Jawaban singkat
Apa Itu Cadangan Aliran Fraksional (FFR)?
Cadangan aliran fraksional (FFR) adalah pengukuran tekanan di dalam arteri koroner dengan kawat bersensor saat kateterisasi jantung. Hasilnya menunjukkan apakah penyempitan benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung, sehingga dokter dapat memutuskan perlu tidaknya stent. Pengukuran menambah sekitar 10 sampai 15 menit pada kateterisasi.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Cadangan Aliran Fraksional (FFR)
Apa Itu Cadangan Aliran Fraksional
Angiografi koroner memperlihatkan seberapa sempit sebuah arteri, tetapi tidak selalu menunjukkan apakah penyempitan itu benar-benar mengurangi aliran darah ke otot jantung. Penyempitan yang tampak sedang, misalnya 50 sampai 70 persen, bisa mengganggu aliran pada satu orang tetapi tidak pada orang lain. Cadangan aliran fraksional (FFR) menjawab pertanyaan ini dengan mengukur tekanan darah langsung di dalam arteri koroner.
Cara Kerja Singkat
Kawat yang sangat tipis dengan sensor tekanan di ujungnya dilewatkan melewati penyempitan. Obat adenosin diberikan untuk membuat aliran darah ke otot jantung mencapai puncaknya, seperti saat jantung bekerja keras. Alat lalu membandingkan tekanan setelah penyempitan dengan tekanan sebelum penyempitan. Arteri tanpa hambatan bernilai sekitar 1,0, sedangkan nilai 0,80 atau kurang menunjukkan bahwa penyempitan mengurangi aliran darah secara bermakna.
Arti Hasilnya
Bila nilai FFR 0,80 atau kurang, membuka penyempitan dengan stent atau operasi bypass umumnya bermanfaat, terutama untuk meredakan keluhan dan mengurangi kebutuhan tindakan darurat di kemudian hari. Bila nilainya di atas 0,80, penyempitan biasanya cukup ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa menunda stent pada penyempitan seperti ini aman.
Pengukuran tanpa Adenosin
Ada pula pengukuran serupa tanpa adenosin, misalnya iFR (instantaneous wave-free ratio), yang membaca tekanan pada saat tertentu dalam setiap denyut jantung dengan batas nilai 0,89. Dua penelitian besar tahun 2017 menunjukkan hasil satu tahun yang setara dengan FFR, dengan keluhan selama pengukuran yang lebih sedikit. Pedoman ESC 2024 menganjurkan FFR atau iFR untuk menilai penyempitan sedang sebelum memutuskan tindakan.
FFR dalam Kateterisasi Jantung
FFR dikerjakan saat kateterisasi jantung, biasanya segera setelah angiografi menemukan penyempitan yang meragukan, yang dibahas di halaman Angiografi Koroner. Bila hasilnya menunjukkan penyempitan bermakna, stent sering dipasang dalam tindakan yang sama, yang dibahas di halaman Angioplasti Koroner. Pada serangan jantung, arteri penyebab serangan langsung dibuka tanpa FFR; untuk arteri lain, dokter dapat memakai FFR atau cukup angiografi sesuai keadaan.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Penyempitan Sedang yang MeragukanPenyempitan sekitar 40 sampai 90 persen tanpa bukti kekurangan aliran dari pemeriksaan lain.
- Penyempitan di Banyak PembuluhMembantu memilih pembuluh mana yang perlu dibuka, baik dengan stent maupun bypass.
- Keluhan Tidak Sesuai dengan Gambar AngiografiMisalnya nyeri dada khas tetapi penyempitan tampak ringan, atau sebaliknya.
- Arteri Lain setelah Serangan JantungMenilai penyempitan di arteri yang bukan penyebab serangan, sesuai pertimbangan dokter.
- Penyempitan Pangkal Arteri Koroner KiriMembantu menilai penyempitan sedang di pangkal arteri koroner kiri, kadang bersama IVUS.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Asma Berat atau Penyempitan Saluran NapasAdenosin dapat memicu sesak, sehingga pengukuran tanpa adenosin seperti iFR dapat dipilih.
- Gangguan Hantaran Listrik Jantung BeratAdenosin dapat memperlambat denyut; pengukuran tanpa adenosin dapat dipertimbangkan.
- Tekanan Darah Sangat RendahPada keadaan tidak stabil, penanganan utama didahulukan dan hasil pengukuran kurang dapat diandalkan.
- Arteri Penyebab Serangan JantungArteri yang tersumbat saat serangan jantung langsung dibuka tanpa menunggu pengukuran FFR.
