Langsung ke konten

Teknologi diagnostik

Ankle-Brachial Index (ABI) Testing System

Tes ABI, Indeks Ankle-Brachial, Indeks Pergelangan Kaki-Lengan

Pemeriksaan tanpa jarum yang membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan. Hasilnya berupa angka indeks yang membantu dokter mendeteksi penyakit arteri perifer, yaitu penyempitan arteri tungkai.

Penggunaan teknologi ditentukan setelah evaluasi dokter.

Tentang Teknologi Ini.

Terakhir diperbarui19 Oktober 2026
Ringkasan

Tes ankle-brachial index (ABI) mengukur tekanan darah di pergelangan kaki dan di lengan, lalu membandingkan keduanya. Bila arteri tungkai menyempit, tekanan di pergelangan kaki lebih rendah dari lengan. Dokter memakainya untuk mendeteksi penyakit arteri perifer dan menilai derajatnya. Pemeriksaan ini memakai manset tekanan darah, tanpa jarum dan tanpa radiasi.

Apa Itu Tes Ankle-Brachial Index?

Pada aliran darah yang normal, tekanan darah di pergelangan kaki sama dengan atau sedikit lebih tinggi daripada di lengan. Bila arteri tungkai menyempit karena timbunan plak, tekanan yang sampai ke pergelangan kaki menurun. Tes ankle-brachial index (ABI) memanfaatkan perbedaan ini. Tekanan sistolik, yaitu angka atas pada pengukuran tensi, diukur di kedua lengan dan kedua pergelangan kaki. Untuk setiap tungkai, tekanan di pergelangan kaki dibagi tekanan lengan yang lebih tinggi, dan hasilnya disebut indeks.

Arti Angka Hasil

  • 1,00 sampai 1,40: umumnya dianggap normal.
  • 0,91 sampai 0,99: batas, dinilai bersama keluhan dan faktor risiko Anda.
  • 0,90 atau kurang: menunjukkan penyakit arteri perifer; makin rendah angkanya, makin berat penyempitannya.
  • Di atas 1,40: arteri terlalu kaku karena pengapuran sehingga tidak tertekan manset. Hasil ini tidak dapat dipakai untuk menilai penyempitan, dan dokter dapat mengukur tekanan di jari kaki (toe-brachial index).

Angka ini dibaca dokter bersama keluhan Anda, bukan sebagai diagnosis tunggal.

Kapan Dokter Menyarankannya

Dokter dapat menyarankan tes ABI bila Anda mengalami nyeri atau kram di betis saat berjalan yang mereda saat istirahat (klaudikasio), luka di kaki yang lama sembuh, atau denyut nadi kaki yang lemah. Tes ini juga dipakai untuk memeriksa orang yang berisiko, misalnya penderita diabetes, perokok, atau orang yang sudah memiliki penyakit jantung koroner, serta untuk memantau hasil setelah tindakan pada arteri tungkai.

Saat Pemeriksaan Berlangsung

Anda berbaring telentang dan beristirahat beberapa menit. Petugas memasang manset tekanan darah di lengan dan pergelangan kaki, lalu mengukur tekanan dengan alat Doppler genggam atau sensor otomatis. Anda hanya merasakan manset mengencang sebentar, seperti saat mengukur tensi biasa.

Batasan dan Langkah Berikutnya

Tes ABI menunjukkan ada tidaknya gangguan aliran dan seberapa berat, tetapi tidak menunjukkan letak pasti penyempitan. Bila hasilnya tidak normal, dokter dapat melanjutkan dengan USG Doppler vaskular untuk memetakan arteri, lalu CT angiografi atau angiografi bila tindakan dipertimbangkan. Pada penderita diabetes atau penyakit ginjal kronik, arteri yang kaku dapat membuat hasil tampak normal padahal ada penyempitan, sehingga dokter dapat menambahkan pengukuran di jari kaki. Keputusan pemeriksaan lanjutan dan penanganan ada pada dokter yang memeriksa Anda.

Kegunaan dan Manfaatnya.

Kesesuaian teknologi ini untuk kondisi Anda ditentukan dokter setelah evaluasi.

  • Mendeteksi penyakit arteri perifer pada tungkai
  • Menilai derajat penyempitan arteri tungkai
  • Memeriksa keluhan nyeri betis saat berjalan yang mereda saat istirahat
  • Memeriksa orang berisiko, seperti penderita diabetes, perokok, atau penderita penyakit jantung koroner
  • Memantau aliran darah tungkai setelah angioplasti atau operasi bypass
  • Membantu menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah secara umum

Manfaat bagi Penilaian Dokter

01

Sederhana dan Tanpa Jarum

Pemeriksaan hanya memakai manset tekanan darah dan sensor di kulit. Tidak ada tusukan, zat kontras, atau radiasi, sehingga dapat diulang untuk pemantauan.

02

Hasil Berupa Angka yang Mudah Dibandingkan

Indeks dari setiap tungkai dapat dibandingkan dari waktu ke waktu, misalnya sebelum dan sesudah tindakan pada arteri tungkai.

03

Dianjurkan Pedoman sebagai Pemeriksaan Awal

Pedoman ESC dan ACC/AHA tahun 2024 menganjurkan ABI sebagai pemeriksaan awal bila dicurigai penyakit arteri perifer.

