkak dapat dikurangi dengan diuretik serta pembatasan garam. Operasi dipertimbangkan bila stenosis berat dan menimbulkan keluhan, atau bila stenosis cukup berat ditemukan saat Anda akan menjalani operasi katup mitral atau aorta, sehingga keduanya ditangani sekaligus. Keputusan diambil bersama tim jantung dengan menimbang kondisi seluruh katup dan kesehatan Anda.
Apa hubungan stenosis trikuspid dengan sindrom karsinoid?
Sindrom karsinoid terjadi pada sebagian penyandang tumor neuroendokrin, terutama yang sudah menyebar ke hati. Tumor melepas serotonin dan zat lain ke aliran darah yang membuat katup jantung kanan menebal, kaku, dan mengerut. Akibatnya katup trikuspid dan pulmonal dapat bocor, menyempit, atau keduanya. Penyandang tumor ini dianjurkan menjalani ekokardiografi berkala, dan penanganannya melibatkan dokter jantung serta tim onkologi.
Apa bedanya stenosis trikuspid dengan regurgitasi trikuspid?
Pada stenosis, katup trikuspid tidak membuka lebar sehingga aliran darah dari serambi ke bilik kanan terhambat. Pada regurgitasi, katup tidak menutup rapat sehingga darah berbalik ke serambi kanan. Keduanya dapat menimbulkan bengkak dan perut membesar, dan pada penyakit rematik keduanya sering ditemukan bersamaan. Kebocoran katup trikuspid dibahas di halaman Regurgitasi Trikuspid.
Apakah saya perlu membatasi garam dan cairan?
Pembatasan garam umumnya dianjurkan bila Anda mudah bengkak, karena garam membuat tubuh menahan cairan. Pembatasan cairan tidak selalu diperlukan dan sebaiknya mengikuti arahan dokter, karena terlalu sedikit minum dapat mengganggu ginjal, terutama bila Anda memakai diuretik. Menimbang berat badan setiap pagi membantu Anda dan dokter mengenali penumpukan cairan lebih awal.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).
- Vahanian A, Beyersdorf F, Praz F, Milojevic M, Baldus S, Bauersachs J, et al. 2021 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2022;43(7):561-632.
- Praz F, et al. 2025 ESC/EACTS Guidelines for the management of valvular heart disease. Eur Heart J. 2025;46(44):4635-4736.
- Otto CM, Nishimura RA, Bonow RO, Carabello BA, Erwin JP 3rd, Gentile F, et al. 2020 ACC/AHA Guideline for the Management of Patients With Valvular Heart Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;143(5):e72-e227.
- Baumgartner H, Hung J, Bermejo J, Chambers JB, Evangelista A, Griffin BP, et al. Echocardiographic Assessment of Valve Stenosis: EAE/ASE Recommendations for Clinical Practice. J Am Soc Echocardiogr. 2009;22(1):1-23.
- Kumar RK, Antunes MJ, Beaton A, Mirabel M, Nkomo VT, Okello E, et al. Contemporary Diagnosis and Management of Rheumatic Heart Disease: Implications for Closing the Gap: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2020;142(20):e337-e357.
- Davar J, Connolly HM, Caplin ME, Pavel M, Zacks J, Bhattacharyya S, et al. Diagnosing and Managing Carcinoid Heart Disease in Patients With Neuroendocrine Tumors: An Expert Statement. J Am Coll Cardiol. 2017;69(10):1288-1304.




