Jawaban singkat
Apa Itu Angioplasti Koroner?
Angioplasti koroner adalah tindakan untuk membuka arteri koroner yang menyempit atau tersumbat tanpa operasi terbuka. Dokter memasukkan kateter tipis melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau pangkal paha, mengembangkan balon kecil di bagian yang menyempit, lalu umumnya memasang stent atau ring agar pembuluh tetap terbuka dan aliran darah ke otot jantung pulih.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Angioplasti Koroner
Mengenal Arteri Koroner dan Penyempitannya
Arteri koroner adalah pembuluh darah yang mengalirkan darah kaya oksigen ke otot jantung. Seiring waktu, lemak, kolesterol, dan zat lain dapat menumpuk di dinding arteri membentuk plak (aterosklerosis). Plak membuat arteri menyempit sehingga aliran darah ke otot jantung berkurang, terutama saat beraktivitas, dan dapat menimbulkan nyeri dada (angina). Bila plak pecah lalu terbentuk gumpalan darah yang menyumbat arteri, terjadilah serangan jantung.
Apa yang Dilakukan dalam Angioplasti Koroner
Angioplasti koroner, yang dalam istilah medis disebut intervensi koroner perkutan (PCI), dikerjakan dari dalam pembuluh darah. Melalui kateter tipis, dokter mengantarkan kawat pemandu melewati bagian yang menyempit, lalu mengembangkan balon kecil untuk menekan plak ke dinding arteri. Pada sebagian besar pasien, dokter kemudian memasang stent, yaitu tabung jaring logam kecil yang oleh masyarakat sering disebut ring, untuk menopang dinding arteri agar tetap terbuka.
Stent yang umum dipakai saat ini adalah stent bersalut obat (drug-eluting stent). Obat pada lapisannya dilepaskan perlahan untuk mengurangi risiko arteri menyempit kembali di dalam stent.
Tindakan Terencana dan Tindakan Darurat
Pada penyakit jantung koroner yang stabil, angioplasti dapat dijadwalkan setelah pemeriksaan seperti angiografi koroner menunjukkan penyempitan yang bermakna, biasanya bila keluhan tetap ada meskipun obat sudah diminum dengan baik. Pada serangan jantung, angioplasti sering dilakukan segera sebagai tindakan darurat untuk membuka arteri yang tersumbat secepat mungkin, karena makin cepat aliran darah pulih, makin sedikit otot jantung yang rusak.
Alat Bantu selama Tindakan
Pada keadaan tertentu, dokter dapat memakai alat bantu di dalam arteri, misalnya pencitraan dari dalam pembuluh (IVUS atau OCT) untuk melihat ukuran dan susunan plak, pengukuran tekanan aliran (FFR atau iFR) untuk menilai apakah penyempitan benar-benar mengganggu aliran, atau alat untuk mengikis dan memecah plak yang sangat keras karena pengapuran. Penggunaannya ditentukan dokter sesuai keadaan arteri Anda.
Angioplasti dan Pilihan Penanganan Lain
Angioplasti bukan pilihan tunggal. Banyak pasien penyakit jantung koroner stabil dapat ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup. Pada penyempitan di banyak pembuluh atau di pangkal arteri koroner kiri, terutama pada pasien dengan diabetes, operasi bypass koroner dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai. Keputusan diambil bersama tim jantung berdasarkan hasil pemeriksaan dan keadaan Anda.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Serangan Jantung dengan Sumbatan Total (STEMI)Pada serangan jantung dengan elevasi segmen ST, angioplasti darurat dianjurkan untuk membuka arteri yang tersumbat secepat mungkin dan membatasi kerusakan otot jantung.
- Sindrom Koroner Akut LainnyaPada NSTEMI dan angina tidak stabil, dokter dapat menganjurkan kateterisasi dalam beberapa jam sampai beberapa hari, lalu angioplasti bila ditemukan penyempitan yang sesuai.
- Angina Stabil yang Tetap MenggangguBila nyeri dada tetap muncul dan membatasi aktivitas walaupun obat sudah diminum dengan baik, angioplasti dapat membantu mengurangi keluhan.