- Penyempitan Sangat BeratPenyempitan di atas 90 persen umumnya dianggap bermakna tanpa perlu pengukuran.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
FFR dikerjakan sebagai bagian dari kateterisasi jantung, jadi persiapannya mengikuti tindakan tersebut. Tim akan memberikan instruksi tertulis.
Hindari kafein. Bila adenosin direncanakan, Anda biasanya diminta tidak minum kopi, teh, cokelat, atau minuman berkafein lain 12 sampai 24 jam sebelumnya, karena kafein menghambat kerja obat tersebut.
Obat yang sedang diminum. Bawa daftar semua obat. Obat antiplatelet biasanya tetap diminum, sedangkan pengencer darah lain, sebagian obat diabetes, dan obat yang mengandung dipiridamol atau teofilin mungkin perlu disesuaikan. Jangan mengubah obat tanpa arahan dokter.
Riwayat asma. Beri tahu tim bila Anda memiliki asma atau penyakit paru obstruktif kronis, karena memengaruhi pilihan obat saat pengukuran.
Pemeriksaan sebelum tindakan. Tes darah, termasuk fungsi ginjal dan pembekuan darah, serta EKG.
Puasa dan pendamping. Ikuti instruksi puasa dari tim, dan siapkan pendamping untuk pulang.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengukuran FFR dilakukan di ruang kateterisasi oleh dokter spesialis jantung intervensi, dengan bius lokal. Seluruh kateterisasi dengan FFR umumnya berlangsung sekitar 1 jam, sedangkan pengukuran FFR sendiri menambah sekitar 10 sampai 15 menit.
Angiografi Koroner
Kateter dimasukkan lewat pergelangan tangan atau lipat paha, lalu arteri koroner dipotret dengan kontras untuk menemukan penyempitan yang perlu dinilai. Obat pengencer darah dan obat pelebar pembuluh diberikan.
Memasang Kawat Tekanan
Sensor kawat disetel sama dengan tekanan di pangkal arteri koroner, lalu kawat didorong melewati penyempitan sampai sensornya berada di bagian setelahnya.
Memberikan Adenosin dan Mengukur
Adenosin diberikan lewat infus atau disuntikkan ke arteri koroner. Selama sekitar satu sampai dua menit, Anda mungkin merasa sesak, dada berat, atau wajah hangat; keluhan ini hilang segera setelah obat dihentikan. Alat lalu menampilkan nilai FFR.
Menentukan Langkah Berikutnya
Bila nilainya menunjukkan penyempitan bermakna dan tindakannya sudah dibicarakan sebelumnya, stent dapat langsung dipasang. Bila tidak, kawat ditarik dan penanganan dilanjutkan dengan obat.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Keputusan Berdasarkan Aliran DarahStent dipasang pada penyempitan yang terbukti mengurangi aliran, bukan hanya yang tampak sempit.
- Menghindari Stent yang Tidak PerluPenyempitan yang tidak bermakna dapat ditangani dengan obat, dan penundaan ini terbukti aman.
- Mengurangi Tindakan DaruratPada penyempitan bermakna, stent dengan panduan FFR mengurangi tindakan darurat dibanding obat saja.
- Hasil Langsung dalam Tindakan yang SamaNilai muncul di layar dalam hitungan menit, sehingga keputusan dapat diambil saat itu juga.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Efek Adenosin SesaatSesak, dada berat, wajah hangat, atau denyut melambat, yang hilang begitu obat dihentikan.
- Risiko Kateterisasi UmumMemar atau perdarahan di bekas tusukan, yang umumnya ringan dan dapat ditangani.
- Kejang Pembuluh KoronerArteri dapat menyempit sesaat saat kawat masuk; dicegah dengan obat pelebar pembuluh.
- Cedera Dinding Arteri KoronerSangat jarang, misalnya robekan akibat kawat, yang dapat ditangani dengan stent.
- Reaksi Kontras dan Gangguan GinjalDari kontras yang dipakai untuk angiografi, terutama bila fungsi ginjal sudah menurun.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Pemulihan mengikuti kateterisasi atau pemasangan stent yang dikerjakan bersamaan. Pengukuran FFR sendiri tidak menambah masa pemulihan.
Setelah tindakan. Bila akses lewat pergelangan tangan, gelang penekan dipasang beberapa jam. Bila lewat lipat paha, Anda berbaring beberapa jam dengan tungkai lurus.
Rawat inap. Bila stent dipasang, pasien umumnya dirawat satu malam. Bila hanya pengukuran tanpa stent, sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama.
