Langsung ke konten

Teknologi diagnostik

Physiologic Testing System (FFR / iFR)

Cadangan Aliran Fraksional, Pengukuran Fisiologi Koroner, Kawat Tekanan (Pressure Wire)

Pengukuran tekanan darah di dalam arteri koroner selama kateterisasi dengan kawat bersensor, untuk menilai apakah sebuah penyempitan benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung.

Penggunaan teknologi ditentukan setelah evaluasi dokter.

Tentang Teknologi Ini.

Terakhir diperbarui19 Oktober 2026
Ringkasan

Physiologic Testing System adalah alat untuk mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah penyempitan arteri koroner dengan kawat tipis bersensor tekanan selama kateterisasi. Perbandingan kedua tekanan itu, berupa nilai FFR atau iFR, menunjukkan apakah penyempitan mengurangi aliran darah ke otot jantung. Hasilnya membantu dokter memutuskan perlu tidaknya stent.

Mengapa Bentuk Penyempitan Saja Tidak Cukup

Angiografi koroner memperlihatkan seberapa sempit sebuah arteri, tetapi tidak selalu menjawab pertanyaan penting: apakah penyempitan itu benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung. Penyempitan yang tampak sedang pada gambar bisa berdampak besar pada aliran, dan sebaliknya. Pengukuran fisiologis menjawab pertanyaan ini dengan angka.

Cara Pengukuran

Saat kateterisasi, dokter memasukkan kawat pemandu tipis yang memiliki sensor tekanan di dekat ujungnya. Kawat didorong melewati penyempitan, lalu tekanan darah di belakang penyempitan dibandingkan dengan tekanan di pangkal arteri koroner.

  • FFR (fractional flow reserve) diukur ketika pembuluh kecil di otot jantung dilebarkan dengan obat, umumnya adenosin, sehingga aliran mendekati keadaan saat jantung bekerja keras. Nilai 0,80 atau kurang umumnya menandakan penyempitan yang mengganggu aliran.
  • iFR (instantaneous wave-free ratio) diukur saat istirahat, pada fase pengisian jantung di antara dua denyut, tanpa obat pelebar pembuluh. Batas yang umum dipakai adalah 0,89 atau kurang.

Bagaimana Hasilnya Dipakai

Bila nilai menunjukkan aliran terganggu, dokter dapat melanjutkan ke pemasangan stent dalam tindakan yang sama atau membahas pilihan operasi bypass. Bila nilai normal, penyempitan umumnya ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup, sehingga stent dipasang hanya pada penyempitan yang memerlukannya. Pada sumbatan di beberapa pembuluh, pengukuran membantu menentukan pembuluh mana yang perlu ditangani.

Yang Anda Alami

Pengukuran dikerjakan di Cath Lab sebagai bagian dari angiografi koroner atau PCI, dengan persiapan yang sama. Kawat sensor di dalam pembuluh tidak terasa. Bila dokter memakai adenosin untuk FFR, Anda dapat merasakan hangat, sesak, atau rasa tertekan di dada selama obat diberikan. Rasa ini hilang segera setelah obat dihentikan. Pengukuran iFR tidak memerlukan obat tersebut.

Batasan Pemeriksaan

Nilai FFR dan iFR dapat dipengaruhi keadaan tertentu, misalnya serangan jantung yang sedang berlangsung, gangguan pembuluh darah kecil di otot jantung, atau penyempitan katup aorta yang berat. Pengukuran ini juga tidak menggambarkan bentuk dan isi plak; untuk itu dokter memakai IVUS atau OCT. Dokter menafsirkan hasil bersama keluhan dan pemeriksaan lain sebelum menentukan penanganan.

Kegunaan dan Manfaatnya.

Kesesuaian teknologi ini untuk kondisi Anda ditentukan dokter setelah evaluasi.

  • Menilai apakah penyempitan derajat sedang mengurangi aliran darah ke otot jantung
  • Membantu memutuskan antara pemasangan stent dan pengobatan dengan obat
  • Memilih pembuluh yang perlu ditangani pada sumbatan di beberapa pembuluh
  • Menilai penyempitan bila keluhan dan hasil pemeriksaan lain belum sejalan
  • Menilai penyempitan di pembuluh lain setelah serangan jantung, sesuai pertimbangan dokter

Manfaat bagi Penilaian Dokter

01

Mengukur Aliran, Bukan Hanya Bentuk Penyempitan

Angiografi menunjukkan seberapa sempit pembuluh. FFR dan iFR menunjukkan apakah penyempitan itu benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung.

02

Hasil Tersedia saat Tindakan Berlangsung

Nilai pengukuran tampil di layar selama tindakan, sehingga keputusan memasang stent dapat diambil saat itu juga tanpa kateterisasi ulang.

03

Pilihan tanpa Obat Pelebar Pembuluh

Pada iFR, pengukuran dilakukan saat istirahat tanpa adenosin, sehingga Anda tidak merasakan efek obat tersebut. Uji klinis DEFINE-FLAIR dan iFR-SWEDEHEART membandingkan iFR dengan FFR untuk memandu PCI.