- Penyempitan yang Terbukti Mengganggu AliranUji latih, pencitraan, atau pengukuran FFR atau iFR menunjukkan penyempitan tersebut membuat otot jantung kekurangan darah (iskemia).
- Penyempitan di Lokasi yang Memengaruhi Banyak Otot JantungMisalnya di pangkal arteri koroner kiri atau pembuluh utama lain, bila tim jantung menilai angioplasti lebih sesuai daripada operasi bypass.
- Penyempitan Kembali setelah Stent atau BypassArteri yang menyempit lagi di dalam stent lama atau pada pembuluh cangkok bypass dapat ditangani dengan angioplasti ulang.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Penyempitan yang Tidak Mengganggu AliranPenyempitan ringan, atau yang terbukti tidak mengganggu aliran darah, umumnya cukup ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup.
- Penyakit di Banyak Pembuluh atau Pangkal Arteri Koroner KiriTerutama pada diabetes atau fungsi pompa jantung yang menurun, operasi bypass koroner bisa lebih sesuai. Tim jantung membahasnya bersama Anda.
- Tidak Dapat Minum Obat Antiplatelet secara TeraturSetelah pemasangan stent, obat pencegah penggumpalan perlu diminum teratur selama beberapa bulan. Risiko perdarahan tinggi atau rencana operasi dalam waktu dekat perlu dibahas lebih dulu.
- Alergi Zat Kontras atau Gangguan GinjalZat kontras dapat memicu reaksi alergi atau membebani ginjal. Keadaan ini tidak selalu menghalangi tindakan, tetapi memerlukan persiapan khusus.
- Gangguan Perdarahan atau Infeksi AktifPada tindakan terencana, gangguan pembekuan darah, anemia berat, atau infeksi aktif umumnya perlu ditangani lebih dulu.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Pada tindakan terencana, tim jantung akan menjelaskan persiapan yang sesuai dengan keadaan Anda. Pada keadaan darurat seperti serangan jantung, persiapan dilakukan secepatnya oleh tim di rumah sakit.
Pemeriksaan sebelum tindakan. Tes darah, termasuk fungsi ginjal dan pembekuan darah, EKG, dan bila perlu ekokardiografi. Hasil angiografi koroner atau CT koroner sebelumnya membantu dokter merencanakan tindakan.
Obat yang sedang diminum. Bawa daftar lengkap obat dan suplemen. Dokter akan memberi instruksi tentang obat pengencer darah, obat diabetes seperti metformin, dan obat lain. Anda biasanya diminta mulai minum obat antiplatelet sebelum tindakan. Jangan menghentikan atau mengubah obat sendiri.
Riwayat alergi dan penyakit ginjal. Beri tahu tim bila Anda pernah alergi zat kontras, yodium, atau obat tertentu, dan bila memiliki penyakit ginjal, supaya dapat disiapkan obat pencegah alergi atau cairan infus untuk melindungi ginjal.
Puasa. Ikuti instruksi puasa dari tim, umumnya beberapa jam sebelum tindakan. Obat rutin boleh diminum dengan sedikit air bila diizinkan dokter.
Kebersihan dan pakaian. Mandi sebelum datang, lepaskan perhiasan, dan kenakan pakaian yang nyaman. Area pergelangan tangan atau pangkal paha akan dibersihkan, dan bila perlu dicukur, oleh tim.
Persetujuan tindakan. Dokter menjelaskan tujuan, manfaat, risiko, dan pilihan lain, termasuk kemungkinan angioplasti dilakukan langsung setelah kateterisasi bila ditemukan penyempitan. Pastikan pertanyaan Anda terjawab sebelum menandatangani persetujuan.
Pendamping. Siapkan keluarga atau pendamping, karena Anda tidak boleh menyetir sendiri setelah tindakan.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Angioplasti koroner dilakukan di ruang kateterisasi (cath lab) oleh dokter spesialis jantung intervensi bersama perawat dan radiografer. Anda tetap sadar dengan bius lokal, dan bila perlu diberi obat penenang ringan. Tindakan umumnya berlangsung sekitar setengah jam sampai dua jam, bergantung pada jumlah dan kerumitan penyempitan.