Hasil dan pengobatan. Bila penyempitan tidak bermakna, dokter menyesuaikan obat dan anjuran gaya hidup. Plak tetap perlu dikendalikan dengan obat penurun kolesterol dan kontrol rutin.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:
- Nyeri dada, sesak napas, atau keringat dingin
- Bengkak yang membesar atau perdarahan di bekas tusukan
- Tangan atau tungkai terasa dingin, pucat, baal, atau nyeri
- Ruam, gatal, atau sesak setelah pemberian zat kontras
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +1 center
Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung
Lihat Profil
Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Puti S. Saus, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer
Lihat ProfilPhysiologic Testing System (FFR / iFR)
Pengukuran tekanan darah di dalam arteri koroner selama kateterisasi dengan kawat bersensor, untuk menilai apakah sebuah…
Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.
08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang FFR dan arti angka hasil pengukurannya.
Apa arti angka FFR saya?
Angka FFR membandingkan tekanan setelah penyempitan dengan tekanan sebelumnya saat aliran darah mencapai puncaknya. Arteri yang sehat bernilai sekitar 1,0. Nilai 0,80 atau kurang berarti penyempitan mengurangi aliran darah secara bermakna dan umumnya perlu dibuka. Nilai di atas 0,80 berarti penyempitan biasanya cukup ditangani dengan obat dan perubahan gaya hidup.
Apakah pengukuran FFR terasa?
Kawat bersensor tidak terasa. Saat adenosin diberikan, sebagian besar pasien merasakan sesak, dada berat, wajah hangat, atau jantung berdebar selama satu sampai dua menit. Keluhan ini wajar, sesuai kerja obat, dan hilang segera setelah obat dihentikan. Beri tahu tim bila keluhan terasa berat atau tidak segera hilang.
Bila FFR normal, apakah saya benar-benar tidak perlu stent?
Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa menunda stent pada penyempitan dengan nilai FFR normal aman, dengan risiko serangan jantung yang rendah. Namun, plak tetap ada dan dapat bertambah. Karena itu, obat seperti penurun kolesterol dan antiplatelet, berhenti merokok, serta pengendalian tekanan darah dan gula darah tetap penting, disertai kontrol rutin.
Apa bedanya FFR dengan iFR?
Keduanya mengukur tekanan di dalam arteri koroner dengan kawat yang sama. FFR memerlukan adenosin untuk membuat aliran mencapai puncaknya, dengan batas nilai 0,80. iFR membaca tekanan pada saat tertentu dalam setiap denyut tanpa adenosin, dengan batas 0,89. Penelitian besar menunjukkan hasil yang setara, dan iFR menimbulkan lebih sedikit keluhan selama pengukuran.
Mengapa saya harus menghindari kopi sebelum tindakan?
Kafein dalam kopi, teh, cokelat, dan minuman bersoda tertentu menghambat kerja adenosin, sehingga aliran darah tidak mencapai puncaknya dan nilai FFR dapat tampak lebih baik dari sebenarnya. Karena itu, bila adenosin direncanakan, Anda biasanya diminta menghindari kafein 12 sampai 24 jam sebelumnya. Ikuti waktu yang ditentukan tim.
Apa bedanya FFR dengan IVUS?
FFR menilai fungsi, yaitu apakah penyempitan mengurangi aliran darah. IVUS menilai bentuk, yaitu ukuran pembuluh, plak, dan hasil pemasangan stent dari dalam pembuluh. Keduanya saling melengkapi dan dapat dikerjakan dalam kateterisasi yang sama. Dokter memilih sesuai pertanyaan yang ingin dijawab, misalnya perlu tidaknya stent atau ukuran stent yang sesuai.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K).
- Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.
- Lawton JS, Tamis-Holland JE, Bangalore S, dkk. 2021 ACC/AHA/SCAI Guideline for Coronary Artery Revascularization: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2022;145(3):e18-e114.
- Tonino PAL, De Bruyne B, Pijls NHJ, dkk. Fractional Flow Reserve versus Angiography for Guiding Percutaneous Coronary Intervention. N Engl J Med. 2009;360(3):213-224.
- Xaplanteris P, Fournier S, Pijls NHJ, dkk. Five-Year Outcomes with PCI Guided by Fractional Flow Reserve. N Engl J Med. 2018;379(3):250-259.
- Zimmermann FM, Ferrara A, Johnson NP, dkk. Deferral vs. performance of percutaneous coronary intervention of functionally non-significant coronary stenosis: 15-year follow-up of the DEFER trial. Eur Heart J. 2015;36(45):3182-3188.
- Davies JE, Sen S, Dehbi HM, dkk. Use of the Instantaneous Wave-free Ratio or Fractional Flow Reserve in PCI. N Engl J Med. 2017;376(19):1824-1834.
- Götberg M, Christiansen EH, Gudmundsdottir IJ, dkk. Instantaneous Wave-free Ratio versus Fractional Flow Reserve to Guide PCI. N Engl J Med. 2017;376(19):1813-1823.