04

Sesuai Pedoman untuk Penyempitan Derajat Sedang

Pedoman ESC 2024 untuk sindrom koroner kronis menganjurkan pengukuran FFR atau iFR untuk menilai penyempitan derajat sedang sebelum PCI, bila belum ada bukti gangguan aliran dari pemeriksaan lain.

Informasi Teknis Singkat
Jenis pemeriksaan
Pengukuran tekanan di dalam arteri koroner (fisiologi koroner)
Alat ukur
Kawat pemandu dengan sensor tekanan
Obat yang dipakai
FFR dengan obat pelebar pembuluh seperti adenosin; iFR tanpa obat tersebut
Radiasi
Kawat sensor tanpa radiasi; tindakan dipandu sinar-X Cath Lab
Pembiusan yang umum dipakai
Bius lokal di lokasi tusukan
Lokasi layanan
Cath Lab, Coronary Intervention Procedures

Tim dokter

Diskusikan Kebutuhan Anda.

Semua Dokter

Dokter yang terkait dengan layanan teknologi ini, urut menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

dr. Puti S. Saus, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

Pertanyaan yang Sering Diajukan.

Jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering muncul tentang pengukuran FFR dan iFR; untuk keadaan Anda secara khusus, silakan tanyakan kepada dokter.

Apa bedanya FFR atau iFR dengan angiografi koroner?

Angiografi koroner menunjukkan bentuk dan derajat penyempitan pada gambar sinar-X. FFR dan iFR mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah penyempitan, sehingga dokter tahu apakah penyempitan itu benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung. Keduanya saling melengkapi: angiografi menunjukkan letak masalah, pengukuran tekanan menunjukkan dampaknya. Pengukuran dilakukan dalam tindakan yang sama tanpa tusukan baru.

Apakah pengukurannya terasa?

Kawat sensor di dalam pembuluh umumnya tidak terasa. Pada FFR, dokter memberikan obat pelebar pembuluh seperti adenosin. Selama obat diberikan, Anda dapat merasakan hangat di wajah, sesak, atau rasa tertekan di dada. Rasa ini biasanya hilang segera setelah obat dihentikan. Pengukuran iFR tidak memakai obat tersebut. Sampaikan kepada tim bila rasa tidak nyaman terasa berat.

Apakah pemeriksaan ini aman?

Risiko pengukuran ini mirip dengan angiografi koroner, karena kawat dimasukkan melalui kateter yang sama. Kawat di dalam arteri dapat memicu spasme atau, meski jarang, robekan dinding pembuluh. Adenosin dapat memperlambat denyut jantung sesaat dan memicu sesak pada penderita asma, jadi sampaikan bila Anda memiliki asma atau penyakit paru. Dokter akan menjelaskan manfaat dan risikonya untuk keadaan Anda.

Bila nilainya normal, apakah saya tetap memerlukan stent?

Umumnya tidak. Nilai yang normal menandakan penyempitan tersebut belum mengurangi aliran darah secara bermakna, sehingga biasanya cukup ditangani dengan obat, perubahan gaya hidup, dan kontrol berkala. Anda tetap perlu minum obat sesuai resep karena plak di arteri koroner tetap ada. Bila keluhan memburuk, segera konsultasikan ke dokter, dan bila nyeri dada hebat tidak mereda saat istirahat, segera ke IGD.

Siapa yang memerlukan pengukuran FFR atau iFR?

Pengukuran ini terutama dipertimbangkan bila angiografi menunjukkan penyempitan derajat sedang yang dampaknya belum jelas, bila belum ada hasil tes iskemia seperti tes treadmill atau ekokardiografi stres, atau bila ada penyempitan di beberapa pembuluh sekaligus. Dokter spesialis jantung intervensi menentukan perlu tidaknya pengukuran ini setelah melihat hasil angiografi dan riwayat keluhan Anda.

Sumber Informasi 4 referensi
  1. Tonino PA, De Bruyne B, Pijls NH, dkk. Fractional Flow Reserve versus Angiography for Guiding Percutaneous Coronary Intervention. N Engl J Med. 2009;360(3):213-224.
  2. Davies JE, Sen S, Dehbi HM, dkk. Use of the Instantaneous Wave-free Ratio or Fractional Flow Reserve in PCI. N Engl J Med. 2017;376(19):1824-1834.
  3. Götberg M, Christiansen EH, Gudmundsdottir IJ, dkk. Instantaneous Wave-free Ratio versus Fractional Flow Reserve to Guide PCI. N Engl J Med. 2017;376(19):1813-1823.
  4. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.

Langkah berikutnya

Mulai dari Kebutuhan Anda.

Diskusikan keluhan dan hasil pemeriksaan sebelumnya. Dokter membantu menentukan pemeriksaan atau tindakan yang relevan.

Kembali ke Katalog Teknologi