Persiapan di Ruang Tindakan
Anda berbaring di meja tindakan. Elektroda EKG, alat pengukur tekanan darah, dan pengukur kadar oksigen dipasang, begitu juga jalur infus di tangan.
Membuat Jalan Masuk
Setelah kulit dibius, dokter memasukkan selang pendek (sheath) ke arteri di pergelangan tangan (radial) atau pangkal paha (femoral). Jalan masuk dari pergelangan tangan kini banyak dipilih karena risiko perdarahannya lebih kecil dan Anda dapat lebih cepat bergerak.
Memetakan Arteri Koroner
Kateter diarahkan ke pangkal arteri koroner dengan panduan sinar-X. Zat kontras disuntikkan untuk melihat letak dan beratnya penyempitan di layar (angiografi koroner). Anda mungkin merasa hangat sesaat saat kontras masuk.
Melewati Penyempitan dengan Kawat Pemandu
Kawat yang sangat tipis dimasukkan melewati bagian yang menyempit. Kawat ini menjadi jalur bagi balon dan stent.
Mengembangkan Balon dan Memasang Stent
Balon kecil dikembangkan di bagian yang menyempit untuk menekan plak ke dinding arteri. Stent yang terpasang pada balon kemudian dikembangkan dan tertinggal menempel di dinding arteri. Saat balon mengembang, Anda mungkin merasakan nyeri dada sesaat; beri tahu tim bila terasa.
Memastikan Hasil
Dokter mengulang angiografi untuk memastikan arteri terbuka dan stent menempel dengan baik. Bila perlu, pencitraan dari dalam pembuluh (IVUS atau OCT) dipakai untuk memeriksa posisi dan pengembangan stent.
Menutup Jalan Masuk
Kateter dan sheath dilepas. Pada pergelangan tangan dipasang gelang penekan. Pada pangkal paha, luka ditekan atau ditutup dengan alat penutup khusus, lalu Anda perlu berbaring beberapa jam.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Aliran Darah ke Otot Jantung PulihArteri yang menyempit atau tersumbat dibuka kembali sehingga otot jantung mendapat cukup darah.
- Membatasi Kerusakan saat Serangan JantungPada serangan jantung, angioplasti yang dilakukan segera membatasi luasnya kerusakan otot jantung dan menurunkan risiko kematian.
- Mengurangi Nyeri DadaPada penyakit jantung koroner stabil, angioplasti membantu mengurangi angina dan memperbaiki kemampuan beraktivitas. Obat dan gaya hidup sehat tetap diperlukan.
- Tanpa Sayatan BesarDilakukan melalui tusukan kecil di pergelangan tangan atau pangkal paha dengan bius lokal, tanpa membuka rongga dada.
- Pemulihan Relatif SingkatPada tindakan terencana, banyak pasien dapat pulang keesokan harinya dan kembali beraktivitas ringan dalam beberapa hari.
- Dapat Dilakukan Langsung setelah KateterisasiBila kateterisasi menemukan penyempitan yang sesuai dan Anda sudah menyetujuinya, angioplasti dapat dilakukan pada sesi yang sama.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Perdarahan atau Memar di Area TusukanKeadaan yang sering terjadi dan umumnya ringan. Perdarahan yang lebih besar jarang, tetapi dapat memerlukan penanganan tambahan.
- Gangguan pada Pembuluh Tempat MasukArteri di pergelangan tangan dapat tersumbat, umumnya tanpa keluhan berarti karena tangan mendapat aliran dari arteri lain. Di pangkal paha dapat terbentuk kantong darah (pseudoaneurisma) yang perlu ditangani.
- Reaksi terhadap Zat KontrasReaksi alergi umumnya ringan, seperti gatal atau ruam. Reaksi berat jarang terjadi dan ditangani segera oleh tim.
- Gangguan Fungsi GinjalZat kontras dapat menurunkan fungsi ginjal untuk sementara, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal atau diabetes.
- Gangguan Irama JantungIrama jantung dapat terganggu sesaat selama tindakan dan umumnya segera ditangani di ruang tindakan.