04

Juga Mencerminkan Risiko Jantung

Nilai ABI yang rendah berkaitan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi, sehingga hasilnya membantu dokter menyusun langkah pencegahan.

Informasi Teknis Singkat
Jenis pemeriksaan
Noninvasif, tanpa jarum
Yang diukur
Tekanan darah sistolik di kedua lengan dan kedua pergelangan kaki
Hasil
Angka indeks untuk setiap tungkai
Radiasi
Tanpa radiasi
Posisi pemeriksaan
Berbaring telentang setelah beristirahat sejenak
Lokasi layanan
Vascular Diagnostic and Therapeutic Center

Tim dokter

Diskusikan Kebutuhan Anda.

Semua Dokter

Dokter yang terkait dengan layanan teknologi ini, urut menurut nama, bukan peringkat.

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Suko Adiarto, Sp.JP(K), Ph.D.

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

Pertanyaan yang Sering Diajukan.

Berikut jawaban singkat atas pertanyaan yang sering muncul sebelum tes ABI; untuk keadaan Anda secara khusus, silakan tanyakan kepada dokter.

Apa bedanya tes ABI dengan USG Doppler vaskular?

Tes ABI membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan untuk mengetahui apakah aliran darah ke tungkai berkurang dan seberapa banyak. USG Doppler vaskular menampilkan gambar pembuluh darah dan alirannya, sehingga dokter dapat melihat letak dan panjang penyempitan. Keduanya saling melengkapi: ABI sering dipakai lebih dulu sebagai pemeriksaan awal, lalu USG dilakukan bila hasilnya tidak normal atau keluhan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Apakah pemeriksaan ini sakit?

Tidak. Rasanya mirip pengukuran tekanan darah biasa: manset mengencang di lengan dan pergelangan kaki selama beberapa detik, lalu mengendur. Tidak ada jarum, zat kontras, atau radiasi. Bila Anda memiliki luka di kaki, sampaikan kepada petugas agar posisi manset dapat disesuaikan. Pada tungkai dengan luka terbuka, bekas operasi bypass, atau bekuan darah yang baru, dokter dapat menyesuaikan cara pemeriksaan.

Apa yang perlu saya siapkan?

Umumnya Anda tidak perlu berpuasa. Kenakan pakaian longgar agar lengan dan pergelangan kaki mudah dibuka. Hindari merokok, minum kopi, dan olahraga berat sesaat sebelum pemeriksaan karena dapat memengaruhi tekanan darah. Datanglah beberapa menit lebih awal agar Anda dapat beristirahat sebelum diukur. Bawa daftar obat dan hasil pemeriksaan pembuluh darah sebelumnya bila ada.

Berapa lama pemeriksaannya?

Tes ABI saat istirahat umumnya berlangsung sekitar 15 sampai 30 menit, termasuk waktu beristirahat sebelum pengukuran. Bila dokter juga meminta pengukuran di jari kaki atau pemeriksaan lain pada kunjungan yang sama, waktunya dapat lebih lama. Anda dapat langsung pulang dan beraktivitas seperti biasa setelahnya. Petugas akan menginformasikan perkiraan waktu saat pendaftaran.

Siapa yang perlu menjalani tes ABI?

Tes ini bermanfaat bagi orang dengan nyeri atau kram betis saat berjalan, luka kaki yang lama sembuh, atau denyut kaki yang lemah. Dokter juga dapat menyarankannya bagi orang yang berisiko, seperti penderita diabetes, perokok atau bekas perokok, penderita penyakit ginjal kronik, dan orang yang sudah memiliki penyakit jantung koroner atau pernah stroke. Kaki yang tiba-tiba dingin, pucat, dan sangat nyeri adalah keadaan darurat; segera ke IGD.

Kapan hasilnya keluar?

Angka indeks biasanya sudah dapat dihitung saat pemeriksaan selesai. Dokter akan menjelaskan artinya bersama keluhan, faktor risiko, dan hasil pemeriksaan lain, termasuk apakah Anda memerlukan USG Doppler vaskular, pengobatan, program latihan berjalan terstruktur, atau pemantauan berkala. Waktu penyerahan laporan tertulis dapat berbeda, jadi silakan tanyakan kepada petugas saat pendaftaran.

Sumber Informasi 4 referensi
  1. Aboyans V, Criqui MH, Abraham P, dkk. Measurement and Interpretation of the Ankle-Brachial Index: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2012;126(24):2890-2909.
  2. Mazzolai L, Teixido-Tura G, Lanzi S, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of peripheral arterial and aortic diseases. Eur Heart J. 2024;45(36):3538-3700.
  3. Gornik HL, Aronow HD, Goodney PP, dkk. 2024 ACC/AHA/AACVPR/APMA/ABC/SCAI/SVM/SVN/SVS/SIR/VESS Guideline for the Management of Lower Extremity Peripheral Artery Disease: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2024;149(24):e1313-e1410.
  4. Fitridge R, Chuter V, Mills J, dkk. The intersocietal IWGDF, ESVS, SVS guidelines on peripheral artery disease in people with diabetes and a foot ulcer. Diabetes Metab Res Rev. 2024;40(3):e3686.

Langkah berikutnya

Mulai dari Kebutuhan Anda.

Diskusikan keluhan dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dokter membantu menentukan pemeriksaan atau tindakan yang relevan.

Kembali ke Katalog Teknologi