- Cedera pada Arteri KoronerDinding arteri dapat robek (diseksi) atau, sangat jarang, berlubang. Umumnya dapat ditangani saat tindakan, tetapi kadang memerlukan operasi darurat.
- Serangan Jantung atau StrokeGumpalan darah atau serpihan plak dapat menyumbat pembuluh selama atau setelah tindakan. Keadaan ini jarang.
- Gumpalan di Dalam StentStent dapat tersumbat gumpalan darah, terutama bila obat antiplatelet dihentikan terlalu dini. Keadaan ini serius dan dapat menyebabkan serangan jantung.
- Penyempitan KembaliArteri dapat menyempit lagi di dalam stent (restenosis). Stent bersalut obat mengurangi risiko ini, tetapi tidak menghilangkannya sama sekali.
- Risiko KematianJarang pada tindakan terencana, dan lebih tinggi pada keadaan darurat seperti serangan jantung berat, karena penyakitnya sendiri sudah mengancam jiwa. Dokter akan menjelaskan perkiraan risiko untuk Anda.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Pemulihan setelah angioplasti terencana umumnya cepat. Setelah serangan jantung, lamanya perawatan lebih bergantung pada keadaan jantung Anda.
Beberapa jam pertama. Anda dipantau di ruang pemulihan atau ruang rawat intensif jantung. Tekanan darah, irama jantung, dan area tusukan diperiksa berkala. Gelang penekan di pergelangan tangan dilonggarkan bertahap. Bila tusukan di pangkal paha, Anda diminta berbaring dengan kaki lurus selama beberapa jam.
Rawat inap. Pada tindakan terencana, banyak pasien dapat pulang keesokan harinya. Setelah serangan jantung, rawat inap umumnya beberapa hari.
Minggu pertama di rumah. Jaga area tusukan tetap bersih dan kering. Selama beberapa hari, hindari mengangkat beban berat dan menumpu berat badan pada tangan yang dipakai, atau hindari aktivitas berat bila tusukan di pangkal paha. Banyak orang dapat kembali bekerja sekitar satu minggu setelah tindakan terencana, sedangkan setelah serangan jantung waktunya lebih lama dan ditentukan dokter. Tanyakan kapan boleh kembali menyetir.
Obat antiplatelet. Setelah pemasangan stent, Anda perlu minum dua obat pencegah penggumpalan (antiplatelet ganda) selama beberapa bulan sesuai anjuran dokter, lalu umumnya satu obat untuk jangka panjang. Jangan menghentikan obat ini tanpa persetujuan dokter jantung, termasuk sebelum cabut gigi atau operasi lain, karena dapat memicu gumpalan di dalam stent.
Rehabilitasi jantung. Program latihan yang diawasi tim medis membantu memulihkan kebugaran dengan aman, terutama setelah serangan jantung.
Menjaga arteri tetap sehat. Stent membuka bagian yang menyempit, tetapi tidak menyembuhkan aterosklerosis. Minum obat kolesterol dan obat lain sesuai resep, berhenti merokok, kendalikan tekanan darah dan gula darah, jaga berat badan, dan ikuti jadwal kontrol.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera hubungi tim medis atau datang ke IGD bila Anda mengalami:
- Nyeri dada, rasa tertekan, atau sesak napas seperti sebelum tindakan atau lebih berat
- Perdarahan dari area tusukan yang tidak berhenti setelah ditekan beberapa menit, atau benjolan yang cepat membesar
- Tangan atau kaki yang dipakai sebagai jalan masuk menjadi dingin, pucat, kesemutan, atau sangat nyeri
- Demam, atau area tusukan menjadi merah, bengkak, dan bernanah
- Tinja berwarna hitam, muntah darah, atau memar luas saat minum obat antiplatelet
- Pingsan, jantung berdebar tidak teratur, atau lemah pada satu sisi tubuh
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Adrianus Kosasih, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisIntervensi Koroner Primer · PCI pada Sindrom Koroner Akut
Lihat Profil
Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer
Lihat Profil
dr. Puti S. Saus, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer
Lihat ProfilRotational Atherectomy System
Sistem pengikis plak berkapur di arteri koroner. Ujung bor kecil berlapis berlian berputar cepat di atas kawat pemandu untuk…
Physiologic Testing System (FFR / iFR)
Pengukuran tekanan darah di dalam arteri koroner selama kateterisasi dengan kawat bersensor, untuk menilai apakah sebuah…
Intravascular Lithotripsy (IVL) System
Kateter balon khusus yang memancarkan denyut gelombang tekanan suara untuk meretakkan kalsium di dinding arteri koroner. Dipakai…
Intracoronary Imaging System (IVUS / OCT)
Pencitraan dari dalam arteri koroner dengan gelombang ultrasonografi (IVUS) atau cahaya inframerah dekat (OCT). Dipakai selama…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan pasien dan keluarga tentang angioplasti koroner dan pemasangan stent. Jawaban untuk keadaan Anda secara khusus diberikan dokter saat konsultasi.
Apa bedanya angioplasti, PCI, dan pasang ring?
Ketiganya merujuk pada tindakan yang sama. Angioplasti koroner adalah pelebaran arteri koroner dengan balon, sedangkan intervensi koroner perkutan (PCI) adalah istilah medis untuk seluruh tindakan membuka arteri koroner dari dalam pembuluh darah, termasuk pemasangan stent. Masyarakat sering menyebut stent sebagai ring. Pada sebagian besar angioplasti saat ini, stent ikut dipasang.
Apakah saya tetap sadar selama tindakan?
Ya. Angioplasti umumnya dilakukan dengan bius lokal di area tusukan, dan bila perlu diberi obat penenang ringan agar Anda lebih rileks. Anda dapat berbicara dengan tim selama tindakan. Rasa tidak nyaman di dada dapat muncul sesaat ketika balon dikembangkan. Beri tahu tim bila terasa, supaya dapat segera ditangani.
Berapa lama stent bertahan, dan apakah bisa dilepas?
Stent dipasang permanen dan dalam beberapa bulan akan tertutup lapisan jaringan dinding arteri. Stent tidak perlu diganti secara berkala. Namun, arteri dapat menyempit lagi di dalam stent atau di bagian lain, terutama bila merokok, kolesterol, tekanan darah, dan gula darah tidak terkendali. Karena itu, kontrol rutin dan gaya hidup sehat tetap penting.
Berapa lama saya harus minum obat pengencer darah?
Setelah pemasangan stent, umumnya dua obat antiplatelet diminum bersama selama beberapa bulan sampai sekitar satu tahun, lalu dilanjutkan satu obat untuk jangka panjang. Lamanya ditentukan dokter berdasarkan alasan tindakan, jenis stent, dan risiko perdarahan Anda. Jangan menghentikan obat ini tanpa persetujuan dokter jantung.
Apakah stent aman untuk MRI dan detektor logam di bandara?
Stent koroner modern umumnya aman untuk pemeriksaan MRI dan tidak memicu detektor logam di bandara. Tetap beri tahu petugas atau dokter radiologi bahwa Anda memakai stent sebelum pemeriksaan, dan simpan catatan pemasangan stent dari rumah sakit, termasuk tanggal dan jenis stentnya, untuk ditunjukkan bila diperlukan.
Setelah pasang stent, apakah saya masih perlu minum obat?
Ya. Stent hanya membuka bagian arteri yang menyempit, sedangkan aterosklerosis dapat terus berkembang di bagian lain. Obat seperti antiplatelet, penurun kolesterol, dan obat tekanan darah tetap diperlukan sesuai resep, bersama perubahan gaya hidup. Kombinasi ini membantu mencegah serangan jantung dan penyempitan baru.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K).
- Lawton JS, Tamis-Holland JE, Bangalore S, dkk. 2021 ACC/AHA/SCAI Guideline for Coronary Artery Revascularization. Circulation. 2022;145(3):e18-e114.
- Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.
- Byrne RA, Rossello X, Coughlan JJ, dkk. 2023 ESC Guidelines for the management of acute coronary syndromes. Eur Heart J. 2023;44(38):3720-3826.
- Maron DJ, Hochman JS, Reynolds HR, dkk. Initial Invasive or Conservative Strategy for Stable Coronary Disease (ISCHEMIA). N Engl J Med. 2020;382(15):1395-1407.

